
Lalu senyum di wajah nan cantik itu merekah mengiringi kepergian suaminya walaupun dengan berat hati.
Tok...tok..tok...
Matsuyama dengan malas mengalihkan netranya kearah pintu yang diketuk dari luar!!
"Tuan muda...saya bawakan makanan untuk tuan!!
"Ternyata dayang yang datang membawa makanan dan bukan wanita yang membuat aku ilfil itu!!" gumam Matsuyama.
"Silakan makan dulu tuan muda!!" kata pelayan itu.
"Dayang, siapa yang menyuruhmu membawa makanan ini!! aku belum lapar!!" kata Matsuyama.
"Tadi tuan putri Bonita yang menyuruh saya mengantarkan makanan untuk tuan muda!!" kata dayang itu.
Matsuyama berpikir sejenak dan tiba-tiba hatinya merasa tak enak untuk memakan makanan itu.
"Ya sudah dayang, tinggalkan dulu di sini ya...saya mau mandi dulu masa makan dulu baru mandi?? nanti sehabis mandi saya makan!!" kata Matsuyama tersenyum manis meyakinkan dayang itu.
Sepeninggal dayang itu Matsuyama mencibir...
"Ngga akan dua kali kamu menjebak aku Bonita...aku tau makanan itu sudah kamu isi sesuatu di dalamnya."
"Cukup sekali kamu menjebak aku di dalam goa di saat aku sedang tidak sadarkan diri, sekarang aku mesti berhati-hati di sini!!" gumam Matsuyama.
Dugaan Matsuyama tidak meleset, saat dayang itu keluar kamar di tikungan ruang tengah Bonita mencegat dayang tersebut.
"Bagaimana bi, apakah calon suamiku mau memakannya??" tanya Bonita berbunga-bunga.
"Mau nona, tapi kata tuan muda dia mau mandi dulu, dia tidak mau makan dalam keadaan tidak segar seluruh tubuhnya!!" kata dayang tersebut.
Bonita tersenyum senang mendengarnya. Dia tak sabar menunggu nanti malam tiba sebab sore nanti upacara pernikahan mereka.
"Kita akan melewati malam pengantin kita lagi nanti malam Matsuyama....selamat tinggal Almira dan anaknya...dengan ramuan yang sudah kumasukan ke dalam makanan itu maka Matsuyama akan melupakan seluruh keluarganya...Matsuyama adalah milikku dan akan selamanya jadi milikku dan bukan milik Almira."
Di dalam kamar Matsuyama membuang semua makanan dibungkusnya dengan rapi dan dibuatnya berantakan di sekitaran piring tersebut seperti habis disantap.
"Tidak semudah itu kamu sekarang menipuku, Bonita!!! lebih baik aku kelaparan dari pada makan yang akan membuat aku lupa pada keluargaku...sudah cukup satu malam jaha*nam bersamamu!!" gumam Matsuyama lalu mandi dan menyegarkan dirinya.
Tok...tok...tok
"Iya, masuk!!" jawab Matsuyama dari dalam.
Tampak seorang pengawal menjemput Matsuyama menuju aula tempat diselenggarakannya upacara pernikahan Bonita dan Matsuyama.
__ADS_1
Hati Matsuyama terasa pedih saat dia digiring oleh pengawal dan duduk menunggu mempelai wanitanya yakni Bonita muncul.
Matsuyama sama sekali tak mau menoleh pada Bonita yang bertambah cantik setelah dirias dan didandani.
"Yah...bahkan calon menantu kita itu sama sekali tak mau menoleh pada pasangan di sampingnya." Kata istri Bara Seta.
"Jika ayah yang ada di posisi Matsuyamapun tentu akan bersikap sama, bu!!" kata Bara Seta pelan.
Berkali-kali Matsuyama salah menyebutkan nama mempelai wanita sampai dia sendiripun frustasi karena di ujung lidahnya itu hanya ada nama Almira dan Almira saja.
"Kalian sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri..." Matsuyama terdiam membisu sementara Bonita tersenyum sumringah apalagi dia ingat apa yang bakal mereka berdua lakukan nanti malam.
*********
"Aduh..."
Darah mengucur dari tangan Almira yang terluka.
Xavier yang sedang menggendong Miranda berlari cepat menuju kearah Almira.
"Ada apa dek??" tanyanya.
