Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 66 Player Jatuh Cinta


__ADS_3

"Kalau malaikat maut itu pasti merindukan ayah, bukan merindukanku!!" jawab Xavier sambil tersenyum.


Entah mengapa hatinya terasa sejuk saat mendengar ayahnya bilang bahwa ada seseorang yang sedang merindukan dirinya.


"Almira...." bisiknya sambil memejamkan matanya.


"Apakah kamu juga merindukanku? aku tau aku salah...aku salah karena merindukan adikku sendiri...Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosaku yang belum mampu untuk melupakannya walaupun kami sudah terpisah ribuan mil jauhnya, tetapi mengapa hati ini selalu bergetar setiap kali ingat dirinya?"


"Kamu sekarang sedang apa di sana? adikku...kekasihku...maafkan kakakmu ini yang tak bisa lagi mendampingimu, jika kita terus bersama, bisa saja kita berdua khilaf dan mengakibatkan hubungan terlarang akan terjadi."


"Apakah kamu juga sedang merindukanku seperti aku yang selalu merindukan dirimu."


"Xavier...kenapa bibirmu komat kamit seperti pantatnya ayam mau bertelor?" sebuah tepukan keras di pundaknya sontak membuyarkan semua lamunannya.


"Ayah...."


Xavier berteriak kesal pada ayahnya yang selalu saja mengganggu keasyikannya untuk melamun.


"Hati-hati lho ya...kita berada di pinggir hutan, jangan sampai nanti miss Key kamu sangka Almira." kata ayahnya.


"Miss Key siapa yah?" tanya Xavier pada ayahnya.


"Kamu ini pura-pura tolol atau tolol beneran? masa kamu ngga tau Miss Key? haruskah ayah jelaskan di sini?" kakek Kojiro keliatan gusar.


"Kenapa sih kek? kok kelihatan takut begitu? kakek takut sama hantu ya??" ledek Xavier.


"Kalau kamu tidak mau berhenti bicara, nanti kucekoki mulut embermu pakai sepatu bututku ini baru tau rasa..." Kojiro semakin kesal.


Semenjak kecil dia memang takut sama yang namanya hantu.


Xavier tertawa tergelak melihat tubuh ayahnya tiba-tiba mengkeret, seperti kerupuk melempem.


"Apa yang kamu tertawakan anak sambal? Tertawamu itu menyeramkan tau?" Kojiro melotot kearah putranya.


"Ya ela, gitu aja marah...sudah kakek tidur saja biar Xavier yang berjaga takut kakek dimakan binatang buas!!"


"Dasar anak setan..." Kojiro bertambah marah.


"Siapa yang tadi mau melihat Matsuri segala? kan ayah sendiri sehingga kita harus pulang kemalaman lewat hutan begini." (Matsuri adalah festival budaya di Jepang).


"Mending naik kendaraan, lha ini jalan kaki? gila ngga!! sudah giliran nginep di pinggir hutan, malah takut sama hantu."


"Jadi orang pelit sih, coba tadi kita nginep aja di penginapan terakhir tadi yang kita lewati...kan ngga kedinginan dan digigiti nyamuk begini!!"


"Heh Xavier kampret, ayah curiga otakmu ini sudah benar-benar tercuci dengan cintanya Almira ya!! tidak kah tadi kamu lihat betapa menyeramkannya penginapan yang kita lewati tadi? hawa mistisnya begitu terasa...hiiihh." si kakek tampak merinding membayangkan yang dia lihat tadi.


"Ya sudah, biar Xavier yang berjaga dan ayah yang tidur."


*


*


"Xavana...beberapa hari ini daddy liat kamu selalu tersenyum-senyum sendiri, seperti orang yang sedang jatuh cinta saja!!"


Tuan Anderson yang sedang menikmati keindahan taman di mansionnya tergugah hatinya melihat Xavana putranya sedang duduk di ayunan sambil berayun dan tersenyum-senyum sendiri.


"Xavana memang sedang jatuh cinta, daddy!! Xavana jatuh cinta sama gadis remaja!!"


"What...gadis remaja?" hahahaha...


Tuan Anderson tak bisa lagi menahan tawanya mendengar curhatan Xavana.


"Jangan bilang kamu jatuh cinta pada remaja yang di perkirakan adalah adik kandung Xavier itu?" tanya tuan Anderson.


