
"Kita ini hanya manusia biasa, Alia!! sedangkan mereka itu hidup di luar nalar kita manusia."
"Sedangkan Almira saja ingin jadi manusia...kamu lihat ayah kita bagaimana saat hubungannya dengan ratu Nilakandi tidak berjalan dengan baik??"
"Apa kamu ingin jadi seperti ayah yang menunggu tanpa kepastian sekalinya yang ditunggu malah sudah menikah dengan yang lain??" tanya Aliandhara.
Alia terdiam. Dia dan Redo memang bagaikan langit dan bumi yang terpisah jauh. Sejujurnya rasa cintanya pada Redo terlalu besar. Alia tak pernah jatuh cinta pada siapapun sebelumnya, Redo lah orang pertama yang pertama mencintai dan dicintai oleh Alia.
"Aunty!!"
Rafa memunculkan kepalanya di kamar Alia. Wajahnya muram dan tampak sedih.
"Masuklah Rafa, kok hanya mengintip dari luar saja??" tanya Alia sambil tersenyum manis.
Bocah kecil itu masuk dengan wajah ditekuk.
"Rafa kenapa?? kok Rafa sepertinya kesal??" tanya Alia sambil memangku bocah itu.
"Rafa kesepian, aunty...Rafa kangen mommy, kangen sama adik Xander dan Revita, kangen sama adik Miranda!!" katanya sambil cemberut.
"Rafa ngga kangen sama om Xavier??" tanya Alia.
"Ngga ah...karena ulah om Xavierlah mommy Rafa sengsara, karena om Xavierlah sekarang mommy Mira pergi menyusul uncle Redo dan sampai kini belum kembali!!" gerutu Raffa dengan mimik muka yang kesal membuat Alia jadi tertawa melihatnya.
"Kapan sih mommy kembali lagi ya aunty??" kata Rafa mulai merajuk.
"Sabar ya...kita berdoa aja srmoga mommy dan uncle Redo cepat kembali!!" kata Alia.
"Karena akupun sangat merindukanmu pangeran!!" bisik Alia sedih.
*************
"Tuan...tuan Bara Seta!!"
Seorang pengawal penjaga gerbang datang tergopoh-gopoh karena membawa pesan dari pengawal penjaga perbatasan.
"Ada apa??" kata Bara Seta.
"Tuan, tadi ada pesan dari pengawal perbatasan bahwa pasukan panglima Kebebitak sudah hampir sampai diwilayah kekuasaan tuan!!" kata pengawal tersebut.
"Kita siapkan sambutan yang meriah untuk mereka semua, siapkan jebakan di tanah dan di atas pohon biar tau rasa pasukan kera sialan itu!!" gumam Bata Seta.
Dengan cepat semua jebakan di siapkan.
Puluhan busur yang terhubung sama tali dan pisau terbang yang sekali digerakan maka akan berhamburan mengenai sasaran musuh.
__ADS_1
Belum lagi ranjau-ranjau di tanah yang ditutupi dedaunan kering. Begitu diinjak maka akan masuk kedalam lubang dengan aneka perangkap yang menunggu di dalamnya.
"Tuan Hime...mengapa jalan menuju keperkampungan Bara Seta ini sunyi sekali??" tanya pengawal pada Hime.
Hime adalah senopati pendamping Kebebitak. Pemuda yang dalam perwujudan seekor kera itu memimpin pasukan ke daerah kekuasaan Bara Seta didampingi oleh beberapa perwira tinggi yang ilmu kanuragan mereka tidak bisa dianggap remeh.
Sedangkan Kebebitak sendiri memimpin langsung penyerangan ke goa pualam dan separuh pasukan lagi akan masuk melalui sungai Xin Yuen.
Kembali ke istana ratu Nilakandi...
" Bagaimana hasil penyelidikan kalian??" tanya Tristan pada orang kepercayaannya.
"Seperti dugaan kita semula tuanku panglima, mereka mengosongkan istana mereka, di sana hanya tersisa pengawal rendahan dan para istri Kebebitak saja." Jawab mata-mata yang diberi tugas oleh Tristan itu dengan lugas.
"Bagus, biar Almira dan Aku saja yang akan menyerang kesana diam-diam sementara kalian tetap berjaga di sini untuk mengecoh mereka." Sahut Tristan.
"Bodohnya...sekali monyet ya tetap aja kayak monyet...pikiran mereka tetap aja dangkal dan cetek...:" Sinis Tistan.
