
“Bolehkah saya meminta waktu Pak Bayu untuk makan bersama siang ini?” ucap Ivanka menawarkan membuat Bayu merotasikan bola matanya malas.
“Maaf, saya sibuk karena harus segera menyelesaikan kerjaan saya di kantor sebelum saya cuti untuk menikah,” tolak Bayu.
“Baiklah kalau begitu. Saya minta waktu sepuluh menit saja untuk mengobrol berdua, kali ini anda harus mau, karena kalau gak mau, saya akan mengikuti anda ke Perusahaan Trengginas Jaya Abadi,” ujar Ivanka.
Bayu menoleh pada Reigha. Reigha yang ditatap pun berkata, “Bay, selesaikan masalah loe dulu. Gue tunggu di mobil. Ingat, jangan jauh dari pengawasan gue.”
“Oke, tunggu bentar.”
Bayu berjalan mendekat pada Ivanka dan berkata, “Baiklah, kita ngobrol di sana saja, saya gak mau masuk lagi ke restoran.”
“Oke kalau itu mau anda, Pak Bayu. Ayo!” seru Ivanka.
Saat ini, Bayu juga Ivanka mengobrol di bawah pohon depan restoran yang kebetulan ada dua buah kursi.
“Sekarang katakan, saya buru-buru tidak punya banyak waktu,” ujar Bayu yang sebenarnya sangat malas jika mengobrol berdua dengan Ivanka. Tapi, dari pada Ivanka datang ke kantor dan membuat kerusuhan, lebih baik Bayu mengobrol bersamanya saat ini walau terpaksa.
“Ya ... kita hanya berdua sekarang, jadi saya akan mengatakannya apa yang harusnya anda tau, Bayu Agra Pratama,” balas Ivanka.
“Kita dulu adalah teman SMA, Bay, lo dan gue dulu satu kelas. Yang harus lo tau, dari SMA gue udah sangat mencintai lo,” ucap Ivanka mulai menceritakan apa yang harusnya Bayu tau.
“Lo ingat gak dulu lo pernah nolongin gue karena gue dibully. Gue, Bay. Gue yang dulu berpenampilan unik. Yang sampai SMA rambut di kepang dua, kacamata tebal dan gak modis sama sekali. Masih ingat gak sih, Bay?” lanjut ucapan Ivanka.
“Kinanti?” tebak Bayu.
“Nah, iya. Gue Kinanti, nama lengkap gue Ivanka Kinanti Putri Sadewa. Lo ingat ‘kan,” balas Ivanka begitu senang karena Bayu mengingat dirinya walau sebagai Kinanti.
“Oh, lo Kinanti. Kenapa lo gak bilang dari awal kalau lo itu Kinanti?” ucap Bayu sembari mengingat-ingat sosok Kinanti.
“Kenapa? Pasti lo mau deket sama gue setelah lo tau gue adalah Kinanti, ya? Lo suka sama gue juga ‘kan, Bay? Jujur deh, Bay. Pasti lo suka sama Kinanti yang lo kenal dulu ‘kan?” tanya Ivanka bertubi-tubi dengan wajah sumringahnya.
“Lo harus tau, Bay. Gue berubah seperti ini hanya karena lo, gue jatuh cinta sama lo. Dan, gue pengen lo terima cinta gue,” imbuh Ivanka.
__ADS_1
“Oh, sory. Gue gak bisa, gue udah mencintai Anna. Dan, gue akan menikah dengan Anna,” jawab Bayu dengan cepat.
“Kalau Anna gak ada, apa lo bisa nerima cinta gue, Bay? Gue yang duluan cinta sama lo.”
“Mungkin memang lo duluan cinta sama gue. Tapi, Anna yang duluan menempati hati gue saat ini dan selamanya. Jadi, lo jangan macam-macam. Adanya Anna atau gak ada, gue gak akan pernah cinta sama lo. Cinta itu gak bisa di paksakan!” seru Bayu bangkit dari duduknya.
“Gue rasa pembahasan dan urusan kita udah selesai. Gak ada lagi yang harus dibahas, gue juga gak punya masa lalu sama lo masalah kita hanya untuk urusan kerjaan. Jadi, gue mohon jangan ganggu gue dan Anna lagi,” lanjut Bayu segera meninggalkan Ivanka yang masih duduk di tempat.
“Bay, gak bisa gitu. Kita masih ada kerja sama jadi. Jadi, kita masih bisa ketemu lagi!” teriak Ivanka berhasil membuat Bayu kembali menoleh ke belakang.
“Lo ingat-ingat, baru tadi membahas kalau proyeknya udah beralih ke Reigha. Jadi, untuk seterusnya lo hubungi sekretaris Reigha, bukan gue.”
