Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 118 Sang Mantan


__ADS_3

Lalu mereka berempat melepaskan ikatan masing-masing pada dahan pohon itu. Setelah dirasa air sungai benar-benar surut maka mereka melompat kedarat walaupun dengan sepasang kaki yang pegal semua karena bergelantungan di atas pohon semalaman suntuk sambil menahan dinginnya dari serangan hujan yang untungnya tidak terlalu menembus kerimbunan pohon tempat mereka memanjat.


"Aduh...encok pinggangku...kumat asam uratku..." keluh kakek Kojiro terpincang-pincang.


"Dasar orang tua...sudah tua penyakitan, hidup lagi!!" cibir kakek Dahlan pada sepupunya itu.


"Kurang ajar...seperti situ masih muda aja..." kata kakek Kojiro kesal.


"Tubuh boleh tua, tetapi semangat harus tetap muda, Kojiro!!" seru kakek Dahlan meloncat dari tempat yang agak tinggi ke tempat yang lebih rendah.


Brukkk...


Aduuhhh....


"Mampus...syukurin kamu Tosiro...kualat sih kamu ngatain aku tua lah...penyakitan lah...encok tuh pinggang!!" kakek Kojiro tersenyum puas melihat penderitaan sepupunya.


"Haduh...kalian berdua ini...ayo kek cepat berdiri betah amat nongkrong di situ!!" kata Giandra lalu mengulurkan tangan menolong Tosiro.


"Hei lihatlah...." kata Serafin yang sudah sampai lebih dulu di tempat goa yang mereka lihat semalam.


"Benar sekali ini tempat yang kita lihat semalam...lihat semak-semak yang rebah ini!!" kata Serafin berjongkok sambil meraba rumput yang rebah dan ranting-ranting yang patah.


"Besar sekali...ini sih biar kita berempat ketelan juga sama dia kalau begini caranya!! Serafin bergidik.


"Untung tadi malam kita tidak jadi menginap di dalam goa ini jika tidak habislah kita ditelannya!!" kata Giandra.


Kakek Kojiro dan kakek Dahlan pun terdiam dan sama bergidiknya apalagi kakek Dahlan yang memang melihat langsung bagaimana besar dan panjangnya ular itu.


Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kearah matahari terbit. Seandainya mereka tau bahwa goa Simbra adalah goa berpindah yang tak lain adalah ular besar yang mereka lihat itu. Jantung ratu Hikaru memang dibawa kian kemari oleh Sinoe si pemilik goa Simbra.


*


*


"Halo sayang...mengapa baru sekarang memutuskan untuk tinggal di sini?" tanya tuan Kelvin pada Almira.


"Kami tak mau merepotkan ayah..." kata Almira.


Kehamilannya kini sudah menginjak 16 minggu. Masa mualnya memang sudah terlewati, tetapi Almira tidak sekuat semasa dia belum mengandung dulu.


"Hai sayangku!!" Alia memeluk Almira dengan penuh kasih sayang.


"Mommy!!" kata Rafa sangat gembira melihat wanita yang selalu dia sebut sebagai mommy itu.


Walaupun pangeran Redo sudah tak bersemayam lagi di dalam tubuh Rafa, tetapi dia masih meninggalkan mutiara naga di dalam tubuh Rafa untuk menjaga bocah lelaki itu dan agar bisa menjaga kekasihnya juga si Alia.


"Wah...ibu hamil satu ini semakin cantik saja walaupun sedang hamil!!" kata Alia sambil mengelus perut Almira yang mulai kelihatan menonjol.


"Mana suamimu?? mengapa tidak ikut mengantar sampai ke dalam??" tanya tuan Kelvin pada Almira.


"Abang sibuk hari ini ayah, mungkin sore baru bang Xavier akan mampir menjemput Almira." Jawab Almira.


Mereka berempat asyik bercengkerama saat Aliandhara datang bersama seorang wanita.


Aliandhara tampak terkejut saat melihat ada Almira di sana.


"Selamat siang tuan Kelvin!!" sapa gadis cantik dan seksi itu.


"Selamat siang Desiree...lama tidak mampir kemari??" tanya tuan Kelvin.


"Iya tuan, saya sibuk mendampingi Aliandhara!!" katanya ramah.


Almira, Rafa dan Alia hanya melihat sepintas lalu mereka terlibat obrolan seru kembali. Rafa dengan manja duduk di pangkuan Almira sambil mengelus-elus perut Almira.


"Rafa mau punya dedek bayi..." katanya senang.


"Rafa...jangan duduk dipangkuan mommy begitu, kasihan nanti dedek bayinya lho!!" kata Aliandhara.


