Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Part 168 Kecewa


__ADS_3

Apakah abang kenal seorang wanita yang bernama Ichika??" tanya Almira dengan pandangan mata menyelidik pada suaminya.


"Ya abang ngga kenal lah dek!! liat orangnya aja ngga, bagaimana abang bisa mengenalnya??" kata Matsuyama.


Akhirnya mereka makan dalam diam.


"Bang, kira-kira berapa lama lagi kita baru akan tiba di peternakan??


Nanti malam atau paling lama besok pagi," jawab Matsuyama menjawab pertanyaan istrinya.


"Mommy, sepertinya akan turun hujan??" kata Revita sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


"Iya mommy mau udan...." balas Xander.


"Ihhh...anak daddy lucu amat!!" kata Matsuyama sambil mencubit pipi Xander dengan gemas.


"Ayo cepat sayang, sepertinya memang akan turun hujan badai sore ini!!" kata Matsuyama pada istrinya.


Mereka dengan cepat masuk kedalam mobil. Tapi petir sudah sambar menyambar, angin kencang berhembus.


"Bang, bagaimana ini?? apakah kita akan tetap nekad menerobos hujan??" kata Mira sambil melihat pemandangan diluar yang mulai tertutup kabut.


"Itu sudah yang abang takutkan, jika kita terus paksakan untuk berkendara, takutnya terjadi apa-apa di perjalanan." Kata Matsuyama.


Almira menatap ketiga buah hatinya di jok belakang. Tampak Xander sedang duduk terkantuk-kantuk kekenyangan sementara Revita sedang bermain dengan Miranda.


JEDARRR...


Suara petir seperti suara bom meledak di atas mobil mereka.


OEK...OEK...OEK


Miranda yang kaget menangis sangat keras.


"Cup...cup...Miranda jangan nangis ya...ada kakak yang menjaga kok!!" kata Revita berusaha mendiamkan adiknya.


Tok...tok...tok


Tiba-tiba dari arah luar kaca jendela diketuk oleh seseorang.


"Maaf tuan, bisakah kami menumpang berteduh?? pacar saya sedang hamil dan dia sangat kedinginan sekarang, kami tak menemukan tempat berteduh lain di sini, bisakah kami menumpang berteduh di mobil tuan sampai hujan mereda??" tanya seorang pria muda bermantel plastik juga pasangannya yang wajahnya tidak kelihatan karena tertutup derasnya air hujan.


Matsuyama segera menoleh pada Almira meminta persetujuan dulu dari istrinya.


Almira mengintip sesaat keluar. Tampak sepasang muda mudi tengah menggigil kedinginan. Mantel plastik yang mereka pakai hanya bisa menahan air hujan agar tubuh mereka tidak basah, tetapi tidak mampu menahan dinginnya udara.


Almira menoleh lagi pada Matsuyama dan menganggukan kepala.


"Revita...Xander....kalian bawa keranjang bayi Miranda pindah ke jok belakang ya, nak...ada dua orang yang ingin numpang berteduh di mobil kita.!!" kata Matsuyama kepada ketiga anaknya.


Dengan segera dua balita cerdas itu pindah duduk kebelakang membawa adiknya, Miranda.


Setelah melihat jok tengah sudah kosong barulah Almira mempersilakan keduanya untuk masuk kedalam mobil.


"Ayo dinda...kita numpang istirahat dulu sampai hujan mereda!!" ajak lelaki muda itu merangkul kekasihnya yang sudah sangat kedinginan untuk masuk kedalam mobil Matsuyama.


Si pria melepas dulu mantel plastiknya lalu masuk terlebih dulu kemudian si wanita melepas juga lalu masuk belakangan.


DEG....


Saat dua pasang mata beradu mereka jadi berdebar dan saling diam sepersekian detik.

__ADS_1


Yah...dua pasang muda mudi itu adalah Bonita dan Rangga yang terjebak badai saat akan menuju peternakan Matsuyama, tak disangka mereka malah bertemu di sini.


Matsuyama berdebar saat mendengar bahwa Bonita hamil, bukan karena lelaki itu mengakui Bonita sebagai kekasihnya...Matsuyama takut itu adalah benih yang pernah mereka tanam di malam penuh petaka itu.


