Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 140 Penyesalan Sullivan


__ADS_3

"Sok tau loe anak keci!!" semprot Ali pada Adiknya.


"Makanya jadi cowok itu jangan belagu...nyeselkan sekarang!!" kata Alia.


Plugghh...


Aliandhara melemparkan donat yang dia makan tepat masuk ke dalam mulut adiknya yang sedang berkoar-koar.


Ehmmmm...puah...


Alia menyemburkan donat dari mulutnya dengan raut wajah kesal.


"Whuahahaha....kamu seperti dukun saja menyembur segala macam!!" kata Aliandhara.


"Abang....!!" teriak Alia kesal.


****


Sore itu Xander ikut kakek dan neneknya ke kota. Matsuyama sibuk dengan ternak mereka di padang rumput bersama Kiki dan Koko. Almira yang dalam dua bulan ini sering merasa mual dan muntah memutuskan untuk ikut suaminya menjaga ternak mereka, setidaknya hawa rumput mampu menghilangkan rasa mualnya.


"Sayang...kamu jangan jalan kemana-mana, nanti hilang!!" kata Matsuyama sudah memperingatkan istrinya.


He-eh...


Almira hanya mengangguk saja. Tapi bukan Almira namanya kalau tidak bisa tenang di satu tempat.


Ada seekor kelinci lucu sedang merumput sangat menarik perhatiannya.


Semakin dilihat, kelinci itu semakin manis dan bertambah lucu berkali-kali lipat di mata Almira.


Dia terus mengikuti kelinci lucu itu hingga ke pinggir hutan. Dan baru berhenti saat mendengar beberapa orang tertawa cekakakan.


Almira dan kelinci gembul itu berhenti berkejaran. Si kelinci seolah tau bahaya akan mengancam segera melompat ke pelukan Almira.


Hihihihihi


Hahahaha


Suara tawa itu begitu menyeramkan dan menggidikan bulu roma.


Dua orang pemuda dan pemudi berpakaian serba putih sedang memandang garang pada Almira dan kelinci gembul.


Bukannya takut, Almira malah berkacak pinggang menantang.


"Apa??? apa kalian berempat lihat-lihat?? mau minta kuhajarkah??" tantangnya.


"Hei...tunggu sebentar!! kau...!!!" tunjuk Almira pada sepasang muda mudi yang wajahnya sangat mirip satu dengan yang lain.


"Bukan kah kalian berdua yang waktu itu saling melepas kepala dan duduk di atas pohon samping kamarku lalu kalian berdua saling ribut bergibahkan??"


Si lelaki berwajah pucat lalu memandangi Almira dari ujung rambut sampai ke kaki.


"Kenapa?? kamu suka padaku?? hingga cara memandangmu padaku begitu amat!!" katanya tanpa rasa takut padahal ketiga teman si pucat itu sudah menyeringai padanya.


"Kalau aku suka padamu, apakah kamu juga akan suka padaku??" tanya siluman kampret tersebut.


Almira mendekat tanpa rasa takut sambil menggendong kelinci gembul tersebut.


Dipegangnya pipi pemuda siluman berwajah pucat itu. Mereka saling memandang, lamaaa...sekali...sampai-sampai si pemuda itu menjadi merah dadu wajahnya.


"Hei...namamu Yula kan!!" kata Almira dengan suara lembut sambil mendekatkan wajahnya lebih dekat sehingga tidak sampai sejengkal dari wajah Yula!!


"Ii..iiya...na...ma..ku Yula...bagai mana kau tau namaku??" kata Yula.


"Saudarimu yang cantik itu kudengar memanggilmu begitu!! kamu yang memasang kepala terbalik itukan??" tanya Almira sangat dekat dengan wajah Yula.


"Aku ingin tau...bagaimana caranya kamu melepas kepalamu, tampan??" kata Mira lalu tangan sebelahnya yang bebas tidak menggendong kelinci gembul itu memeriksa leher Yula.


"Tidak ada..." kata Mira dengan polosnya. Sementara mata Yula tak berkedip memandangnya.


Lalu dia menghadap lagi di depan wajah Yula.


"Hei...kamu mau berteman denganku??" Almira lebih mendekatkan wajahnya pada Yula.


Glekk...


Yula menelan salivanya kasar. Jantungnya sudah berdetak tak karuan rasa.


"Yula...tangkap wanita hamil itu...darahnya tentu sangat lezat kata kedua temannya, tetapi Yuli saudari kembarnya Yula pun jadi bingung.


