Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 107 Masa lalu Tristan


__ADS_3

Sehabis makan sambil memijit suaminya, Almira buka suara.


"Bang, apakah tadi abang sempat melihat perubahan wajah Rafa saat kita menyinggung soal Alia??"


Xavier langsung berbalik telentang menghadap Almira.


"Kupikir tadi hanya abang yang punya pikiran demikian, sekalinya kamu juga berpikiran sama dengan abang!!" jawab Xavier.


"Aku merasa di rumah ayah Kelvin itu sekarang banyak keganjilan, ya bang!!"


"Aku merasa di mansion ayah, aura positif dan negatif saling bertabrakan satu dengan yang lain." Kata Almira sambil memijit tengkuk suaminya.


"Begitu pula dengan Rafa, aku merasa ada yang ganjil dengan bocah umur 4 tahun itu!!" kata Xavier.


"Maksud abang??" tanya Almira.


"Begini lho sayang abang jelaskan ya!!"


"Rafa itu tampaknya tidak atau kurang menyukai abang...dia tampaknya lebih senang kamu menjadi istri daddynya ketimbang menjadi istri abang...itu yang pertama!!"


"Terbukti sepanjang kita bertamu kemarin, jangankan menanyakan abang...menoleh saja tidak pada abang!!"


"Kedua soal aura positif dan negatif itu!! aura negatif abang merasa datangnya dari lantai dua arah kamar Alia...dan aura positif yang abang dapatkan itu berasal dari tubuh Rafa!!"


"Jangan-jangan benar dugaan kita tempo hari bahwa ada apa-apanya dengan Alia, sehingga dari arah manapun dia datang aura negatif selalu mengikutinya."


"Dan Rafa...abang merasakan kekuatan yang sangat dasyat keluar dari tubuhnya...bahkan kekuatan itu bukan berasal dari manusia biasa."


"Maksud abang, Rafa itu siluman monyet seperti Kebebitak?" tanya Almira.


"Bukan sayang, jika Rafa itu siluman...maka abang dapat merasakannya, tetapi saat berdekatan dengannya, abang tak pernah merasakan apapun."


"Bang, jika aura positif itu asalnya dari Rafa dan aura negatif itu asalnya dari Alia, berarti ayah, bang Ali dan yang lainnya ada dalam bahaya dong??" tanyaku cemas.


"Tidak...abang merasakan aura positif di mansion ayah itu terasa lebih kuat dari aura negatifnya."


"Lalu pertanyaannya, mana Rafa dan Alia yang asli? dan siapa yang ada di tubuh mereka itu?"


"Kalau menurut perasaan abang, Rafa itu asli tetapi ada suatu kekuatan baiķ dan dahsyat memasuki tubuhnya dan banyak membantunya, sedangkan Alia menurut abang itu bukan Alia asli."


"Kalau Alia asli dia akan selalu mengintilimu kemana-mana dan Alia yang asli tak suka memandang abang lama-lama karena dia menghargaimu sebagai sahabatnya yang juga sebagai kekasih abang!!"


"Tetapi Alia ini berbeda, sikapnya kelewat genit cenderung kecentilan pada abang!!" kata Xavier.


"Tapi abang suka juga kan?? Alia itukan cantik, modis dari keluarga kaya!!"'


"Heh...heh...abang ngga suka ya dengar kamu bicara begitu!!" wajah Xavier berubah jadi kesal mendengar gurauan istrinya itu."


"Bagi abang, kamu tetap nomor satu dan selamanya akan begitu!!" katanya.


"Yang..."


Hmm...


'Pengen..."


"Ishhh, abang ini mesum banget sih??" gerutu Almira.


"Yang, seharian lho kita ngga ada transfer nutrisi!! abang kan jadi lemes!!" katanya lalu menarik tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya.


****


"Ibunda....mengapa harus Hatori yang diturunkan ilmu pamungkas keluarga kita ini?? kan masih ada kak Hikaru, dia lebih pantas menerimanya karena dia adalah anak tertua!!" kata Hatori.


Pemuda tampan berperawakan tinggi itu sungguh berbeda 180 derajat dari sang kakak.


Hatori pemuda yang baik, sopan, lemah lembut!! berbeda dengan Hikaru yang jahat, licik arogan dan tamak.


Kedua orang tua mereka sebenarnya sudah tau sejak lama tentang perangai putri pertama mereka, tetapi Hatori selalu menutupi kejelekan sang kakak dengan mengorbankan dirinya dicaci maki oleh orang lain.


