Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 75 Kesal


__ADS_3

"Keterlaluan kamu Amunah...tak ada seorang wanitapun berani menolakku apalagi hanya gadis ingusan sepertimu!!"


Mira hanya tersenyum dingin lalu diapun berkata," sudah tau aku hanya gadis ingusan mengapa kamu suka padaku? tidak semua wanita akan tertarik pada pesonamu, contohnya aku...aku tak tertarik sama sekali dengan pesonamu, bahkan kekayaanmu tuan Xavana Anderson!!"


"Ayo Cowi...capek aku mendengarkan celoteh tuan pemarah ini!!"


Almira menarik tangan Matsuyama berlalu meninggalkan Xavana yang merah padam wajahnya.


"Om...om...tadi benar pacarmu, Mira? kayaknya dia posesive banget, ngga tahan kalau aku pacaran dengan orang seperti itu."


"Pacar??? yang bener aja Cowi!! masa aku pacaran sama om...om...?? dia aja yang kege'eran dan kebaperan!!" sahut Almira dengan wajah kesal.


"Kita jadi nonton dan makan bakso kan?" tanya Matsuyama.


"Ya jadilah, rugi kalau ngga mau...gratis kok ngga mau!!" sahut Almira sambil menarik tangan Matsuyama.


Sementara Xavana memandang dengan geram sebelum kembali kemobilnya.


"Aku? seorang Xavana Anderson ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis ingusan? ngga ada sejarahnya aku ditolak seperti ini, awas kamu Amunah...jangan panggil aku Xavana jika aku tak bisa menaklukan hanya seorang gadis ingusan sepertimu.


Matsuyama dan Almira berlari menuju bioskop setelah lebih dahulu membeli camilan untuk mereka.


"Kita mau nonton apa Chucky? film hantukah? pembunuhankah? actionkah? atau romantiskah?" tanya Matsuyama pada Almira.


"Film itu beranak dalam baskom, kamu sudah pernah nontonkah? atau itu hidup segan mati tak mau?" tanya Almira.


"Kok dari judulnya aja sudah lain-lain perasaanku ya?" jawab Matsuyama.


"Kalau itu? Sipicak dari gua hihi?" tanya Almira.


"Ahhh itu saja Cowi...pendekar mata rabun...sepertinya bagus tuh!!" kata Almira.


"Aishhh terserah kamu sajalah, aku ikut saja...asal jangan film hantu aja...aku takut!!" gumam Matsuyama pelan.


"Mommy...."


Aku dan Matsuyama serentak menoleh saat seseorang memanggil mommy.


"Rafa??? Rafa sayang!!" kataku sambil mengembangkan tanganku untuk menyambut seorang bocah lelaki yang berlari cepat kearahku.


"Awas Rafa!!" teriakku kaget saat tiba-tiba ada motor melintas di depan Rafa.


Dengan cepat aku lari memeluk Rafa...kami berdua jatuh di jalanan beraspal.


Rafa menangis karena kaget dan takut, sementara siku dan telapak tanganku lecet berdarah terasah di aspal.


Aliandhara dan Matsuyama lari bersamaan menyongsongku. Aliandhara kalah cepat karena Matsuyama tiba lebih dulu.


"Chucky...kamu tidak apa-apa?" tanya Matsuyama sambil membantuku untuk duduk.

__ADS_1


"Ngga apa-apa Cowi...hanya tangan dan siku aku yang lecet berdarah." Aku sedikit mendesis menahan perih.


"Mommy, Rafa...kalian tidak apa-apa kan?" tanya Aliandhara berlari kearah kami yang jatuh.


"Aku tidak apa-apa tuan, Rafa juga sepertinya tidak apa-apa!!" kataku.


Aliandhara membantu mengangkat Rafa dari pangkuan Almira. Mereka berdua saling berpandangan. Aliandhara menatap Almira penuh kerinduan. Hatinya tak bisa dia pungkiri bahwa setiap saat dia selalu merindukan gadis romboy itu.


Tetapi...


"Sayang...apakah Rafa tidak apa-apa??" Valeria datang dengan tergesa-gesa menghampiri Aliandhara dan Almira.


"Kamu lagi pelakor kecil..."


Plakkkk...plakkkk


"Wanita gila..." teriak Matsuyama sangat marah melihat Valeria menampar pipi Almira yang sedang terduduk memangku Rafa.


Dengan cepat dia mendorong tubuh Valeria hingga Valeriapun jatuh terduduk di tanah.


"Kurang ajar kamu!!" teriak Valeria sangat marah.


"Kamu buta ya...kalau tidak ada sahabatku yang sangat cantik ini tadi yang menolong, tentu anak itu sudah pergi kealam baka!!" teriak Matsuyama tak kalah marahnya melotot menatap Valeria.