"Oh iya, gimana kabarnya Xavier sekarang ya daddy? Xavana mencoba berkali-kali menghubungi ponselnya, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi."


"Kamu tidak usah mengkhawatirkan adikmu itu...dia laki-laki yang hebat dan mandiri apalagi dia bersama dengan paman Kojiromu."

__ADS_1


"Daddy, terkadang Xavana iri dengan Xavier...dia sangat tampan, tidak playboy, mandiri, tidak manja seperti Xavana terutama dia sangat tangguh, ilmu bela dirinya hebat dan dia juga sangat cerdas."


"Kemana-mana dia selalu pergi sendiri tidak seperti Xavana yang selalu dikawal jika pergi kemanapun."


"Mengapa dulu sewaktu Xavier diajak oleh paman Kojiro pergi menuntut ilmu ke negeri Sakura, daddy tak mengijinkan Xavana untuk ikut serta dengan mereka?"


"Kamu? belajar ilmu bela diri? jalan jauh sedikit aja napasmu sudah ngos-ngosan...apalagi belajar ilmu bela diri dan jauh dari daddy!!"


"Gadis itu kasihan daddy, dia dihina oleh teman-teman di kampusnya tapi anehnya gadis yang super cuek itu diam aja dihina seperti itu!!"


"Xavana rasanya tak terima melihat pujaan hati Xavana diperlakukan seperti itu...ingin sekali rasanya Xavana membeset mulut para gadis yang mengata-ngatai gadis cantik itu."


Tuan Anderson hanya tertawa mendengar kekesalan putranya itu. Seumur hidup Xavana tak pernah mengenal yang namanya jatuh cinta. Dia pernah bilang bahwa seorang player untuk apa jatuh cinta hanya akan merepotkan saja, contohnya seperti Valeria.


Tapi sekarang nampaknya dia harus menelan kembali kata-katanya. Ternyata seorang remaja mampu menggoyahkan pertahanan hati seorang player seperti Xavana.


"Makanya jangan suka mainin hati seorang wanita, kena batunya kan kamu sekarang." kata sang daddy pada putranya.


"Secantik apa sih dia sampai mampu meruntuhkan dinding hatimu?" tanya tuan Anderson.


"Cantik banget daddy...sumpah!!! dia jarang tersenyum, tapi saat dia tersenyum seolah mentari enggan bersinar!!" jawab Xavana.


"Halah...itukan katamu!! orang kalau lagi jatuh cinta biar kambing dikasih kalung emas tetap kelihatan cantik!!" sahut tuan Anderson mencibir.


"Idih...ngga juga begitu kali dad...kambing ya tetap kambing mau dikasih permata dari antah berantahpun tetap aja akan berupa kambing."


"Tapi siapa laki-laki yang kayak opa-opa korea yang selalu bersamanya itu? Kekasihnya kah? ah...bodo amatlah, aku suka gadis itu...mau punya pacar kek, mau punya suami sekalipun kek, aku ngga peduli!!"


"Ahhh....capek deh ngeliati orang yang melamun aja, daddy mau jalan-jalan dulu liat burung!!"


Tuan Anderson melangkah santai meninggalkan Xavana.


"Daddy mau kemana? Tanya Xavana...


"Cari burung!!" jawab tuan Anderson santai.


"Dasar otak mesum!!" maki tuan Anderson.


Ditinggalkannya Xavana yang asyik dengan lamunannya tentang Almira.


*


*


Xavier memeluk lututnya menahan hawa dingin di pinggiran hutan itu. Si ayah sudah ngorok sejak tadi. Xavier bangun dari duduknya dan membenarkan tungku api agar tetap menyala.


Raungan serigala dan suara burung malam bersahut-sahutan di kegelapan malam.


"ihhh dingin banget sih hawanya!!! padahal ini hanya di pinggiran hutan bukan di tengah hutan belantara.


Xavier kembali duduk. Anak panah dan busurnya masih tergantung di pundaknya.


"Kok perasaanku mendadak ngga enak ya?? seperti akan terjadi sesuatu malam ini!!" Gumam Xavier.


Dia beringsut membangunkan ayahnya.


"Yah...ayah..." Xavier mengguncang badan ayahnya.


"Iiihhh, ayah ini tidur atau akting mati sih? tidur kok kayak kebo!!"