"Mommy??" kata Desiree kaget dan heran.


"Oohhh sejak dulu Rafa memang memanggil Almira itu mommy...kata tuan Kelvin.


"Kenalkan ini Almira anak saya!!" kata tuan Kelvin.


"Hai..." kata Almira.


"Saya Desiree sekretaris pribadi sekaligus kekasih Aliandhara!!" kata Desiree.


"Wah...hebat dong bang kekasihnya cantik banget!!" kata Almira tersenyum ramah.


Sementara wajah Aliandhara seperti ditekuk mendengar Desiree membuat pengakuan seperti itu.


"Wah...adik-adikmu cantik-cantik sekali ya?? apalagi yang hamil ini, kau cantik sekali..." puji Desiree.


"Dan kau cowok tampan?? apakah kamu setuju jika tante akan menjadi mommymu yang baru??" tanya Desiree sambil mengelus rambut Rafa yang duduk dipangkuan Almira.

__ADS_1


"Nggakk..."


Teriakan Rafa spontan mengagetkan semua orang.


"Mommy Rafa hanya satu yaitu mommy Almira, Rafa ngga mau mommy yang lain, apalagi mommynya seperti tante!!" sarkasnya!!


"Rafa...Rafa...ngga boleh ngomong gitu sama yang lebih tua ya, nak!!" kata Almira mengusap lembut rambut Rafa.


Semua terpana terlebih Aliandhara dan terutama Desiree. Dia pikir akan dengan mudah menaklukan bocah lelaki itu, ternyata dia salah besar.


"Maaf Desiree, sejak dulu Rafa itu menganggap Almira sebagai mommynya....harap dimaklumi namanya juga anak-anak!!" bujuk Aliandhara.


Sementara wajah Desiree sudah seperti pelangi warnanya.


"Nak, kenapa tidak menginap di sini saja?? di rumah pantai kalian berdua pasti sangat kesepian!!" kata tuan Kelvin.


"Ngga apa-apa yah...lagian bang Xavier lebih suka suasana yang tenang karena akan lebih baik bagi perkembangan bayi kami!! Almira termenung dan tuan Kelvin tau apa yang tengah dirasakan oleh putrinya itu.


"Sabar ya...pasti akan ada jalan...semoga keempat orang yang kamu sayangi itu bisa segera menemukan apa yang kalian cari selama ini."


Sejak tadi mata Aliandhara tak pernah lepas menatap Almira.


Gadis cantik berusia 18 tahun yang dulu tak pernah sama sekali mengenal yang namanya rok, sekarang dalam balutan daster hamilnya dengan rambutnya yang panjang sepinggang terurai, wajahnya hanya dihiasi bedak baby dan lipbam malah membuatnya semakin cantik.


Bola mata indahnya terus berbinar mendengar cerita Alia, tak ada lagi Almira yang jutek dan dingin seperti dulu. Semua itu tak lepas dari pandangan Desiree yang membuatnya semakin penasaran siapa sebenarnya Almira itu.


Tiba-tiba masuk seorang laki-laki tampan seumuran dengan Aliandhara. Dia langsung masuk dan mendekap Almira dari belakang.


"Abang...kok datang ngga bilang-bilang sih?" tanya Almira sambil bergelanyut manja di lengan Xavier.


Wajah Aliandhara tampak berubah, ada semacam rasa tak ikhlas dalam hatinya melihat kebahagiaan Almira dan Xavier.


"Sudah datang Xavier...kalian mau pulang sekarang??" tanya tuan Kelvin pada keduanya.


"Iya yah...sudah kangen!!" kata Xavier sambil memeluk istrinya.


Setelah keduanya pulang, Desiree bertanya pada Aliandhara.


"Benarkah Almira itu anak tuan Kelvin Antonio?" tanya Desiree.


"Iya, memang kenapa?" tanya Aliandhara.


"Tatapanmu seperti tatapan mata penuh damba dan penuh cinta padanya, Ali!!" kata Desiree.


"Itu hanya perasaanmu saja...Alia dan Almira itu keduanya adalah adikku!" sahut Aliandhara.


"Abang sudah gajian?" tanya Almira pada suaminya.


Xavier menoleh pada istri tercintanya dan mengangguk sambil membelai kepala Almira.


"Mira pengen makan Seafood yang dekat kampus aja, bang!!" sahutnya.


"Itu lagi sayang? tak bosannya kamu memakan seafood??" kata Xavier sambil tertawa.


