Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 22 Kejutan


__ADS_3

Uhuk...uhuk....Aku langsung tersedak air liurku sendiri.


Sementara kakek Dahlan memandang dari kejauhan sambil tersenyum melihat ke dekatan kami.


"Kan...kan...baru di bilang begitu sudah tersedak...slow my...slowly but sure...' Kata Aliandhara sambil tersenyum.


"Slowly...slowly...gigi mu itu!!" Aku hanya bisa membatin dalam hati sangking kesalnya.


"Clow my...clow..." Rafa mengikuti kata-kata daddynya.


"Hih...anak mommy..." Aku menciumi pipinya dengan gemas dan memeluknya erat-erat.


"Atit mommy..." Rafa menggeliat.


"Mom...itu Rafa bukan Kadir, kalau Kadir lho mommy peluk badannya bisa mulur kayak karet...ya kan Kadir?"


"Hua...." Aliandhara langsung naik ke atas bangku dan memelukku melihat Kadir sudah berdiri tak jauh dari depan kami.


"Eh anak mama yang ganteng yang matanya kayak dikasih spidol biru sudah bangun...sini!!"


"Sana..." Kata Aliandhara melihat Kadir melata mendekati kami.


"Jangan daddy...kalau daddy sayang sama mommy maka harus sayang sama anaknya juga, seperti mommy sayang sama Rafa."


"Tapi mommy, Kadir itu akar beringin yang sangat berbahaya, enak-enak duduk tiba-tiba dia khilaf kita langsung dipatoknya?"


"Ya namanya juga masih anak-anak, tuan muda...harap maklum aja..."


"Tapi dia itu ular mommy...ulaaaarrrrr!!!" Teriak Aliandhara ketika Kadir menjulurkan lidahnya dan menjilat pantat Aliandhara.


Aliandhara makin keret kayak kucing kesiram air.


"Rafa...Rafa anak mommy Mira kan?" Aliarafa mengangguk sambil takut-takut ketika melihat Kadir sudah berada di sebelahku sambil meninggikan badannya.


"Kalau gitu harus berani sama Kadir, sini Kadir kenalan dulu..."


Kadir ikut naik kepangkuanku dan menjilati tangan Rafa dengan lidahnya yang berwarna biru. Awalnya Rafa takut-takut untuk memegang Kadir, tapi melihat Kadir yang sangat jinak, akhirnya Rafa berani juga mengelus-elus kepala Kadir.


Brukkkk...


Aliandhara pingsan di sebelahku tak tahan dekat sama Kadir dan ngeri saat melihat Rafa tertawa-tawa senang saat Kadir menjilati pipinya.


"Haduh....nih bayi tua pakai acara pingsan segala lagi...bikin repot aja!!"


"Kakek!!!" Aku berteriak memanggil kakek Dahlan yang baru saja keluar dari paviliun.


"Kek, tolongin dulu dong...tuan muda pingsan nih!!"


"Kok bisa ping....huaaaa...." Kakek Dahlan melompat mundur melihat Kadir dan Rafa duduk manis di pangkuanku.


"Ya bagaimana dia ngga pingsan, bayi gerandong kamu pangku...jauhkan dulu si pantat panci itu, baru kakek mau mendekat."


"Ya ela kek...gini-gini juga anak Mira kali...tega bener Kadir di bilangin bayi gerandong!!"


Sssss..sssss


Kadirpun mendesis marah lalu sisi kiri kanan kepalanya mengembang seperti sendok sayur.


"Iya...iya...bilang sama si hipet jangan marah-marah!!" Kata kakek Dahlan.

__ADS_1


"Apa itu ipet, mommy!!" Kata Rafa menatapku.


"Hitam pekat." Kataku.


"Mbok ya kalau mengadopsi anak itu yang genah sedikit, lha ini yang di adopsi anak ular kobra...kenapa ngga sekalian bayi anaconda kamu adopsi biar habis tuh pengawal tuan Kelvin di jadikan sarapan paginya."


"Memang kakek liat anaconda di mana?" Tanyaku...


"Di dalam mimpi...sudah suruh turun dulu si Kadir itu, ngga usah kegayaan mengembangkan itu sendoknya, kalau hanya nyamuk sama serangga ngga usah makan pakai sendok...suruh tangkap pakai lidahnya aja."


"Kadir turun dulu nak...kakek kamu takut jadi berdirinya agak jauhan..."


"Kadiy...unggu...afa itut..." Rafa juga turun dari pangkuanku dan lari menyusul Kadir.


"Haduh...itu lagi bocil kok ngga ada takutnya...kakekku...kapan gue punya cucu jelek kayak elu..." Kakek Dahlan menggerutu.


