
"Sebentar lagi pasti akan terjadi perang teluk." Kata Kakegawa.
Dan benar saja...
KABAMMM....
Danau buatan di depan perguruan muncrat airnya setinggi sepuluh meter karena dihantam oleh pukulan Hiro.
"Selalu terulang seperti itu...selalu saja sensitif!!" kata Miku geleng-geleng kepala.
"Maka dari itu ayah tidak mau menyinggung soal Almira dan Matsuyama di depan matamya.
Tapi mau bagaimana lagi, Almira itu kan sudah jadi adik iparnya.
"Harus hati-hati kalau bicara tentang Almira dan Matsuyama sekarang!!" kata Miku pada Kakegawa suaminya.
******
"Sampai kapan kita akan jongkok di sini, Yula?? aku tuh sudah capek!!tiga jam kita jongkok macam orang bodok di sini, apa kamu tidak capek??" kata Yuli saudara kembar Yula.
"Sabarlah Yuli...kamu pikir kamu saja yang capek dan aku ngga capek?" gerutu Yula.
"Dasar bucin!!" gerutu Yuli lagi.
"Dari mana kamu mendapatkan bahasa manusia seperti itu??" kata Yula.
"Dari mereka para tukang kayu yang sering menebang kayu di hutan." Jawab Yuli.
"Sebenarnya apa yang kamu harapkan darinya Yula?? kamu jatuh cinta pada wanita yang salah Yula...dia manusia dan kita ini siluman...derajat mereka lebih tinggi dari kita, Yula!!" kata Yuli.
"Apakah aku salah jika aku jatuh cinta padanya Yuli?? apa karena dunia kita berbeda maka aku tidak boleh mencintainya??" kata Yula.
"Cinta tak pernah salah Yula...seperti kakak perempuan kita Yoli yang jatuh cinta pada seorang manusia, tapi kakak harus menanggung semua konsekuensinya...dunia kita tak lagi bisa menerima jika dalam darah kita telah bercampur oleh darah manusia."
"Tempat kita di sini bukan di dunia manusia sana...manusia itu banyak yang jahat Yula, siapkah kita bangsa siluman berbaur dengan manusia??" kata Yuli berusaha membwei pengertian pada Yula.
"Hei...itu wanita pujaanku keluar dari rumahnya..." dengan cepat Yula berdiri dari jongkoknya mau menghampiri Almira.
Tetapi langkah kakinya tertahan, wajahnya yang tadinya sumringah kini berubah jadi muram.
Dari dalam rumah muncullah Matsuyama sambil memeluk Almira dari belakang sambil mengelus perut istrinya itu.
Almira dengan bahagia berbalik dan balas memeluk suaminya.
"Apa aku bilang, Yula?? cintamu itu bertepuk sebelah tangan...sudahlah ayo kita pulang saja, lagian aku sudah lelah dan lapar." Ajak Yuli sambil menarik tangan kembarannya.
"Sayang...apakah kamu masih mual hari ini??" tanya Matsuyama penuh kasih sayang.
"Sudah ngga apa-apa bang...tapi ngga tau kalau besok!!" jawab Almira tersenyum.
****
"Xavier...ada yang mencarimu!!" kata kakek Kojiro pada Xavier yang sedang sibuk mengurusi ikan-ikan tambaknya.
"Siapa yah??" tanya Xavier.
"Kamu lihatlah sendiri, sekarang kamu pulanglah dulu!!" jawab kakek Kojiro.
Setelah selesai dengan pekerjaannya memisahkan ikan yang besar dengan yang kecil dia menyusul kakek Kojiro pulang kerumah.
Alangkah kagetnya Xavier setelah sampai di rumah dilihatnya Sullivan dengan kedua orang tuanya sedang berbincang dengan kakek Dahlan dan kakek Kojiro.
"Abang??" desis Sullivan.
Xavier menyalami kedua mertuanya.
"Kami ingin bicara denganmu, Xavier!! kami berdua telah tau bagaimana kisahmu dengan Almira
Kami sebagai orang tua Sullivan minya maaf atas semua perbuatan Sullivan.
"Sekarang kami menyerahkan semua kepadamu apakah mau meneruskan pernikahan ini atau tidak!!" kata kedua mertuanya sementara Sullivan hanya diam membisu.
