
"Wajahmu bahagia amat Valeria?" Kata Xavana saat mereka keluar berdua malam ini.
"Apakah misi yang kuberikan sudah berhasil kamu laksanakan?"
"Kamu tenang saja, sayang...Aliandhara sudah takluk padaku." Senyum Valeria mengembang.
"Hmm, manjur juga mantra ajaib itu!!! Tak kusangka bisa secepat ini." Batin Xavana tersenyum puas.
"Berarti tak lama lagi kalian akan jadian dong!" Kata Xavana.
"Bukan jadian lagi tapi kami akan segera menikah!!" Jawab Valeria.
"Sungguhkah kamu akan melepaskanku menikah dengan orang lain Xavana?" Tanya Valeria merasa sedih.
"Aku ikhlas kok, agar dendam ayahku bisa terbalaskan." Xavana memeluk erat tubuh Valeria.
Mereka berdua larut dalam angan masing-masing.
"Temani aku sebelum kamu menikah dengan Aliandhara ya! Kita habiskan malam bersama."
Dua insan berlainan jenis itu melepaskan hasrat sebelum mereka sama-sama berpisah.
Valeria melepaskan kehormatannya pada Xavana dengan cinta dan kasih sayang yang tulus...sementara Xavana sendiri menikmatinya hanya karena dendam daddynya.
Valeria sama sekali tak menyadari kelicikan Xavana yang telah memanfaatkannya. Tak ada istilah cinta sejati bagi orang seperti Xavana.
*
*
"Kamu serius mau menikahi Valeria, Al?" Tanya paman sekaligus ayahnya itu.
Sementara Alia masih merengek pada ayah angkatnya itu karena sakit pada giginya.
"Ayah...jangan ngobrol terus sama bang Ali!! Gigi Alia nih...hua...hua..." Suara tangisnya memekakan telinga.
Kelvin Antonio, laki-laki tampan dan mapan hanya punya saudara laki-laki Keandra Antonio.
Kakek mereka, ayah mereka, hidup bermusuhan dengan keluarga Anderson. Persaingan bisnis dan cinta jadi penyebabnya. Jika saja Anderson mau menyadari mengapa istrinya pergi meninggalkan seorang bayi laki-laki bersamanya dan memilih Keandra!
Keluarga Anderson terkenal kejam. Wanita mana yang sanggup jika kesalahan sedikit saja yang dibuat maka dirinya akan dibuat babak belur?
Keandra dengan ketulusannya memberikan perlindungan pada wanita malang itu. Sehingga lambat laun cinta tumbuh di antara mereka.
Mereka memutuskan untuk menikah. Ibu mana yang tak sayang pada buah hati yang telah ditinggalkannya? Tapi untuk kembali sama saja mengantarkan nyawa pada keluarga Anderson.
Kelvin tau apa akibatnya pernikahan sang adik ini, laki-laki yang masih setia pada sang istri walaupun istrinya telah meninggal beberapa tahun yang lalu, tak punya pilihan lain selain menikahkan mereka berdua.
Dari pernikahan keduanya lahirlah Aliandhara. Sejak ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan pesawat, Aliandhara yang masih bayi kemudian dirawat oleh pamannya yang diakuinya sebagai ayahnya.
Aliandhara dan Xavana adalah saudara tiri yang lahir dari satu ibu lain ayah.
"Apa sih Alia? Kamu bukan bocah kecil lagi yang selalu merengek pada ayah." Aliandhara sedikit kesal pada sang adik yang mengganggu pembicaraannya dengan sang ayah.
"Ayah tak bisa melarangmu Al, keputusan ada di tanganmu...hanya saja ayah meminta agar kamu berpikir ulang lagi sebelum semuanya terjadi."
"Tidak ada yang harus Ali pikirkan lagi yah...keputusan Al sudah bulat!! Restui kami ya ayah!!"
__ADS_1
"Ayah akan selalu memberi restu ayah padamu Aliandhara."
Aliandhara memeluk ayah yang sekaligus pamannya itu erat.
"Terima kasih atas pengertian dan restunya yah!" Kata Aliandhara.
"Ayah...Alia mau bobo...nyanyikan lagu nina bobo..."
"Ahhh...berisik banget Alia ini!" Aliandhara menepuk pantat adiknya dengan kesal.
Kelvin sangat sayang pada ponakan dan putri angkatnya itu. Bahkan sampai usia 16 tahun inipun Alia selalu di nina bobokan oleh sang ayah.
Nina bobo...oh...
Nina bobo...
