Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 9 Xavier 1


__ADS_3

Alia memandang prihatin pada abang semata wayangnya ini. Dia boleh playboy dan menjalin hubungan dengan banyak wanita, dia boleh bersikap keras dan tegas pada bawahannya di perusahaan tapi dia tetap seorang ayah yang baik yang selalu perhatian pada putra tunggalnya itu.


"Kasihan kau bang, kekayaan dan ketenaran tidak menjamin kebahagiaanmu."


""Daddy...mommy...ma..na mommy..."


Walaupun dengan terbata-bata balita itu berusaha memanggil Almira yang sudah dianggap sebagai mommynya.


"Sabar ya Rafa sayang...." Aliandhara berusaha menenangkan putranya yang mulai rewel.


"Aduh...mommy kamu ini pergi kemana sih? Jangan-jangan dia berniat jelek kabur menjual motorku untuk biaya hidup."


Tak lama kemudian...


"Mommy...Rafa meronta lalu turun menyongsong Almira.


"Rafa kenapa sayang? Kok nangis? Kamu dicubit sama daddymu kah?"


"Sembarangan aja...Rafa itu nangis dan rewel karena kamu perginya kelamaan, tau!!"


"Mommy mau mandi dulu ya sayang, Rafa sama daddy dulu ya!!"


"itut..mommy itut..."


"Ya sudah sini gendong sama mommy!!"


"Daddy ayo...daddy itut mommy..."


"What??? Tuan muda Aliandhara ikut ke kamar??? Oh no...no.."


"Mommy...."


"Iya...iya... ayo daddy ikut sama mommy!!"


"Tapi ingat ya...jangan macam-macam denganku atau kuhajar kau." Aku mengepalkan tinjuku ke wajahnya.


Duda tampan itu tersenyum-senyum senang.


Kami bertiga melewati Alia dan tuan Kelvin yang sedang santai di ruang tengah.


"Cucu opa mau kemana? Kok bertigaan ini mau pergi kemana?" Tanya tuan Kelvin.


"Sepasang keluarga bahagia..." Alia ikut menimpali.


"Kami cocok belum yah??" Aliandhara meminta pendapat ayahnya.


Aku langsung menjawab, "Tentu saja tidak cocok tuan muda, pertama karena posisiku hanya bodyquard dari nona Alia dan tuan kecil dan yang ke dua kau bisa di kasuskan karena menikahi anak di bawah umur.'


"Ya nikah siri dulu dong, nanti kalau sudah cukup umur baru kita resmikan, yang penting sah dulu menurut agama."


"Aku menatap horor pada tuan muda ku yang kalau ngomong suka ngga pakai otak dan ngga pakai perasaan itu."


"Mira ada yang mau saya bicarakan denganmu, menghadap keruang kerja saya nanti setelah selesai makan malam."

__ADS_1


"Siap tuan Kelvin..."


"Mira...dari mana tadi kamu pergi lama sekali? Rafa sempat rewel karena mencarimu."


"Saya sedang mengunjungi reruntuhan rumah yang saya dan kakek Dahlan tempati, tuan."


"Maksudmu reruntuhan gimana Mira?"


"Ya reruntuhan, ada orang-orang yang membakar rumah kami." Almira menggeram.


"Terus tadi saya dihadang lagi oleh komplotan entah yang mana lagi...sepertinya mereka itu musuh-musuh dari tuan besar dan juga musuhmu tuan muda."


"Mira, bisakah jika hanya berdua gini kamu memanggilku abang atau daddy atau honey atau sweety..." Aliandhara tersenyum menggoda Almira yang tengah melotot memandangnya.


Entah mengapa dia suka sekali menggoda miss dingin itu. Dia sangat suka melihat Almira marah, Almira melotot padanya tapi juga sangat sayang kepada Rafa putranya.


"Mommy..."


"Iya sayang? Rafa mau apa?"


"Mamam..."


*Oh Rafa mau ma'em sama mommy?" Rafa mengangguk-anggukan wajah imutnya.


"Tapi mommy mandi dulu ya, Rafa sama daddy tunggu mommy dulu...dan kau tuan muda, jangan berpikiran mesum mau mengintipku kalau tidak mau kucolok biji matamu."


"Iya...iya...mommy tapi kalau ngga lupa ya..." Aliandhara tersenyum-senyum.


Dipandanginya Almira yang dengan telaten menyuapi putranya. Aliandhara sangat sedih mengingat Aliarafa tak pernah tau mana mommynya yang asli karena istrinya berselingkuh dan meninggalkan putra mereka pergi dengan selingkuhannya.