"Kamu jangan selalu menutupi kejelekan kakakmu, Hatori?? ibunda dan ayah sudah lama tau, makanya kami tidak mau ilmu sehebat pedang sinar biru jatuh ketangan yang salah!!" ucap ibunda Hatori.


"Anggap saja sebagai hadiah pernikahanmu dengan Kagome, Hatori!!" kata ibunya lagi.


"Jika Hatori duluan menikah, bagaimana dengan hubungan kak Hikaru dengan kak Axelo?" tanya Hatori.


"Entahlah, ibu juga bingung dengan hubungan kakakmu dan kekasihnya itu!! hubungan mereka ruwet seperti benang kusut!!"


"Sebentar putus, sebentar nyambung lagi...tapi yang ibu tau ini semua karena keegoisan Hikaru!!"


"Sudahlah, kamu tak usah memikirkan kakakmu itu, menikahlah dengan Kagome...dia wanita yang baik sama sepertimu."


Dari balik pintu Hikaru tampak menguping pembicaraan ibunda dan adiknya.


"Sebenarnya benar ngga sih aku ini anak mereka? mengapa perlakuan mereka padaku sungguh berbeda?" gumam Hikaru.


"Tapi aku dan Hatori memang berbeda sih, hehehe..." Hikaru tertawa mengekeh.

__ADS_1


"Hatori penuh kebaikan dan kelembutan sementara aku??? Hikaru menyeringai.


"Dari kecil aku bercita-cita menjadi seorang ratu ilmu hitam...aku bahagia melihat darah, tangis kehilangan, penyiksaan, rasanya sungguh menyenangkan!!" kekeh Hikaru.


Matanya berkilat memancarkan sinar maut dan sinar membunuh.


*****


"Ayah, tampaknya keputusan kita untuk mengadopsi Hikaru dulu adalah sebuah kesalahan yang fatal!! kata istrinya pada suatu malam pada sang suami.


"Ibu pikir mengadopsi dia setelah ibunya meninggal, mendidiknya dengan baik akan menghilangkan sifat buruknya, ternyata buah tak jatuh jauh dari pohonnya, kejahatan sang ibu sedikit demi sedikit menurun padanya."


Suaminya terdiam sesaat.


"Itulah sebabnya ayah membatasi ilmu yang ayah turunkan padanya."


"Ayah takut, semakin tinggi ilmu anak itu, semakin sulit dia dikendalikan oleh kita."


Tibalah hari yang ditentukan. Pernikahan Hatori dan Kagome berjalan lancar.


Walaupun dengan hati kesal, Hikaru memeluk adik dan iparnya tetapi dengan perasaan yang tidak tulus.


"Bersabarlah hati, jika Kagome melahirkan kelak maka ayah dan ibu, Hatori dan Kagome akan aku bunuh semua karena mereka hanya akan menghalangi misiku untuk menguasai dunia."


"Untung aku mendengar percakapan ayah dan ibu tempo hari yang mengatakan bahwa aku bukanlah anak mereka, pantas perlakuan mereka padaku dan perlakuan mereka pada Hatori sungguh berbeda!! ternyata tepat seperti dugaanku bahwa aku bukanlah darah daging mereka."


"Kalian tunggu sajalah pembalasanku kelak!!" ratu Hikaru tersenyum dingin.


"Dan untuk kau Axelo...aku tak bisa memilikimu lagi dengan baik-baik, maka aku akan gunakan ilmu peletku untuk mengambil kembali hatimu...aku harus bisa punya anak dari Axelo!!"


Akhirnya tak lama setelah Hatori dan Kagome menikah lalu menyusulah Hikaru dan Axelo.


Mungkin pepatah lama tepat untuk Hikaru!! cinta ditolak, pelet bertindak😁😁.


Seperti yang pernah dikisahkan sebelumnya keheranan Serafin dan Giandra, Kakegawa dan istri sebelumnya yaitu ibu dari Hiro dan Sima, mengapa Axelo bisa menikahi orang seperti Hikaru.


Tak lain dan tak bukan karena Hikaru telah mempergunakan ilmu hitamnya untuk mempengaruhi pikiran Axelo.


Tak lama setelah itu Kagome hamil. Saat perjalanan Kagome dan Hatori pulang menemui orang tua Kagome di Kyoto, di sanalah Hikaru dan orang-orangnya menghadang kedua suami istri itu.