Kalau tidak bobo
Digigit coa...
Nina bobo...oh..
Nina bobo...
Kalau tidak bobo...
Digondol wewe...
"Ish...macam bayi saja kelakuannya." Aliandhara mencibir pada adiknya yang perlahan memejamkan matanya saat kepalanya dielus penuh kasih sayang oleh ayahnya.
*
*
Tibalah saatnya bagi Valeria pergi meninggalkan anak dan suaminya dan kembali hidup bersama dengan Xavana.
Saat Aliandhara sedang di kantor, Valeria pergi ke rumah mertuanya. Karena saat itu tuan Kelvin juga tengah berada di perusahaan dan Alia masih di sekolah, maka Valeria menitipkan Aliarafa dan sepucuk surat dengan amplop coklat pada pembantu tuan Kelvin.
Aliandhara pulang ke apartemen untuk makan siang seperti biasanya.
"Kok sepi banget ya? Valeria dan Rafa kemana?"
Aliandhara menuju meja makan. Kosong...tak ada makanan apapun di sana. Dia menuju ke kamar mereka. Kamar itupun sudah kosong dan rapi.
Drrrttt...drttt
📱"Assalamualaikum...ya ada apa bi?"
📱"Waalaikum salam."
📱"Tuan, tuan kecil dari tadi menangis terus...saya mencoba untuk menghubungi nyonya Valeria, selalu di luar jangkauan terus."
📱"Lho...sejak kapan Valeria membawa Aliarafa ke rumah kakeknya dan meninggalkannya di sana?"
📱"Sudah dua jam yang lalu tuan, sebaiknya tuan muda cepat kesini saja."
📱"Baiklah bi, Assalamualaikum!!"
__ADS_1
📱"Waalaikum salam."
Bergegas Aliandhara kembali ke mobil dan meluncur ke mansion ayahnya. Diabaikannya dulu perutnya yang terasa lapar.
"Bi...bi...!"
"Bi Asih keluar sambil menggendong Aliarafa.
"Nyonya sehabis mengantar tuan kecil kemari lalu menyerahkan amplop ini dan pergi lagi tuan!" Bi Asih menjelaskan.
Aku mengambil amplop coklat itu.
"Hah...dari pengadilan agama?" Dengan gemetar Aliandhara membuka amplop itu.
"Gugatan cerai? Apa-apaan Valeria ini? Tanyaku mulai gusar..."
"Mengapa tak ada angin tak ada hujan Valeria mau menggugat cerai aku? Salahku apa?"
Ribuan pertanyaan muncul di kepalaku bahkan puluhan kali kuteleponpun, nomornya tidak aktif.
Terus aku mau menghubungi siapa? Sewaktu menikah dengan Valeria, dia mengatakan tak punya orang tua dan sanak saudara, dia sebatang kara.
"kemana aku harus mencarimu, Val? Apa salahku hingga kamu mau menceraikan aku?"
Sekali lagi kubaca surat yang ditulis oleh Valeria.
"Al sayang, maafkan aku, ya!! Aku tak lagi bisa bersama dengan kalian berdua.
"Maafkan aku jika selama ini aku telah berbohong pura-pura mencintaimu."
"Sebenarnya aku tak ada masalah apapun denganmu, tapi dia? Demi membalaskan dendam orang yang aku cintai, aku rela menjual tubuh dan cintaku padamu."
"Aku tak sanggup untuk membuatmu lebih lama menderita, maka dari itu aku memutuskan untuk mengakhirinya."
"Jaga anak kita baik-baik ya...sekali lagi maafkan aku...mengenai perceraian kita, pengacaraku yang akan mengurusnya."
VALERIA
Aku terduduk lemas sambil menggendong Rafa yang kehausan mencari asi mommynya.
"Tega kamu Val...kau jadikan aku ajang pembalasan dendammu."
"Oke, aku juga tak akan mempersulitmu! Aku akan menanda tangani surat cerai ini."
"Pergilah kejar cintamu, suatu hari kelak kamu akan menyesal...kamu lepas emas dan berlian demi besi yang sudah karatan."
Dengan hati perih Aliandhara meminta tolong pengasuh putranya untuk membuatkan susu dan meminumkannya pada Rafa yang masih berusia dua bulan.
Setelah hausnya hilang, bayi yang tak tau menahu akan dendam kedua orang tuanya itupun tertidur pulas.
******
***Bersambung...
*******
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...like, komen, vote, favorit dan rate nya....terima kasih🙏🙏🙏
__ADS_1