"Tapi...dia temanku!!" kata Yula.


"Jangan ganggu Mira..." kata Yula.


"Tak ada seorangpun yang boleh mengganggu teman Yula..." kata Yula sambil menarik tangan Mira kebelakangnya.


"Kamu akan melawan perintah ketua, Yula!!" kata kedua siluman itu.


"Benar kata Yula...memangnya kenapa jika kami mau bersahabat dengan manusia?? apakah kami salah??" tanya Yuli lagi.


Mereka yang kami tau orang-orang yang baik, jika mereka mau mereka bisa membunuh kami malam itu, tetapi nyatanya mereka tidak melakukannya!!" jawab Yula.


Sifat manja Almira yang memegang erat lengan Yula seolah meminta perlindungannya membuat Yula semakin berusaha untuk melindunginya.


""Hei Yula bodoh...tau kah kamu siapa wanita itu??" kata kedua temannya.

__ADS_1


"Dia adalah putri dari ratu naga biru Nila Kandi, suaminya lah yang membunuh junjungan kita ratu Hikaru..." kedua temannya terus mempengaruhi Yula.


"Aku tau!! tapi yang membunuh ratu Hikaru bukan Mira tetapi suaminya." kata Yula.


"Dasar bucin...mau saja di bodohi wanita itu!! ayo kita pergi," lalu mereka pergi meinggalkan Yula, Yli dan Almira.


"Terima kasih Yula...Yuli...aku tau kalian siluman yang baik, aku akan tetap berteman dengan kalian.


"Aku pulang dulu ya...semoga kita bisa bertemu lagi!!" pamit Mira.


Lalu ketiganya berpisah dan Almira membawa serta kelinci gembul dalam gendongannya.


"Kamu dari mana sayang?? abang mencarimu kemana-mana!! Kata Matsuyama dengan wajah panik.


"Mira tadi habis dari pinggir hutan mengejar kelinci ini!!" kata Almira.


"Ayo kita pulang, hari sudah sangat sore..." Mereka lalu pulang mengikuti Kiki dan Koko yang memandu para ternak pulang ke kandang.


*****


"Hei...apa menariknya bulan purnama itu??" bisik Yuli pada saudaranya yang sejak sore tadi duduk termenung di atas sebuah pohon.


"Mengapa kita harus terlahir sebagai siluman, Yuli??" tanya Yula masih menatap bulan purnama empat belas hari yang nampak sangat indah itu.


"Mengapa kamu berkata begitu, Yula?? setiap mahluk mempunyai takdirnya masing-masing!!" kata Yuli berusaha menguatkan saudara kembarnya.


"Apakah kamu jatuh cinta pada si cantik jelita yang sedang hamil tadi sore??" kata Yuli pada saudaranya.


Yula menoleh pada Yuli yang sedang duduk di sampingnya sambil memandang bulan.


"Dunia kita berbeda dengan mereka Yula...kita hidup di dunia kita yang serba suram dan temaram dan mereka hidup di dunia mereka yang serba indah." Kata Yuli.


"Itulah mengapa aku ingin seperti mereka Yuli..." kata Yula.


"Kamu merindukan sahabat manusiamu itu??" kata Yuli.


Yula menoleh kepadanya dan mengangguk.


"Mengapa kita tidak pergi kesana saja seperti semalam??" kata Yuli tersenyum sambil memberi ide.


"Mumpung ayah dan ibu tidak ada di rumah, ayolah kita pergi diam-diam!!" ide Yuli langsung disetujui oleh Yula.


*****


"Sulli...berapa lama sudah suamimu tidak pulang ke rumah??" tanya orang tua Sullivan pada putri tunggalnya.


"Sudah tiga bulan, daddy!! dan Sullivan tidak tau di mana keberadaan bang Xavier sekarang.


"Sullivan...apakah kamu yakin Xavier mencintaimu pada saat menikahimu tiga bulan yang lalu??" kata mommynya.


"Mommy...daddy...maafkan Sullivan...mungkin ini semua hukuman buat semua kebohongan Sullivan selama ini yang membuat sebuah keluarga yang saling mencintai akhirnya bercerai..." Sullivan menjelaskan dengan penuh linangan air mata.


"Apa maksudmu Sullivan??" kata daddynya.