"Kamu keterlaluan Valeria, semua yang kamu minta sudah aku kabulkan, dasar kamu penjahat wanita..." Aliandhara mengepalkan tangannya.


"Kalau tuan masih banyak pekerjaan, tinggalkan saja kami berdua di sini!!" Kataku.


"Tidak, Mira...sore ini aku ingin menemani putraku di sini."


"Mira, kulihat kamu agak murung kenapa?" Sejak pulang tadi sampai sekarang tak banyak ancamanmu kepadaku."


"Aku tadi bertemu dengan seorang pemuda, sepertinya dia putra pimpinan gangster tadi karena mereka begitu menghormatinya."


"Aku pikir; jika tadi dia memang berniat membunuhku dengan anak panahnya...tentu sudah dia lakukan."


"Anak panah yang dia bidikan di bahuku seolah meluncur cepat tanpa suara...biasanya suara sehalus apapun aku bisa mendengarnya, sedangkan suara anak panah tadi tak bisa kutangkap sama sekali oleh indra pendengaranku."


"Oh ya?? Bagaimana ciri-cirinya?" Aliandhara bertanya serius.


"Dia memakai pakaian ala ninja begitu, rambutnya yang kepirangan terus dia mengikat kepalanya dengan kain hitam."


"Bibirnya selalu terukir senyuman tapi sinar matanya yang kadang lembut tapi bisa berubah dengan cepat seperti sinar mata seorang pembunuh."


"Terus di pipinya dan di dagunya ada tahi lalat?"


"Bagaimana tuan muda bisa tau?" Kataku.

__ADS_1


"Xavier Anderson, adik dari Xavana Anderson!!"


"Siapa mereka tuan? Aktorkah?"


"Bukan Mira...mereka musuh bebuyutan keluarga kami."


"Xavier Anderson sudah kembali setelah 4 tahun menghilang...banyak yang mengatakan dia memperdalam ilmu ninjanya di negeri bunga sakura itu."


"Dan kakaknya Xavana Andersonlah yang sudah mengambil Valeria karena ternyata mereka memang sudah di jodohkan mulai kecil."


"Valeria sengaja disusupkan kemari dengan berpura-pura mencintaiku dan menikah denganku agar mereka tau di mana letak kelemahan keluarga kami."


"Lalu dia menghancurkan hidupku sehancur-hancurnya dan mencampakanku serta Rafa."


"Tapi aku bisa melihat terkadang ada sinar kelembutan di dua bola matanya, tuan muda!!!"


"Bagaimana kamu bisa tau?"


"Tadi berpandangan langsung secara dekat dengannya!!"


"Apa???? Untung matamu itu tidak dicoloknya Almira....karena keluarga Anderson adalah gangster terkejam yang tak kenal ampun."


"Iya kah? Aku kan ngga tau!! Jawabku polos.


"Terus Xavier berkata apa padamu?"


"Dia bilang supaya aku ikut dengannya dan menjadi kekasihnya yang ke sekian...sekian...begitu katanya."


"Terus kamu mau?" Suara Aliandhara mulai meninggi.


"Ya nggalah...aku bukan wanita gila harta dan gila ketampanan...bagiku nih ya, kalian para kaum lelaki ini hanya merepotkan saja..."


"Aku juga ngga mau jatuh cinta...ngga guna tau..."


"Tapi kalau aku yang jatuh cinta padamu, gimana Mira?" Ali mengedipkan sebelah matanya.


"Ngga ngaruh...aku bukan tipe wanita yang mudah baperan hanya karena di rayu dengan gombalan receh yang hanya membuang-buang waktuku saja...apalagi gombalan dari playboy macam kau tuan muda Aliandhara!!"


"Hanya ada tiga laki-laki yang kusayangi di dunia ini."


"Oh ya? Siapa? Tanya Aliandhara penasaran.


"Pertama tentu saja kakekku yang bawel, ke dua sweetyku..." Lalu kupeluk dan kuciumi Rafa yang sedang bersandar di sofa."


"Dan yang ketiga adalah Kadir...Masyaallah...Kadir tau jalan pulang ke sini ngga ya?"


"Tadi di pintu gerbang dia minta turun mau cari makan, tapi dia bisa masuk ke sini ngga ya??? Mira nampak sangat panik.


"Siapa Kadir yang beruntung bisa merebut hatimu itu? Setampan apa dia sehingga mampu meluluhkan hatimu dan mencuri perhatianmu? Aliandhara mulai tersulut api cemburu..."


***bersambung...


Jangan lupa klik like, komen, vote dan favorit serta ratenya...author tunggh🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2