Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 189 Kangen


__ADS_3

Waktu dia dan Almira berpisah dulu belum dalam keadaan baik-baik saja, masih ada kesalah pahaman di antara mereka yang belum terselesaikan.


"Hei...kok kamu malah melamun di situ?? kemarikan Miranda biar ibu mandikan, hari sudah sore!!" kata Serafin pada Matsuyama yang sontak mengagetkan ayah satu putri itu!!


"Matsuyama memberikan putrinya untuk di mandikan.


"Euhmmm cucu nenek sudah besar ya...kangen sama mommy ya...sabar ya nak, suatu hari mommy pasti pulang untuk menjenguk Miranda ya!!" kata Serafin sambil memeluk cucunya.


Hati Matsuyama terasa perih. Dia tidak bisa diam terus menerus selama berbulan-bulan seperti ini, dia harus mencari Almira istrinya, kasihan Miranda putri mereka, walaupun dia tidak tau harus mencari dari mana dulu intinya besok dia akan menitipkan Miranda dengan mertuanya dan dia akan pergi sendiri mencari Almira.


Setelah selesai makan malam dan Miranda sudah tertidur, Matsuyama mengutarakan niatnya pada kedua mertuanya untuk mencari istrinya.


"Ayah...ibu...Magsuya besok mau pergi mencari Almira, tolong titup Miranda selama Matsuya pergi ya ayah, ibu!!" kata Matsuyama.


"Kami mengerti perasaanmu Matsuyama, pergilah susul istrimu dan bawalah pulang kembali kepeternakan.


**************


Pagi-pagi sekali Matsuyama pergi dari peternakan.


Dia menunggangi si putih kuda pemberian dari mantan mertuanya Bara Seta dan tidak menggunakan mobilnya karena tau medan yang akan dia lalui pasti sangatlah sulit.


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam, Matsuyama berhenti untuk beristirahat makan dan minum sejenak dan sebentar mengistirahatkan si putih, dia tau perjalanannya kali ini tak berujung dia hanya mengikuti kemana arah kakinya melangkah dan instingnya saja.


Matsuyama sedang membasuh wajahnya saat dari seberang semak dia seperti mendengar suara beberapa orang bercakap-cakap.


"Apa kamu yakin dengan berita itu??" tanya temannya lagi.


"Yakinlah...sepupuku menikah dengan seorang prajurit dari siluman kera itu, tetapi karena tugasnya adalah menjaga di dalam istana maka dia tidak dibawa untuk pergi berperang."


"Dia juga cerita bahwa panglima tertinggi kerajaan naga itu bersama seorang wanita yang sangat cantik mampu mengambil batu merah delima dan mahkota kerajaan yang mulia Kebebitak."


"Mereka sudah menguasai istana saat ini, dan seluruh rakyat ternyata mendukung mereka berdua dan tuanku Bilygong akan dinobatkan menjadi raja kembali menggantikan Kebebitak."


"Siapa nama wanita cantik yang bersama panglima perang yang sangat tampan itu??" tanya temannya yang sudah pasti adalah seorang pria.


"Yang aku tau bahwa dia adalah putri dari ratu Nilakandi."


DEG...


Tiba-tiba jantung Matsuyama berpacu lebih cepat. Mertuanya itu tak punya putri lain selain....Almira istrinya...tapi kok bisa pergi bersama Tristan?? Matsuyama yakin yang diceritakan mereka itu adalah Tristan.


Wajah Matsuyama memerah menahan marah dan cemburu. Teganya ibu mertuanya itu meminta Almira istrinya pergi bersama Tristan??

__ADS_1


"Apakah mereka berdua akan menetap di sana??" tanya temannya.


"Sepertinya tidak, karena setauku pasukan Kebebitak sedang menuju kekerajaan naga untuk menyeramg istana itu.


"Ya sudah, ayo kita pergi...akhir-akhir ini jalan ke sungai ini tidak aman, sering banyak begal berkeliaran!!" kata teman satunya.


Kembali Matsuyama termangu di tempat dia berdiri. Haruskah dia menyusul ke kerajaan siluman kera atau langsung menuju goa batu pualam??


Akhirnya dia memilih langsung menuju goa batu pualam karena dia pernah kesana sebelumnya.


Dia kembali memacu si putih menuju ke goa batu pualam.


Kita tinggalkan dulu Matsuyama yang dalam perjalanan mencari istrinya....


Di taman kampus angin berhembus semilir.


