
"Anu bang..." kata Mira ragu-ragu!!
"Apa sayang!! anumu kenapa? bengkak lagi?" tanya Xavier dengan wajah serius...
"Apa perlu abang periksa Mira?? apa masih bengkak??" tanya Xavier benar-benar khawatir karena semalam sangking keenakan bergoyang dia sampai lupa diri dan lupa waktu.
"Ishhh, abang selalu berpikiran mesum saja!! Almira mau bilang semalam Almira mimpi bercinta dengan bang Xavier seperti nyata banget, rasa sakitnya pun masih terasa sampai sekarang!!" Desis
Almira.
"Ahh, itu paling hanya bunga tidurmu belaka, bilang aja kamu mau abang garap kembali seperti di pantai itu!!" kata Xavier sambil senyum-senyum.
"Ishhh tau ah..." kata Almira kesal Xavier seolah selalu mengoloknya.
Mereka semua sedang berkumpul sarapan pagi bersama.
"Hari ini kita harus menemui tuan Kelvin di tempat kediamannya, kita juga harus meminta restunya karena dia ayah kandung Almira yang sesungguhnya."
Hati Almira mencelos karena dia tau di sana ada Aliandhara. Laki-laki yang pertama kali bisa membuat hatinya bergetar sebelum akhirnya Xavier masuk di dalam kehidupannya.
Lalu apakah kita akan berangkat semua kesana?? tidak adakah yang mau tinggal untuk menjaga markas kita ini???" mata kakek Kojiro memandang Tosiro sepupunya.
"Apa arti dari tatapan matamu itu, Kojiro?? kamu mau memintaku untuk tinggal?? ngga...aku tidak mau, nanti kejadian tempo hari terulang lagi, aku menjadi korban penculikan lagi!!" jawabnya.
"Baiklah, kita semua akan ikut tapi kita harus menyatukan kekuatan tenaga dalam kita untuk membuat kubah yang akan melindungi rumah ini dan sekitarnya setidaknya akan aman sampai kita pulang dari mansion tuan Kelvin.
Sementara di mansion tuan Kelvin...
"Nila...Nilakandi...aku merindukanmu, Nila!! " bisik hati Kelvin Antonio.
Tetapi saat dia teringat kembali ucapan dari ratu Nilakandi belasan tahun lalu...hatinya seperti tersayat dan rasa benci begitu menggelegak di dalam hatinya.
****Flashback on****
Hari itu, tepat setahun setelah peristiwa berpisahnya Nilakandi dan Kelvin Antonio.
Dengan susah payah Kelvin berhasil kembali kegoa pualam seorang diri karena kerinduannya yang begitu membuncah pada istrinya itu.
Biasanya jika ada yang berani memasuki goa tanpa seijinnya, maka Nilakandi akan keluar dengan wujud naganya membuat mereka yang mendekat lari tunggang langgang.
Tetapi saat ini Kelvin Antonio tak mendengar atau melihat siapapun di dalam goa itu.
Kelvin memutuskan untuk masuk ke dalam semakin jauh. Hatinya tiba-tiba terasa nyeri saat matanya menangkap siluet sepasang pria dan wanita tengah bermesraan memadu kasih di pinggir kolam.
Nila...suara Kelvin tercekat di tenggorokan.
Sepasang kekasih yang tengah bermesraan itu terutama si wanita tampak pucat pasi wajahnya melihat siapa yang menyapa.
"Kita bertemu lagi Nila!!" sapa Kelvin.
"Kelvin...sudah lama kamu ada di situ?" tanya Nilakandi gelagapan sambil melepaskan pelukan lelaki di sampingnya.
"Siapa dia dinda?" tampaknya dia bukan dari bangsa naga seperti kita, dia manusia mengapa bisa masuk sampai kemari?"
"Aku hanya menyambangi teman lama...tapi jangan khawatir aku juga akan segera pulang!!" jawab Kelvin.
Hatinya sudah terlampau sakit saat melihat istrinya tercinta tengah bermesraan dengan laki-laki dari bangsanya sendiri.
Iya...dialah ayah Redo, adik tiri putri Refanya atau Shahnaz Almira.
"Kelvin tunggu Kelvin...aku bisa jelaskan!!" teriak Nilakandi berusaha mengejar Kelvin yang berlari cepat menuju pintu perbatasan goa.
Hatinya teramat hancur, dia mati-matian untuk bisa sampai di tempat ini demi memenuhi janjinya untuk menjenguk sang istri, tetapi apa yang telah dilihatnya sungguh membuat dia terluka.