Dilihatnya tangan Almira yang berlumuran darah. Dibaringkannya Miranda di boks bayi lalu dengan cepat mengambil kotak P3k.
"Kamu kenapa sih dek?? akhir-akhir ini sering sekali melamun?? untung jarimu tidak putus teriris pisau." Kata Xavier sambil mengobati luka Almira.
"Hati-hati dek...jangan sampai kamu membahayakan dirimu dan juga bayimu!!" kata Xavier setelah selesai mengobati tangan Almira.
"Hari ini ayah Kelvin mengundang kita berempat untuk makan malam di mansion...sore kita berangkat ya..." kata Xavier.
"Iya bang, Mira juga sudah kangen sama anak-anak dan juga ayah!!" kata Almira.
Xander dan Revita pasti senang bertemu dengan adik bayinya!!" kata Almira sedikit terhibur.
"Ya sudah...kamu siap-siap dulu sana!! kata Xavier lagi.
Sebelum berangkat Almira berpesan pada Kadir dan Silvia.
"Kadir...Silvia...tolong jaga rumah selama kami ngga ada ya...pesan juga sama Luna dan Luni putrimu, jangan boker di setiap sudut rumah, ya!!" kata Almira berpesan pada Kadir dan Silvia.
Sssssss.....sszzzz
"Bagus....jika ada maling masuk kamu tau apa yang harus kamu lakukan, Kadir???" kakek Kojiro dan Xavier hanya tertawa mendengar wanti-wanti Almira pada Kadir.
*********
__ADS_1
"Matsuyama, sengaja ayah memanggilmu kemari malam ini karena ada hal yang ingin ayah sampaikan padamu!! duduklah!!" Perintah Bara Seta pada Matsuyama yang sudah menjadi menantunya.
"Iya, yah!!!" kata Matsuyama lalu duduk.
"Matsuyama...tugasmu menjadi suami Bonita sudah selesai...mulai besok ayah membebaskanmu pulang kepada keluargamu...ayah tau kamu sangat mencintai mereka, maafkan Bonita yang telah menjebakmu, Matsuyama!!" kata Bara Seta.
"Kamu pulanglah, anak dan istrimu sangat merindukanmu!!" kata Bara Seta lagi.
Bukan main senangnya Matsuyama.
"Malam ini aku tidak akan tidur agar Bonita tidak berbuat nekad lagi padaku!!" gumam Matsuyama.
Sementara Bonita sangat marah pada dayang yang dia mintakan tolong tadi siang untuk mengantarkan makanan yang telah diisinya ramuan untuk Matsuyama karena ramuan itu tak bereaksi sama sekali pada tubuh Matsuyama...pemuda itu tetap dalam mode dingin menghadapi Bonita.
"Sebenarnya dia makan ngga sih, bi???" tanya Bonita kesal.
Dia tidak menyadari bahwa ayahnya Bara Seta telah berdiri di belakangnya.
"Siapa yang kamu suruh makan, Bonita?? apa lagi yang kamu masukan kedalam makanan Matsuyama??" tanya Bara Seta.
Bonita langsung diam dan mematung di tempatnya.
"Jawab, Bonita!!" sentak ayahnya.
"Apa yang disuruhkan oleh nonamu dayang??" karena Bonita tidak menjawab, pertanyaan Bara Seta beralih ke dayang itu yang semenjak tadi sudah gemetar ketakutan.
"Ampun Yang Mulia...maafkan saya...saya hanya di suruh oleh tuan putri untuk membawa nampan berisi makanan buat tuan muda di kamarnya...itu saja yang saya tau!!" jawabnya dengan gemetar.
Bara Seta menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Bonita.
"Ayah tau, pasti ada ramuan yang kamu masukan kedalam makanan itu kan??" kata Bara Seta.
Untungnya Matsuyama tidak memakannya, kalau tidak ayah tidak tau lagi apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Sungguh hatimu terbuat dari batu, Bonita...tidak adakah sedikit rasa kasihanmu untuk keluarga Matsuyama??? sudah kamu ambil paksa suaminya bahkan sekarang mau kamu kuasai pula dia!!"
Ck...ck...ck
"Sungguh keterlaluan kamu, Bonita!!" kata Bara Seta yang terlihat sangat kecewa pada sikap putrinya yang manja itu
*
*
****Bersambung.....
__ADS_1
Dukungannya selalu ya reader tercinta....🙏🙏