
"Turun dari pangkuanku Valeria, aku sedang lelah dan banyak pikiran sekarang...jangan sampai menambah beban pikiranku." Aliandhara mendorong Valeria agar menjauh dari pangkuannya.
"Mengapa kamu sekarang berubah honey? Kemana rasa sayang dan cintamu padaku seperti dulu?" Valeria memasang wajah sedihnya.
"Kamu yang sudah membuat aku berubah, Valeria!! Aku memberimu susu tapi kamu membalasnya dengan air tuba!!" Balas Aliandhara.
"Tak ada lagi kah kesempatanku untuk kembali bersamamu dan putra kita?" Valeria kembali memelas.
"Aku sudah memberikan kesempatan berulang kali untuk bertobat, Val...tapi kamu yang selalu mengabaikannya."
"Jangan kamu pikir rasa cinta itu tidak bisa berubah, karena di dunia ini wanita bukan hanya kamu saja." Ucapan pedas Aliandhara seolah menghujam jauh ke dalan hati Valeria.
Lalu Aliandhara berdiri meninggalkan Valeria sendiri. Valeria melengos ketika Aliandhara pergi meninggalkannya.
"Aku tau, semua ini karena gadis ingusan yang tak tahu diri itu." Valeria mengepalkan tinjunya.
"Sebaiknya kamu jangan mencari perkara dengannya Val, jangan membangunkan singa yang sedang tidur kalau kamu tidak mau diterkamnya nanti."
*
*
"Tuan besar...tuan kecil badannya sangat panas dan sedari tadi rewel terus." Bi Asih menggendong tuan kecilnya itu.
Tuan Kelvin yang sedang berada di ruang kerjanya terkejut mendengar teriakan bi Asih.
Dia keluar dari ruangannya dan meraih tubuh cucunya itu.
"Cepat telepon dokter bi, biar saya yang akan menggendongnya dulu." Tuan Kelvin dengan cepat memberi perintah kepada pengasuh Rafa.
"Mommy...mommy..." Rafa menangis pelan sambil memanggil-manggil mommy.
"Ini Aliandhara kemana juga di telepon ngga diangkat? Sudah tau anaknya lagi sakit malah pergi tak tau entah kemana." Tuan Kelvin terus melakukan panggilan pada putranya itu.
Tak lama panggilan terhubung...
📱"Kamu di mana Ali? Ini sedari tadi Rafa badannya panas sekali."
📱"Apa yah? Rafa sakit? Tadi sore dia nampak baik-baik saja?"
📱"Sedari tadi dia memanggil-manggil mommy terus."
📱"Cepatlah pulang ayah matikan ponselnya dulu, dokter Aldi sudah datang."
"Kamu mau pergi kemana honey?" Tanya Valeria yang melihat Aliandhara tergesa-gesa meraih jaket dan kunci mobilnya.
"Aku mau pulang, anakku sakit dan selalu memanggil-manggil mommy terus."
"Rafa sakit? Aku akan ikut denganmu Al...aku juga ingin melihat putraku." Tanpa menunggu persetujuan Aliandhara, dengan hanya memakai celana pendek dan tanktop lalu memakai hodienya dia ikut masuk ke dalam mobil bersama Aliandhara.
Sementara itu...
Timang...timang...Kadirku sayang
Jangan cerewet...mama di sini...
Timang...timang Kadirku ganteng
__ADS_1
Jangan menangis nanti kakek mengomel...
Lagu itu mungkin sudah ada puluhan kali didendangkan Almira di kursi malas di teras rumah sambil memangku Kadir yang tampak sangat nyaman di atas pangkuan Mira.
Kakek Dahlan tampak sangat sebal mendengarkan lagu yang entah berapa puluh kali terulang-ulang terus sampai dia pun hapal lirik lagunya.
"Tak adakah lagu lain untuk dinyanyikan supaya bayi hitam pekat itu damai menuju surganya Allah Mira?" Seru kakek Dahlan dari pintu depan...karena telinganya sudah terasa panas semenjak tadi.
"Maksud kakek apa? Mendoakan supaya Kadir cepat mati? Teganya kakek ini!!" Seru Mira.
Sssss....sssss
Kadirpun menaikan kepalanya sambil melotot kearah kakek Dahlan.
"Ahhhh...emak sama anak sama aja menjengkelkannya...sudah jangan berisik kakek mau tidur...kalau ngga nanti kakek kirim tuh Kadir kealam keabadian."
Tak lama...
"Apa lagi kakek??? Kenapa keluar lagi??? Katanya mau tidur...Mira sama Kadir sudah diam lho!!" Gerutu Almira dari kursinya.