"Sudah ngga usah ngomel...mumpung tuh mereka lagi main bareng, ntar di bilang jelek dan Kadirnya denger terus balik kemari lagi, kakek mau??"


"Ngga..." Lalu kakek mengangkat tubuh Aliandhara.


"Duh tuan muda ini, gendut kagak...berat iya...banyak dosa kali ye...ni orang!!"


*


*


"Alia...kamu sudah siap? Cepetan...kaya penganten aja dandan lama betul..." Aliandhara berteriak dari bawah tangga.


"Iya...iya...bawel bener dah..."


Alia keluar dari kamarnya dan langsung turun ke bawah.


"Bang, tadi aku mengundang pak Xavier untuk hadir di acara ulang tahunnya Rafa."


"Abang salah...pak Xavier pasti maulah, orang Alia bilang bahwa Almira ikut kok."


Wajah Aliandhara berubah kelam mendengarnya.


"Apa abang secepatnya aja bertunangan sama Almira ya? Agar tak ada yang berani mengganggunya.


"Kepedean abang ini, emang Miranya mau sama abang?" Kata Alia.


"Daddy..." Rafa berteriak dari pintu sambi di gandeng Almira.


"Subhanallah....cantiknya!!"


Aliandhara tak berkedip memandang pujaan hatinya.


Rambut hitamnya yang berombak sepinggang, dia hanya memakai make-up tipis aja tapi justru tampak natural, alisnya yang seperti semut beriring, bulu mata lentik menaungi sepasang mata birunya.


Almira memakai gaun malam hitam yang menampakan lekuk tubuhnya yang indah.


Siapa yang mengira dia adalah gadis remaja yang masih berusia 17 tahun. Karena dia tampak dewasa dan sangat anggun.


Aliandhara menelan salivanya melihat wajah cantik bak bidadari, tubuh molek seperti gitar spanyol.


"Bang...Baaannnggggg" Alia berteriak di telinga kakaknya gemas.


"Apa sih Alia??? Abang lho tidak tuli..." Aliandhara mengorek telinganya.

__ADS_1


"Abang tidak tuli cuma rada budek..." Kata Alia kesal.


"Ayo kita berangkat sekarang!!" Kakek Dahlan lalu berjalan mendahulu disusul Almira yang menggandeng Rafa. Lalu Alia dan Aliandhara.


"Dia seperti boneka barbie berjalan ya...." Kata Aliandhara kepada Alia.


"Ayah ngga ikut bang? Kok Alia tidak melihat ayah?"


"Ayah bilang akan menyusul kita ke restauran nanti."


"Kita semua satu mobilkan pak Anto?" Tanya Aliandhara pada supirnya.


"Iya bos...biar pengawal di mobil depan dan belakang.


"Kek..."


"Hmmm"


"Kakek..."


"Apaaaaa"


"Kita ini mau makan atau mau pawai sih? Kok arak-arakannya banyak banget?" Kataku.


"Bisakah bibirmu itu tidak berkomentar barang semenit aja, mamanya Kadir?"


"Dan jangan kamu bilang Kadir kamu ajak juga ya!!"


"Ngga kek, Kadir tadi lagi ngorok di kamar...maklum masa pertumbuhan." Kakek hanya mencibir.


"Wah...bagus sekali restaurannya kek!! Tampaknya tuan muda sengaja membooking tempat ini untuk acara ulang tahun Rafa."


"Lihat kue tart yang ada di tengah meja itu Rafa...besar banget..." Almira mengangkat Rafa dan menggendongnya.


"Afa mau ue mommy..."


"Iya nanti kita tiup dulu lilinnya baru kita makan ya!!" Rafa hanya mengangguk menurutiku.


Di tengah pintu Xavier muncul.


"Wihhh tampannya..." Alia tak berkedip memandang Xavier.


"Mira...kalau kakek perhatikan kenapa semakin ke sini wajah Xavier itu mirip-mirip denganmu ya??"


"Mirip dari mananya kek, kayaknya katarak di mata kakek ini perlu di kerok deh biar ngga buram."


"Cucu kurang ajar."


"Maksud kakek Mira dan Xavier bersaudara gitu?"


"Iya sih bersaudara lain bapak lain ibu, kek!!"


"Itu sih namanya ngga bersaudara dodol...." Kakek menoyor kepalaku."


Alia melambaikan tangannya pada Xavier


"Kemari pak Xavier!!!"


Xavier tersenyum lalu menghampiri kami. Almira dan Xavier saling menatap dan mengagumi diri satu dengan yang lain.

__ADS_1


***Bersambung...


Dukung terus karya author dengan menekan like. komen, vote, favorite dan rate nya ya... Terima kasih🙏🙏


__ADS_2