"Sebelumnya Xavier minta maaf pada kalian berdua jika Xavier selama ini juga telah lancang...tetapi jujur Xavier katakan, Xavier sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Sullivan semenjak Xavier menikah dengan Almira."
"Xavier hanya menganggap Sullivan itu sebagai adik, tidak lebih."
"Kalian bisa bertanya kepada Sullivan, apakah selama ini Xavier ada menyentuhnya atau tidak!!" kata Xavier lagi.
"Xavier tidak ingin menyakiti hati Sullivan lebih jauh lagi, lebih baik kami akhiri saja hubungan ini secepatnya." Kata Xavier.
"Abang!!" teriak Sullivan sambil berlinangan air mata.
Dia sama sekali tak menduga jika pernikahannya akan jadi seperti sekarang ini!!
"Maafkan abang, Sullivan...tetapi ini adalah jalan terbaik bagi kita supaya di antara kita tidak ada lagi yang tersakiti."
"Baiklah Xavier...ceraikan Sullivan dan kami akan membawa Sullivan pulang kembali ke Inggris."
"Ayah..." kata Sullivan.
Berat rasanya bagi Sullivan meninggalkan lelaki yang sangat dia cintai, tetapi dia sadar bahwa yang dicintai lelaki itu kini bukan lagi dirinya, dia adalah masa lalu Xavier dan kini Xavier sudah tidak ada perasaan apapun lagi padanya.
"Baiklah ayah...Sullivan akan ikut kalian ke Inggris..." akhirnya Sullivan mengalah pada keadaan.
__ADS_1
Sore itu juga Sullivan dan keluarganya kembali ke negara mereka.
"Xavier, semoga keputusanmu sekali ini tidak salah nak!!" kata kakek Kojiro.
"Kamu akan kehilangan dua orang yang penting dalam hidupmu."
"Kamu tau kan bahwa mantan istrimu sudah menikah lagi...tak ada lagi jalan kalian untuk kembali!!" kata kakek Dahlan menambahkan.
"Xavier ikhlas hidup sendiri seperti ini, kek...mungkin ini adalah hukuman atas kebodohan Xavier dulu...akan Xavier jalani semuanya sendiri."
"Maafkan ayah yang tidak bisa berbuat apapun untuk membantumu, Xavier..." kata kakek Kojiro sambil memeluk putra angkatnya itu.
****
"Xavana...ayah mau kembali sebentar ke istana...ayah rasa kelakuan Kebebitak kakakmu semakin lama semakin keterlaluan." Kata Bilygong.
"Berapa lama ayah akan pergi?? sebab Xavana dan daddy akan keluar negeri ada urusan bisnis!! Kata Xavana.
"Ayah belum tau kapan ayah kembali, Xavana!!" jawab Kebebitak.
"Ya sudah terserah ayah saja, tapi jika ayah kembali tapi Xavana dan daddy belum kembali, ayah tetap tinggal di mansion saja, ya!!" pesan Xavana pada Bilygong.
Akhirnya Bilygong pergi kembali ke kerajaan siluman kera.
Dia baru saja menjejakan kakinya ke istana utama kediaman Kebebitak saat dia melihat putranya itu tengah di kelilingi oleh para wanita.
"Semakin rusak saja perilakumu itu Kebebitak...memang susah di kendalikan kamu ini...sifatmu sama persis seperti ibumu terlalu liar..." kata Bilygong.
"Hai ayah..." sapa Kebebitak sambil membuka mulutnya sementara wanita di pangkuannya terus menyuapinya dengan anggur.
Bilygong hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya lalu dia terus melangkah kebelakang melewati taman istana menuju ke istana kecil tempat kediamannya dulu bersama Xiexie ibu Xavana.
Tetapi netranya menangkap tiga sosok wanita yang tengah berbincang-bincang di dalam sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka.
"Itu Levia, Shiera dan yang satu itu pasti mantan Xavana yang diceritakannya kemarin."
"Apa yang sedang mereka bicarakan ya?? tampaknya sangat serius!!"
Timbul niat Bilygong untuk menguping pembicaraan ketiga wanita yang menjadi simpanan Kebebitak itu.
"Aku mendengar kabar bahwa gadis bar-bar itu sudah menikah dengan Matsuyama sekarang dan sekarang katanya dia juga tengah mengandung." Kata Levia pada keduanya.