"Keterlaluan kamu Valeria..." bentak Aliandhara!!


"Bukannya kamu mengucapkan terima kasih


"Lagi pula kamu tadi kemana sampai tidak tau kalau Rafa lolos dari pandanganmu, dasar kamu ini ibu yang tak tau diri!!" Aliandhara tampak merah padam wajahnya menahan marah dan malu.


"Ayo Chucky kita tinggalkan saja orang-orang aneh ini, kita obati dulu lukamu baru kita masuk kedalam teater mumpung filmnya belum mulai."


Matsuyama membantu Almira berdiri lalu menggandengnya menjauhi manusia-manusia aneh menurut Matsuyama dengan diiringi tatapan yang tak terbaca dari Aliandhara.


Setelah Almira dan Matsuyama menjauh, Aliandharapun bergegas menggendong Rafa dan meninggalkan Valeria sendiri.


"Sayang...tunggu aku!!" teriak Valeria.


Hati Aliandhara sakit, kesal campur aduk menjadi satu. Jengkel pada Valeria dan kesal pada dirinya sendiri karena tak bisa membela gadis yang dia dan Rafa cintai saat ditampar oleh Valeria.


Sementara itu...


Setelah menjauh dari orang-orang, Matsuyama membawa Almira duduk sambil memeriksa luka dan lecet di tangan Almira.


Plak...


Aduh...


"Gila kamu Cowi...mengapa lukaku malah kamu pukul begitu?" teriak Almira kesal.

__ADS_1


"Sudah kamu ngga usah pura-pura lagi, ayo cepat kamu sembuhkan lukamu itu...kamu pikir aku tak tau jika kamu bisa menggunakan cincin sakti dari kak Hiro untuk menyembuhkan setiap lukamu?" kata Matsuyama greget melihat Almira.


Almira terkekeh...


"Sebenarnya tanpa bantuan cincin yang ada di jariku aku juga bisa menyembuhkan lukaku ini!!"


Almira tampak memejamkan matanya, lalu telapak tangannya memancarkan semacam sinar setipis kabut berwarna kebiruan lalu dia mengusap luka di siku dan telapak tangannya.


Ckckck


Maysuyama menggelengkan kepalanya. Dalam hatinya dia sangat kagum pada kehebatan gadis muda yang ada di hadapannya itu.


Plak...


Lagi-lagi Matsuyama menepuk bahu Almira.


"Kalau bisa menyembuhkan lukamu sendiri, untuk apa juga kamu tadi berakting sakit segala? agar dikasihani lelaki tampan beranak satu tadi kah?" kata Matsuyama.


"Sembarangan aja, untuk apa juga aku cari perhatian pada suami orang?" Almira cemberut jika mengingat tadi dia dikatakan pelakor kecil oleh Valeria bahkan bukannya mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan putranya, malah Almira diberi hadiah tamparan di pipi kiri dan kanannya.


"Makanya jangan suka sama sugar daddy coba sukanya sama sugar boy kayak aku maka dijamin tak ada sedikitpun permasalahanmu..." kata Matsuyama cengengesan.


"Ahh tau ah...kita masuk aja yuk!! tuh teater satu sudah dibuka!!" tunjukku lalu menarik tangan Matsuyama.


"Daddy??? mana mommy?? mommy tak ikut kita pulang ke mansion??" tanya Rafa di dalam mobil.


"Mommy yang mana maksud Rafa?? mommy mira atau mommy Valeria?" tanya Aliandhara.


"No mommy Valeria daddy...tapi mommy Mira!!" sahut Rafa sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya.


"Memang Rafa putranya mommy siapa?" tanya Aliandhara sambil mengacak gemas rambut putranya.


"Putra mommy Mira..." jawab Rafa mantap dan tanpa ragu-ragu.


"Nanti kita jemput mommy Mira lagi ya, sekarang kita pulang dulu...daddy masih kesal dengan mommy Valeria!!" lalu Aliandhara melajukan mobilnya pulang menuju mansion.


Tak jauh dari gedung bioskop...


"Gila anda nona??? Rafa itukan keponakan anda? mengapa mau dicelakakan?" tanya Sima pada Levia.


"Eits...Rafa keponakan Alia bukan keponakan Levia, ingat itu Sima!!" kata Alia palsu.


*


*


***Bersambung...


Ternyata oh ternyata itu semua ulah Alia palsu...tampaknya Aliandhara harus lebih menjaga putranya itu agar tak dicelakai oleh Levia.

__ADS_1


Mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya😊😊 terima kasih🙏🙏🙏


__ADS_2