
"Sampaikan salam ibu dan ayah untuk ayahmu Kojiro dan kakek Dahlan ya...ini ibu bawakan oleh-oleh untuk mereka!!" kata Serafin menyerahkan sekresek bungkusan besar.
"Hati-hati di jalan Xavier...jaga Xander, Almira dan bayi yang ada di dalam kandunganya." Kata Serafin dan Giandra bergantian.
"Kok duduk di belakang sih?? emang abang dianggap supir??" kata Xavier saat Mira dan Xander hendak duduk di belakang.
"Pindah kedepan!!" seperti biasa titahnya seolah tak terbantahkan oleh Almira yang terpaksa harus menurut pada perkataan mantan suaminya itu.
Serafin dan Giandra hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak mereka. Lalu setelah melambaikan tangan, mobil yang membawa mereka melaju.
"Xander tidur??" kata Xavier sambil menoleh kearah Xander dan Almira setelah sekian lamanya mereka berdiam diri.
Almira tak menjawab. Wajahnya tampak memerah seperti menahan sesuatu. Dan rupanya Xavier menyadari itu lalu menepikan mobil mereka.
Dia segera melepaskan seatbelt yang dikenakan oleh Almira, dan menahan tubuh Xander agar tidak jatuh.
Merasa bebas Almira langsung turun dan lari kepinggir jalan.
Huek...huek...
Almira jongkok dengan agak kesusahan karena perutnya yang membuncit.
Dengan cepat Xavier memindahkan Xander ke kursi belakang yang sudah dia susun agar memudahkan saat putranya itu tertidur untuk memposisikan tidurnya agar terasa nyaman.
Lalu dia menyusul Almira dengan membawa minyak kayu putih. Tanpa meminta persetujuan lagi dia memijat tengkuk Almira sambil menggosok leher dan sekitaran dahinya dengan minyak kayu putih.
Disodorkannya sebotol air mineral pada Almira.
"Terima kasih bang..." kata Almira pelan.
Perutnya sudah tak semual tadi karena sebagian sudah dia muntahkan saat jongkok di pinggir jalan tadi.
"Abang bawa permen jeruk, makanlah supaya bisa mengurangi mualnya!!" kata Xavier.
Dirangkulnya bahu ibu hamil itu kembali ke mobil walaupun Almira menolak bantuan darinya.
"Mira...tak ada kata bantahan...ayo abang bantu!!" begitu kata Xavier dan lagi-lagi seperti saat mereka masih bersama dulu seakan-akan titah Xavier adalah titah seorang raja yang tak bisa dibantah oleh Almira.
Xavier memasangkan seatbelt Almira kembali tanpa mempedulikan mata Almira yang membola saat wajah mereka teramat dekat.
Bahkan wangi parfum Xavier masih sama dengan dulu.
Almira seakan kembali terkenang kemasa-masa mereka yang telah lewat tetapi kemudian bayangan wajah seorang wanita cantik kembali hadir di pelupuk matanya.
Ada denyut yang menyakitkan jauh di dalam lubuk hati Almira. Luka yang berusaha untuk terus dia obati dan sembuhkan nyatanya kini mulai terbuka dan berdarah lagi.
Almira segera memalingkan wajah cantiknya ke jalan raya tak mau lagi bersitatap mata dengan Xavier.
Xavierpun menyadari itu, dia juga tak berkata apa-apa lagi lalu melanjutkan perjalanan.
Sesekali dia menoleh kebelakang pada putranya yang tertidur dengan nyenyak, lalu dia menoleh kesamping pada Almira yang diam sejak tadi sambil memandang keluar jendela.
"Kamu lelah?? apa yang mengganggu pikiranmu??" tanya Xavier.
"Aku hanya sedang memikirkan penyakit kakek juga memikirkan bang Matsuya!!" jawab Almira pendek.
Xavier tampak mendengus pelan saat mendengar nama Matsuyama disebutkan.
Tak dipungkiri olehnya dia merasa sangat cemburu. Seandainya Matsuyama ada di depan matanya, ingin rasanya dia menjejal tubuh lelaki itu masuk kedalam sumur.
"Kamu lapar??" tanya Xavier lagi setelah sekian lama mereka saling diam membisu.
Almira sama sekali tidak bicara jika Xavier tidak mengajaknya bicara. Padahal dulu dia selalu menjadi gadis yang paling cerewet dan paling ribut jika sudah ada di dekat Xavier, kini dia sudah berubah seperti manekin yang hanya duduk diam dan membisu.