"Sebelum menikah dengan Sullivan, bang Xavier itu sudah menikah dengan seorang gadis yang bernama Almira, gadis itu tengah hamil muda saat Sullivan masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka."


Sullivan berhenti sejenak untuk menarik napas dan menghapus air matanya.


"Sullivan awalnya tidak tau jika bang Xavier itu sudah mempunyai istri, mungkin bang Xavier tidak mau jujur soal pernikahannya karena dia tak ingin Sullivan sedih dan terluka."


"Kami terus bertemu dan bersama, jalan bersama, makan bareng...tapi tak lebih dari itu...bang Xavier menggandeng tangan Sullivan kecuali saat menyeberang jalan."


"Hingga suatu hari Sullivan mengajak bang Xavier untuk menikah, di situlah bang Xavier baru berkata jujur bahwa dia tidak bisa menikahi Sullivan karena dia sudah menikah dan istrinya sekarang tengah mengandung."


"Tentu Sullivan tidak terima, Sulli merasa bang Xavier telah menjadi seorang pengkhianat dan telah mempermainkan cinta Sullivan."


"Sampai akhirnya gadis malang itu memergoki saat kami berdua sedang jalan di mall."


"Bang Xavier mengejar Almira untuk menjelaskan bahwa di antara kami tak ada hubungan apa-apa!!"


"Tentu saja Sullivan tidak terima, dan berusaha menjebak bang Xavier di hadapan mommy dan daddy agar mau menikahi Sullivan."


"Walaupun dengan terpaksa, akhirnya Sullivan dinikahi oleh bang Xavier."


"Sullivan senang, Sullivan bahagia telah berhasil merebut bang Xavier dari gadis malang itu, hingga akhirnya gadis itu pergi menjauh dari kehidupan kami entah kemana sambil membawa anak dalam kandungannya."


"Tetapi kebahagiaan Sullivan tidak berlangsung lama...bang Xavier sama sekali tak pernah mau menyentuh tubuh Sullivan...bang Xavier selalu pergi pagi pulang sudah larut malam...rupanya dia berusaha mencari keberadaan istrinya itu."


"Sullivan tentu saja tidak terima, kami sering sekali bertengkar dan akhirnya bang Xavier jadi jarang pulang."


"Dan puncaknya saat kami bertengkar hebat di sore itu lalu bang Xavier benar-benar pergi dan hingga kini tak bisa Sullivan temui lagi!!"


Sullivan mengakhiri ceritanya walaupun dia tau kedua orang tuanya pasti akan marah besar tetapi dia sudah lega beban yang menghimpit dadanya selama tiga bulan lepas sudah.


Ckckck....


Daddy tak pernah menyangka putri daddy mempunyai kelakuan seperti ini Sullivan...tega sekali kamu berbuat seperti itu tidak kah kamu berpikir bagaimana seandainya kamu yang berada di posisi wanita hamil yang bernama Almira itu, bagaimana perasaanmu?? tidak kah kamu pikirkan perasaan gadis malang itu??" kata daddy Sullivan sambil menghela napas panjang dan berat.


"Sekali lagi maafkan Sullivan, daddy...mommy!!" isak Sullivan.


"Bukan kepada kami berdua kamu harus minta maaf, nak...tetapi pada gadis yang bernama Almira itu!!" jawab mommy Sullivan.


"Tetapi kemana Sullivan harus mencari gadis itu, mommy?? jangankan gadis itu, bang Xavier aja sampai sekarang tidak bisa Sullivam temui!!" kata Sullivan.


*****

__ADS_1


"Ayah...mengapa ayah melamun?? ayah tidak betah tinggal bersama Xavana di sini??" tanya Xavana pada Bilygong.


Semenjak tinggal di mansion bersama Xavana dan tuan Anderson, kehidupan Bilygongpun berubah.


Yang biasanya dulu Bilygong hanya memakai baju lusuh tanpa alas kaki, kini baju dan sandalnya semua barang branded yang telah dibelikan Xavana putranya untuk dia kenakan.


Kehidupannya berubah 360 derajat. Siapa menyangka bahwa dia bukan manusia seutuhnya??


"Ayah baik-baik saja nak, ayah hanya keingatan saudaramu si Kebebitak!!" jawab Bilygong.


"Tanpa ayah pasti kelakuannya semakin meraja lela!!" kata Bilygong.


"Terakhir kali sebelum ayah kemari, Kebebitak menculik dan menyandera seorang wanita cantik dari sebuah rumah sakit, kalau tidak salah namanya Valeria!!" kata Bilygong lagi.