"Kamu jahat, Nilakandi...mana janji yang pernah kita ikrarkan dulu untuk saling mencintai meski alam sekalipun akan memusuhi kita!!"
"Mana janjimu Nila, mana....!!! teriak Kelvin sambil berlari meninggalkan goa batu pualam.
Rasa kecewa di hatinya bahkan mampu mengalahkan rasa takutnya.
Sementara Nilakandi hanya bisa mengejar sampai perbatasan pintu goa. Dipandanginya punggung Kelvin yang semakin menjauh lalu hilang di kejauhan.
"Maafkan aku sayang...sekali lagi maafkan aku...mungkin tubuhku bisa dimiliki oleh yang lain, tetapi hatiku tidak!!"
"Aku melakukan ini agar aku bisa mempunyai keturunan dari bangsa naga untuk melawan ratu Hikaru.
"Bencilah aku...hujatlah aku....!! hik...hik...hik...Nilakandi berdiri di depan pintu goa dengan wajah yang penuh linangan air mata.
"Aku masih tetap setia pada janjiku, Kelvin...aku masih tetap mencintaimu hingga maut kelak memisahkan kita."
"Siapa lelaki manusia itu tadi adinda??? dan mengapa dia tiba-tiba pergi begitu saja??" tanya Nixam.
Iya...Nixam adalah laki-laki dari bangsa naga yang dijodohkan oleh kakek Nilakandi untuk menemaninya di dalam goa agar mereka juga bisa mempunyai keturunan yang bisa melawan kejahatan sang ratu kegelapan, Hikaru.
Kelvin Antonio kembali ke rumah bertepatan dengan meninggalnya sang adik dan istrinya dan meninggalkan seorang putra mereka yang bernama Aliandhara.
***Flashback off***
__ADS_1
"Ayah...ayah..."
Aliandhara menggoyang-goyangkan lengan ayahnya yang tertidur di sofa pagi itu.
Tuan Kelvin memang merasa akhir-akhir ini kesehatannya sedikit terganggu.
Apalagi dia lebih sering bepergian keluar negeri untuk mengurus bisnisnya di sana kadang Aliandhara ikut dengannya untuk membantu menyelesaikan tugasnya.
"Nila...."
Ngos...ngos...
Napas tuan Kelvin nampak terengah-engah dengan keringat sebesar biji jagung mengucur dari keningnya.
"Ayah...bangun...ada tamu yang sedang menunggu ayah di ruang tamu!!" kata Aliandhara.
"Siapa Ali??" tanya tuan Kelvin.
"Almira, Xavier dan ada beberapa lagi yang lain, yah!!" kata Aliandhara.
Tuan Kelvin bersama dengan Aliandhara keluar menuju ruang tamu.
Mata Aliandhara tak berkedip saat matanya dan Almira saling beradu pandang.
Jelas ada kerinduan di antara keduanya. Rindu bersama dan rindu bertengkar seperti saat Almira masih menjadi body quard Alia dulu.
Xavier melengos saat kekasihnya tengah berpandangan mata dalam dengan pria lain, dengan cepat dirangkulnya pundak Almira sambil tersenyum kepada Aliandhara.
"Kita bertemu kembali, tuan muda Aliandhara!!" katanya.
Aliandhara tak menjawab. Ada sayatan luka tak berdarah yang dia rasakan jauh di dalam hatinya.
"Ohhh kakek Dahlan dan kamu Almira...mari silakan masuk!!" tuan Kelvin mempersilakan tamunya untuk masuk.
Serafin berbisik kepada Giandra suaminya, "kemiripan Almira dengan tuan Kelvin sangat sedikit ya, yah!! wajah putri kita itu sangat mirip dengan kanjeng ratu Nilakandi."
Giandra hanya mengangguk menanggapi ucapan istrinya.
Mereka semua duduk di ruang tamu mansion yang luas itu. Tuan Kelvin dan Aliandhara duduk berhadapan dengan kakek Dahlan, Xavier dan Almira.
Mata keduanya sering mencuri pandang. Almira tak berani berkata apapun walau hanya dalam hatinya karena dia tahu Xavier memiliki kemampuan yang sama seperti dirinya bisa membaca pikiran orang lain.
Dan dia merasakan tangan calon suaminya yang menggenggam erat tangannya itu bergetar hebat berusaha menahan kecemburuannya pada Aliandhara.
