
Tubuhnya terasa bergetar berusaha melawan racun jahat yang tadi disemprotkan Kadir dari mulutnya.
"Kamu dari mana?" tanya Almira pada Kadir yang baru saja datang.
Tampak Almira, Matsuyama dan Xavier sedang duduk bertiga.
Sssss....sssss
"Dia bilang apa?" kata Matsuyama bingung.
"Dia bilang habis ngerjain kakek Dahlan palsu...begitu katanya!!" Xavier ikut menambahkan.
"Mira, jika sudah tau itu kakek Dahlan palsu, kenapa tidak kita hajar saja rame-rame biar mampus sekalian." Dengan gemas Xavier lalu mencubit pipi Almira.
"Kalau kakek Dahlan palsu kita binasakan, terus bagaimana nasib kakekku?" Almira menjawabnya.
"Padahal aku sudah gemas pengen menghajarnya...aku ngga suka cara dia menatap ibu dan Almira, rasanya pengen kucolok biji matanya." Ucap Xavier kesal.
"Memangnya kenapa jika ada yang menatapku, bang?" tanya Almira menggoda Xavier.
"Pokoknya ngga ada yang boleh, siapapun dia..." jawab Xavier sambil melirik Matsuyama.
"Kok melirik padaku pula?? jangan-jangan abang cemburu lagi padaku!!" sahut Matsuyama.
Xavier diam saja. Tapi matanya memang mendelik tak suka pada Matsuyama yang selalu menempel pada Mira seperti lem.
"Bisa ngga sih itu badan jangan menempel gitu? sepet tau ngeliatnya!!" kata Xavier.
"Sudah...sudah...bang, aku sama Matsuyama juga hanya teman biasa aja kok ngga lebih!!" jawabku.
"Hanya abang...ngga usah cemburu gitu juga kali, kan hanya mantan pacar!!" gumam Matsuyama.
"Apa kamu bilang?" tanya Xavier melotot pada Matsuyama.
"Kubilang, abang ganteng kalau lagi marah...tapi lebih ganteng lagi kalau diam!!" sungut Matsuyama.
"Dasar bocil!!" kata Xavier.
Entah mengapa dia kesal sekali pada adiknya Hiro ini, dari segi wajah dia sangat tampan dan masih muda pula, dari segi ilmu...Matsuyama juga berilmu tinggi, mungkinkah perasaan cemburu menghantui?
"Abang...cemburukah?? adik sendiri lho kok cemburu!!" aku menyikut pinggangnya sambil tersenyum menggodanya.
"Tau ah..." lalu dia berdiri dan berlalu dengan wajah cemberut.
"Awas ya Matsuyama...jangan nempel terus sama adikku!!" kata Matsuyama.
"Chucky...abangmu itu masih cinta sama kamu!!" kata Matsuyama sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Xavier.
Almira hanya diam saja. Hatinya juga mengakui bahwa diapun masih sangat mencintai Xavier, apalagi kejadian tadi pagi saat Xavier mengecup bibirnya seakan tak pernah lepas dari ingatannya.
*
*
__ADS_1
"Mengapa anda terus saja mondar mandir begitu nona?" tegur Sima pada Levia saat dia melihat Levia sedang gelisah.
"Celaka...celaka...Sima!!" sahutnya gusar.
"Apa yang celaka nona?" tanya Sima lagi.
"Alia yang kutawan di dalam awan hitam di atas mansion ini tiba-tiba saja menghilang...belum lagi Xavier dan Almira telah bersama, ditambah Giandra dan Serafin, mereka akan semakin kuat...aku harus mencegah bocah kecil yang bernama Rafa itu untuk bergabung dengan mereka."
"Menurutmu, siapa yang bisa membebaskan Alia, Sima?" tanya Levia gusar.
"Hanya ada dua orang yang mampu menembus awan hitam itu...pertama saudara kembarku, aku saja tidak bisa melakukannya dan yang kedua adalah Rafa.
"Rasanya kalau Hiro pelakunya itu mustahil, dia berada sangat jauh di dalam lembah!! pasti pilihan kedua, Rafa!!" tekan Sima.
"Aku juga sependapat denganmu, karena sering kulihat Rafa berkeliaran bermain di sana."
"Jika sampai Rafa bisa membebaskan Alia, sudah dapat di pastikan bahwa betapa tingginya ilmu kesaktian bocah itu." kata Sima.
"Terus bagaimana perkembangan paduka ratu?" tanya Sima lagi.
"Purnama merah masih seminggu lagi, Sima...tetapi tak ada satupun yang bisa menangkap Almira, Xavier ataupun Rafa..." kata Levia.
Mereka berbincang-bincang tanpa menyadari ada sesosok yang hanya berupa bayangan melekat pada dinding menyeringai mendengarkan percakapan mereka.
Setelah puas mendengarkan, sosok itu melayang masuk ke dalam kamar Rafa. Di atas pembaringan, tampak sosok Rafa tengah tertidur dengan pulas. Lalu sesosok bayangan itu ikut membaringkan diri di atas tubuh Rafa dan kemudian menghilang masuk kedalam tubuhnya.
Bocah tampan itu membuka matanya dan tampak seringai dari mulutnya.
"Memang aku yang telah membebaskan auntyku itu, tante Levia!! jangan kamu pikir aku tak tau siapa dirimu sebenarnya. Aku telah membawa aunty Alia ke tempat yang aman yang jauh dari jangkauan kalian."
