
"Siapa yang berani-beraninya bilang jika tuan muda kurang tampan? siapa yang berani-berani bilang jika tuan muda kurang kaya dan sudah tua?" tanya pembantu senior itu dengan nada berapi-api. Dia pun tak rela jika tuan muda yang dia asuh semenjak dia masih bayi itu dikatakan kurang tampan, tidak kaya dan sudah tua.
'Amunah bi!!" adu Xavana sambil sesunggukan seperti anak kecil dipelukan pengasuhnya itu.
"Siapa tuan muda? Amunah? kok namanya jelek amat ya!!" kata bibi sambil berpikir dan mengusap sayang punggung anak asuhnya itu.
"Namanya bukan Amunah, bi...tapi Almira!!" kata Xavana.
"Lha salah tuan muda sendiri nama anak gadisnya orang bagus-bagus kok digonta ganti seenak udel aja." Hanya dia pembantu senior yang berani membantah dan memarahi Xavana jika Xavana salah.
"Dia lebih imut jika dipanggil Amunah, bi!!" Xavana masih terisak.
"Bibi jadi ingin tau, seperti apa gadis yang bernama Almira itu sampai dia bisa membuat tuan muda kesayangan bibi menangis seperti ini...sekarang sudah, diam dan makan sana...sudah beberapa hari bibi perhatikan tuan muda tidak mau makan, bibi tidak mau melihat tuan muda sakit, oke??"
Akhirnya Xavana mengangguk dan menuruti nasehat pengasuhnya itu.
****
Flasback on
****
Goa pualam 5 tahun silam.
Seorang wanita secantik bidadari tengah duduk bersama putranya, setelah pertempuran belasan tahun lalu dia harus merelakan putri kesayangannya untuk dia titipkan kerahim seorang wanita baik hati yang baru saja mengalami keguguran demi menjaga perdamaian alam semesta dari kehancuran akibat ilmu hitam seorang ratu dari dunia hitam, Hikaru.
"Redo...bunda Nilakandi mau menugaskanmu masuk ke dunia manusia..." Naga Nini atau Nilakandi atau yang biasa disebut Seiryu terdiam dulu sambil menatap putra bungsunya, menunggu jika sang putra mengeluarkan komentarnya.
Tetapi karena Redo hanya diam dan mendengarkan perkataan ibundanya akhirnya Nilakandi melanjutkan ucapannya.
"Bunda pernah bercerita padamu bahwa yundamu dulu bunda titipkan ke rahim seorang wanita agar kelak saat dia lahir dia bisa menghalangi sepak terjang kejahatan sang ratu dan antek-anteknya."
"Sekarang bunda hendak menugaskanmu, Redo!!" kata ratu Nilakandi jelmaan si naga biru.
"Tugas apa yang harus ananda jalankan bunda ratu?" kata Redo akhirnya membuka suara.
Duduklah kamu bersila di atas batu datar di ruangan semedi, bunda akan menyusupkan rohmu ke dalam tubuh seorang bocah kecil...bocah yang tak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya semenjak dia lahir ke dunia.
"Dia bisu, mentalnya agak terbelakang...tetapi keluarganya sangat mencintainya."
"Menyusuplah ke dalam tubuhnya, karena suatu hari kelak yundamu akan masuk ke dalam lingkungan mereka."
__ADS_1
"Lindungilah bocah malang itu dan keluarganya, sesungguhnya mereka orang-orang baik."
"Kelak kamu akan menemukan yundamu di sana, lindungilah juga dia, ya!!" Redo yang memang tak banyak bicara nengangguk lalu berdiri dan menuju ruang persemedian.
Di sana dia duduk bersila dan ratu Nilakandi berdiri di belakang putranya. Tak lama seberkas cahaya putih kebiruan keluar dari tubuh Redo. Ratu Nilakandi meniupnya menggiring roh itu menuju ketubuh yang akan dimasukinya.
Di kediaman keluarga tuan Kelvin...
Cup...cup...
Seorang baby sitter tengah kerepotan mengasuh seorang anak lelaki berusia kurang lebih satu tahun.
Bocah kecil yang tak bisa bersuara semenjak dia lahir itu menangis kencang, tanpa sepenglihatan siapapun cahaya putih kebiruan menyusup masuk ke dalam tubuhnya dari mulutnya yang terbuka. Seketika dia diam dan berhenti menangis.
"Syukurlah tuan kecil sudah tidak menangis lagi!!" kata bi Asih lega.
Tak lama dari arah luar tergopoh-gopoh masuk tuan Kelvin dan Aliandhara yang baru saja pulang paksa karena ditelepon bi Asih yang mengatakan Aliarafa menangis terus tak mau berhenti.
"Bi, bagaimana keadaan putraku?" tanya Aliandhara berjongkok sambil memeluk putranya itu.