Almira juga sebenarnya sudah bisa membaca apa yang tengah dipikirkan oleh Aliandhara, oleh sebab itu dia nampak duduk dengan tegang di sofa yang dia duduki.
"Bagaimana Xavier tidak meradang karena dalam isi kepala Aliandhara selalu memuji tentang Almira dan Almira. Xavier meremas tangan Almira membuat Almira meringis lalu menundukan wajahnya.
"Ooh silakan kek, kakek mau bicara hal penting apa??" tanya tuan Kelvin.
Xavier mendengus saat membaca pikiran Aliandhara.
(Aliandhara)
"Kenapa sih, Xavier selalu menggenggam tangan adiknya itu?? aku ingin membawa Almira ke taman belakang mansion, ada hal penting yang ingin aku katakan padanya!!
(Xavier)
"Kurang ajar kamu Aliandhara, berani-beraninya kamu mau membawa calon istriku kabur?? kamu sudah bosan hidup atau kamu punya nyawa cadangan??"
Perang mata antara keduanya semakin memanas sementara Almira yang dapat membaca pikiran keduanya semakin pusing kepala dibuatnya.
"Tuan Kelvin, saya mau tanya...apakah tuan Kelvin mempunyai istri dan anak??" kata kakek Dahlan to the point. Membuat Kojiro melotot kepada sepupunya itu.
Tuan Kelvin termenung dan terdiam mendengar pertanyaan kakek Dahlan. Wajahnya mendadak berubah menjadi muram.
"Almira...keluarkan kalung yang melingkar di lehermu itu!!" perintah kakeknya.
Almira segera mengeluarkan kalungnya dan memperlihatkan kepada kakeknya.
Sekali lagi mata tuan Kelvin membola melihat kalung itu.
"Xavier, kakek tau kamupun mempunyai kalung serupa, keluarkanlah agar semua masalah menjadi jelas." Kata kakek Dahlan lagi.
Tiga kalung mustika naga sudah dikeluarkan. Mereka yang ada di situ tampak takjub dengan keindahan dan terutama kesaktian dari kalung itu.
Semua tak lepas dari tatapan Levia yang tengah bersembunyi di balik pilar dekat ruang tamu.
"Tuan Kelvin belum menjawab pertanyaan saya tadi!!" kata kakek Dahlan.
Setelah menghela napas berat, tuan Kelvin menerawangkan pandangan matanya mencoba mengingat suatu kejadian yang tak ingin dia ingat kembali.
"Iya...saya mempunyai seorang istri dan seorang putri yang kalau dia masih hidup dia kuperkirakan seusia dengan Almira!!" jawab tuan Kelvin.
"Lalu mengapa kalian berpisah??" tanya kakek Kojiro.
"Istriku adalah bangsa naga dan aku adalah manusia, kami bertemu dan saling jatuh cinta...walaupun aku tau dia itu bukan manusia sepertiku, tapi aku tak peduli."
__ADS_1
"Hubungan kami berlanjut hingga aku menikahinya karena dia telah mengandung benihku. Sama sekali tak ada masalah bagi kami walaupun kami berbeda."
"Hingga suatu hari istriku membawaku untuk menemui ibunya untuk meminta restu pernikahan kami."
"Sebenarnya aku sangat takut melihat wujud ibu mertuaku adalah seekor naga, tetapi demi cintaku kepada Nilakandi istriku maka rasa takut itu kubuang jauh-jauh dari kepalaku."
"Kami berdua menghadapnya, tetapi siapa menyangka itu adalah kebersamaanku yang terakhir dengan Nilakandi."
"Kutukan telah berpindah kepadanya, saat dia memutuskan untuk menikahiku yang dari bangsa manusia maka kutukan ibunya otomatis berpindah kepadanya."
"Aku seperti melihat dunia runtuh di depan mataku saat kami dipaksa untuk berpisah karena kami berbeda alam."
"Nilakandi menangis tak rela berpisah denganku begitu juga dengan aku!!"
"Siapa yang tidak shock saat di minta berpisah paksa dengan orang yang kita cintai?"
"Aku juga dipaksa pergi karena Nilakandi sewaktu-waktu bisa berubah menjadi seekor naga biru yang sangat besar dan berbahaya."
"Aku diberikan sebuah kalung berliontin kepala naga bermata biru oleh istriku, berharap suatu hari nanti aku akan menemukan seseorang dengan kalung seperti yang aku pakai berarti aku telah menemukan darah dagingku."
