Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 191 Kepergian Xavier


__ADS_3

Mereka semua mundur menerima amukan pukulan Almira.


"Abang!!!"


Almira lari memeluk Xavier.


"Bertahan bang, demi anak-anak kita!!" isak Almira pada Xavier.


"Bertahan bang...aku akan mencari penawar racun ini untukmu walau keujung dunia sekalipun!!" ucap Almira.


Xavier batuk-batuk dan mengeluarkan darah segar kehitaman.


"Dek, ngga usah repot-repot...abang ngga apa-apa kok...kamu di sini aja temani abang ya!!" Xavier tersenyum menatap wajah mantan istri yang masih sangat dia cintai itu.


"Jika abang harus mati, abang ikhlas dek...yang penting abang bisa menyelamatkanmu!!"


Uhuk...uhuk...uhuk


Kembali Xavier batuk-batuk darah. Almira tau orang yang pernah dia cintai, ayah dari dua anak kembarnya itu terluka dalam sangat parah karena telah menolong menyelamatkannya, berkali-kali dia menyalurkan hawa murninya tetapi ada tenaga yang menolak yang datang dari dalam tubuh Xavier sementara kakek Kojiro masuk ke arena pertarungan kembali.


Sementara itu....


KROMPYANG...BRAK....


Gelas dan piring yang akan dicuci oleh Serafin mendadak pecah semuanya.


"Xavier Giovanno putraku!!" desis Serafin.


Walaupun Giovanno bukan anak kandungnya, bukan darah dagingnya tetapi Serafin dan Giandra sangat menyayangi Giovanno.


Jadi tentu ikatan batin antara ibu dan anak itu ada.


"Ada apa Sera??" tanya Giandra suaminya.


"Entahlah yah...tiba-tiba ibu teringat dengan Giovanno...ibu sangat merindukannya." Kata istrinya itu.


"Sepertinya telah terjadi sesuatu pada anak kita itu!!" desis Serafin.


"Sejak kemarin perasaan ibu ngga enak terus, ibu selalu bermimpi Xavier datang dan berpamitan dengan ibu, yah!!" jelas Serafin.


"Jangan berpikiran buruk dulu bu, kita berdoa saja agar anak-anak, cucu dan menantu kita semuanya selamat...ayah tau ibu kecewa mendapati Xavier bukanlah lagi berstatus sebagai menantu kita tetapi dia tetap masih putra kita yang kita rawat sejak kecil kan??" Giandra berusaha menenangkan istrinya.


"Jika tidak ingat bahwa Miranda masih terlalu kecil, ibu pasti sudah pergi mencari anak-anak kita, yah...ibu kangen." Kata Serafin.

__ADS_1


Sementara di mansion utama tuan Kelvin...


"Xander...kenapa kamu dan Revita menangis??" tanya Rafa.


"Ayah kak...kami merasa telah terjadi sesuatu pada ayah kami!!" ucap si kembar Xander dan Revita anak dari Almira dan Xavier.


Akhirnya Revita menghentikan tangisnya. Dengan ditemani Rafa dan Xander dia mulai duduk bersila di ruangan itu.


Tampak tubuh bocah sakti asuhan ratu Nilakandi neneknya itu bergetar hebat.


Sepertinya dari alam bawah sadarnya dia berusaha mencari keberadaan ayah dan mommynya.


Tiba-tiba Revita berhenti lalu membuka matanya dan mulai menangis lagi. Melihat kembarannya menangis, Xander pun juga ikutan menangis.


"Kok kalian berdua menangis lagi sih?? padahal tadi sudah diam!!" kata Rafa jadi bingung.


"Ayah kami kak, Revita melihat dari alam bawah sadar Revita jika ayah terluka parah sedang ditunggu oleh mommy, Revita mencoba menyalurkan kekuatan Revita dari sini, tetapi seperti ada kekuatan lain yang berasal dari dalam tubuh ayah yang menolak masuknya energi positif dariku!!" jelas Revita.


Wajah Rafa juga jadi nampak khawatir, dia juga takut terjadi sesuatu pada Xavier. Walaupun dulu dia sempat membenci Xavier karena mommynya lebih memilih menikah dengan Xavier ketimbang dengan daddynya Aliandhara. Juga dia sempat sangat membenci Xavier karena pernah meninggalkan mommy kesayangannya Almira yang membuat dirinya dan Almira harus hidup berpetualang berdua dengan membawa perut buncitnya karena mengandung Xander dan Revita sebelum mereka bertemu dengan.Matsuyama kembali. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Rafa perlahan mulai bisa menerima dan memaafkan perbuatan Xavier melihat kecintaan Xavier pada dua sepupu kembarnya itu.


"Revita akan mencoba menghubungi nenek, mau minta nenek untuk ikut menolong ayah!!" sahut Revita lalu duduk bersila kembali di lantai.