"Kamu lapar??" ulang Xavier.
Almira berpaling menghadap Xavier.
"Aku tidak lapar...mungkin Xander dan abang merasa lapar??" kata Almira.
Mereka diam kembali, tetapi setelah sampai dipinggiran desa saat mereka melewati sebuah warung makan, Xavier berhenti.
"Kita makan dulu yuk...biarkan saja Xander tertidur nanti kita bungkuskan untuknya.
Mereka berdua lalu turun dan tak seperti tadi, Almira cepat-cepat membuka seatbeltnya sendiri lalu dengan cepat juga membuka pintu sendiri. Melihat itu Xavier hanya menggelengkan kepalanya, dia tau Almira tak mau lagi menerima bantuan darinya.
Sambil menunggu pesanan mereka duduk.
"Desa apa namanya ini, dek!!" tanya Xavier sambil memandang sekeliling.
"Mira ngga tau bang, tapi saat terakhir Mira lewat di daerah ini, di sini itu masih hutan belum jadi perkampungan..." kata Almira.
"Bang...mengapa setiap orang yang keluar masuk warung ini selalu memandang perut Almira??" kata Almira merasa mulai aneh.
"Iya ya...bahkan ada yang sembunyi-sembunyi mengelap air liurnya!!" kata Xavier lagi.
"Masuk kemobil duluan..." kata Xavier.
Dengan cepat Xavier memegang lengan Almira dan menuntunnya.
"Mau kemana pak??" tanya si pemilik warung yang adalah seorang gadis cantik jelita.
"Sebentar ya mbak...saya mau mengambilkan minyak angin untuk istri saya di mobil, sebab perutnya terasa mual..." jawab Xavier.
__ADS_1
"Kenapa ibunya ngga tinggal dan duduk dulu di sini?" tanya si gadis sambil tersenyum tetapi matanya memandang kearah perut Almira.
"Saya mau membantu istri saya muntah di pinggir warung itu dulu!!" jawab Xavier.
"Masuk sayang cepatlah...." bisik Xavier ketelinga Almira.
Sejenak Almira terpaku mendengar panggilan Xavier untuknya tadi tapi tak ada waktu berpikir saat orang-orang yang duduk di warung mulai berdiri dan mau mendekat kearah mobil mereka.
"Setelah memastikan Almira aman dan Xander masih tertidur pulas, Xavierpun dengan cepat masuk kemobil.
"Tutup jendela di sampingmu Mira!!" kata Xavier.
Orang-orang aneh itu tampak mengerubuti mobil yang mereka tumpangi. Ada yang membawa balok kayu, ada yang membawa batu untuk menghancurkan mobil yang mereka tumpangi.
"Siapa sih mereka ini bang?? mengapa mereka menjadi brutal dan liar seperti ini?" tanya Almira.
Xavier tak lagi menjawab pertanyaan Mira, lalu dia fokus menjalankan paksa mobilnya menerobos kumpulan orang-orang aneh itu!!"
"Mahluk apa sih mereka itu?? seperti mahluk pengisap darah!!" kata Mira bergidik.
"Maaf ya...kita malah tidak jadi makan!!" kata Xavier menoleh pada Almira.
"Mommy..." terdengar suara Xander di kursi belakang.
"Eh...anak mommy sudah bangun??" kata Almira sambil tersenyum.
"Xander lapar??" tanya Xavier.
Bocah itu menganggukan kepalanya dengan ekspresi lucu.
"Ya Tuhan...aku telah melewati semua saat-saat terpenting dalam hidupku karena kebodohanku sendiri."
"Mestinya aku bisa menyaksikan tumbuh kembang putraku, Xander!!" batin Xavier sedih.
"Syukurlah kita sudah memasuki daerah perkotaan, kita makan di restoran aja ya...biar aman!!" kata Xavier.
Xavier memarkirkan mobilnya lalu mereka turun dari mobil.
Xander digendong oleh Xavier sementara Almira mengikuti mereka dari belakang.
Mereka mendapat tempat duduk di tengah karena pada saat jam makan siang begini, restoran ini selalu penuh.
Tanpa mereka bertiga sadari dipojok restoran ada empat orang wanita sangat cantik yang sedang makan, tiba-tiba salah seorang menyenggol rekan di sampingnya.
"Itu mantan madumu sedang bersama mantan suamimu juga mantan suaminya!!" kata teman disebelahnya tersenyum.