“Dan satu hal lagi, kalau lo mau mutusin kerja sama kita, itu juga melalui sekretaris Reigha. Jadi lo pikir dulu baik-baik,” imbuh Bayu segera kembali melanjutkan langkah kakinya dan langsung masuk ke mobil Reigha yang udah lama menunggu.
Ivanka yang ditinggalkan langsung emosi, “Gue akan hancurkan lo, Bay. Gue akan gagalkan pernikahan loe!” teriak Ivanka. Lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan emosinya yang belum mereda.
Di dalam mobil, Reigha dan Bayu mengobrol, “Gila tu cewek, ternyata lo bener, Gha. Dia dulu sekelas sama gue. Dan tadi dia bilang kalau dia dari SMA sampai sekarang cinta sama gue,” ucap Bayu menceritakan.
“Dia berubah drastis, Gha. Dulu tuh gue pernah nolongin dia karna dia korban bullying. Dan, semenjak itu dia katanya cinta sama gue,” jawab Bayu.
“Terus, gimana? Lo masih nekat kerja sama dengan dia atau gak?” tanya Reigha kembali.
“Duh, gaklah, Gha. Gue ‘kan harus siapkan pernikahan gue sama Anna,” balas Bayu.
“Oke. Tapi, lo dan Anna harus hati-hati, ya. Ivanka itu perempuan nekat satu spesies dengan Binar, Bay!” seru Reigha membuat mereka berdua tertawa bersamaan.
****
Kini Reigha dan Bayu telah sampai di kantor, Reigha segera masuk ke ruangan untuk makan siang karena tadi pagi udah dibawakan oleh Shafa.
Sementara Bayu dan Anna makan siang di ruangan Bayu.
“Sayang, dua hari lagi kita cuti. Dua hari lagi kita mulai menyiapkan pernikahan, karena bulan depan Papa dan Mama akan pergi ke luar negeri dalam waktu lama,” ucap Bayu.
__ADS_1
“Emm ... jadi, langsung nikah aja, Bang? Gak perlu lamaran?” balas Anna bertanya pada Bayu.
“Iya, Sayang. Kita langsung nikah aja, kamu mau acaranya di mana?” jawab Bayu sembari bertanya.
“Abang, gimana kalau acaranya di tempat budhe aja?”
“Oke, gapapa. Tapi, akad nikahnya Abang mau di tempat yang tertutup, ya. Soalnya Abang gak mau ada gangguan saat akan nikah nanti.” Jawaban Bayu berhasil membuat Anna mengembangkan senyum manisnya.
Setelah mereka berdua makan siang, Anna membereskan tempat bekal akan dibawa kembali oleh Anna.
“Sayang, nanti kamu pulang bareng Reigha aja ya, Abang nanti mau lembur selesaikan kerjaan karena dua hari lagi mau cuti.”
“Abang, Anna di sini aja ya. Nemenin kamu, Bang,” balas Anna yang diangguki oleh Bayu.
Bayu pun segera menyelesaikan kerjaannya agar cepat pulang, tak mau melihat Anna terlambat pulang karena lembur. Jadi, sebisa mungkin Bayu segera menyelesaikan semua pekerjaannya.
Tepat waktu pulang kerja, semua karyawan waktunya pulang begitu juga dengan Reigha, Bayu dan Anna mereka segera pulang.
“Gak jadi lembur?” tanya Reigha pada Bayu yang berpapasan di lift.
“Gak jadi, Gha. My angel baby gak mau pulang duluan, gue gak tega lihat calon istri gue ikut lembur. Tapi, tenang. Kerjaan gue udah selesai semua. Ya ... tinggal dikit-dikit bisa dilanjut di rumah atau besok juga masih bisa,” jawab Bayu.
“Lebay lo pakai my angel baby!” celetuk Reigha tertawa kecil.
Mereka bertiga masuk dalam satu mobil. Hingga sesampainya di rumah, ternyata Reigha udah ditunggu Shafa di halaman depan.
Di dalam mobil, Bayu meledek Reigha, “Gha, tuh ratu hati udah menunggu. Kapan ya gue dapat sambutan kayak gitu .”
“Halah, tu di dekat lo bukan cuma menyambut. Tapi, selalu mendampingi kapan pun dan di mana pun lo berada,” balas Reigha membuat Anna menunduk malu.
Reigha segera turun dari mobil. Melihat suaminya yang berjalan masuk ke dalam rumah, Shafa langsung berlari kecil dan memeluk Reigha.
“Eh, eh, ada apa, Sayang? Tumben sambutannya spesial banget hari ini, hmm?” tanya Reigha yang kaget saat melihat Shafa langsung memeluknya.
__ADS_1