Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 161 Sang Ketua


__ADS_3

Oohh yaa??? Laki-laki atau perempuan anaknya Matsuyama bu??" tanya Matsuyama sumringah.


"Bayimu perempuan, dia sangat cantik Matsuyama??" kata Serafin lagi.


Sebenarnya Matsuyama sangat kecewa mengetahui jika Almira berangkat dengan Xavier. Di hatinya yang terdalam masih menyimpan perasaan cemburu pada mantan terindah istrinya itu.


Tetapi tidak mungkin juga dia membiarkan istri pergi berdua saja dengan Xander, malah lebih berbahaya lagi.


"Kamu istirahatlah dulu, nak...ibu akan menyiapkan makan malam untukmu." Kata Serafin.


"Oya bu, ayah di mana??" tanya Matsuyama.


"Biasa lagi membawa para ternak!!!" kata Serafin.


"Bu, apakah selama Matsuyama pergi, ada gangguan yang datang di peternakan ini??" tanya Matsuyama.


"Sejauh ini ngga ada sih!!" kata Serafin mencoba mengingat-ingat.


"Hanya ada seorang wanita yang bernama Akiko datang mencarimu, saat ibu tanya dia siapa, dia hanya bilang kalau dia pacarmu!!" jawab Serafin.


"Benarkah itu Matsuyama??" tanya Serafin lagi.


Matsuyama hanya tersenyum lalu menjawab, "bu, saya bukan laki-laki bodoh seperti Xavier...Mira itu wanita yang cantik dan baik, kamipun juga sudah mempunyai seorang putri...jadi untuk apa lagi bersama wanita lain jika hanya untuk kesenangan sesaat??" jawab Matsuyama.


"Ya sudah...Matsuyama mau mandi dulu ya, bu!!" lalu tanpa menunggu per1setujuan ibunya, Matsuyama melangkah masuk ke dapur.


"Kamu benar Matsuyama....Xavier memang bodoh membuang permata dan memungut batu kali!!" lirih Serafin.


"Sekarang dia malah menyesal sendiri dan mau kembali pada Almira lagi...itulah kebodohan Xavier!!"


Lalu Serafin kembali sibuk di dapur ketika Giandra datang setelah memasukan para hewan ternak ke kandang.


"Bu ada tamukah?? itu kuda siapa yang ada di halaman??" tanya Giandra pada istrinya.


"Kudanya Matsuyama, yah!!" jawab Serafin masih sibuk nenyiapkan makanan.


"Oh...anak itu sudah kembali??" kata Giandra sambil duduk di kursi ruang makan.


Tak lama Matsuyama keluar dari kamarnya.


"Yah...ibu...ada yang ingin Matsuyama sampaikan!! Kata Matsuyama.

__ADS_1


"Ibu Miku sama ayah Kakegawa sudah meninggal!!" kata Matsuyama lirih.


"Apa??" kata Serafin dan Giandra bersamaan.


"Mereka berdua terbunuh, yah...dan perguruan kami telah rata dengan tanah."


"Siapa orang yang telah membunuh mereka??" tanya Giandra dengan suara bergetar.


Bagaimanapun mereka berdua sangat kesal pada Miku dan Kakegawa tetapi tetap saja Serafin dan Giandra adalah sahabat lama Kakegawa.


"Jika kedua orang sakti seperti ayah dan ibumu saja bisa kalah, seberapa tingginya ilmu orang itu,..kata Giandra terdiam. Serafinpun ikut terdiam mengiyakan perkataan suaminya.


"Matsuyama mempunyai banyak musuh, yah...itulah sebabnya Matsuya khawatir dengan seluruh keluarga Matsuya termasuk ayah dan ibu serta keluarga kecil Matsuya di peternakan.


Di dalam hati sebenarnya Matsuyama sambil berpikir...haruskah dia menceritakan masalah pernikahan terpaksanya dengan Bonita putri Bara Seta?? tetapi jika dia menceritakan, apakah ibu, ayah dan istrinya tidak akan membencinya??"


Pikiran itu terus berkecamuk di dalam otak Matsuyama.


"Bu, sejak pulang tadi sore...menantumu itu mengapa jadi sering melamun?? bukannya menelpon istrinya untuk dijemput malah bengong sendiri seperti menyimpan satu masalah besar." Kata Giandra.


"Mungkin dia masih lelah yah, padahal ibu ingin bertanya, dia pergi kemana saat terjadi pembunuhan kedua orang tuanya saat itu!!" kata Serafin lagi.