"Inikan bukan keinginan Almira, ini kan keinginan bayinya juga!!" kata Almira tak mau kalah


"Ya sudah...ya sudah abang ngalah!!" kata Xavier sambil tersenyum.


Akhirnya mereka singgah di restoran seafood kesenangan Almira.


"Bang, bagaimana kabarnya ayah dan ibu juga kakek Dahlan serta ayah Kojiro ya?? Berhasikah mereka menemukan goa simbra?? Mira sangat berharap sekali bang!!" Almira nampak sedih.


"Abang juga sangat berharap, Mira...abang tidak mau dan tak akan sanggup kehilanganmu karena abang sangat mencintaimu dan anak kita!!"


"Kita masih punya waktu kurang lebih 5 bulan lagi sayang, semoga dalam waktu itu kita semua bisa memusnahkan kutukan sang ratu pada keluargamu." Kata Xavier memberi semangat pada istrinya.


****


"Redo, mengapa kamu melamun sendiri di sini?" tanya ratu Nilakandi pada pangeran Redo putranya.


"Bunda, mengapa kaum kita tidak bisa menikah dengan manusia? lalu bagaimana nasib yunda Refanya dan Xavier suaminya? akankah mereka menjalani takdir seperti kita?" tanya pangeran Redo.


"Yunda Refanya itu terlahir dari ayah manusia dan ibu bangsa naga, yunda Refanya lebih banyak mewarisi gen manusia dari pada seekor naga berbeda dengan Redo yang memang terlahir dari keturunan asli bangsa naga, tak adakah toleransi untuk mereka berdua" tanya pangeran Redo lagi.


"Redo putraku...bukan ibundamu atau kakek nenekmu yang mengutuk semua ini tetapi asal mulanya ini ya bermula dari kutukan ratu Hikaru kepada bangsa kita."


Setiap keturunan kita pasti ada yang menikah dengan manusia, siapapun yang menikah dengan manusia itu pasti akan diambil untuk menjaga goa pualam ini. Itulah pengorbanan kaum wanita dari bangsa kita, terkucilkan, sendiri dan kesepian hingga akan datang pengganti berikutnya.


Redo menghela napas panjang. Dia jadi teringat dengan Alia. Aunty Rafa yang sekaligus menjadi kekasihnya itu.


Terkadang dia mau gila saat kerinduan datang melanda di hatinya. Tapi tak semudah membalikan telapak untuk bisa keluar dari dunia mereka.


Apalagi jika dia sudah melangkah keluar dari goa maka wujudnya akan berubah menjadi seekor naga lagi.


Tak jauh berbeda dengan perasaan pangeran Redo, Alia duduk di balkon kamarnya menghadap ke arah kegelapan.

__ADS_1


"Pangeran?? dimana kah pangeran sekarang berada? masihkah pangeran ingat sama Alia??" gumamnya.


"Aku merindukan sangat merindukanmu, pangeran!!" ucap Alia sedih.


"Mengapa kita dilahirkan dengan keadaan yang berbeda?? seandainya aku berasal dari bangsamu atau pangeran adalah manusia sepertiku tentu cerita cinta kita akan terus berlanjut."


"Tapi seandainya pangeran seorang manusia pun, pasti juga akan menolak gadis culun seperti aku ini!!" keluh Alia.


"Alia sayangku??? sedang apa kamu di sana? aku tau kamu juga sedang merindukanku, aku juga sangat merindukanmu Alia??? tetaplah menjadi kekasih hatiku kelak aku akan datang padamu dan bertanya apakah kamu mau menikah denganku!!" kata pangeran Redo pelan.


*


*


"Kurang ajar...siapa wanita bernama Desiree itu?? dulu Almira yang menjadi rivalku, setelah Almira pergi sekarang muncul lagi rival yang baru!!"


Valeria tampak menggeram marah. Dia memang tidak mencintai Aliandhara tetapi dia butuh uang dari pria ayah anaknya itu!!"


Mike?? pria pengangguran, yang dia butuhkan dari Mike hanyalah kepuasan ranjang semata.


Mike mampu memuaskannya, mampu membuatnya melambung tinggi keawang-awang.


Kemarin dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Aliandhara jalan berdua dengan Desiree akhirnya dia mendapatkan info bahwa Desiree itu adalah sekretaris pribadi Aliandhara.


"Hohoho...tak semudah kamu mendekati ataupun mendapatkan asetku yang paling berharga, Desiree!!" senyum jahat Valeria terkembang.


"Aku mendapat info siang ini mereka akan keluar dan makan bersama, di sana nanti aku akan memunculkan diri dan memperkenalkan diri sebagai nyonya Aliandhara Antonio!!"


