Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 51 Persiapan Kunjungan


__ADS_3

"Lalu daddy membawa saya pulang dan merawat saya dan menjadikan saya anak angkat beliau." Mira tampak manggut-manggut saja mendengar penjelasan Xavier.


Lama Almira menatap wajah Xavier, dia menatap wajah itu dengan seksama.


"Jika aku memandangnya dengan seksama gini, aku melihat wajah pak Xavier sedikit mirip denganku ya!!"


"Kenapa kamu menatap saya seperti itu? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Xavier.


"Nanti sore pulanglah dulu kerumah pantai dengan kakek Dahlan, ayah Kojiro ingin bertemu dengan kakek."


Aku hanya mengangguk. Lalu kami terdiam hingga tiba di kampus.


"Mira, hari ini ngga ada jadwal mata kuliah saya di kelasmu, tapi nanti jam istirahat kita makan bersama ya!!"


Kami berpisah diparkiran. Aku berjalan sendiri menuju kelasku di belakang.


Tara....


Tiba-tiba Hiro sudah berdiri di depanku dan mengagetkanku.


"Selamat pagi cantiknya Hiro!!! Melihatmu berjalan, seolah mentari enggan bersinar...seolah angin berhenti berhembus!!" Senyumnya terkembang menampakan dua lesung pipit di pipinya kiri dan kanan.


"Gombal!!" Jawabku sambil berlalu


"Mira, ada yang ingin kukatakan padamu!!" Kata Hiro.


Aku berhenti melangkah lalu menghadap kearahnya.


"Kamu mau bilang suka sama aku kan? Sudah basi tau!!" Ucapku percaya diri.


Hiro nyengir, mendengar perkataanku.


"Itu salah satunya Mira, tapi ada lagi yang lebih penting dari pada itu!!" Wajah Hiro berubah serius.


"Tapi aku tak mungkin membicarakan tentang itu di sini...nanti jam istirahat kita bertemu lagi." Lalu tanpa menunggu persetujuanku, Hiro melesat pergi begitu dilihatnya Alia dan Sima jalan berbarengan menuju kearah mereka.


"Apa sih? Aneh banget si Hiro ini...tau ah!!" Almira melenggang menuju kelasnya.


Di kelas masih belum terlalu ramai, Aliapun belum juga masuk ke dalam kelas, entah sedang berbisnis apa dia kok selalu sibuk.


Aku melamun memikirkan perkataan Hiro barusan, entah mengapa perasaanku mengatakan apa yang akan di sampaikan Hiro nanti menyangkut tentang hidupku.

__ADS_1


Perasaanku kok mendadak ngga enak ya? Kedatangan ayah angkat Xavier dan apa yang akan di sampaikan oleh Hiro sepertinya ada sangkut pautnya.


Tiba-tiba aku kepikiran tentang hubunganku dengan Xavier, akankah kami terus bersama? Jujur saja dalam hatiku mulai tumbuh perasaan sayang dan perlahan sudah berubah menjadi cinta kepadanya.


Dia cinta pertamaku yang kuharapkan akan menjadi cinta terakhir dalam hidupku.


"Hei...melamun saja masih pagi...jauh rejeki jauh jodoh loe..." Teriak Alia di telingaku.


"Langkah Alia sangat ringan hampir tak terdengar, ataukah karena pikiranku yang sedang kacau maka aku tak dapat mendengar dan merasakan kedatangannya." Batinku.


"Aku ngga melamun kok, cuma bengong..." Kataku lagi.


Sepanjang mata kuliah berlangsung, aku tak bisa berkonsentrasi sama sekali. Pikiranku kacau balau.


*


*


"Sayang...." Bisik Xavier di telingaku.


Lagi-lagi aku tak bisa mendengar kedatangan Xavier.


"Barangkali aku kebanyakan makan ikan rebus nih...sehingga otakku ikut direbus juga jadinya." Almira mengalihkan matanya pada kekasihnya yang datang membawakan rantang makanan.


"Saya suapi ya? Biar kamu makannya banyak...biar cepat besar!!" Senyum Xavier terkembang manis sekali.


"Pak, seandainya suatu hari nanti kita tak lagi bisa begini, jika suatu hari nanti kita berpisah, apakah bapak akan tetap selalu mengingat saya?" Almira menatap mata kekasihnya itu.


