
“Za, sebelum aku jawab, bisakah kita bicara empat mata sebentar?” pinta Daviana.
“Ayo kita bicara. Kamu mau bicara di mana?” tanya Reza.
“Di sebelah sana,” jawab Daviana menunjuk pada ruang tengah.
Mereka pun berdua segera berjalan menuju ke ruang tengah dengan Daviana yang berjalan duluan, dan Reza mengikuti di belakang.
“Ada apa, Nai?” tanya Reza yang saat ini udah berada di ruang tengah berdua.
“Za, ini serius? Kamu kenapa tiba-tiba melamar aku? Kalau kamu melamar aku cuma karena kasihan, aku gak mau, Za ... gimana sama kekasih kamu itu?” lirih Daviana.
“Nai, aku melamar kamu karena aku cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu dan tentang cewek yang kamu lihat di bandara itu, hanya teman bukan kekasih,” balas Reza.
“Kalau kamu masih ragu, kamu pikirkan dulu aja ya, aku akan sabar menunggu kamu. Sekarang ayo kita kembali ke depan berkumpul dengan yang lainnya,” ucap Reza kembali.
Daviana pun mengangguk dan mengikuti Reza dari belakang dan kembali duduk ke tempat semula.
“Bagaimana ... apa Nai udah ada jawaban?” tanya Bayu saat melihat Reza dan Daviana kembali.
“Ehmm ... mohon maaf semua, karena udah menunggu. Bismillah.... saya menerima lamaran ini,” kata Daviana.
“Alhamdulillah” ucap bayu dan lainnya serempak.
“Baiklah karena Naima udah memberi jawaban, tukar cincinnya nanti aja. Sekarang, kita langsung ke halaman belakang aja, karena semua udah menunggu,” kata Bayu setelahnya.
“Mereka? maksudnya?” sambar Shafa yang penasaran.
“Ayo kita lihat aja, Fa!” seru Anna.
Mereka pun semua ke halaman belakang dan mereka pun terkejut melihat halaman belakang yang udah dihias sangat meriah.
“Bay, kapan lo melakukan ini semua? Bisa-bisanya sampai kita semua gak tau,” kata Reigha.
“Ini surprise dari kita,” balas Bayu santai.
“Dan ... itu kok ada Afkar di meja itu?” tanya Reigha.
Afkar yang merasa namanya di sebut pun menoleh dan tersenyum.
“Ayo sini duduk di sini!” seru Afkar.
Reigha dan Bayu pun duduk di depan Afkar, sedangkan Reza dan daviana duduk di hadapan Afkar.
Semua tamu langsung mengelilingi tempat tersebut.
“Ini ada kejutan apa lagi?” tanya Reigha pada orang yang tahu.
Selain pada orang tua dan beberapa tamu undangan, di sana ada Vilia, Almeera, bersama dengan anak Dani juga anak Anggi yang tampak hadir.
__ADS_1
“Pa, Ma,” panggil Reza.
“Ada apa, Nak?” tanya Reigha.
“Papa dan Mama merestui kan jika Reza melamar Naima bahkan memperistri Naima,” lirih Reza.
“Kami setuju, Nak,” balas Reigha.
“Kita akan menikahkan mereka sekarang juga!” putus Bayu membuat semua kaget dan menoleh padanya.
“Apa?” kaget Reza.
“Kok papi gak bilang-bilang,” protes Reza setelahnya.
“Namanya juga kejutan, Za, semua udah papi dan mami siapkan,” ucap Bayu.
Anna pun segera mengambilkan mas kawin yang udah disiapkan oleh Bayu dan Anna.
“Bro, ini mas kawinnya ya,” ucap Bayu pada Afkar.
Reza dan Daviana pun gugup karena gak menyangka kalau mereka akan segera langsung menikah.
Reza melihat mas kawin yang di siapkan papinya, berupa : seperangkat alat sholat, 1 set perhiasan yang sangat indah dan sertifikat rumah. Reza benar-benar tidak menyangka kalau papinya sampai mempersiapkan seperti ini.
“Pi, Mi ... makasih banyak ya,” kata Reza langsung mencium tangan Bayu dan Anna.
“Jaga Nai dan selalu bahagiakan dia ya, Nak,” pesan Anna.
“Udah, ayo kita mulai. Udah malam ini,” kata Afkar.
Dan mereka pun segera memulai ijab qobulnya hingga terdengar dari para saksi dan keluarga lainnya mengucap kata “Sah!”
Setelah saksi mengucap kata sah, dan Afkar mendoakan kedua mempelai. Reza pun segera merapalkan berdo'a lalu mencium kening Daviana, dan Daviana pun mencium tangan Reza. Lalu Reza menggandeng Daviana untuk bersalaman ke Reigha dan Shafa juga ke Bayu dan Anna.