Alia duduk sendirian di bangku taman sambil memegang selembar foto.


"Pangeran Redo???" desisnya lirih.


Kenangannya melayang pada sosok pemuda yang hingga kini masih mendiami dalam di sudut hatinya.


"Kamu bilang tidak akan pergi lama...tapi nyatanya sudah hampir setahun kamu pergi tanpa kabar berita??" lirih Alia.


"Tampan??? di mana kamu berada sekarang?? masihkah kamu ingat denganku?? lalu sampai kapan aku akan menunggumu di sini??" tampak butiran bening mengalir dari dua kelopak matanya.


DOR....


Alia terlonjak dari duduknya saat ada seseorang yang datang dan mengagetkannya.


THAMRINNNN....


Teriakan Alia sangat memekakan telinga pemuda itu sampai-sampai dia harus menutup kedua telinganya.


"Badanmu kecil dan kurus...tetapi teriakanmu sangat nyaring sekali!!" pekik Thamrin.


"Habisnya...kamu datang-datang langsung mengagetkan aku...kebiasaan betul!!" gerutu Alia.


Thamrin duduk di samping Alia lalu mengambil foto yang ada di tangan Alia dan Alia hanya diam membiarkannya.


"Kamu merindukan dia??" tanya Thamrin pelan.


Alia hanya mengangguk lesu mendengar pertanyaan Thamrin.

__ADS_1


"Kamu sudah berusaha untuk menelponnya??" tanya Thamrin lagi.


"Telepon??" Alia tertawa pelan.


Secara di dunia pangeran Redo mana ada telepon, tetapi tak mungkin juga Alia menjelaskan hal itu kepada Thamrin, salah-salah dia bisa dianggap gila karena dianggap berhalu tingkat tinggi.


"Nomor teleponnya hilang...karena tersimpan di ponselku yang lama!!" hanya itu alasan yang bisa dikemukakan oleh Alia.


Kembali Thamrin menatap lekat foto pangeran Redo.


"Pemuda ini tampan sekali seperti anak para bangsawan atau seperti seorang putra mahkotalah istilahnya!!" pikir Thamrin.


"Sebenarnya dia tinggal di mana sih Alia?? mungkin aku bisa minta bantuan orang-orangku untuk mencari keberadaannya untukmu!!" kata Thamrin.


Dia sangat mencintai gadis itu, tetapi melihat Alia selalu murung setiap harinya...dia juga jadi tak tega.


Dalam hatinya bertekad menyebar mata-matamya untuk mencari keberadaan pemuda itu sekaligus mencari tau siapa sebenarnya pria muda bernama Redo itu.


"Kita kekantin yuk...aku lapar!!" kata Thamrin lalu menarik tangan Alia menuju kantin.


"Wihhh...bukan main transformasi si cewek culun, heran...apa sih yang mereka lihat dari si culun ini???" teriak Meta anak fakuktas ekonomi yang sekelas dengan Thamrin.


"Iya....cantik kagak...kaya juga kagak!!" celetuk Nety temannya.


Mereka sama sekali tak pernah tau siapa Alia sebenarnya karena Alia tak pernah mau diantar dengan mobil sampai kegerbang kampus.


"Thamrin...loe kan ganteng banget tuh...ngapain cari pacar jauh-jauh sampai kefakultas kedokteran?? di kelas kita juga banyak tuh yang cantik, seksi dan kaya??" celetuk Meta menatap Alia sinis.


Thamrin mengajak Alia duduk di pojok tanpa menghiraukan celotehan Meta dan Nety disertai tawa dari sebagian penghuni kantin, tetapi banyak juga yang memandang geram pada dua anak konglomelarat...eh konglomerat itu!! apalagi mereka yang satu fakultas dengan Alia dan notabene tau siapa Alia sebenarnya tetapi mereka lebih memilih diam dan malas mencari ribut dengan cewek seperti Meta dan Nety.


Tetapi rupanya karena merasa diacuhkan oleh Alia dan Thamrin, Meta dan Nety antara kesal, jengkel juga iri mendatangi tempat duduk Thamrin dan Alia.


"Kalian berdua itu sebenarnya dengar ngga sih kita ngomong??' teriak Meta.


Karena sudah kesal dan merasa sangat terganggu ketenangan mereka Thamrin berdiri dan menggebrak mejanya dengan kesal!!!


*


*


***Bersambung...


Apa yang akan dilakukan Thamrin selanjutnya??

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka di next episode ya!!🙏🙏


__ADS_2