Si cantik berambut kepirangan dan bermata biru seperti mata Almira menoleh karena posisi dia tadi membelakangi ruangan tengah restoran.
Dia menggeram marah. Apalagi melihat Xavier bercanda dengan Xander bersatu menggoda dan mengganggu Almira membuat ibu hamil yang satu itu gemas dan mencubiti Xavier.
"Shiera...sudahlah...kalian jangan berkelakuan yang membuat orang curiga pada kita!!" katanya.
Hohoho...
Rupanya mereka adalah Shiera, Levia dan Valeria. Mereka bertiga saat itu ijin kepada Kebebitak untuk refresing melepas penat turun ke kota.
Mereka bertiga adalah para wanita sosialita yang tentu saja tak bisa jauh dari hingar bingar mall dan gemerlapnya dunia malam.
Di tengah perjalanan ketiga wanita cantik itu, mereka mendapati seorang gadis yang terkapar di pinggir jalan dengan baju yang dikenakannya sudah penuh dengan darah.
*****
Flashback on
*****
"Kebebitak sedang bersantai di taman belakang istana dengan ditemani ketiga wanita cantik istri simpanannya.
"Kanda..." kata Levia.
"Bolehkah kami bertiga ijin untuk beberapa waktu pergi bersenang-senang ke kota?? Kami bosan di sini terus!!" ucap Levia sambil memainkan jenggot tipis di dagu Kebebitak.
"Benar kanda...kita tuh bosan dan perlu refresing agar otak tidak penat!!" menyusul Valeria duduk dipangkuan Kebebitak.
"Iya benar kanda...boleh ya!!" rayu Shiera sambil memeluknya dari belakang.
"Tapi kalian tidak boleh tertarik pada pria manapun di luar sana...jika sampai aku tau kalian berselingkuh, maka...khek..."
Kebebitak memalangkan tangan di lehernya.
"Kanda tak usah khawatir...tak ada laki-laki di luar sana yang mampu memuaskan dan membahagiakan kami selain kanda Kebebitak!!" sahut Levia.
"Baiklah...apa sih yang tidak buat para istri-istriku?? oh iya, bisakah kalian membawakan lagi wanita dari dunia manusia untuk suamimu ini?? semakin banyak kanda mereguk kenikmatan dari wanita manusia maka kanda akan semakin awet muda dan perkasa, kalianpun juga akan bertambah awet muda!!" kata Kebebitak.
"Benarkah kanda??" tanya Levia.
Kalau begitu kami akan mencari gadis manusia lagi untuk memuaskanmu!! oke??" kata Levia diikuti seringai dua temannya yang lain.
Saat ketiganya sedang naik mobil, di jalan sepi mereka melihat sebuah mobil di tepi jalan tetapi mereka sama sekali tak melihat ada orang di sana, saat mobil mereka bergerak menjauh mereka melihat seseorang tergeletak menelungkup di pinggir jalan.
Seorang wanita yang mereka pikir meninggal kala itu dengan irisan cukup dalam di urat nadi di tangannya.
Darah memenuhi seluruh pakaiannya. Mereka bisa memastikan wanita cantik itu ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri mengiris urat nadi di tangannya.
__ADS_1
"Waduh...bodohnya perempuan ini...wajahnya cantik banget tapi kok mau bunuh diri?? pasti karena cinta!!" kata Valeria.
"Kita tolong aja yuk...siapa tau bisa kita pengaruhi agar mau menjadi simpanan Kebebitak seperti kita!!" kata Levia.
Karena Shiera dan Levia juga memiliki kesaktian yang tidak rendah maka wanita itu bisa mereka selamatkan.
"Mengapa kalian menolongku?? lebih baik biarkan aku mati saja!!" rintihnya perlahan.
"Kalau kamu mati, kamu tidak akan bisa membalaskan sakit hatimu...kamu pasti korban cinta kan?" tanya Levia.
"Suamiku menceraikanku dan mencampakan aku, dia lebih memilih kembali pada istri tuanya dari pada memilihku!!" isaknya perlahan.
"Siapa namamu?? dan siapa nama suamimu dan istri tuanya itu?? kok perasaanku ngga enak ya??" kata Valeria.
"Namaku Sullivan...suamiku bernama Xavier dan istri tuanya bernama Almira!!" jawab wanita yang ternyata adalah Sullivan.