"Tetapi istriku telah mendua, dia mengkhianati janji yang telah kami buat, dia menikahi laki-laki dari bangsa naga...dan sejak itu aku tak pernah lagi mendengar kabar darinya, karena aku juga tidak mau berhubungan lagi dengan seorang pengkhianat cinta seperti dia."
Tuan Kelvin terdiam. Luka lama selama belasan tahun yang telah dia pendam rapat-rapat, kini terbuka kembali.
"Tuan Kelvin!!" kata kakek Dahlan memecah keheningan di antara mereka semua.
"Coba kamu perhatikan gadis yang duduk di depanmu ini!!" kata kakek Dahlan kemudian.
Tuan Kelvin menatap wajah Almira dengan lebih seksama.
Kini apa yang pernah dilihatnya dulu tentang Almira dan kalungnya terbayang kembali.
"Wajahnya mirip sekali dengan Nilakandi...tetapi hanya rambut dan bentuk matanya yang mirip denganku." batinnya.
"Tetapi jika anak kami seorang perempuan, kami memberi namanya Refanya bukan Almira..." kata tuan Kelvin.
"Lagi pula, itu Xavier juga memiliki kalung yang sama dengan Almira dan aku!!" katanya.
"Xavier itu orang terpilih, tuan...rasanya kami jelaskan pun percuma, karena semua mungkin berada di luar nalar anda!!" yang menjawab adalah Giandra.
"Lalu kalian berdua siapa? apakah kalian orang tua Xavier??" tanya tuan Kelvin.
"Tuan, Xavier dan Almira sama-sama anak yang kami asuh, mereka tak punya hubungan saudara sama sekali, kami kesini mau memintakan restu untuk Almira."
"Xavier dan Almira akan menikah secepatnya!!" jawab Giandra.
Jederrr....
Aliandhara langsung merosot ke lantai dari sofa yang dia duduki. Wajahnya menyiratkan ketidak percayaan karena yang dia tau hubungan Almira dan Xavier adalah sebagai adik dan kakak belaka.
Almira tersentak melihat keadaan Aliandhara. Dia ingin menolong tetap genggaman tangan besar dan kekar dari Xavier seolah menguncinya.
"Menikah??? kalian berdua akan menikah???" suara Aliandhara berucap lirih.
"Mengapa meminta restu dariku???" tanya tuan Kelvin masih belum mengerti.
"Karena Almira adalah Refanya putrimu yang telah dititipkan ke dalam kandungan istriku, tuan..."
"Sebab pada saat itu bangsa naga dan komplotan ratu Hikaru tengah berperang, tentu tidak memungkinkan bagi Seiryu atau kanjeng ratu Nilakandi untuk bertempur dengan membawa janin di perutnya."
"Makanya dia menitipkan Almira pada kami berdua."
"Refanya adalah Almira??" lalu tuan Kelvin menatap Almira lekat-lekat.
Di sana banyak di temukannya sosok ayu dari Nilakandi, wanita yang dicintainya sekaligus dibenci karena pengkhianatannya.
"Ayah..."
Suara Almira bergetar saat menyebutkan nama itu. Dia dapat melihat bagaimana penderitan dari sang ayah di masa yang telah lalu.
"Almira akan menikah, yah!! tolong restui Almira!!" ucapnya.
Bukan hanya Aliandhara yang duduk melungsur ke lantai mendengar berita itu, dari balik pilar besar Levia yang telah lama menaruh hati pada Xavier pun tergugu dan menangis tanpa suara di lantai.
"Jadi kalian bukan saudara?? Jadi kalian akan menikah?? lalu bagaimana denganku? aku juga sudah jatuh cinta pada Xavier sejak pertama aku melihatnya mengajar dulu." ratap hati Levia.
Tuan Kelvin memeluk putri tunggalnya itu.
"Refanya...maafkan ayah yang selama ini tidak menyadari bahwa kamu adalah putri ayah."
"Kebencian ayah pada pengkhianatan ibumu membuat ayah terus menerus hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang mengerikan membuat ayah tak pernah bisa mempercayai siapapun dan akhirnya membutakan mata dan hati nurani ayah akan sebuah kebenaran bahwa kamu adalah putriku."
*
*
***Bersambung***
__ADS_1
Jadi ngga tega juga melihat Aliandhara yang harus menelan kenyataan pahit bahwa Almira yang sangat dicintainya akan menikahi orang lain.
Jangan lupa dukungannya ya para readers like, komen, vote, favorit dan ratenya ya🙏🙏🙏