Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 73 Tukar Pendapat


__ADS_3

"Tetapi ayah mengancam jika aku juga menolak dijodohkan denganmu maka ayah lebih baik memilih mati saja dari pada hidup harus menanggung malu!! begitu kata ayah padaku beberapa hari yang lalu."


"Aku juga tak bisa menentang keinginan ayah, Daniah!!" kata Hiro.


"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Hiro? aku tak mau jadi anak durhaka karena telah melawan keinginan ayahku sendiri!!" kata Daniah.


Hiro mengangkat bahu.


"Daniah, apa kamu sudah mempunyai seseorang yang kamu sayangi?" tanya Hiro.


Daniah hanya menggeleng sambil menunduk.


"Kamu!!" dia balik bertanya pada Hiro.


Hiro mengeluarkan selembar foto dan diberikannya pada Daniah.


"Cantik sekali, dia pacarmu?" tanyanya.


"Belum...baru akan tetapi ayah sudah keburu menjodohkan kita."


"Maafkan aku Hiro, karena aku maka kamu harus berpisah dengan gadismu itu!!" Daniah menunduk sambil menghela napas panjang


"Ini semua bukan salah kita Daniah, tidak ada yang bisa di salahkan dari semua ini."


*


*


"Kadir, mengapa beberapa hari ini aku selalu bermimpi bertemu dengan seorang pria yang tampan sekali dan seorang wanita yang juga teramat cantik."


"Mereka selalu memanggilku dengan sebutan nak!!! padahal wajah mereka seperti.seumuran denganku."


Ssssss....ssssss


"Apa? para peri? ah, sok tau kamu!!" jawab Mira sambil memencet kepala Kadir dengan jempolnya.


Sssss...sssss


"Iya, aku tau kamu juga kehilangan ibumu waktu kamu masih di dalam.telur."


"Untung kamu ngga dijadikan telur dadar atau telur ceplok... kalau ngga selesai sudah kamu!!"


Sssss...sssss


"Iya...kalau ngga aku ngga mungkin bertemu denganmu Kadir sayangku..." Mira memeluk Kadir dengan penuh kasih sayang.


"Kadir diajak ngobrol, kakek di cueki...dasar aneh!!" kakek Dahlan keluar dari kamarnya langsung ikut nimbrung.


Sssss....sssss


Kadir mendesis tak suka melihat kedatangan kakek Dahlan yang duduk bersama dengan mereka.


"Heh...apa maksudmu mendesis begitu melihatku, pantat dandang??" kakek Dahlan melotot pada Kadir.


"Kamu ngga suka aku ikut nimbrung di sini?" tanyanya kesal.


"Awas aja ya, sebentar kucolok biji matamu yang hanya sebesar jagung itu."


"Apa sih kakek sama Kadir ini? kalau bertemu ngga pernah akur, masing-masing sukanya berantem...aja, ngga Kadir, ngga kakek." Mira mendelik pada keduanya.

__ADS_1


"Kamu bilang tuh sama anak pungutmu yang jelek dan hitam itu, jangan berani-berani melawanku kalau ngga kucukur habis bulu-bulunya."


"Memang Kadir punya bulu kek? kataku bingung.


"Ada lah...tapi karena hitam dan jelek maka tertutuplah bulunya itu dengan kehitaman dan kejelekannya."


Ssssss...ssssss


"Apa? marah? ngga terima di bilang hitam dan jelek?" kata kakek Dahlan sewot.


"Kata Kadir, kayak situ ngga hitam dan jelek aja...begitu katanya kek!!" jawab Almira pelan takut kakeknya marah.


"Aku hitam dan jelek wajar, tapi aku bisa jalan dan bisa dandan, lha kalau kau?"


"Sudah hitam, jelek, pendek, melata pula!!"


Keduanya jika tidak dipisah akan semakin memanas mempertahan pendapat masing-masing.


Sssss...ssss


"Apa katanya Mira? kata kakek Dahlan penasaran!!"


"Katanya, ngga apa-apa melata yang penting keren...lha situ sudah tua jamuran pula!!"


Kakek Dahlan berdiri sambil melotot. Kadir juga sudah menaikan kepalanya mengembangkan sayap disamping kanan kirinya. Bola mata kecilnya bertambah biru.


"Haduh...kalau tidak dipisah bisa baku bunuh nih dua mahluk yang sama-sama merasa benar dan ngga mau kalah..." batin Mira berusaha mencari cara untuk mencegah mereka berkelahi.


"Ada cewek cantik!!!" teriak Almira lantang dari arah pintu.


Serempak keduanya menoleh kepintu dan berebutan keluar untuk mencari.


"Hoi...mau dibawa kemana kabel rusak itu???" teriak kakek Dahlan.


Ssss...suuussss...sssss


"Diam Kadir diam, berani matok mama ntar mama lakban mulutnya mau??" sentak Almira.


Sontak Kadir diam tidak berani berkutik lagi mendapat ancaman dari mama angkatnya yang cantik tapi berbahaya itu.