Kedua orang tuaku awalnya membawaku untuk pulang ke Inggris tapi aku kabur dari hotel tempat kami menginap.
"Waduh...pantas perasaanku ngga enak...kita bermasalah dengan orang yang sama!!" kata Valeria.
"Ikutlah dengan kami maka kami akan membantumu karena musuhmu itu adalah juga musuh kita semua...nanti kita akan mengenalkanmu pada seorang lelaki yang sangat tampan, namanya Kebebitak." Kata Shiera.
"Kok namanya kedengaran aneh ya??" tanya Sullivan.
"Jangan kamu lihat dari namanya, lihatlah dari ketampanannya, keperkasaannya dan kekayaannya." Jawab Shiera lagi.
Jadilah mulai hari itu Sullivan bergabung lalu menjadi grup kuartet para istri Kebebitak dengan musuh orang yang sama yaitu..."ALMIRA."
(perasaan berat banget hidup Almira, ya...sudah berat bawa gendang kemana-mana, banyak musuh lagi😁😁).
******
Flashback off
******
Sullivan sudah berdiri untuk mendatangi ketiga orang yang duduk tak jauh dari mereka tetapi dengan cepat lengannya ditahan oleh Levia.
"Sabar...bukan hanya kamu yang mempunyai dendam padanya...kita di sini semua punya dendam padanya tetapi lebih baik kita memilih jalan yang halus saja dari pada jalan kekerasan!!" kata Levia.
Sambil makan mereka berempat memandang ketiganya dengan tatapan yang berbeda-beda.
"Mommy...entik...kata ayah!!" kata Xander menyuarakan apa yang dibisikan Xavier di telinganya.
"Abang..." kata Mira...
"Xander jangan diajarkan perkataan yang tidak-tidak!!" Mira melotot memandang Xavier.
Dan Xavier reflek sembunyi di belakang Xander dan berbisik lagi, "ayah takut sama mommy, mommynya Xander galak banget!!"
"No...mommy..." jari telunjuk bocah tampan itu bergoyang-goyang pada mommynya dengan mimik wajah yang sungguh menggemaskan siapapun yang melihatnya.
Setelah selesai makan mereka bertiga bergegas hendak kembali ke mobil.
Saat mau berjalan menuju mobil, mulut Valeria komat kamit di tempat dia duduk seperti melafatkan sesuatu.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang sepertinya mengalami rem blong bergerak cepat menuju Almira.
Orang banyak berteriak memperingatkan mereka bertiga.
Dengan cepat Xavier memberikan Xander pada Almira dan dia memposisikan dirinya untuk menahan laju mobil itu.
Ban mobil mengeluarkan suara berdecit keras. Xavier bahkan sampai termundur jauh karena mencoba menahan kencangnya laju mobil tadi agar tidak menabrak Almira.
Almira berdiri mematung sambil menggendong Xander. Terlambat sedikit saja Xavier menolongnya pasti dia sudah tertabrak mobil yang melaju karena mengalami rem blong tadi.
Si pengendara keluar dengan wajah pucat pasi.
"Maaf pak...saya juga ngga tau tiba-tiba saja rem mobil saya blong saya berusaha mengendalikan mobil saya sendiri tapi seperti ada kekuatan yang malah membuat saya menginjak gas.
Sebenarnya Xavier juga tau itu bukan kecelakaan biasa...ada yang memegang peranan penting di balik kecelakaan ini bermaksud memang ingin menghabisi nyawa Almira.
Xavier memeluk Almira untuk menenangkan perasaan ibu hamil itu agar tidak ketakutan terus.
"Tenang ya...sudah aman kok...abang akan selalu menjaga kalian!!" bisik Xavier ketelinga Almira.
"Ayo kita naik dan masuk ke mobil...berbahaya jika terlalu lama di luar karena tampaknya memang ada yang sengaja ingin mencelakaimu." ajak Xavier mengambil alih menggendong Xander dan berjalan merangkul Almira untuk melindunginya.
"Kampret...." maki Valeria marah bukan main.
Seandainya Xavier tidak melindunginya, habis sudah dia tergilas mobil tadi!!" kata Valeria.
Wajah Sullivan mengelam antara cemburu dan marah menjadi satu.
Dia tambah membenci Almira, sangat membencinya...
*
*
***Bersambung...
Dapatkah Xavier selalu melindungi wanita yang masih dicintainya itu!!
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu ya reader dan terima kasih banyak atas kehadiran kaliam semua!!