*


*


Siang itu Xavier pergi ke supermarket untuk membeli beberapa barang titipan Almira. Saat dia akan kembali ke parkiran mobil, dia melihat seseorang.


Deg...


"Sullivan??? benarkah dia???" jantung Xavier berpacu dua kali lebih cepat melihat gadis itu.


Xavier dan Sullivan dulu berkuliah di tempat yang sama, pernah belajar ilmu juga bersama dengan kakek Kojiro, tetapi setelah wisuda Xavier dipanggil pulang ke tanah air oleh tuan Anderson ayah angkatnya dan awal perkenalannya dengan Almira. ( Itu sepertinya ada diawal-awal bab deh perkenalan Xavier dan Almira...authornya sudah lupa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š ).


Sebenarnya Xavier dan Sullivan sebelum Xavier pulang ke tanah air adalah sepasang kekasih. Tetapi entah mengapa saat itu Xavier begitu tertarik dengan remaja tomboi, jutek dan cuek yang telah berhasil mencuri hatinya.


Karena saat itu hubungan Xavier dan Sullivan sedang tidak baik-baik saja karena ayah Sulivan tak menyetujui hubungan mereka, menganggap Xavier tak sederajat dengan keluarga mereka.


Karena tak ingin membuat Sullivan menjadi anak durhaka akhirnya Xavier memenuhi panggilan daddynya untuk pulang ke Indonesia.


Dilihatnya wanita itu tampak sibuk dengan barang belanjaannya sehingga dia kesulitan untuk membuka bagasi belakang.


Tiba-tiba satu tangan kokoh membantunya membukakan bagasi mobil miliknya.


Sullivan kaget dan sontak menoleh kearah si penolong.


Netra mereka beradu cukup lama. Bola mata Sullivan sama seperti Almira sama-sama berwarna biru. Itulah mengapa Xavier jatuh cinta pada Almira karena mata Almira mengingatkannya pada Sullivan.


"Xa...Xavier?? benarkah ini kamu??" sudah lama sekali..." bisik Sullivan dengan mata berkaca-kaca.


Hampir belanjaan yang ada di tangannya terlepas jika tidak dipegang oleh Xavier. Begitu pula dengan tubuhnya seandainya tidak dipeluk oleh Xavier, pasti tubuh indah itu akan mendarat di tanah.


"Apa kabar Sulli??" tanya Xavier sambil mendekap erat tubuh gadis itu.


"Aku sangat merindukanmu, Xavier...!!" kata Sulli sambil menangis.


"Kita cari restoran dekat sini yuk, ngga enak bertangisan di parkiran begini!!" kata Xavier yang langsung di setujui oleh Sullivan.


Xavier tidak tau dan tidak menyadari ada sepasang mata bening yang telah banjir oleh air mata karena sejak tadi dia melihat interaksi antara kedua pria dan wanita itu.


Almira, tuan Kelvin, Rafa dan Alia memutuskan untuk berjalan-jalan dan pergi ke supermarket sementara menunggu Xavier pulang mengajar.


Tuan Kelvin dan Alia ditemani beberapa bodyquardnya masih berada di dalam supermarket sementara Almira yang merasa perutnya mual dan kepalanya pusing mencium aroma di dalam supermarket keluar ke parkiran duduk di dalam mobil di temani oleh Rafa yang selalu setia ada di sampingnya.


Awalnya Almira tidak menyadari bahwa mobil suaminya terparkir berbatas dua mobil dari mobil ayahnya, dia hendak memanggil suaminya saat melihat Xavier baru keluar dari supermarket tetapi dia membatalkan panggilan itu saat melihat suaminya datang menghampiri seorang wanita.


Semula Almira berpikir bahwa Xavier ingin menolong wanita yang tampak kesulitan dengan barang belanjaannya untuk membuka bagasi mobilnya itu, tetapi ternyata salah.


Dengan mata kepalanya sendiri Almira melihat Xavier dan wanita cantik itu saling berpelukan erat. Berkali-kali juga dia melihat Xavier mengecupi kepala wanita itu sambil menyeka airmata yang menetes ke pipi wanita itu berkali-kali.


Seluruh sendi-sendi di tubuh Almira terasa seperti telah berlepasan dari engselnya.


Almira membaca gerakan bibir Xavier dan si cantik itu dengan mata berkaca-kaca.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Bagaimana kisah cinta sang istri dan sang mantan kekasih yang ternyata belum menjadi mantan selanjutnya??


Like, komen, vote, favorit dan rate nya ya reader๐Ÿ™๐Ÿ™.


__ADS_2