Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 61 Ocehan Receh


__ADS_3

"Tau ah...terserah daddy aja!! tapi benar gadis muda yang bersama Xavier itu cantik sekali, daddy!!" Xavana terbayang saat dia melihat Almira pertama kalinya.


"Terus jika Xavier kembali ke Jepang, bagaimana dengan gadis itu?" Xavana tampak serius berpikir sambil mengetuk-ngetuk dagu dengan jarinya.


"Terus maksudmu? jika Xavier sudah tak lagi bersamanya, kamu mau mengambil wanitanya Xavier itu? gila kamu!!"


Tuan Anderson langsung menoyor kepala Xavana dengan jengkelnya.


"Memang orang sepertimu mengenal cinta? bukannya cinta bagimu hanya akan berakhir diujung pembuanganmu itu?"Tuan Anderson menunjuk ke bagian bawah perut putranya.


"Maksud daddy menunjuk ke dedekku itu apa? emang dedekku salah apa dalam hal ini?" tanya Xavana.


"Memang selalu salah, dedekmu selalu salah tempat dan orang, contohnya seperti Valeria itu."


"Kau kami jodohkan dengannya malah kamu pakai lalu kamu berikan ke Aliandhara sampai bunting dan punya anak."


"Lha itu salahnya Valeria sendiri kenapa mau dan salahnya Aliandhara sendiri kenapa kok goblok mau aja dibohongi oleh Valeria."


"Hiiihhh, malasnya daddy ngomong sama mulut runcingmu ini, buntut-buntutnya daddy selalu kalah!!" umpat Tuan Anderson.


Lalu tuan Anderson beranjak meninggalkan Xavana sendiri.


"Mau kemana dad!!" tanya Xavana.


"Tidur." jawab Anderson cepat.


Xavana kembali duduk di ruang tamu sendiri sambil membayangkan wajah cantik Almira yang selalu terbayang-bayang di pelupuk matanya.


"Hai gadis, kamu harus kumiliki...kecantikanmu mampu meruntuhkan keangkuhan hatiku."


"Aku harus mencari tau siapa gadis cantik itu sebenarnya."


Xavana memejamkan matanya dan menghayalkan wajah cantik Almira.


*


*


"Yakin kamu sudah bisa kuliah hari ini?" tanya Hiro pada Almira.


"Aku bosan di rumah terus Hiro, sudah seminggu ini aku tidak turun kuliah semenjak dia pergi..."lirih suara Almira saat menyebut kata dia.


"Ya sudah kalau kamu sudah siap, kita akan berangkat sama-sama kekampus." jawab Hiro.

__ADS_1


"Kamu tidak takut kepergok Sima?" tanyaku pada Hiro.


"Sima tidak berhak mencampuri hidupku, urusanku, apalagi urusan percintaanku." Hiro tampak cemberut.


"Urusan percintaanmu? kamu sekarang sudah punya pacar? kok selama seminggu ini kita tinggal di sini aku ngga tau?" jawab Almira.


"Adalah...memang semua harus kuberitahukan padamu? ngga kan?" suara Hiro agak meninggi.


"Santai bos, aku ngga akan mengganggumu kok...tenang aja!!" jawab Almira seraya menepuk bahu Hiro.


Setelah berpamitan dengan kakek, mereka naik motor sport Hiro. Sepanjang perjalanan Almira diam membisu memandang sepanjang jalan. Mungkin kenangan bersama Xavier masih seliweran melintas di kepalanya saat melewati jalan yang sama.


Hiro agak menyesal tadi sempat berkata sedikit keras pada Almira. Dia hanya kesal mengapa Almira tak pernah peka pada perasaannya!!


Begitu mereka memasuki gerbang kampus semua mata tertuju pada mereka berdua. Kabar yang beredar bahwa Xavier dan Almira bersaudara tentu sudah menyebar tanpa tau siapa penggosipnya.


Banyak di antara mereka merasa iba, ada yang simpati tetapi senang, terutama para pria jomblowers yang mengantri cintanya Mira dan bagi mereka yang tak suka tentu bersorak bertepuk tangan.


"Wah, bisa nih jadi pacar abang loe!!" sapa seorang cewek yang cinta mati sama Xavier termasuk Alia palsu.


Tetapi ada dua pasang mata di tempat yang berbeda sedang menatap Mira. Yang satu tatapan penasaran dan yang satu lagi tatapan kerinduan penuh damba.


Almira menguatkan kaki dan hatinya untuk masuk kedalam gerbang kampus.