Sementara Bonita berdebar, jujur dia memang masih merindukan suaminya itu tetapi dia juga menyadari sekarang dia sedang mengandung darah dagingnya Rangga dan dia lega bisa bertemu di sini dengan suaminya walaupun hanya secara kebetulan jadi dia tidak usah jauh-jauh untuk pergi kepeternakan hanya untuk mendengar kata Matsuyama akan bercerai dari dia.


Bonita melirik pada wanita yang duduk di samping Matsuyama. Hatinya membatin perih...


"Pantas dia tidak tertarik untuk bersamaku sementara istrinya saja sangat cantik sekali!!"


Mungkin Rangga tidak terlalu memperhatikan perubahan di wajah Matsuyama dan Bonita, tetapi sebagai seorang istri, Almira paham betul bahwa ada sesuatu antara suaminya dengan wanita yang menumpang berteduh di mobil mereka.


"Matsuyama....!!" desisnya.


Lama di dalam mobil itu mereka terdiam tanpa ada yang bicara. Akhirnya Matsuyama memutuskan untuk memulai pembicaraan, dia sudah pasrah jika nanti Almira akan sangat membencinya, dia ingin tau yang dikandung Bonita itu anak siapa.


"Ehem...apa kabarmu Bonita??" tanya Matsuyama.


Serentak Almira dan Rangga menatap Matsuyama.


"Abang mengenal gadis yang ada di belakang kita??" tanya Almira.


Begitupun Rangga berpaling kepada pacarnya untuk menanyakan hal yang sama.


"Dia...dia Bonita, putri paman Bara Seta!!" kata Matsuyama berkata seperti tercekat di tenggorokan.


Berbeda dengan Almira yang memang belum mengetahui fakta bahwa suaminya telah menikah lagi selama hilang berbulan-bulan, lain halnya dengan Rangga yang sudah bisa membaca dan menebak bahwa laki-laki yang ada di depannya itulah laki-laki yang sedang mereka cari selama ini!!"


"Kebetulan kita bertemu di sini, Matsuyama...jadi kami berdua tidak perlu repot-repot untuk menemuimu di peternakan!!" jelas Bonita.


Perasaan Almira semakin tidak enak, pandangan matanya tak lepas menatap Bonita dan Matsuyama bergantian.


"Ada apa ini??? adakah sesuatu yang telah terjadi yang tidak aku ketahui??" desis Almira dengan suara bergetar.


Akhirnya Bonita menceritakan awal pertemuannya dengan Matsuyama hingga ketertarikannya dan mulailah tumbuh benih-benih cinta di hatinya untuk Matsuyama sehingga dia nekad melakukan perbuatan terlarang itu pada Matsuyama. Dan tak lupa juga dia menceritakan tentang pernikahannya pada Matsuyama.


"Tetapi kamu tidak usah khawatir, aku datang kemari bukan untuk mengambil suamimu tetapi aku ingin meminta dia menceraikanku agar aku bisa menikah dengan kekasih yang sebenar-benarnya aku cintai!!" jawab Bonita sambil menggenggam erat tangat kekasih, Rangga.


Tetapi mereka tercengang saat mendengar Almira membuka suaranya.


"Kamu yakin anak itu adalah anak Rangga dan bukan anak suamiku, Matsuyama??" tekan Almira


"Tentu bukan sayang!!" Matsuyama cepat menjawab, tadi Bonita sudah menjelaskan setelah kejadian malam itu walaupun kami berdua sudah menikah, tetapi besoknya abang sudah kembali pulang kepeternakan." kata Matsuyama.


"Dan aku sudah sekali datang bulan setelah berhubungan malam itu." kata Bonita.


"Makanya aku tau, dan menganggap ini adalah bukan anak dari Matsuyama melainkan anak dari Rangga!! Jelas Bonita.


Almira belum mengatakan apapun, dia masih bungkam diam dan belun mengatakan perkataan apapun.


Diamnya Almira malah membuat Matsuyama merasa ketakutan.


Setelah hujan reda Bonita dan Rangga langsung pamit untuk langsung kembali kepeternakan.


Setelah sebelumnya Matsuyama mengatakan jika dia telah menceraikan Bonita karena pernikahan mereka itu adalah kesalahan dan Matsuyama berpesan pada Rangga untuk selalu menjaga Bonita.


Dan matsuyama serta Almira beserta anak-anaknya kembali pulang kepeternakan.


"Maafkan aku dek!!" kata Matsuyama dengan wajah yang sudah sangat kecut ketakutan.