"Nah gitukan enak...setiap ketemu bertengkar...berkelahi...seperti anjing sama kucing eh...seperti ular sama pawangnya!!" kata Mira dengan raut muka kesal.


"Sudah kita pergi keteluk sana aja, kamu cari ikan sana ntar mama tungguin."


*


*


"Aku tuh kesel banget nona, masa aku mau dijodohkan...' Sima menggerutu kesal.


"Akukan bukan Hiro yang mau-mauan aja dijodohkan!! tapi ayah malah mengutus Matsuyama untuk mencariku dan membawaku pulang."


"Wow...pemuda berwajah imut yang kamu hindari kemarin itukah?" tanya Levia.


"Iya, itu adikku lain ibu. Aku tak begitu suka padanya, selain kami tidak satu ibu, Matsuyama terkenal usil dan petakilan juga menjengkelkan sekali."


Sima nampak jengkel bercampur kesal.


"Yang kamu maksud cowok ganteng yang celingukan di dekat pohon itukan?" kata Levia sambil tertawa seraya menepuk pundak Sima.

__ADS_1


"Waduh matilah aku, betah bener dia berdiri di situ!! mau sampai kapan dia berdiri di situ dan mau sampai kapan aku sembunyi terus darinya?" kata Sima.


"Hai...kamu Matsuyama kan?"


Almira yang baru memasuki gerbang kampus menyapa cowok imut yang selalu menyunggingkan senyuman manisnya itu.


"Hei...kamu Anabele eh Barbie berjalan ituka?" katanya.


"Aku bukan Anabele bukan Barbie, aku boneka Chucky..." kataku sambil pura-pura tanganku keatas seolah menodongkan pisau padanya.


"Ngapain kamu di sini Cowi?" tanyaku.


"Cowi? namaku Matsuyama!!" katanya.


"Cowi itu artinya cowok imut, seperti wajahmu ini imut..." Almira mencubit kedua pipi Matsuyama dengan gemas.


"Pantas kak Hiro begitu tergila-gila pada gadis ini, selain cantilk dan manis, dia juga lucu...mungkin kesan pertama saat mengenalnya, dia itu jutek, sombong dan dingin...nyatanya dia sangat baik!!" batinnya.


"Jangan coba-coba bicara yang jelek tentang aku, ya??? karena aku bisa tau isi hati dan isi kepalamu!!"


"Kamu sudah menemukan Sima, Cowi?" Mira bertanya pada Matsuyama.


Matsuyama menggeleng.


"Aku tau kak Sima ada di dalam sana tapi sulit sekali bagiku untuk masuk ke dalam sana!!" ucap Matsuyama.


"Terus Hiro bagaimana keadaannya, Cowi..." Mira termenung sambil mengusap-ngusap cincin bermata zamrud di jari manisnya. Cincin pemberian Hiro waktu itu.


"Dia teramat sedih Chucky, dia selalu ingat padamu...tapi ayah selalu menjaganya seperti tuan putri karena bulan depan adalah hari pernikahannya."


Mira termenung mendengar ucapan Matsuyama. Hatinya sebenarnya sedih. Jika Hiro sudah menikah, tak mungkin lagi baginya untuk bermanja-manja dengan Hiro seperti yang selama ini sering di lakukannya saat dia teringat pada Xavier.


Hanya Hiro satu-satunya orang yang mengerti tentang dia, memanjakannya seperti Xavier yang selalu memanjakannya.


Sikap Hiro sungguh seperti jiplakan diri Xavier di mata Almira.


"Jadi Hiro tak bisa datang kemari lagi walaupun dalam bentuk sukmanya, Cowi?" tanya Mira sedih.


Matsuyama menggeleng, "ayah telah memberi pagar gaib di sekitar perguruan yang tak bisa ditembus oleh kekuatan Hiro."


"Jadi kami tak bisa bertemu lagi?" kata Almira pelan seolah bicara pada dirinya sendiri.


"Masa aku harus bermanja-manja pada dua om...om...genit Aliandhara atau Xavana? Hihhh jijiknya aku!!" kata Mira lagi.


Matsuyama tertawa mendengar celoteh Almira.


"Yah kalau tidak mau sama Aliandhara atau Xavana, ya sama aku sajalah Chucky?" kata Matsuyama sambil tertawa.


Almira menatap Matsuyama dari kepala sampai kaki lalu balik lagi dari kaki sampai kepala lalu menggeleng.


"Kamu bukan tipeku...kamu terlalu imut, salah-salah malah aku yang selalu melindungimu dan bukan kamu yang akan melindungiku!!" jawab Almira.


*


*


***Bersambung...


Matsuyama cocok ngga sama Almira ya? sama-sama petakilan dan sama- sama menjengkelkan😁😁🙏🙏

__ADS_1


Lanjut ikuti terus episodenya ya guys dan mohon selalu dukungannya🙏🙏


__ADS_2