"Yula....kamu teman silumannya istriku kan??" kata Matsuyama agak pelan supaya tidak terdengar oleh mertuanya dari dalam.


Sosok itu bergerak keluar dari balik pohon yang rimbun mendatangi Matsuyama.


"Iya, aku Yula temannya Almira...aku sering kemari pertama untuk melihat apakah Almira sudah pulang, yang kedua adalah karena amanat dari Almira sebelum dia berangkat dia pernah berpesan untuk menjaga ayah dan ibunya serta peternakan selama dia dan suaminya tidak di tempat, begitu katanya!!"


"Duduklah Yula...aku tidak akan mengusirmu karena aku tau kamu siluman yang baik." Kata Matsuyama sambil menepuk pundak Yula.


Akhirnya mereka duduk sambil bercerita di teras.


"Siapa itu yang duduk bersama Matsuyama, yah??" bisik Serafin pada Giandra.


"Itu sosok yang sering ayah lihat berkeliaran di sekeliling peternakan, dia memang bukan manusia tetapi tampaknya dia itu seperti siluman." Kata Giandra lagi.


"Bagaimana Matsuya bisa mengenalnya?" tanya Serafin.


"Ya dari putrimu itulah...Almira kan ngga bisa liat yang aneh-aneh pasti aja dia deketin dan diajaknya berteman." Kata Giandra.


"Tapi ibu lihat dia tidak aneh kok, dia tidak kalah tampan dengan Matsuyama!!" kata Serafin.

__ADS_1


"Ya tetap aja dia bukan manusia seperti kita, Sera!!" jawab Giandra.


"Matsuyama...beberapa waktu lalu aku mendengar percakapan sang ketua pada pimpinan kami, dia mengatakan akan membunuh seseorang dan kamu tau siapa yang mereka maksud?? iya orang itu adalah kamu!!" kata Yula.


"Kamu mendengar dari siapa??" tanya Matsuyama.


"Ayahku adalah orang kepercayaan sang ketua dan aku mencuri dengar percakapan mereka."


"Dan jika rencana mereka gagal untuk membunuhmu, maka kedua orang tuamu yang menjadi sasarannya dengan mengambing hitamkan kedua putra dan putri Sinoe yang jadi tersangkanya karena keduanya juga mempunyai dendam denganmu karena kamu telah membunuh ibunya." Kata Yula.


Matsuyama termenung sesaat.


"Berarti perkiraanku waktu itu benar, bukan Rini dan Rana yang membunuh dan membumi hanguskan perguruan orang tuaku!!" desis Matsuyama."


"Siapa sih sebenarnya orang yang dipanggil ketua itu?? apakah kamu pernah melihat wajahnya??" tanya Matsuyama pada Yula.


"Tak ada seorangpun dari kami yang pernah melihat wajahnya, Matsuya...tetapi salah seorang dari mereka berdua memakai cincin persis seperti yang kamu pakai itu." Kata Yula menunjuk kearah jari tangan Matsuyama.


"Seperti ini??" kata Matsuyama meyakinkan sambil menunjuk kearah jarinya.


"Iya...persis seperti itu hanya beda di warna batunya saja!!" kata Yula.


"Kalau cincinmu ini berbatu warna putih sedangkan di tangan salah satu orang yang menyebut ketua itu berwarna merah darah...konon katanya cincin itu berpasangan merah dan putih."


"Cincin permata berbatu warna putih seperti yang ada ditanganmu itu gunanya agar si pemakai bisa menghilang dan tak terlihat oleh siapapun keberadaannya walau oleh iblis sekalipun."


"Dan cincin bermata batu merah delima di tangan ketua itu kalau tidak salah gunanya untuk menundukan segala jenis siluman untuk tunduk pada perintah si pemakai cincin tersebut." Kata Yula mengakhiri penjelasannya.


"Lalu mereka mau membunuhku kemungkinan ini mengambil pasangan cincin yang ada di jari manisku ini!!" gumam Matsuyama pelan.


"Lalu jika dia tidak punya hubungan apapun dengan Sinoe, mengapa dia bernaf*su untuk membunuhku?? apa hanya perkara cincin ini, atau ada hal yang lainnya??" gumam Matsuyama.


*


*


****Bersambung....


Siapa sebenarnya sang ketua yang kehadirannya menimbulkan keresahan pada kehidupan Matsuyama??


Jangan lupa baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya reader tercinta๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2