Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 182 Membagi Kubu


__ADS_3

"Kok ayah bicaranya seperti itu sih?" tanya Bonita dan Rangga bersamaan.


"Kita waspada kan ngga ada salahnya, Bonita...seandainya tidak terjadi apapun ya, disyukuri!!"


Bonita dan Rangga terdiam. Memang akhir-akhir ini suasana sangat menegangkan.


Banyak perpecahan dan kesalah pahaman yang terjadi akibat fitnah yang belum diketahui asalnya dari mana.


Beberapa hari lalu dia mendapatkan laporan dari mata-matanya adanya pergerakan dari pasukan siluman kera menuju ke daerah kekuasaannya.


Lelaki setengah baya yang masih nampak gagah di usianya itu sudah sangat lama tidak pernah bertarung lagi.


"Apakah ini akan tiba saatnya aku kembali ke kancah pertempuran??" pikirnya.


"Sebaiknya kita perlu bersiap-siap yah...tak ada salahnya seperti yang ayah katakan tadi kita harus bersiap-siap!!" kata Rangga pada ayah mertuanya.


**************


Almira, pangeran Redo dan panglima Tristan sedang berlatih keras pagi itu mengasah kemampuan bela diri mereka.


Plak...bluk...aduh....


Plak...bluk...aduh....


Dua kali Almira menerima pukulan dari Redo dan Tristan membuat wanita cantik itu meringis kesakitan.


"Haduh yunda...di mana kehebatanmu yang dulu?? apa gegara yunda keberatan membawa dua buah melon itu kemana-mana yang membuat gerakan yunda jadi melambat??" kata Redo.


Dia menunjuk dengan ujung mulutnya pada dada Almira.


"Dasar bocah kurang ajar..." kata Almira kesal mendengar ledekan adiknya. Sementara Tristan melirik sebentar pada sesuatu yang ditunjuk Redo lalu ikut tertawa.


"Kalian berdua lihatlah!!"


Lalu Almira merenggangkan kedua kakinya, kedua tangannya tergenggam terkepal.


"Maju Redo, Tristan...aku akan bersungguh-sungguh sekarang..." kata Almira.


Belum selesai perkataannya, tubuh indahnya telah bergerak sangat cepat membagi serangannya untuk Redo dan Tristan.


Kedua pemuda tampan itu tampak terkesiap menerima serangan gencar dan mematikan dari Almira.


Tubuh Almira berkelebat cepat membagi serangannya membuat kedua pemuda itu jadi kewalahan.


Kombinasi ilmu kanuragan yang di dapatnya dari kakek Dahlan membuat gerakannya terlihat sangat sempurna.


Dan pada jurus ke lima puluh...


BUGH...AARRGHH


Redo meringis saat lengannya beradu dengan lengan Almira. Redo merasakan lengan yundanya itu berubah menjadi sekeras baja.

__ADS_1


Pada jurus keenam puluh...


BUGH..AWHHH....


Giliran Tristan yang meringis saat kakinya dan kaki Almira beradu tendangan. Terasa remuk tulang kering kakinya karena bentrokan tadi.


"Wow...wow...anda mengamuk nyonya??" tanya Tristan sambil meringis menahan sakit di kakinya.


Almira merasa puas telah mempecundangi adik dan sahabatnya itu lalu tersenyum menyeringai.


"Syukurin...siapa suruh menghina buah melonku!!" sinis Almira membuat dua lelaki di depannya jadi meringis.


"Iya tuan putri Refanya...kami menyerah!!" sahut keduanya kompak.


Sepeninggal Almira....


"Duh...yundanya pangeran itu bertambah cantik saja...kulitnya yang seperti pualam tambah berkilat bermandikan keringat!!" decak Tristan.


"Hayo jangan berpikiran kotor...dia itu wanita yang sudah bersuami lho!!" kata Redo menggoda Tristan yang langsung mengerucutkan bibirnya.


Lalu mereka berdua menyusul Mira masuk kedalam istana.


Mata Tristan tak lepas menatap Almira, dia mengagumi wanita itu sejak Almira hamil Xander dam Revita 3 tahun lalu hingga kini rasa itu tak pernah hilang.


Tiba-tiba...


Seorang mata-mata kepercayaan Tristan masuk menghadapnya.


"Mohon ampun panglima, mata-mata kita melihat pergerakan pasukan siluman kera menuju kearah timur sungai Xin Yuen!!" lapornya.


"Mereka pasti akan menyerang negeri kita lewat jalur sungai Xin Yuen!!" geram Tristan.


