Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 40 Awal Kisah Cinta


__ADS_3

Seperti siang ini kakek dan Mira menjual hasil kebun mereka ke pasar. Mira dengan semangat ikut berjualan tanpa sedikitpun merasa malu.


Bahkan karena ada bocah perempuan cantik dan lucu yang ikut menawarkan dagangannya, maka dagangan kakek Dahlan tak menunggu siang sudah habis terjual.


"Wihhh...nenek pasti senang nih! Harga lombok sekilonya sudah mahal ditambah harga tomat...lumayan juga jualan kita hari ini Mira!!"


"Kamu memang pembawa keberuntungan dan kebahagiaan buat nenek dan kakek, Mira." Kakek Dahlan membelai rambut cucunya yang tergerai indah dan berkilat terkena sapuan angin dan sinar matahari pagi.


*


*


"Kenapa kamu cemberut gitu Mira?" Kakek melirik cucunya yang mukanya kucel kayak pakaian tak disetrika


"Kek Mira bosan bersekolah di situ, masa kelas 1 SD hanya belajar membaca dan berhitung satu tambah satu?"


"Terus maumu yang gimana?" Tanya kakek lagi.


"Mira mau ikut pelajaran di kelas tiga saja?" Kata Mira.


"Kamu pikir di situ sekolahan embahmu? Seenak jidatmu mau loncat kelas?" Kakek Dahlan menggerutu.


"Kalau kakek ngga mau ngomong sama kepala sekolahnya, nanti Mira yang bakal ngomong sendiri!!"


"Memang kamu berani?" Tanya Kakek Dahlan.


"Beranilah kek, apa yang Mira takutkan?" Celetuk Mira.


"Ya sudah nanti kakek usahakan bicara dengan kepala sekolahnya."


"Ayo Mira ngaji dulu...sudah sholat ashar kan?" Tanya nenek pada Almira.


"Sudah nek, sebentar Mira ambil Alqurannya dulu ya!!"


Almira mendapat pelajaran ilmu agama dan mengaji dari sang nenek, sementara ilmu bela diri diwariskan dari sang kakek.


*


*


Xavana menelisik gadis cantik yang duduk di depannya itu. Valeria berkunjung ke mansion tuan Anderson bersama kedua orang tuanya.


Valeria teramat cantik, persis seperti yang dikatakan oleh daddynya. Rambut pirang bergelombang sebahu, hidung mancung, bibir mungil dengan bentuk wajah oval dan bulu mata lentik.


"Apa kabarmu Alfredo? Vanessa? Ini putri kalian yang dulu masih suka ngompol itukan? Sekarang sudah jadi gadis yang cantik ya?" Anderson memeluk Alfredo dan Vanessa.

__ADS_1


Wajah Valeria bersemu merah mendengar perkataan Anderson.


"Oh iya perkenalkan ini putraku yang bernama Xavana...putraku yang satu lagi masih di Jepang bersama ayah angkatnya, mungkin nanti sore baru tiba di sini."


"Valeria perkenalkan ini putra om Anderson yang bernama Xavana...kalian saling berkenalanlah dahulu."


"Asal kalian tau, kalian berdua sudah saling dijodohkan mulai kecil, semoga kalian sama-sama cocok dan berjodoh." Kata Anderson pada Valeria.


Sementara para orang tua ngobrol ngalor ngidul, Xavana mengajak Valeria berjalan-jalan keliling mansion mereka yang indah.


"Vale...apakah kamu sudah pernah pacaran?" Tanya Xavana pada Valeria.


Valeria hanya menggeleng dan tertunduk malu sambil meremas ujung dressnya.


Xavana hanya tersenyum melihat gadis cantik itu, sifatnya yang pemalu malah menambah kecantikannya.


"Apakah kamu suka padaku? Apakah kamu suka dengan perjodohan kita?" Tanya Xavana lagi.


Valeria tak langsung menjawab, dia memandang wajah tampan Xavana dalam-dalam lalu kemudian menjawabnya.


"Aku suka padamu dan aku menerima perjodohan ini." Kata Valeria.


"Oke aku juga menerima perjodohan ini tapi dengan syarat kamu harus mau membantuku, oke!!" Xavana tersenyum licik.


Valeria yang lugu hanya mengangguk setuju.


"Tapi ini hanya antara kita berdua, Valeria...jangan sampai orang tua kita tau."


"Vale, ayahku mempunyai dendam masa lalu dengan seseorang bernama Keandra Antonio, adik dari Kelvin Antonio."