Karena kalah jumlah, walaupun sudah mengeluarkan ilmu terhebatnya, apalagi dia sambil melindungi istrinya, akhirnya sebuah serangan telak dari Hikaru tampak melubangi dada sang adik tanpa mengenal belas kasihan dia mendorong adiknya yang sudah tak berdaya masuk ke dalam jurang.


Kagome berteriak histeris melihat suaminya tewas di depannya. Tanpa menunggu lagi, Kagome pun didorong oleh Hikaru ke dalam jurang.


Untung Kagome masih sempat meraih akar pohon yang terdekat dengan tangannya sebelum tubuhnya menghantam bebatuan di dasar jurang.


Kagome mengalami pendarahan tetapi demi keselamatan bayinya dia paksakan untuk terus berjalan hingga batas kekuatannya dia akhirnya roboh di pinggir jalan dekat sebuah rumah megah.


Dari kejauhan seseorang dengan rambut warna kelabu dan mata zamrudnya yang menyorotkan sinar tajam dan dingin tengah melaju kencang menaiki seekor kuda putih menuju rumah besar itu.


Langkahnya terhenti saat mendengar suara tangisan seorang bayi.


Dia turun dari kudanya dan menghampiri Kagome yang sudah tak bernyawa tetapi masih tetap dalam keadaan memeluk bayinya yang masih merah.


Lelaki berambut kelabu itu memeriksa nadi dan nafas Kagome.


"Meninggal...wanita ini baru saja meninggal, badannya masih terasa hangat."


"Lalu dia berteriak lantang dari depan pintu gerbang, tak lama 3 orang berbadan kekar keluar menyambutnya.


"Tuan muda August...mengapa anda menggunakan kuda?? mana mobil anda?" tanya salah seorang dari mereka.


"Kau tak usah banyak bertanya dulu Tobaz, aku minta tolong makamkan wanita yang terbujur kaku di tanah itu dengan layak...biar si kecil ini akan kurawat untuk menemani anak angkatku Gabriela."


"Siap, tuan!!" lalu tanpa banyak cakap Tobaz dan ketiga temannya memakamkan tubuh Kagome.


Di dalam gedung mewah itu...


"Siapa itu ayah!!" seorang bocah cantik berumur kurang lebih 3 tahun datang menghampiri August.


"Ini adik kamu Gabriela...mulai sekarang kau sudah punya teman, tidak akan kesepian lagi jika ayah pergi!!"


"Dan kamu kecil!!! kamu akan kuberi nama Tristan Calderon seperti aku menamai Gabriela Calderon menggunakan nama kebanggan keluarga Calderon."


Hingga mulai saat itu Gabriela dan Tristan dididik dan dilatih keras oleh August Calderon sendiri.


August adalah seorang gangster. Dia pembunuh berdarah dingin. Tak heran sifat dingin dan angkuh juga menurun pada kedua anak asuhnya itu.


Sekarang dia sudah tua dan pensiun dari pekerjaan membunuhnya, kini Tristan dan Gabriela lah yang meneruskan usaha ayahnya itu.


Sepanjang sejarah mereka berkecimpung sebagai seorang pembunuh, baru sekali ini mereka menghadapi kegagalan dan mengecewakan client mereka.


Kesalahan hendak melakukan pembunuhanlah membuat Tristan bertemu dengan seorang gadis yang mampu menggetarkan hatinya yang selama ini membeku.


Pesona gadis cantik itu mampu meluluhkan hatinya, mampu nembuat dia tersenyum dan tertawa yang selama ini tak pernah bisa dia lakukan.


Dia hampir tak sempat untuk tersenyum apalagi tertawa lepas seperti saat dia dan Almira duduk bercanda di tepi lembah sambil memandang matahari terbit.

__ADS_1


Walaupun sayang, gadis cantik pujaannya itu kini sudah tak sendiri lagi. Ada cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya menandakan bahwa dia telah mengikat janji sehidup semati.


Tapi Tristan tak peduli akan semua itu, baginya dia ingin tetap bersama Almira walau bagaimana pun caranya.


****


"Aduduh...." Almira kembali merangkak dari tempat tidur mau menuju ke kamar mandi.