Kita tinggalkan dulu ketiga bocah itu, kita kembali lagi melihat keadaan pertempuran di istana Kebebitak...


Hingga jurus yang ke dua ratus, Bilygong sempat memukul ketitik syaraf kelemahan Kebebitak membuat raja siluman kera itu terhuyung oleng kekiri.


Belum sempat dia memantapkan kedua kakinya, sudah datang kembali serangan dari Tristan dari arah kanan dan telah mengenai tulang bahunya yang membuat retak tulang bahunya.


Sebenarnya sama dengan Bilyging, Tristanpun sebenarnya tidak sepenuh hati memukul Kebebitak hanya sekedar untuk menyadarkan perbuatannya saja yang salah selama ini.


AARRGGHHH...


"Sialan kalian semua!!" teriak Kebebitak sambil menahan sakit yang luar biasa di bahu kanannya.


Dia berdiri sambil terbungkuk-bungkuk.


"Cepat ringkus Kebebitak, paman...jika pimpinannya sudah bisa dikalahkan, tentu para bawahannya juga akan bertekuk lutut." Kata Tristan.


Bilygong menerima saran dari Tristan, dengan cepat menotok titik-titik kelemahan Kebebitak membuat pimpinan siluman kera itu luruh ketanah tak berdaya tetapi mulutnya masih mampu berteriak mencaci maki.


Melihat pimpinannya sudah bertekuk lutut, para prajuritnya memilih menyerah kecuali perkelahian Kojiro dengan senopati yang kunai beracunnya menancap di bahu Xavier.


Tampaknya kakek Kojiro tidak terima melihat keadaan Xavier seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Menyerahlah tua bangka kamu mau keadaanmu kubuat sama persis seperti putramu itu??" kekeh sang senopati dengan angkuhnya.


"Oh ya?? coba kamu buktikan bicara besarmu itu monyet jaha*nam?? kamu hanya seekor monyet dan aku manusia, mau kamu jungkir balikan keadaan juga tidak akan pernah merubah statusmu yang berekor itu menjadi manusia, jangan mimpi di siang bolong kamu, nyet!!"


Kamu jangan bangga karena telah berhasil melukai Xavier, jika tadi kamu tidak berbuat curang telah membokongnya, jangankan melukainya menyentuh kulitnya pun kamu tidak bisa!! dasar monyet...dasar monyet!!" ejek kakek Kojiro.


"Tua bangka Jaha*nam...." maki senopati itu dengan marahnya.


Kakek Kojiro yang sifat aslinya sama seperti almarhum kakek Dahlan dulu yang pintar membangkitkan kemarahan seseorang, mampu membuat orang terpancing emosi.


Dia menyerang kakek Kojiro membabi buta tanpa jurus-jurus yang terarah lagi dan tanpa dia sadari kapan, tau-tau kunai yang menjadi senjata rahasianya sudah berpindah tangan kepada orang tua itu.


Di jurus ke lima puluh kakek Kojiro berhasil menusukan kunai itu kembali pada tuan pemiliknya tepat di bahu sama persis seperti luka Xavier.


"Ini kunai bututmu ku kembalikan lagi di bahumu!!" kata Kojiro sambil menyeringai.


Senopati itu tampak menggelinjang sesaat sebelum akhirnya meregang nyawa terkena senjatanya sendiri.


Kakek Kojiro tersenyum puas melihat orang yang berhasil melukai putra kesayangannya akhirnya kelojotan tewas di tangannya.


"Abangggg!!!"


Tiba-tiba terdengar pekikan Almira yang menyayat hati.


Semua orang di situ seolah tersadar bahwa Xavier sedang terluka parah dan sedang di tangisi Almira.


Mendengar jeritan Almira mereka langsung mendatangi Almira sementara mereka yang sudah menyerah berhasil dikumpulkan menjadi satu.


Almira memeluk erat tubuh Xavier yang sudah terkulai tak bernyawa karena racun jahat itu sudah merangsak masuk ke jantungnya dan menghancurkan seluruh sendi dan jaringan-jaringan di tubuh Xavier.


"Jangan tinggalkan Mira bang...mana janji abang dulu untuk tetap merawat anak-anak walaupun kita sudah tidak lagi bersama??"


Hanya terdengar suara tangisan Almira yang memilukan seolah semua yang ada di situ tak percaya bahwa Xavier kini telah tiada, sampai kemudian Xavana dan kakek Kojiro berlari bersamaan menubruk jasad Xavier.


*


*


****Bersambung....


Xavier berhasil membuktikan rasa cintanya yang begitu besar kepada Almira dengan tidak menerima wanita manapun lagi pasca perceraian mereka😥😥


Lanjut ke episode berikutnya ya reader detik-detik berakhirnya kisah Mr. Playboy Vs Mrs. Dingin🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2