"Telepon dari tuan Kelvin untukmu katanya penting." Kakek menyodorkan ponselnya kepada Almira dengan raut wajah yang jangan ditanya lagi karena memendam kekesalan semenjak tadi, karena mau tidur terganggu terus menerus.
Almira menyambut ponsel dari tangan kakeknya.
"Heh...anak ha*ram jadah...berani-beraninya kamu mau mematok tangan kakekmu ini?" Teriak kakek Dahlan sambil cepat melompat mundur ke belakang saat Kadir menaikan kepalanya dan mau mencaplok tangan kakek yang tadi terulur memberikan ponsel pada Almira.
Sssss...sssss
Kadir mendesis senang melihat kakek Dahlan auto panik saat tangannya hampir diterkam oleh Kadir.
"Kadir...jangan begitu sayang...harus sopan sama orang tua ya!!" Almira mengelus kepala Kadir.
Sssss....sssss
"Bagus...itu baru anak mama!!"
Ddrrttt...ddrrttt
Ponsel di tangan Almira berdering kembali.
📱"Assalamualaikum..."
📱"Waalaikum Salam..."
📱"Mira, bisakah kamu datang ke mansion? Rafa sedari tadi memanggilmu terus."
📱"Tapi ini sudah malam tuan, dan saya juga tidak punya kendaraan untuk ke mansion...bukankah jarak dari sini kemansion lumayan jauh??"
📱"Kamu tak usah khawatir, saya akan mengutus pengawal saya menjemputmu."
📱"Baiklah tuan, saya tunggu."
Lalu telepon terputus.
"Kadir, ikut mama yuk...Rafa sakit!! Kamu masih ingat sama bocah yang namanya Rafa kan?"
Ssss...Sssss
__ADS_1
"Oke, ayo kita bersiap-siap dulu."
Sebelumnya...
"Valeria, kamu ikut ke mansion dengan pakaian seperti ini?" Aliandhara menelisik baju yang dipakai oleh Valeria.
"Memang kenapa dengan pakaianku honey?" Tanya Valeria.
"Ya sudahlah...lupakan saja!!" Jawab Aliandhara.
Mereka berdua tiba di mansion dua puluh menit kemudian.
"Akhirnya kamu datang juga Al!!" Tuan Kelvin sama sekali tak melirik kepada Valeria.
Dokter baru saja memeriksa keadaan Rafa, bocah itu hanya kelelahan dan makanannya tak teratur.
"Rafa tampaknya tengah merindukan seseorang tuan?" Analisa dokter itu tepat sekali.
"Dia memang sangat merindukan mommy angkatnya dokter!!" Sahut tuan Kelvin.
"Jika mereka berdua bertemu, niscaya Rafa akan sembuh dari sakitnya...saran saya pertemukan mereka berdua."
"Rafa...ini daddy!!" Aliandhara memeluk putranya.
"Ini mommy sayang!!" Valeria ikut mendekat.
Tuan Kelvin hanya menatap Valeria tajam lalu beralih memandang cucunya lagi.
"No daddy...mommy...mommy..." Rafa berontak saat Valeria mencoba memegangnya.
"Cukup Valeria, bukan kamu yang di maksud sebagai mommynya." Sahut tuan Kelvin.
"Tapi sayalah mommynya ayah!!" Valeria masih ngotot pada pendiriannya.
"Almiralah yang di maksudnya sebagai mommynya itu mantan kakak iparku tersayang!!" Alia yang sedari tadi diam akhirnya ikut angkat bicara.
Tak lama Almira datang ditemani kakek Dahlan dan beberapa pengawal tuan Kelvin.
"Rafa sayang!!" Almira mendekat dan memeluk Rafa. Seketika itu juga Rafa membuka matanya yang tadi terpejam.
"Mommy!!" Rafa bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Almira.
"Halo anak mommy sayang? Jagoan mommy sakit apa?" Almira memangku putra angkatnya itu sambil mencium pucuk kepala Rafa.
"Afa anen ma mommy..." Bocah umur dua tahun itu memeluk Almira dengan eratnya seolah takut di bohongi dan ditinggalkan oleh Almira lagi seperti waktu itu.
Perasaan Aliandhara menghangat melihat putranya yang selama ini selalu murung, jadi ceria kembali...begitu juga dengan tuan Kelvin dan lainnya, tapi tidak dengan Valeria.
*
*
***Bersambung...
Akhirnya bisa up kembali, sesibuk apapun author usahakan untuk tetap bisa up ya readers.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote, favorit dan rate nya all readers...terima kasih🙏🙏🙏
__ADS_1