Sebenarnya dia dan Xavier juga heran, mereka menikah hampir setengah bulan lamanya tetapi sehari saja mereka tidak melakukan hubungan suami istri maka liang kenikmatan milik istrinya itu kembali merapat dan menyempit kembali seperti tidak pernah tersentuh oleh Xavier.


"Kamu kesakitan lagi sayang?" tanya Xavier saat melihat istrinya meringis hendak bangkit dari tempat tidur.


Xavier melirik kearah kasur, kembali dia melihat ada setitik noda darah di sana.


Dia bangkit dan menggendong Almira ke toilet membantu membersihkan sisa-sisa lendir yang menempel di paha istrinya.


"Mira kembali ke kamar duluan ya bang!!" kata Almira.


"Iya sayang, abang mau membersihkan diri dulu, kamu bisa jalan kan?" tanya Xavier.


Almira hanya mengangguk lalu melangkah perlahan menuju kamar tidur mereka.


Almira duduk di tepi tempat tidur saat dia melihat ponsel Xavier menyala karena ada notif yang masuk.


Entah mengapa Almira penasaran dan menggeser layar tersebut.


"Selamat malam pak Xavier...saya tau bapak ngga akan membalas pesan saya, lagi asyik sama istri ya, pak?? jadi pengen ikut ngerasain juga punya pak Xavier!!" kata pesan


laknat itu.


"Ibu Shiera?? apa maksudnya bu Shiera berkata seperti itu pada bang Xavier?"


"Saya sering membayangkan merasakannya jika sedang berdua dengan anda, pak Xavier??" kata ibu Shiera lagi.


:Wah...kok semakin kurang ajar nih ibu Shiera ini?? kayak ngga ada lelaki yang single saja...mengapa harus suami Mira sih??" kata Almira kesal.


"Ada apa kok tampaknya sedang kesal, sayang??" tanya Xavier.


"Nih!!"


Almira meyerahkan ponsel milik suaminya itu dan disambut dengan penasaran oleh Xavier.


"Apa sih maksudnya ibu Shiera ini??kata bang Xavier.


"Apa abang pernah menjanjikan sesuatu padanya?? atau memberikan harapan padanya?? lalu mengapa abang menikahi Mira?? mestinya menikahi ibu Shiera saja!!" sahut Almira dengan wajah kusut dan suara yang ketus.


"Apa sih yang?? kita pacaran sudah cukup lama, kita lewati banyak suka dan duka bersama bahkan kita sempat lama terpisah dan akhirnya kita dipertemukan lagi...abang sangat mencintaimu!! apalagi kita sekarang sudah menikah begini?" omel Xavier.


"Tau ah...Mira mau tidur!!" sahut Almira masih kesal.


Lalu gadis itu tidur memunggungi suaminya.


"Kurang ajar ibu Sheira ini apa sih maksudnya? mau buat aku dan istriku berantemkah??" gerutu Xavier.


"Sayang...jangan ngambek gitu dong?? sumpah abang ngga ada hubungan apapun dengan ibu Sheira!!" Xavier membelai punggung kuning gading yang sehalus batu pualam itu.


Karena kesal dengan ulah ibu dosen yang cantik itu maka Xavier memutuskan untuk menelpon langsung ibu Sheira di depan istrinya agar kesalah pahaman itu tak terus berlarut.


Ddrrttt...dddrrttt


📱"Halo


Terdengar suara merdu dari seberang sana dan sengaja speakernya dinyalakan oleh Xavier supaya Almira ikut mendengarkan


.📱"Maksudnya ibu Sheira di whatsapp ini apa ya?? gara-gara ocehan ibu yang tak bermutu ini, saya dan istri saya jadi ribut.


📱"Lha...kok bisa??"


📱"Lha kok bisa...lha kok bisa...ya bisalah...gara-gara tulisan ibu yang ngawur masuk keponsel saya membuat istri saya marah besar."


📱"Ibu Sheira sengaja mau buat saya dan istri saya berantem??"


📱"Lagi pula dapat dari mana lagi ini nomor ponsel saya...dan saya ngga mau tau mulai malam ini jangan kirim sesuatu yang membuat istri saya sakit hati.


📱"Tapi pak..."


Tut...tut...tut


Xavier sudah memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak karena dia sangat kesal dengan ulah ibu Shiera.


*


*


***Bersambung...


Masalah apalagi yang akan menimpa kedua pasangan muda itu???

__ADS_1


Jangan lupa selalu ikuti kisah mereka berdua ya guys😊😊🙏🙏


__ADS_2