"Sumpah sejak tadi tuan muda menangis tak berhenti sampai seluruh badannya terasa dingin karena kebanyakan menangis tuan!!" kata bi Asih.
"Syukurlah cucu kakek sekarang tidak apa-apa..." tuan Kelvin ikut berjongkok memeluk Aliarafa.
"Ada apa bi?" tanya tuan Kelvin dan Aliandhara bersamaan dan menoleh pada bi Asih.
"Tuan kecil tersenyum!!" kata bi Asih pelan.
"Apa??? putraku tersenyum?" sahut Aliandhara lalu memandang putranya yang tengah tersenyum.
Selama ini bocah kecil yang bisu itu, jangankan mengeluarkan suara untuk berkata-kata, tersenyum saja dia tidak mampu.
Aliandhara dan tuan Kelvin terkejut sekaligus senang luar biasa melihat Aliarafa kembali tersenyum walaupun dia belum mampu berbicara mengeluarkan kata-kata.
Seluruh penghuni mansion bersorak gembira. Aliapun keluar dari kamarnya mendengar kehebohan di luar ikut bahagia menyaksikan keponakan kecilnya tersenyum manis sekali sambil sesekali mengedipkan matanya sehingga bola matanya yang kebiruan berkedip-kedip seperti mata boneka.
Giginya yang belum semua tumbuh hanya ada 4 buah di atas dan di bawah gusinya semakin membuatnya bertambah lucu dan menggemaskan.
Semua memeluk Rafa dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.
"Alhamdulillah ya Allah..." ucap Aliandhara dan tuan Kelvin bersamaan.
__ADS_1
Ucapan puji dan syukur senantiasa tak pernah lepas mereka panjatkan kepada sang pencipta.
Di goa batu pualam sang ratu Nilakandi alias ratu naga Nini tampak tersenyum bahagia.
"Teruslah kamu menatap di sana Redo, sampai kelak kau dan yundamu bunda panggil kembali ke goa batu pualam!!"
Lalu asap putih kebiruan menyelimuti tubuh sang ratu dan tak lama kemudian dia sudah berubah kembali ke wujud aslinya seekor naga besar mengerikan berwarna kehijauan bermata biru dan ada mahkota kecil di kepalanya.
Lalu dia perlahan masuk ke dalam telaga di samping meja semedi dan menenggelamkan diri lagi entah sampai kapan dia akan bersemedi di sana.
***
Flashback off
****
Dan seperti yang pernah dikisahkan di bab sebelumnya bahwa Aliarafa mampu mengeluarkan suara dan mengucapkan kata mommy saat pertama dia berjumpa dengan Almira.
Berkat bersemayamnya roh Redo di dalam tubuh Rafa, maka kekuatan Levia sama sekali tak bisa menyentuh seorangpun di mansion itu kecuali Alia.
Karena Alia diculik oleh Levia pada saat sedang tidak berada di mansion. Sebenarnya Redo alias Rafa sudah mengetahui bahwa itu adalah Alia palsu, tetapi untuk mengalahkan Levia yang tangguh dia tak cukup kuat karena berada di dalam tubuh bocah sekecil Rafa. Dan tenaganya juga sudah habis terkuras untuk melindungi seluruh mansion itu.
Dan dia juga takut jika dia keluar dari tubuh Rafa terlalu lama, dia tidak bisa masuk kembali ke tubuh itu.
Levia juga menyadari Rafa bukanlah bocah lemah yang bisa dia singkirkan begitu saja, jadi mereka berdua tidak bisa saling menyerang satu dengan yang lain di mansion itu karena mansion itu sudah terlindungi oleh kekuatan Redo sehingga kekuatan hitam Levia selalu mental jika bersentuhan dengan kekuatan Redo.
"Lihatlah bocah sialan itu, Sima!!" gumam Levia pelan sambil meringis memegang lengan dan tangannya yang terkelupas.
Dia bermain di area mansion menurut mata orang biasa...tetapi mata kita melihat dia sedang memagari seluruh mansion ini dari kekuatan hitam ibundaku sehingga tidak bisa masuk kemari...sialan...sialan!!" umpat Levia geram.
Sementara dari bawah Rafa hanya tersenyum seperti mengejeknya membuat Levia bertambah geram dibuatnya.
"Awas kau bocah naga...suatu hari akan kubuat kamu menjadi ular daun biasa!!" rutuknya.
Rafa memandang Levia dari kejauhan begitu pula sebaliknya, yang satu dalam posisi menyerang dan yang satu dalam posisi bertahan dan membalikkan serangan lawannya.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Menurut Rafa alias Redo ada satu orang lagi yang memiliki kekuatan dasyat dari pecahan batu mustika naga biru itu, siapakah dia?
Ikuti terus kisah petualangan mereka dalam menghadapi ratu Hikaru dan anak buahnya😊😊🙏🙏