"Kita tak akan berpisah...dan jangan kamu bicarakan soal perpisahan, saya ngga suka mendengarnya."


"Jikapun suatu hari nanti kita tak berjodoh, saya akan tetap mengingatmu, menyayangi dan mencintaimu walaupun dengan cara yang berbeda." Xavier memasukan suap demi suap makanan ke dalam mulut Almira. Memastikan perut kekasihnya itu kenyang terlebih dahulu barulah dia memakan sisanya.


Almira menahan keharuan, Xavier merupakan sosok laki-laki yang penyabar, perhatian dan sangat menyayanginya. Diapun tak tau jika suatu hari nanti takdir akan memisahkan mereka, sanggupkah dia hidup tanpa Xavier yang selalu menemaninya?


"Pak, jam berapa ayahmu tiba di kota ini?" Tanyaku sambil mengunyah makanan.


"Paling nanti sore, makanya saya minta kamu dan kakek balik dulu kerumah pantai." Jawab Xavier.


"Nona ngga cemburu melihat Almira dan Xavier suap-suapan?" Sima menyenggol bahu Levia.


"Untuk apa aku cemburu? Toh mereka nanti juga akan menghadapi kenyataan pahit kalau mereka berdua adalah adik kakak yang belasan tahun telah berpisah." Jawab Levia

__ADS_1


"Karena siapa mereka berdua terpisah Sima?" Tanya Levia menyeringai jahat.


"Karena yang mulia paduka ratu!! Ratu junjungan kami semua!!" Simapun menyeringai tak kalah jahatnya.


"Sima, saudara kembarmu si Hiro itu sebenarnya sangat tampan hanya sayang dia dan ayahmu sama, tidak mau memihak ibunda ratu."


"Biarkan saja Hiro ngga jelas itu, mungkin dia lebih senang hidup luntang-lantung." Kata Sima.


Sementara di atas pohon tak jauh dari mereka, Hiro baring-baring sambil mendengarkan percakapan saudaranya dan Levia putri si ratu jahat.


Dia menyeringai sambil terus membatin, "Bagus, teruskan saja Sima...sampai kamu menurunkan tangan jahat kepada Almira...bisa kupastikan kamu akan ditarik pulang paksa oleh ayah dan dikurung di dalam goa bawah telaga lembah Soshen."


Sima dan Levia sama sekali tak menyadari keberadaan Hiro, menandakan ilmu kanuragan Hiro masih setingkat atau dua tingkat di atas mereka.


Hiro dan Sima memang bersaudara kembar, tapi dalam segi ilmu bela diri...ayah mereka lebih banyak menurunkan ilmu yang tertinggi kepada Hiro, mungkin ayah mereka sudah mempunyai firasat bahwa Sima mempunyai sifat yang jahat.


"Nona jangan terlalu serakah...ya Xavier ya Aliandhara...berikanlah satu untukku?" Pinta Sima.


"Ya...ya kamu boleh mengambil salah satunya tetapi aku lebih tertarik pada Xavier, selain memiliki ilmu yang sangat tinggi dia juga sangat tampan dan sangat romantis." Kata Levia sambil menelan salivanya.


"Ya sudah, ngga apa-apalah aku dengan Aliandhara saja...dia juga sangat tampan dan tajir walaupun dia tak pandai berkelahi tetapi sebagai seorang duda tentunya dia lebih pandai berkelahi di atas ranjang." Ucap Sima lalu dibarengi tawa mengekeh mereka betdua.


"Dasar pikiran dan otak kalian kotor dan mesum semua, sama dengan hati kalian yang juga kotor." Batin Hiro kesal mendengar pembicaraan kedua gadis binal itu.


"Aku jadi heran, kok bisa aku punya saudara kembar yang cabul seperti itu?" Batin Hiro lagi.


Almira dan Xavier segera beranjak dari sana. Dalam perjalanan menuju kelas Almira berbisik pada Xavier.


"Pak aku tadi merasakan kehadiran Alya dan Sima, mau apa sih mereka menguntit kita melulu?" Tanyaku.


"Sudah biarkan saja, selama mereka belum menurunkan tangan jahat maka biarkan saja." Jelas Xavier pada kekasihnya.


Rupanya mereka berdua juga sudah tau jika mereka dimata-matai oleh Levia dan Sima.


*


*


Akhirnya bisa update lagi....


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak ya!! Like, komen, vote, favorit dan rate nya.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2