Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 187 Bertemu Kembali


__ADS_3

Bilygong yang berhati lembut dan welas asih segera menemukan sosok Tristan yang terkapar bersimbah darah dengan luka tembak di beberapa bagian tubuhnya terutama di belakang tengkorak kepalanya.


Bocah mafia itu tergeletak pingsan tak jauh dari mulut goa, tetapi karena dia bukan sepenuhnya manusia maka dia belum mati dan masih berusaha bertahan hidup.


Lalu Bilygong yang kala itu masih menjadi pimpinan tertinggi siluman kera pun menolong dan merawat Tristan diam-diam di istana kecil miliknya yang terletak cukup jauh dari istana utama dan hanya dijaga oleh beberapa pengawal tua dan beberapa dayang yang sudah berumur dan benar-benar merupakan orang-orang kepercayaan Bilygong.


Di sanalah Tristan dirawat dan disembuhkan dalam waktu yang cukup lama karena luka-luka Tristan bukanlah luka sembarangan jika manusia biasa yang terkena mungkin sudah lama pergi menuju akherat.


Di sana pulalah Tristan mengenal dan akrab dengan Bilygong dan pengawal serta dayang lainnya dan menganggap sudah seperti keluarganya.


Mengapa Bilygong membawa Tristan ke istana pribadinya?? karena siluman kera dan bangsa naga bermusuhan sejak sangat lama, Bilygong tau bahwa Tristan adalah bangsa naga dari tato naga biru kecil di belakang punggung mafia muda itu.


Setelah berbulan-bulan di rawat dan telah sembuh, Bilygong sendiri yang mengantar pemuda itu ke puntu perbatasan.


************


"Paman, apa kabarmu?? aku sangat merindukanmu!!" Tristan lari dan memeluk Bilygong yang kini telah tua dan tidak lagi menjadi seorang pimpinan tetapi kharisma dan wibawanya tak pernah pudar.


"Anakku!!" kata Bilygong memeluk Tristan.


"Maafkan Tristan yang telah mengambil alih kekuasaan Kebebitak, paman!!" kata Tristan.


"Kebebitak bersama separuh pengawal tingkat tinggi membagi dua kubu untuk menyerang kerajaan naga dan kerajaan bawah tanah milik Bara Seta."


"Maka ratu Nilakandi mengutusku dan Almira untuk menyusup kemari mencari mahkota dan batu merah delima itu agar bisa meruntuhkan kekuasaan zalim Kebebitak tanpa harus mengorbankan banyak nyawa yang tidak berdosa."


"Tristan tadi sudah berunding dengan beberapa sesepuh yang menginginkan paman untuk kembali naik tahta dan menjadi pimpinan kembali agar negeri terlepas dari perang yang berkepanjangan karena kami semua tau bahwa paman adalah seorang pimpinan yang sangat bijaksana dan berhati lembut."


"Oh iya, kenalkan paman...ini putri pertama ratu Nilakandi!!" kata Tristan memperkenalkan Almira padanya.


"Inikah putri Nilakandi yang sanggup meruntuhkan hati pria manapun termasuk hati putraku??" kata Bilygong lalu melirik pada Xavana yang masih lekat menatap gadis pujaannya itu.


Bilygong memandang sekeliling melihat rakyatnya tampak sangat bersuka cita, jauh berbeda dengan saat Kebebitak naik sebagai pimpinan seolah rakyat sudah sangat jauh dari rajanya karena takut bukan karena segan.


"Ayo kita masuk dan mencicipi hidangan di dalam paman!!" kata Tristan sambil menggandeng tangan Bilygong seperti menggandeng tangan ayahnya sendiri.


Mereka semua berkumpul di meja panjang kebetulan Almira duduk bersebelahan dengan Xavier dan kakek Kojiro.

__ADS_1


"Bang...kok abang dan ayah bisa ikut rombongan kecil itu datang kemari??" bisik Almira pada mantan suaminya itu.


"Abang mengkhawatirkanmu karena kamu sudah berbulan-bulan tidak pulang kepeternakan, ibu Serafin yang memberi tahu, makanya abang khawatir dan memutuskan bersama ayah meninggalkan rumah pantai untuk mencarimu!!" bisik balik Xavier.


"Untuk apa abang mengkhawatirkan Mira??" tanya Almira.