Rasakan olehmu sebentar lagi, Kebebitak...kami akan membumi hanguskan istanamu seperti kamu dulu membumi hanguskan istana kami puluhan tahun yang lalu!!" lirih Tristan.
Dengan cepat Tristan masuk ke istana menemui ratu Nilakandi kebetulan Almira dan Redo pun ada di sana.
"Ratu, saat ini istana kediaman Kebebitak hanya dijaga oleh pengawal tingkat rendahan dan menengah saja , sementara fokus mereka adalah istana Bara Seta dan istana goa pualam."
Pangeran Redo dan yang lainnya tetap bertahan di istana ini.
"Tapi jaga yundaku dengan baik ya Tristan...jangan macam-macam padanya!!' seru pangeran Redo.
"Yang ada tuan putri kali yang macam-macam denganku secara aku kan masih perjaka tingting!!" jawab Tristan santai.
"Ishh...kamu ini, aku ngga mau sama lelaki yang terlalu tampan...malah banyak makan hati!!" kata Almira.
"Cie..cie..pengalaman nih ye...!!" kata Tristan dan Redo.
"Iyalah...secara pengalaman adalah guru yang terbaik!!" ucap Almira.
***********
Setelah berpamitan pada mantan mertuanya, Xavier dan kakek Kojiro memulai kembali perjalanan dan petualangan mereka seperti dulu.
Awalnya saat dia dan kakek Kojiro juga berpamitan pada tuan Anderson dan Xavana kakak dan orang tua angkat Xavier, mereka tidak setuju jika Xavier akan pergi lagi, tetapi setelah dijelaskan bahwa kepergian mereka untuk menemukan Almira kembali, akhirnya mereka mau mengerti.
"Kemana arah tujuan kita melangkah, yah??" tanya Xavier pada ayahnya.
"Ayah belum tau, sebaiknya kita ikuti arah matahari terbit aja..." kata kakek Kojiro.
__ADS_1
Maka di mulailah perjalanan Xavier mencari mantan istri yang masih sangat dicintainya itu.
Sementara di istana Bara Seta...
"Seluruh rakyat telah diamankan yang mulia!!" lapor beberspa prajurit Bara Seta.
"Baguslah, aku tidak mau rakyatku mengalami tersiksanya hidup dalam keadaan berperang saat harus menerima ketakutan dan mencekamnya perang itu sendiri!" ucap Bara Seta sedih.
"Tapi bukan kita yang menabuh genderang perang yang Mulia, tetapi mereka!!" ucap prajurit Bara Seta.
"Tetap saja rakyat yang tak berdosa yang menjadi sasarannya." Jawab Buna Seta pelan.
Masuklah seorang mata-mata dari Bara Seta.
"Tuanku, tinggal setengah hari perjalanan mereka akan tiba di tempat kita ini." kata pengawal itu.
"Suruh mereka yang bertugas di bagian jebakan dan perangkap untuk bersiap-siap...begitu mereka masuk ke wilayah kerajaan ini buat mereka pengalaman yang tak akan pernah mereka luoa seumur hidup mereka." Kata Bara Seta.
"Siap laksanakan, yang mulia!!" lalu prajurit itu membungkuk memberi hormat sebelum melangkah mundur.
Sementara Almira dan Tristan tengah berlari cepat menuju ke pinggir pantai menuju jalan masuk ke istana Kebebitak.
"Aku pernah masuk kesana beberapa tahun yang lalu untuk menolong kakek Dahlan sewaktu rohnya di tahan oleh Kebebitak jadi sedikit banyak aku tau seluk beluk goa itu." Kata Almira.
"Mira, stop dulu...kita sembunyi!!" lalu Tristan menarik tangan Almira untuk bersembunyi.
"Waw....rupanya para istri manusianya Kebebitak!!" bisik Almira saat melihat Levia, Shiera, Valeria dan Sullivan keluar dari pintu goa.
"Bukankah wanita cantik yang paling belakang itu adalah mantan madumu??" tanya Tristan berbisik pada Almira.
"Mereka ini....suami pergi berperang, mereka malah mau pergi shoping!!" kata Almira.
"Berperang dan shopingkan ngga ada hubungannya, ayo kita masuk..." kata Tristan menarik tangan Almira.
*
*
Bersambung
Pertempuran akan dimulai...mampukah Almira dan Tristan masuk dan mengacau di istana Kebebitak??
Jangan lupa dukungannya selalu ya, reader tercinta...😊😊
.
__ADS_1