"Aku ngga rela jika gadis bar-bar itu bahagia, waktu itu aku sudah bertepuk tangan saat dia dicampakan oleh Xavier...gara-gara dia tuh...Xavier mengabaikanku!!" kata Shiera.
"Iya, kamu benar...aku juga sangat membencinya...Xavana jatuh cinta padanya...Aliandhara begitu memujanya termasuk putraku sendiri lebih memilih menyayangi dia dan mengakui Almira sebagai mommynya dari pada aku!!" kata Valeria.
"Bagus dong kalau putramu tidak mengakuimu, jadikan kamu juga ngga akan terbebani apapun...alias menjadi wanita yang bebas mau berkencan dengan pria manapun!!" kata Levia.
"Kalau kamu sendiri kenapa, Levia?? apa masalahmu dengannya??" tanya Valeria dan Shiera.
"Karena pangeran Redo mencintainya, akhirnya pangeran Redo melalui Rafa berhasil menghalau semua ilmu hitam yang kusebar di seantero mansion Kelvin Antonio." kata Levia.
"Setiap kali aku mencoba memantrai mansion tersebut, setiap itu juga Redo sialan itu mematahkan mantraku bahkan tak jarang membalikan semua ilmu padaku lagi." Ungkap Levia.
"Sebenarnya kita ini mempunyai dendam pada satu orang yang sama, yaitu Shahnaz Almira."
"Aku tau semenjak ibunda ratu Hikaru telah musnah maka kutukan ibundaku pada keturunan ratu Nilakandi pun sirna...karena darah manusia di tubuh Almira lebih mendominan, maka kini Almira sudah berubah menjadi manusia seutuhnnya...dan kalian tahu apa itu artinya??" tanya Levia pada Shiera dan Valeria.
"Ngga??" jawab Shiera dan Valeria kompak.
"Iishhh kalian berdua ini bodoh kok barengan sih??" umpat Levia kesal.
"Itu artinya ilmu kanuragan Almira sudah tidak setangguh dulu semasa menjadi gadis naga, karena kutukan telah musnah...dan dia menjalani hidup sebagai manusia seutuhnya, dia juga akan mengalami perubahan seperti yang manusia alami."
"Dia akan mengalami apa namanya itu yah??? ah...pikun, lalu tua dan kemudian kematian!!" jelas Levia.
"Kalau aku lebih memdominan kemana ya?? ke ayah atau ibuku??" tanya Shiera.
"Entahlah...tapi sebenarnya ibunda ratu itukan manusia biasa tapi dia mempelajari ilmu hitam pada ular sanca besar di goa terapung yang bernama Sinoe itu."
"Yah itu artinya kita juga akan mengalami penuaan dan kematian juga!!" terang Levia lagi.
"Seandainya kita bisa hidup abadi, ya?? akan kukejar cinta Xavier dan kudapatkan!!" kata Shiera.
"Kamu ini....Xavier melulu!!" jawab Levia.
"Seperti kamu ngga aja?? setauku kamupun naksir sama mantan dosenmu itu...bersorak senang saat Almira adalah adik Xavier, berduka panjang saat tau lagi Xavier dan Almira tidak mempunyai hubungan apapun dan menikah!!"
"Jan0gan kamu pikir aku tidak tau kamu sering menangis di kamarmu karena kamu patah hati?? dan bersorak lagi kegirangan saat Xavier mencampakan Almira lalu sekarang juga menceraikan istrinya yang sekarang ini, siapa namanya??" kata Shiera.
"Sullivan..." jawab Valeria yang semenjak tadi diam.
"Wah...kamu nampaknya lebih up to date dari kita-kita ini Valeria??" tanya Shiera.
"Akukan taunya juga dari kanda Kebebitak!!" jawab Valeria.
"Lalu apakah selamanya kita akan terkurung di goa siluman kera ini dan hanya menjadi pemuas naf*su Kebebitak??" Tanya Valeria.
"Aku rindu kehidupan di luar sana, hura-hura...dugem, ke mall bersosialita...tapi di sini??? mall ngga ada, ponsel tidak berfungsi di sini setiap hari yang dilihat hanya para mahluk berekor dan berbulu!!" gerutu Valeria.
"Mana ada jaringan di sini, ini kan bukan dunia manusia seperti kita!!" jawab Levia.