Reigha sampai menitikan air matanya karena terharu akhirnya Daviana putrinya telah menikah dengan orang yang benar-bener mencintainya.
Setelah ke kedua orang tua, Reza dan Daviana pun berjalan ke arah nenek Khalisa dan tante juga om-nya. Daviandra yang sejak tadi duduk di dekat nenek pun sangat bahagia melihat kembarannya yang udah berada di tangan yang tepat.
“Za, jaga adik gue ya, jangan pernah buat dia menangis,” kata Daviandra memeluk Reza.
“Pasti, Dra, gue akan selalu membahagiakannya,” balas Reza yang masih memeluk Daviandra.
“Sekarang giliran lo, kapan lo akan nikah?” bisik Reza.
Sontak Andra melepas pelukan. Kemudian berkata, “Husstt ... nanti semua orang dengar, tunggu dia balik ke Indonesia dulu.”
Dan mereka pun tertawa bersamaan. Daviana yang melihat mereka berdua tertawa pun heran apa yang dibicarakan hingga keduanya ketawa.
“Udah sana ... gue mau ambil minum dulu,” kata Daviandra.
__ADS_1
Reza dan Daviana pun kembali mengobrol bersama saudara-saudara yang lainnya.
Semua orang merasa sangat bahagia dengan pernikahan mendadak mereka. Saat Reza dan Daviana mengobrol bersama nenek, tante dan om nya, Reigha mendekat ke Bayu dan langsung memeluknya.
“Bay, makasih banyak ya, lo udah kasih restu ke Reza menikah dengan Naima, walau lo tau status Naima yang sekarang,” kata Reigha.
“Gha, lo itu apa-apaan sih ... Naima itu udah seperti putriku sendiri, kebahagian mereka juga adalah impian gue dan gue gak pernah mikirin status Naima yang bagaimana. Gue dan istri gue akan selalu menyayangi Daviana,” ucap Bayu.
Sementara saat Daviandra mengambil minum, Jasmin yang merupakan anak Dani. Dia melihat Daviandra tengah mengambil minum pun mendekati.
“Kak Andra,” panggil Jasmin.
“Ada apa?” tanya Daviandra dengan coolnya.
“Kak Naima udah nikah loh, kak Andra kapan? Jodoh kakak kan udah ada,” balas Jasmin yang bermaksud memberitahukan kalo dia-lah jodoh Daviandra.
“Nanti, belum kepikiran,” ucap Daviandra yang langsung ambil minum dan pergi meninggalkan Jasmin.
“Huhhh. Diajakin ngobrol malah pergi, untung gue cinta ... kalau enggak, udah gue masukin dalam karung tu orang,” gerutu Jasmin.
Tak terasa waktu udah malam, tamu-tamu satu persatu udah pamit pulang, tinggalah afkar dan istrinya yang mau pamit pulang. Afkar dan Zhafira segera mendekati Reigha dan Shafa untuk pamit.
“Bro, gue pamit pulang dulu ya, anak gue di rumah sendirian tadi,” ucap Afkar berpamitan.
“Makasih banyak ya bantuannya,” kata bayu yang tiba-tiba datang dari arah belakang.
“Sama-sama, untung gue gak keceplosan tadi di depan Reigha,” balas Afkar.
“Sukses ya kalian buat kejutan, sampai gue dan keluarga gak tau apa-apa gini,” ucap Reigha.
“Jelas dong, siapa dulu yang ngerencanain,” celetuk Bayu yang setelahnya tertawa.
“Oke ... gue pamit ya, kapan-kapanlah gue main lagi,” ucap Afkar dan diangguki oleh keduanya. Kemudian, Zhafira juga segera berpamitan pada Shafa dan Anna.
Setelah semua udah pulang, mereka kembali masuk ke dalam rumah.
“Gha, Fa, gue pulang ya ... capek banget nih gue,” kata Bayu.
“Iya ... makasih banyak ya, Bay, Na,” kata Reigha.
“Berapa kali lo bilang makasih ke gue, Gha ... bosen gue dengernya. Udah-udah, titip anak gue ya,” ucap Bayu.
“Tenang aja, anak lo aman sama pasangannya,” balas Reigha.
Bayu dan Anna pulang ke rumah lewat pintu samping, sedangkan Almeera malam ini nginap di kamar Vilia karena di rumah Reigha, semua saudaranya berkumpul malam ini.
Reza dan Daviana udah sejak tadi masuk ke kamar karena mereka juga udah capek dan ingin istirahat.
Di dalam kamar, Daviana yang biasanya cerewet jadi diam, bahkan Daviana sejak tadi menunduk karena malu.
__ADS_1
“Nai, kamu kok tumben dari tadi diam aja ... ada apa, Nai?” tanya Reza.