"Aku yang juga telah memagari seluruh mansion ini agar anak buah ibumu yang dipanggil Hikaru itu tak dapat masuk dan berbuat jahat di mansion ini.
"Kalian orang-orang jahat, beruntung ibunda naga Nini telah menyusupkan rohku kedalam tubuh bocah malang ini...sehingga aku bisa menjaganya dan seluruh keluarganya."
"Ketiga elemen pecahan dari batu naga biru itu telah di temukan, tinggal satu orang lagi yang belum juga di temukan hingga kini."
"Jika keempat elemen telah disatukan, maka ratu jahat itu beserta antek-anteknya bisa dimusnahkan selamanya." ucap Rafa perlahan.
"Tunggu sajalah Levia tante palsuku, saatmu akan tiba kembali ke goa Simbra!!" Rafa tertawa mengekeh.
Lalu dia keluar kamar seperti biasanya dan berlaku seperti bocah kecil pada umumnya.
"Daddy!!"
Aliandhara yang sedang berada di ruang kerjanya sontak menoleh kearah pintu.
"Oooo...oooo putra kesayangan daddy sudah bangun rupanya!!" Aliandhara bangkit dari kursi kebesarannya dan mengembangkan tangannya menyambut Aliarafa.
"Sekarang sudah gede ya nak, kangen ngga sama mommy Mira?" tanya Aliandhara pada putranya.
"Kangen...Rafa kangen mommy!! kapan mommy kemari lagi, daddy??" rengek Rafa.
"Nanti jika daddy sudah tidak sibuk, kita akan jemput mommy Mira, ya!!" Rafa hanya mengangguk saja.
__ADS_1
"Maafkan daddy ya Rafa...mommy aslimu sendiri tak pernah peduli sama kita, tapi kita malah merepotkan mommy Mira." Aliamdhara mengelus rambut anaknya itu.
"Mommy Mira cantik, mommy Mira baik sama Rafa....Rafa sayang mommy Mira!!" kata Aliarafa.
"Daddy juga sangat sayang sama mommy Miramu, Rafa...walaupun mommy Mira tak pernah menganggap daddy ada." Aliandhara tampak tersenyum sedih.
Rafa memeluk Aliandhara tetapi sudut matanya menangkap sosok yang bersembunyi menguping pembicaraan mereka di balik pintu. Rafa mengibaskan tangan kanannya, serangkum angin berwarna kelabu menerjang kearah si penguntit.
Awwhhhh...
Levia mengibaskan tangannya yang tadi sempat terserempet angin pukulan Rafa.
"Bocah jaha*nam..." rutuk Levia saat melihat tangan kanannya mengalami luka lecet dan gosong kehitaman.
"Awas kamu bocah sialan, jika suatu hari kita bertemu di pertempuran, akan kuinjek-injek kaki kecilmu itu."
"Ada apa dengan tanganmu nona muda? mengapa lecet begitu?" tanya Sima yang sedang duduk bersila di lantai kamar Levia.
"Apalagi jika bukan perbuatan bocah sialan itu!!" rutuk Levia kesal.
"Dan celakanya ilmuku sama sekali tak berfungsi di dalam lingkungan mansion ini!!" sentak Levia sangat marah dan kesal.
"Rasakan olehmu aunty palsuku!!" Rafa tersenyum dingin. Dia sudah bisa menebak kalau hempasan angin panas yang keluar dari tangannya mengenai tangan mulus Levia.
"Daddy, kakek, dan seluruh orang tak berdosa yang ada di mansion ini...aku tak akan pernah membiarkan kaliam semua celaka!!" guman Rafa.
"Ibunda ratu naga Nini, aku akan terus melaksanakan kewajibanku untuk menjaga mereka semua sampai tiba masanya aku kembali menjadi naga kecil lagi seperti dulu, aku merindukanmu ibu!!" bisik hati Rafa.
*
*
Krompyang....
"Ada apa tuan muda Xavana? mengapa seisi kamar anda berantakan semua?" tanya pembantu senior yang ada di mansion itu, pembantu yang telah mengasuh Xavana sejak dia masih kecil dulu.
"Aku kesal banget, bi!!" teriak Xavana membuat pembantu yang lain mengkeret ketakutan setengah mati.
"Apa gerangan yang membuat tuan muda Xavana kesal seperti ini?" tanya maid tua itu lagi.
"Bi, apakah wajah Xavana kurang tampan? apakah Xavana kurang kaya? atau Xavana sudah tua?" tanya Xavana menggebu-gebu sangking kesalnya.
"Siapa yang berani-beraninya bilang jika tuan muda kurang tampan? siapa yang berani-berani bilang jika tuan muda kurang kaya dan sudah tua?" tanya pembantu senior itu dengan nada berapi-api. Dia pun tak rela jika tuan muda yang dia asuh semenjak dia masih bayi itu dikatakan kurang tampan, tidak kaya dan sudah tua.
*
*
***Bersambung...
Xavana lagi gondok ya!! ππ pasti gara-gara si gadis bar-bar Shahnaz Almiraππ
Siapa sebenarnya Aliarafa? benarkah dia jelmaan dari putra naga pemilik batu mustika naga biru?
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya ya reader...dan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika author belum sempat mampir dan membalas komen teman-teman semuaππ