"Iya, heran itu kutu kupret kok bisa jalan bareng sama anak musuh ibumu!! jawab Sima.


"Jangan-jangan mereka sudah jadian?" jawab Sima lagi sambil melengos tak suka.


"Tapi kamu suka kan saat mengetahui Almira dan Xavier itu bersaudara...jadi kamu bisa memikat Xavier untuk jadi kekasihmu...aku membayangkannya saja sudah panas dingin." kata Sima.


"Ohhh, itu yang bernama Almira gadis cantik yang bersama Xavier tempo hari?" rupanya karena penasaran si Xavana pergi ke kampus tempat Xavier mengajar.


"Cantik sekali, dipandang dari sudut manapun dia memang sangat cantik...tapi apa kata para mahasiswa dan mahasiswi tadi? Xavier dan Almira bersaudara? itu berarti Xavier sudah ingat akan masa lalunya dong!!" Xavana terus berbicara sendiri.


Sementara di sisi yang lain Aliandhara pun ikut mendengar percakapan mereka yang ada di kampus itu.


"Kasihan Almira, aku memang tak suka dia dekat dengan Xavier...aku cemburu tapi aku juga tak tega melihatnya nelangsa seperti ini setelah berpisah dari Xavier yang ternyata adalah abangnya.


Mata Aliandhara tak lepas memandang wajah Almira yang sangat dirindukannya. Ingin rasanya dia turun dari mobil menghambur dan memeluk Almira tapi dia masih berusaha untuk menahan diri dahulu.


Tanpa menghiraukan pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan padanya bak wartawan mewawancarai koruptor kelas kakap, Almira melangkah gontai masuk menuju kelasnya di bagian belakang gedung.


"Eits...manusia kelamin ganda, loe mau kemana...sini dulu kita ngobrol-ngobrol tentang bagaimana rasanya patah hati, bagaimana rasanya mencintai kakak sendiri...eh kamu belum kikuk-kikuk sama pak Xavier kan, Mira? hihihihi...

__ADS_1


Trio jaha*nam, yang menyebut diri mereka tiga putri...Stela, Sisy dan Stevi musuh bebuyutan Almira dan Alia.


Yang bicara tadi Stela lalu bak gayung bersambut dua temannya menyahut macam bensin tersiram api.


"Kikuk-kikuk itu apa maksudmu, Stela? tanya Sisy sambil senyum-senyum.


"Bilang aja making love, gitu lho Stela!! sahut Stevi.


"Ya itu maksudku tadi...secara lho mereka berdua ini lengket seperti perangko..." lalu tertawa terkikik-kikik.


Mira sama sekali tak mempedulikannya. Tapi Hiro maju menghadapi tiga wanita kurang kerjaan itu.


"Puas kalian bertiga? puas menertawakan dia? puas kalian berbahagia di atas penderitaan orang lain? coba kalian semua pikir pakai otak, jangan berpikir pakai dengkul seperti trio sakit jiwa ini, seandainya posisi kalian ada seperti yang di alami Almira dan pak Xavier, apa yang akan kalian lakukan?"


Teriakan Hiro yang menggelegar membuat semua yang tadi ikut tertawa mendengar celotehan Stela jadi terdiam. Walaupun tidak semuanya tertawa. Ada juga yang menggeram marah tak terima seperti Aliandhara dan Xavana, contohnya.


Mereka berdua walaupun dari tempat yang berbeda sangat marah.


"Berani sekali tiga gadis sakit jiwa itu menertawakan calon gebetanku...awas kalian ya!! tapi siapa laki-laki yang membela Almira itu ya? itu laki-laki yang datang bersamanya tadi kan?"


Lain lagi dari versi Aliandhara.


"Inginnya aku turun dan mere*mas mulut-mulut mereka itu...jahatnya mereka mengatakan Almiraku seperti itu!! mommynya Rafa bukan tipe wanita seperti yang mereka katakan."


Aliandhara sangatlah marah, dia berusaha menahan gejolak amarahnya.


"Ih...Hiro, kok marah sih? kamu ngga terima ya...kamu suka sama dia ya!! Stevi tersenyum sambil mengolok-olok Hiro.


"Diaaammm..."


Stevi langsung mengerucut mendengar bentakan Hiro.


"Sekali lagi kudengar kamu menghinanya, kumandikan kalian bertiga pakai air comberan, dan aku tak pernah main-main sama ancamanku...ingat itu!!"


*


*


***Bersambung...


Iiiihhhh babang Hiro marah banget kayaknya...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jangan lupa mampir ya guys...dukungan kalian selalu kuharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2