Terus terang diamnya Almira sejak tadi sangat memicu ketakutannya.

__ADS_1


Tidak usah membahas itu disini!!" suara Almira berat seperti tengah menahan suatu ganjalan di hatinya.


Mereka kembali diam. Sesekali Matsuyama terus memandang kearah istrinya yang masih dalam mode diam.


"Dek, tolong katakanlah sesuatu...jangan diamkan abang seperti sekarang ini." Rengek Matsuyama.


"Anak-anak...apakah kalian masih kuat jika kita melanjutkan perjalanan atau kita mau beristirahat malam ini??" tanya Almira pada anak-anak tanpa mempedulikan Matsuyama.


"Kita terserah mommy saja...!" kata Revita.


"Ya sudah malam ini kita bermalam saja di sini, kasihan kalian semua apalagi adik Miranda masih kecil seperti itu.


"Aku mau pindah kebelakang tidur sama anak-anak!!" kata Almira masih menahan marah dan kesal d hatinya.


"Dek...!!" hanya itu yang bisa Matsuyama katakan.


Lidahnya terasa berat dan kaku, memang ini semua adalah kesalahannya.


"Berat bagi Almira untuk menerima kesalahan Matsuyama dan memaafkannya.


Karena dia pernah mengalami hal serupa saat bersama Xavier dulu dan kini hal itu terulang lagi saat dia bersama Matsuyama.


"Sebenarnya aku salah apasih??? Sampai-sampai mereka semua ingin menyakitiku dan rasanya sakit sekali jika sekeping hati yang telah kita titipkan untuk di jaga akhirnya diambil oleh hati yang lain dan ujung-ujungnya luka itu terbuka kembali."


Almira menggigit bibir bawahnya sampai berdarah untuk mengurangi perih di hatinya.


Melihat istrinya seperti itu Matsuyama hanya bisa meringis sedih, dia ingat sejuta janji yang telah dia ucapkan dulu sebelum menikahi Almira, salah satunya untuk tidak mengulangi perbuatan yang telah dilakukan oleh Xavier pada Almira, tetapi kenyataannya??" dia sama saja seperti Xavier.


*******


Sepanjang perjalanan pulang Ranggapun diam.


Bonita mengerti bagaimana posisi Rangga. Pasti sulit baginya saat tadi dia melihat Bonita bertatapan mesra dengan Matsuyama sama seperti Almira yang merasakan hatinya mencelos dan perih.


"Kanda...."


Bonita meraih tangan Rangga dan menggenggamnya erat.


"Sekarang sudah tidak ada lagi penghalang buat kita untuk menikah karena Matsuyama telah menceraikan aku, berarti aku sudah bukan istri Matsuyama lagi!!" bisik Bonita ketelinga Rangga.


"Aku hanya kasihan pada wanita cantik itu!!" kata Rangga perlahan.


"Betapa dia sangat terpukul mendengar bahwa suaminya telah menikah lagi....tak ada seorangpun yang bisa sepenuhnya menerima dan memaafkan atas perbuatan yang telah kita lakukan."


"Aku melihat luka dan kesedihan juga trauma di matanya...makanya aku tadi cepat-cepat mengajak dinda pergi dari sana agar tidak membuat hatiya makin terluka." Gumam Matsuyama.


Bonita terdiam. Dia tau akibat kesalahannya membuat banyak orang terluka dan kecewa terutama keluarga Matsuyama.


"Semoga kalian berdua akan baik-baik saja...sekali lagi maafkan atas kesalahanku, karena egoku maka kalian menderita." ucap Bonita.


Dia tadi melihat Almira yang tak mengucapkan sepatah kata apapun. Jelas terlukis kekecewaan di wajah wanita cantik itu walaupun dia hanya berusaha untuk diam saja.


"Apakah kanda juga kecewa??" tanya Bonita menyenggol pinggang Rangga.


"Aku tidak terlalu kecewa untuk saat ini tetapi jika suatu hari kelak dinda mengecewakanku seperti itu maka aku tidak akan memberi pengampunan apapun untuk dinda." Celetuk Rangga.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Berpura-pura terlihat baik-baik saja dihadapan orang lain padahal hati teramat sakit???


Ikuti terus perjalanan kisah Almira, beri dukungan, like, komen. vote, favorit dan rate nya. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2