"Siapa yah?? Valeria??" ulang Xavana penasaran.


"Iya...Valeria!!" jawab Bilygong.


"Bagaimana ciri-cirinya, yah??" tanya Xavana lagi.


"Orangnya cantik, bola matanya berwarna zamrud, hidungnya mancung dan..."


"Dan ada tahi lalat du dagunya sebelah kiri sebesar biji kacang hijau??" tanya Xavana lagi.


"Sepertinya iya!!" jawab Bilygong.


"Kalau ngga salah di bahunya sebelah kiri juga ada tatto kupu-kupu!!" jawab Bilygong seraya mengingat-ingat.


Xavana tampak berdiri mematung di tempatnya.


"Valeria..." desis Xavana.


Melihat perubahan wajah Xavana, Bilygong langsung bertanya.


"Apakah kamu mengenal wanita dengan ciri-ciri seperti yang ayah sebutkan itu??" tanya Bilygong.


"Iya...Xavana kenal bahkan sangat mengenalnya luar dan dalam!!" kata Xavana.


"Maksudmu??" kata Bilygong tak mengerti.


"Valeria itu mantan tunangan Xavana, ayah...tapi tidak jadi!!" kata Xavana.


"Hanya bagaimana ceritanya sampai kakakku yang mata keranjang itu bisa menculik Valeria? di mana dia mengenalnya??" tanya Xavana.


"Ayah juga tidak tau tapi apakah kamu masih menaruh perasaan pada Valeria itu??" tanya Bilygong.


"Ngga lah, yah...seperti di dunia ini tidak ada perempuan yang lain saja!!" kata Xavana sambil tertawa dingin.


"Syukurlah...ayah tidak mau kamu sampai ribut dengan saudaramu hanya perkara perempuan!!" kata Bilygong sambil menepuk bahu putranya.


"Hei...apa yang sedang kalian diskusikan??" tanya tuan Anderson yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Kami sedang membicarakan soal Valeria, daddy!!" kata Xavana.


"Oh...wanita itu!!" hanya ucapan itu yang keluar dari mulut tuan Anderson.


*****


"Yah, semenjak Matsuyama pergi dan memutuskan untuk menikah dan tinggal di kota lain, rasanya rumah ini jadi sepi ya??" kata Miku istri kedua Kakegawa sambil membawa teko berisi teh dan ubi rebus ke gazebo tempat suaminya sering duduk menyendiri.


"Iya bu rumah jadi sepi sekarang!!" dulu walaupun Hiro dan Sima tidak ada tetapi karena ada Matsuyama si biang kerok dan tukang bikin ulah dan bikin ribut, pèrguruan ini tidak begitu sunyi."


"Ayah tidak menyangka, bocah sableng seperti itu laku juga menikah, malah menikah di usia yang tergolong masih muda lagi, bahkan melangkahi Sima kakaknya.


"Biasanya dia selalu bikin ibu mengomel panjang pendek sepanjang hari dengan ulahnya..." kata Miku mengenang kenakalan putra bungsu mereka.


"Sekarang dia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah!!" kata Kakegawa.


"Siapa yang akan menjadi ayah, bu!!" tiba-tiba Hiro muncul di belakang orang tua mereka.


Sesaat Kakegawa dan Miku saling berpandangan, karena mereka tau jika membahas tentang Mira dan Matsuyama di depan Hiro, maka pasti Hiro akan berubah jadi sangat sensitif.


"Siapa yang akan menjadi ayah??" Hiro mengulang pertanyaannya.


"Matsuyama adikmu seperti lagi akan menjadi seorang ayah karena sekarang istrinya sedang mengandung." Kata Miku perlahan.


Wajah Hiro berubah mengelam mendengar semua itu.


Tanpa basa basi lagi dia melangkah menuju rumah meninggalkan kedua orang tuanya.


"Sebentar lagi pasti akan terjadi perang teluk." Kata Kakegawa.


Dan benar saja...


KABAMMM....


Danau buatan di depan perguruan muncrat airnya setinggi sepuluh meter karena dihantam oleh pukulan Hiro.


*


*


***Bersambung...


Hiro sepertinya masih menaruh rasa pada Almira...bagaimanakah kisah mereka selanjutnya??

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka ya... reader jangan lupa like, komen, vote, favorit dan rate nya...terima kasih🙏🙏


__ADS_2