"Karena kamu adalah ibu si kembar dan yang paling utama karena abang masih cinta sama kamu!!" kembali Xavier berbisik.


Xavana dan Tristan tampak melotot menatap mantan suami istri yang saling berbisik-bisik itu.


"Ssttt...berhentilah kalian berdua saling berbisik-bisik!!" sentak kakek Kojiro tetapi juga sambil berbisik kepada mereka berdua.


Kita kembali dulu keawal setelah Tristan dan Almira berhasil mengambil batu merah delima dan mahkota kerajaan yang menjadi simbol kepemimpinan kerajaan siluman kera itu....


****Flashback on****


Tristan, apa rencanamu selanjutnya?? kita tak mungkin membunuh prajurit yang tidak berdosa ini apalagi separuh dari mereka sudah berusia lanjut!!" kata Almira.


"Kita pergi ke istana kecil di sebelah timur istana, kita jumpai paman Alnan di sana!!" kata Tristan.


"Kok kamu tau ada istana kecil di sebelah timur istana ini??" tanya Almira.


"Siapa Bilygong itu?? kok kamu seperti sangat mengenalnya??" bukan Almira namanya kalau tidak bertanya soal masalah yang mengganggunya hingga sampai keakar-akarnya bahkan sampai dia capek sendiri untuk bertanya.


"Cerewetnya tuan putriku ini?? ngga lama kucium juga bibir cherymu itu!!" goda Tristan.


"Nih...."


Almira mengacungkan genggaman tangannya ke arah Tristan dan membuat pemuda tampan itu tertawa melihatnya.


"Masih galak aja sama seperti dulu, kirain sudah punya buntut berhenti galaknya!!" celoteh Tristan yang membuat Almira makin mendelik matanya.


Lalu mereka berdua memacu kuda tunggangan mereka menuju kearah timur.


Kedatangan Tristan dan Almira disambut oleh pengawal pintu gerbang yang telah berumur.


"Nak Tristan??" rupanya mereka masih mengenali Tristan orang yang pernah ditolong oleh junjungannya dulu.

__ADS_1


"Paman pengawal, apakah paman Bilygong ada di istana??" tanya Tristan sopan.


"Tuan besar jarang pulang kemari, juga jarang ada di istana utama, beliau sering menghabiskan waktunya di dunia luar sana!!" kata pengawal tua itu.


Bersamaan dengan itu keluarlah seorang yang sudah sangat tua berambut dan berjenggot putih menghampiri mereka.


"Ada apa ini??" tanya orang tua itu tapi masih sangat berwibawa.


"Paman Alnan?" seru Tristan berlari dan memeluk orang tua itu.


"Tristan?? kamukah ini??" tanyanya tak percaya.


"Iya paman Alnan, ini Tristan!!" kata Tristan.


"Kamu sungguh berbeda sekali dari masa sepuluh tahun yang lalu!!" kata paman Alnan tertawa mengekeh sambil mengelus rambut pemuda yang kini jauh lebih tinggi darinya itu.


"Masuklah Tristan, ajak istri cantikmu itu ke dalam!!" kata paman Alnan lalu mendahului mereka berdua.


Almira tampak mencibir sementara Tristan hanya tersenyum kecil menanggapinya.


Paman Alnan mempersilakan mereka duduk dilantai marmer yang dilapisi karpet beludru berwarna hijau lumut yang sangat lembut.


"Duduklah sementara menunggu bibi Tirin dan bibi Taran menyiapkan makanan untuk kalian!!" kata paman Alnan.


Bibi Tirin dan Taran adalah adik kembar dari Alnan. Mereka bertiga mengabdi pada Bilygong sudah sangat lama sekali.


Pada saat raja pertama ayah Bilygong masih menjadi raja mereka bertiga sudah mengabdi hingga Bilygong juga sudah setua ini.


"Paman, ada yang ingin Tristan sampaikan kepada paman Bilygong tetapi karena paman Bilygong tak ada di tempat, sebaiknya Tristan menyampaikannya kepada paman Alnan saja." Kata Tristan menarik napasnya dulu sebelum melanjutkan pembicaraannya.


*


*


***Bersambung....


Bagaimana tanggapan Alnan selanjutnya??

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutan kisah mereka ya reader dan jangan luoa dukungannya.


__ADS_2