"Kenapa dendam? Karena dia telah mengambil mommy dari sisi daddy dan meninggalkan aku yang waktu itu masih sangat kecil demi bisa bersama Keandra."


"Aku ingin kamu hancurkan kehidupan Aliandhara, keponakan Kelvin Antonio, karena tak mungkin aku memintamu membalaskan dendam pada Keandra dan Mariana mommyku, karena mereka berdua telah meninggal."


"Dia beserta keturunannya harus merasakan sakit hati yang dirasakan oleh daddyku...sekaligus untuk mencari tau rahasia kesuksesan bisnis mereka."


"Tapi mengapa harus Aliandhara, Xavana?" Tanya Valeria.


"Karena dia adalah putra tersayang Keandra dari istrinya yang dulu."Desis Xavana.


"Jangan salahkan aku jadi liar seperti ini, karena aku sama sekali tak pernah merasakan bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu."


"Mommyku telah berpaling dari daddy karena laki-laki yang bernama Keandra itu...sehingga Aliandhara mendapatkan ibu sambungnya setelah ibu kandungnya meninggal, sementara aku? Aku yang putra kandungnya jadi tersia-sia."


"Bahkan setelah ayahnya dan mommyku meninggal, Aliandhara masih mendapat kasih sayang penuh dari pamannya Kelvin Antonio yang sudah menganggap Aliandhara seperti putranya sendiri."

__ADS_1


Valeria bisa merasakan gejolak dendam yang membara di dada Xavana, dia jadi iba pada lelaki tampan yang akan segera menjadi tunangannya itu.


"Baiklah, aku akan membantumu Xavana!!" Valeria menyetujuinya.


"Lalu di mana aku bisa menemui Aliandhara dan masuk dalam kehidupannya?" Tanya Valeria lagi.


"Aliandhara sekarang sedang berkuliah di universitas xxx!! Tidak sulit untuk kamu menemukan orang setampan dan setenar dia."


"Kalau tidak salah usianya sekarang sudah 21 tahun karena dia kutahu hanya selisih setahun dengan adik angkatku Xavier."


"Masuklah dalam kehidupannya, jadilah kekasihnya...jika perlu menikahlah dengannya setelah kamu bisa membalaskan sakit hatiku dan ayahku, tinggalkan dia dan kita bisa mulai hidup bersama." Seringai licik terpancar dari senyuman Xavana yang terlihat tulus di mata Valeria yang lugu.


Padahal itu semua dilakukan Xavana untuk menghindari perjodohan dengan Valeria. Karena dia adalah tipe laki-laki yang tak nyaman dengan ikatan apapun yang mengikat kehidupannya.


Tapi dia juga tak tega untuk menolak permintaan daddynya. Dan dia juga tak bisa membiarkan daddynya terus memendam rasa sedih dan sakit hati akibat pengkhianatan istri yang juga merupakan ibu kandung dari Xavana.


Mulai saat itu perjanjian di mulai. Xavana dan Valeria tetap bertunangan tapi dengan misi yang berbeda.


Sebenarnya hal itu sudah tercium oleh Xavier sejak awal kedatangannya. Tapi karena rasa sayang dan cintanya kepada Xavana kakak angkatnya itu, Xavier memilih untuk bungkam dan akhirnya memutuskan kembali ke Jepang dengan ayah angkatnya, Kojiro.


Dia memilih untuk diam dan tak mencampuri urusan pribadi keluarga sambungnya, makanya dia memilih melanjutkan S2 nya kembali di negeri Sakura itu.


*


*


Valeria pindah ke universitas tempat Aliandhara berkuliah demi melancarkan aksi balas dendam Xavana tunangannya.


Dia bertekad untuk merebut hati Aliandhara untuk bertekuk lutut dan jatuh cinta padanya, dengan cara apapun itu.


Karena dia sebagai mahasiswi pindahan yang juga memiliki kecantikan di atas rata-rata, membuat dia menjadi cepat terkenal dan menjadi tenar.


Hingga mampu membius Aliandhara untuk jatuh cinta padanya.


Aliandhara membawa Valeria menemui pamannya yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri untuk meminta restu menikahi Valeria.


"Apakah tekadmu sudah bulat untuk menikahi Valeria, Aliandhara?" Tanya tuan Kelvin saat itu sambil berusaha mendiamkan Alia yang sedang rewel karena sakit gigi.


*


*


*****Bersambung....


Tetap happy dan semangat selalu...dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak jika kalian suka setelah membacanya ya readers!!

__ADS_1


Like, komen, vote, favorit dan rate nya...yerima kasih semuanya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2