"Terima kasih pengawal, perketat penjagaan orang-orang kita di perbatasan dan cepat laporkan jika ada berita lagi!!" ucap Tristan.


"Siap panglima!!" kata pengawal itu lalu pamit undur diri.


"Kurang ajar Kebebitak, rupanya dendam atas penolakan masa lalu oleh ratu Nilakandi masih membekas di hatinya!!" desis Tristan.


**********


Siang itu tampak Yula si siluman rubah sedang membantu Giandra dan Matsuyama beserta Rana memperbaiki pagar yang rusak semalam dihantam oleh badai.


Atas permintaan Giandra dan Serafin, Rana dan Rini tinggal di peternakan mereka.


"Matsuya, aku mendengar semalam dari ayahku, pasukan kera dalam skala besar membelah diri menjadi dua bagian...sebagian pasukan menuju kearah barat dan sebagian lagi menuju ke timur." Kata Yula membuka percakapan.


"Kearah timur?? bukankah itu menuju ke desa bawah tanah tempat Bara Seta??" tanya Giandra menghentikan pekerjaannya.


"Dan kearah barat??" tanya Matsuyama.


"Kalau tidak salah itu menuju kearah sungai Xin Yuen yang akan melewati perkampungan naga tempat ratu Nilakandi berada!!" ucap Yula.

__ADS_1


DEG...


Dada Matsuyama berdebar hebat, "bukankah itu istana tempat kediaman istrinya selama dua bulan ini??"pikirnya.


Sejak dijemput oleh Redo dan Tristan dua bulan lalu, Almira memang tak pernah terdengar kabar beritanya lagi!!


"Dek, aku dan anak-anak sangat merindukanmu!!" batin Matsuyama bergejolak saat mengingat istrinya itu.


"Kapan kamu pulang, dek??? kapan urusanmu selesai di sana, cepatlah pulang sayang...kami merindukanmu!!" bisik Matsuyama sedih.


"Jika benar pasukan Kebebitak menuju istana ratu Nikakandi berarti Almiraku dalam bahaya tetapi jika pasukan satunya lagi menuju ke istana paman Bara Seta berarti mantan istriku yang dalam bahaya." Matsuyama nampak termangu.


"Jangan bengong kak, ayamku semalam mati karena kebanyakan bengong!!" kata Yula menggoda Matsuyama.


"Memangnya kamu pelihara ayam??" tanya Rana dengan mode serius.


"Ada...tuh ayam paman Giandra di belakang!!" sahut Yula.


"Aku hanya kepikiran istriku, Yula!!" lirih Matsuyama.


"Jika pasukan Kebebitak menuju istana ratu Nilakandi, pasti mereka semua ada dalam bahaya!!" kata Matsuyama.


Ranapun ikut terdiam mendengarnya. Sejujurnya hatinya pun juga cemas tetapi tidak dinampakan oleh Rana.


"Apakah ayahmu juga termasuk dalam kelompok Kebebitak, Yula??" tanya Rana.


"Aku tidak tau, karena ayahku bukan termasuk orang penting." Jawab Yula.


"Panglima Kebebitak juga memilih siluman tertangguh untuk anggota pasukan khususnya bukan siluman kroco seperti kami ini!!" kata Yula lagi.


Mereka lalu terdiam larut dalam pikiran masing-masing.


**********


"Kamu kenapa kok akhir-akhir ini sering melamun??" tanya Aliandhara pada adiknya.


"Pasti kamu lagi keingatan sama Redo ya!!" kata Aliandhara lagi.


"Bang, kenapa Redo sudah berbulan-bulan pergi tapi belum juga kembali ya??" tanya Alia dengan lesu.


"Atau jangan-jangan dia di sana sudah di jodohkan dengan gadis yang setara dengannya??" Alia tampak semakin murung.


"Alia, mengikhlaskan untuk melepaskan jauh lebih baik dari pada mempertahankan tetapi juga tak mendapat kepastian??"


"Contohnya hubunganmu dengan Redo sekarang ini...kamu kan tau dia siapa??? dan kita siapa??" ucap Aliandhara mencoba menjelaskan kepada adiknya apa yang telah lama tersimpan dalam kepalanya tetapi baru sekarang ini berani dia ungkapkan!!


"Kita ini hanya manusia biasa, Alia!! sedangkan mereka itu hidup di luar nalar kita manusia."


"Sedangkan Almira saja ingin jadi manusia...kamu lihat ayah kita bagaimana saat hubungannya dengan ratu Nilakandi tidak berjalan dengan baik??


*

__ADS_1


*


****Bersambung....


__ADS_2