Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 41 Valeriandhara


__ADS_3

Aliandhara membawa Valeria menemui pamannya yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri untuk meminta restu menikahi Valeria.


"Apakah tekadmu sudah bulat untuk menikahi Valeria, Aliandhara?" Tanya tuan Kelvin saat itu sambil berusaha mendiamkan Alia yang sedang rewel karena sakit gigi.


"Sudah ayah, walaupun usia Valeria empat di atas Ali...tapi sepertinya tak masalah ayah!!"


****


Flashback


****


Aliandhara salah satu di antara tiga cowok tertampan dan terkaya di kampus itu. Di seluruh kampus siapa yang tak mengenal dia!!


Dari semester satu hingga sekarang di semester tujuh, dia tetap jadi yang terfavorit buat mahasiswi lama ataupun yang mahasiswi baru.


Di samping itu juga dia terkenal ramah dan tidak sombong. Itu menjadi point plus untuknya di bandingkan dua temannya yang lain.


Pernah suatu kali kedua temannya menyarankan untuk bersombong diri karena mereka tampan dan kaya. Tapi jawaban Aliandhara sungguh luar biasa.


"Yang kaya itu ayah gue dan bukan gue!! Wajah tampan itu adalah anugerah terindah dari yang Kuasa untuk disyukuri, bukan untuk di agungkan dan di sombongkan."


Kontan saja jawaban Aliandhara mampu membuat kedua temannya menjadi tertampar.


"Al, kamu sudah tau belum?" Tanya Akmal sahabatnya.


"Belum!! Kan kamu belum kasih tau aku!!" Jawab Ali.


"Di kampus kita akan ada mahasiswi pindahan, dan akan berkuliah di fakuktas ekonomi...ya di kelas kita!!"


"Iya terus hubungannya sama aku itu apa?" Tanya Aliandhara lagi.


"Kata mereka yang sudah pernah melihatnya, dia itu cantik sekali...kalau nggak salah namanya Valeria."


"Oooo..."


"Cuma oooo doang, Li?" Kata Akmal.


"Terus aku harus berkata waw??? Gitu?"


"Kamu ngga mau ikut bersaing dengan yang lain untuk mendapatkannya? Kamu kan jomblo siapa tau bisa menggaetnya dengan ketampanan dan ke kayaanmu."


"Ah ngga tertarik, gue!!" Aliandhara bangkit berdiri dan melangkah menimggalkan Akmal sendiri.


Bugh...


Di depan pintu kelas Aliandhara bertabrakan dengan seorang wanita yang teramat cantik.


"Maaf..." Kata si cewek.


" Ini kelas fakultas ekonomi ya?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya!!" Jawab Aliandhara singkat.


"Oh perkenalkan, nama saya Valeria." Valeria menjulurkan tangannya.


"Aliandhara." Jawabnya singkat tanpa mau membalas menjabat tangan Valeria.


"Ok!! Berarti aku tidak salah sasaran...dia adalah laki-laki yang di maksud Xavana." Batin Valeria.


"Tampan...sangat tampan!! Bahkan lebih tampan dari Xavana, sayangnya dia akan jadi sasaran balas dendam Xavana."


Semua mahasiswa fakultas ekonomi heboh dengan kehadiran mahasiswi cantik yang bernama Valeria itu. Tapi tidak dengan Aliandhara. Dia sama sekali tak terpengaruh dengan kecantikan valeria.


Berbagai cara dicoba oleh Valeria untuk meluluhkan hati Aliandhara tapi hasilnya nihil.


*******


"Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu Valeria? Apakah Aliandhara sudah menjadi pacamu?" Tanya Xavana.


"Secara sudah hampir satu bulan kamu kuliah dan satu kelas dengan Aliandhara."


"Sulit sekali Xavana...jangan kata suka, melirikpun dia tidak mau padaku.'


"Padahal mahasiswa yang lain banyak yang tergila-gila dan mau melakukan apapun demi bisa menjadi pacarku."


"Begitu rupanya!!' Xavana memegang dan mengetuk-ngetuk dagunya tengah berpikir.


"Tampaknya harus dengan memakai cara ini supaya berhasil." Dia menyeringai licik.


"Apa ini Xavana?" Valeria membolak-balikan botol kecil yang ada di tangannya.


"Tidak usah banyak bertanya Valeria, ikuti saja saranku ini besok pagi." Jawab Xavana.