Tiba-tiba Xavier tersenyum jahil...


"Kebakaran...kebakaran...."


"Mana...mana apinya...mana kebakarannya!!" kakek Kojiro sontak terbangun karena kaget.


"Makanya kalau tidur jangan kayak kebo...ini lho di alam liar, ntar di sosor ular baru tau raaa!!" Xavier tersenyum senang melihat ayahnya sudah bangun.

__ADS_1


"Yah, perasaan Xavier sejak tadi ngga enak deh...seperti ada sesuatu yang sedang mengawasi kita!!" kata Xavier.


"Kamu benar Xavier, sebenarnya sejak tadi ayah juga tau!! sebenarnya ayah pura-pura tidur saja."


"Iya? pura-pura tidurkah?? pura-pura tidur aja sudah susah dibangunkan, gimana kalau tidur betulan." cibir Xavier ke arah ayahnya.


"Tapi yang mengawasi kita bukan hantukan, yah?" Xavier merapatkan duduknya pada sang ayah.


"Lho kamu bilang tadi ngga takut sama hantu, sekarang kok mengkeret?" sindir kakek Kojiro pada Xavier.


"Mana ada Xavier bilang tidak takut hantu? ayah salah dengar kali!!"


Ssttt....


"Pasang pendengaranmu baik-baik Xavier, waspadalah kita tidak tau bahaya apa yang sedang mengintai kita."


Mereka berdua diam dan memfokuskan diri pada indera pendengaran mereka.


Benar saja...


Sebuah desingan halus nyaris tak bisa ditangkap oleh telinga biasa meluncur cepat menghantam pada dua belas titik mematikan di tubuh mereka.


"Awas Xavier...serangan jarum neraka!!"


Kakek Kojiro mengibaskan jubah yang dipakainya sementara Xavier memutar busur di tangannya seperti kitiran, sangat cepat sehingga jarum-jarum yang menyerang mereka bermentalan patah luruh ketanah.


"Oroshi...." geram kakek Kojiro.


"Jarum neraka miliknya ini tidak beracun, tetapi sekali dia masuk ke dalam tubuh maka seluruh syaraf di tubuh kita akan lumpuh total."


"Kita akan merasakan sensasi sakit yang luar biasa sampai akhirnya kita akan meregang nyawa dengan sendirinya."


"Keluar kau Oroshi???"


"Jika kamu tidak mau keluar maka anak panah pemburu sukma milik Xavier anakku akan memburumu sampai keliang kuburmu sekalipun."


Hihihihihi....


Suara tawa melengking keluar dari semak-semak di hadapan Kojiro dan Xavier.


Tampaklah seorang wanita sangat tua diikuti seorang lelaki tetapi berdandan sangat cantik seperti seorang wanita.


"Ayah, kupikir ayah menyebut Oroshi tadi yang keluar adalah seorang kakek-kakek, ternyata dia adalah seorang nenek-nenek!!"


bisik Xavier ketelinga ayahnya.


"Dia memang seorang kakek Xavier, tapi dia lebih nyaman berdandan seperti wanita." balas ayahnya pelan.


"Luar biasa kamu sekarang, Kojiro!! ilmumu sudah semakin tinggi dan hei...siapa berondong tampan di sebelahmu itu?"


Xavier dan kakek Kojiro sempat bingung dan saling mencari siapa yang di maksud Oroshi tadi.


"Hei...kenapa kalian bingung seperti orang bodoh? yang di maksudkan oleh ayahku itu adalah kau, anak muda!!" tunjuk pria di sebelah Oroshi.


"Aku?" kata Xavier menunjuk wajahnya sendiri.


"Iya...kau lah maksudnya tampan, tak mungkinlah kakek tua renta dan bau tanah yang ada di sebelahmu itu, ganteng!!" serunya dengan wajah genit.


Xavier berdiri kaku di samping ayahnya. Bulu-bulu di tubuhnya mendadak meremang, gadis bukan perawan yang berdiri di hadapannya sekarang ini sungguh membuat dia sedikit ngeri.


*


*


***Bersambung...


Bertemu dengan dua penampakan di pinggir hutan? Xavier yang tak pernah mengenal takutpun akhirnya gaer juga...😊😊

__ADS_1


Mohon selalu dukungannya ya readers...mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya...terima kasih😊😊


__ADS_2