"Bagaimana jika kita meminta pada kanda Kebebitak supaya memperbolehkan kita sesekali keluar dari sini dan menikmati dunia di luar sana?? apa gunanya hidup mewah di sini tapi kita tidak bisa kemana-mana? sekalian aku mau mencari duda kerenku itu mumpung sekarang dia sudah single!!" jawab Shiera.
__ADS_1
"Kalau aku masih mencari cara untuk membalaskan dendam ibundaku..." jawab Levia.
"Apa keluarga Kelvin Antonio saja yang kujadikan sasaranku ya?? untuk memancing Almira kembali...jika dia terpisah dari Matsuyama, tentu dia tidak akan kuat...karena aku tau selama ini Matsuyamalah yang melindungi dia, tetapi sekarang Matsuyama di sana harus membantu para sahabatnya dari dunia bawah tanah yang cincin pimpinannya sudah dicuri pasangannya oleh ketua siluman kelelawar anak buah kanda Kebebitak!!" kata Levia.
"Boleh juga idemu itu, Levia!! kita bisa mulai memantrai mansion Kelvin Antonio itu lagi karena pangeran Redo kekasih Alia itu tidak bisa lagi selalu melindunginya."
"Oke, kita coba saja nanti malam bicara pada kanda Kebebitak, toh aku lihat dia sedang bersenang-senang dengan banyak wanita baru, sepertinya baru di datangkan sebagai tumbal pesugihan deh!!" jawab Levia.
"Apakah kamu tidak cemburu melihat kanda Kebebitak dekat dengan banyak wanita??" tanya Valeria.
"Cemburu??" nggalah...biar mau sampai molor kek itu otongnya berhubungan dengan banyak wanita aku ngga peduli, yang terpenting bagiku, aku bisa membalaskan dendam ibundaku!!" kata Levia.
"Atau kamu yang cemburu??" tanya balik Shiera pada Valeria.
"Kalau cemburu sama pria seperti Kebebitak itu bodoh namanya...cinta kanda Kebebitak itu lho seperti slogan saluran televisi..."satu untuk semua!!" kata Levia.
"Yang penting kita mendapatkan kekayaan, kepuasan, apa lagi??? tinggal kita mencari cara saja untuk menuntaskan dendam kita pada satu orang yang sama , "Almira."
Obrolan mereka selesai dan Bilygongpun cepat-cepat berlalu dari sana.
"Tetapi...kalian lihat orang tua yang katanya ayahanda dari Kebebitak??" tanya Shiera pada Valeria dan Levia.
"Sepertinya orang tua itu tidak suka pada kita, terlihat dari cara dia memandang kita!!" kata Shiera lagi.
"Padahal jika dilihat-lihat wajahnya tampan juga, mengingatkan aku pada wajah seseorang...tapi siapa ya??" kata Valeria mencoba mengingat-ingat.
"Apakah kamu sekarang sudah berubah selera, Valeria?? apakah seleramu sekarang lebih suka daun tua??" tanya Levia dan Shiera tertawa.
"Ngga masalah daun tua tapi dia masih terlihat kuat dan perkasa!! lagi pula kalau kuperhatikan, orang tua itu tidak memiliki ekor seperti yang lainnya...kanda Kebebitak memang tidak berekor, tetapi saat dia mencapai puncak kepuasannya jika sedang bercinta, ekornya tiba-tiba muncul menunjuk tinggi keatas!!" kata Valeria sambil tertawa geli.
"Kan kita ngga tau, memang kamu pernah bercinta dengan orang tua itu?? siapa tau sama saja, begitu merasa keenakan maka ekornya akan muncul!!" jawab Shiera.
"Bercinta dengannya?? melihat kita aja dia merasa jijik...apalagi bercinta dengan kita?? ngga usah nambah-nambah masalah deh supaya beban hidup kita tidak bertambah berat." Kata Levia.
"Aku harus segera menyampaikan berita ini kepada Xavana...agar Xavana bisa membantu menyampaikan pada tuan Kelvin...ini semua untuk keselamatam wanita muda yang bernama Almira itu dan juga untuk keselamatan tuan Kelvin sendiri!!" gumammya.
Bilygong atau yang dikenal sebagai kakek Bilis segera kembali keistananya.