Tanpa banyak berkata-kata lagi akhirnya Valeria hanya mengangguk saja.


*****


Dengan sedikit berdebar Valeria menghampiri sosok tampan yang sedang duduk di kursinya sambil membaca buku.


Dia sudah melaksanakan apa yang diperintahkan Xavana tadi pagi.


"Hai Al...selamat pagi?" Sapa Valeria.Aliandhara mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang menyapanya.


Saat matanya bertatapan dengan si penyapa, Aliandhara tertegun.


"Cantik sekali Valeria pagi ini? Biasanya dia tak secantik ini...mengapa hari ini begitu berbeda?" Batin Aliandhara.


Dia menatap sosok cantik yang berkali-kali lipat cantiknya pagi ini.


"Kenapa dengan diriku ya? Biasanya aku tak punya perasaan apa-apa pada gadis yang berdiri di depanku ini, tapi mengapa pagi ini berbeda?" Gumam Aliandhara pelan.


"Pagi Valeria...kamu cantik sekali pagi ini?" Sapa Aliandhara yang membuat Valeria sangat senang karena sesuatu yang diberikan Xavana kemarin dan dipakainya untuk memikat Aliandhara ternyata berhasil.

__ADS_1


"Kita kekantin yuk...aku belum sempat sarapan pagi!!" Valeria menarik tangan Aliandhara.


Di satu sisi dari dirinya ingin menolak ajakan gadis itu, karena pada dasarnya dia tak menyukai Valeria. Tapi di sisi lain hasratnya tiba-tiba menggebu-gebu untuk selalu dekat dengan gadis itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan diriku? Mengapa antara otak dan hatiku tidak sinkron?" Batin Aliandhara bergejolak.


"Ayolah..."


Akhirnya Aliandhara ikut dengan Valeria ke kantin diiringi dengan banyak pasang mata. Ada yang kagum dengan kecantikan dan ketampanan mereka, dan ada juga yang julid, terutama ya kaum hawa yang selama ini mengejar-ngejar Aliandhara untuk mendapatkan cintanya.


Valeria duduk di depan Aliandhara. Persis seperti posisi yang diharapkan agar Aliandhara menatap langsung wajah dan kedua bola mata gadis cantik itu.


Awalnya Aliandhara sedikit pusing. Karena seperti ada satu aura yang berusaha masuk menembus lewat matanya terus menguasai hati dan terakhir alam bawah sadarnya.


Dia tersenyum. Dia melihat Valeria begitu cantik di matanya.


"Val...gimana kalau kita pacaran saja yuk!! Kebetulan sekarang aku lagi jomblo."


Aliandhara ingin menolak tapi kata-kata itu seperti meluncur lolos begitu aja dari bibirnya.


"Kamu serius Al? Wah...aku sangat tersanjung, karena sejak awal aku melihatmu aku sudah suka padamu." Ucap Valeria.


"Sebenarnya apa yang diberikan Xavana kepadaku kemarin, sehingga Aliandhara berubah drastis begini? Dari yang awal cuek, kok tiba-tiba jadi perhatian dan manis begini?" Valeria tampak berpikir.


"Apa Xavana memberikan semacam.pelet pengasih padaku untuk menaklukan Aliandhara ya?"


"Val, kok kamu malah bengong?" Mau pesan apa tuan putriku yang cantik?" Kata Aliandhara tersenyum. Membuat Valeria semakin tersanjung.


Dia yang awalnya hanya berniat untuk memacari Aliandhara sebatas untuk membantu misi tunangannya, Xavana...jadi benar-benar jatuh hati yang sesungguhnya pada ketampanan dan keramahan laki-laki itu.


"Val...memang ngga ada yang marah jika aku dekat denganmu seperti ini?" Tanya Aliandhara sambil menyeruput es tehnya.


"Secarakan wanita cantik sepertimu pasti banyak yang suka." Katanya lagi.


"Aku tidak punya pacar kok!!" Ucap Valeria sambil menunduk malu. Membuat Aliandhara menjadi gemas karenanya.


"Yah sudah kalau begitu, kita pacaran aja toh kita sama-sama jomblokan?" Kata Aliandhara to the point.


*****


"Wajahmu bahagia amat Valeria?" Kata Xavana saat mereka keluar berdua malam ini.


"Apakah misi yang kuberikan sudah berhasil kamu laksanakan?"


*


*


****Bersambung...


Happy reading reader dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya. Like, komen, vote, favorit dan rate nya...😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2