"Selamat datang tuan Bilygong!! tuan akan menginap di sini atau akan keluar lagi?? jika akan menginap maka hamba akan merapikan dan menyiapkan kamar tuan!!" kata pelayan setianya.
"Ngga usah mbok....saya ngga sampai malam di sini!!" jawab Bilygong.
"Tetapi malam ini ada acara korban tumbal persembahan tuan?? biasanya banyak gadis-gadis muda ditumbalkan oleh keluarganya agar cepat kaya, dan penyambutan mereka sebagai pengikut bangsa siluman kera." Kata pelayan setianya itu.
Akhirnya Bilygong menyanggupi dan akan menginap di istananya sambil mencari tambahan informasi yang akan dia berikan pada Xavana.
****
"Kenapa perasaan hatiku kok ngga enak ya?? sepertinya akan terjadi sesuatu pada keluarga kekasihku dan juga yundaku!!" gumam pangeran Redo di istananya.
Semenjak kutukan tidak lagi menguasai bangsa mereka, ratu Nilakandi dan pangeran Redo sudah kembali ke istana mereka sendiri dan jarang ada di goa pualam.
Dan karena kesibukannya membantu ibundanya pula maka terkadang membuat pangeran Redo lupa pada Alia kekasihnya.
Tetapi entah mengapa malam ini perasaannya tidak enak. Pasangan cincin miliknya yang satu telah dia berikan pada Alia dan yang satu lagi dia pakai, sejak tadi selalu memancarkan cahaya redup pertanda orang yang memakai pasangan cincin yang sama akan mendapat masalah besar.
"Sebaiknya aku meminta ijin kepada ibunda untuk pergi ke mansion Alia." gumam pangeran Redo.
Lalu dia beranjak menuju keperaduan ibundanya untuk membicarakan tentang hal ini.
Ternyata di dalam ibundanya pun tengah gelisah. Saat pangeran Redo datang ke kamarnya.
"Kamu memang hebat Redo, belum sempat ibunda memangglmu menghadap ibunda, kamu sudah muncul kemari dengan sendirinya." Kata ratu Nilakandi.
"Pasti apa yang ingin kamu bicarakan akan sama dengan apa yang akan bunda sampaikan kepadamu."
"Masuk dan duduklah, pangeran!!" kata ibundanya.
Pangeran Redo masuk dan duduk di kursi yang ada di dalam kamar ibundanya itu.
"Pangeran Redo...beberapa malam ini bunda mendapatkan mimpi tak enak tentang yundamu, Almira...baru saja malam ini bunda akan membicarakan perihal mimpi ibunda ini kepadamu."
"Iya bunda, lalu cincin yang Redo pakai ini, satunya dipakai oleh Alia...cincin ini bersinar redup, bunda!!"
"Redo takut keluarga Alia yang juga ayah yunda Almira ada dalam bahaya!!" jawab Redo.
Ratu Nilakandi menatap lukisan di dinding kamarnya juga ada berupa patung lilin yang menyerupai tubuh dan wajah sama persis dengan Kelvin Antonio.
Hanya kedua benda itu yang Nikakandi punya setelah perpisahannya dengan mantan suaminya yang hingga detik ini masih membencinya karena pengkhianatannya dulu.
"Iya, bang Kelvin sedang dalam masalah sekarang...terutama kesehatannya...ada seseorang yang mengirimkan mantra jahat padanya bermaksud untuk membunuhnya secara perlahan." Kata ratu Nikakandi.
"Dia tidak akan pernah mau menerima uluran pertolongan dari ibunda ini, Redo...ibunda juga tau diri, betapa sakit hatinya dia akan pengkhianatan ibunda kepadanya dulu."
"Kamu cari tau, siapa pengirim mantra jahat itu, bunda tidak bisa jika melihat dia selalu menderita dengan penyakitnya."
"Dan mengenai yundamu, akan ada banyak masalah yang datang dalam hidupnya, Redo...kasihan yundamu tetapi itulah takdir yang harus dia jalani sebagai manusia biasa." Kata ratu Nilakandi dengan perasaan sedih.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Masalah apa lagi yang akan menimpa Almira dan siapa pengirim mantra jahat untuk Kelvin Antonio??
Tinggalkan jejak selalu agar author receh ini bisa selalu semangat untuk berkarya๐๐๐