
"Pangeran...." kata Tristan ragu-ragu!!
"Apa Tristan?? kamu ingin menanyakan tentang yunda Refanya??" katanya sambil menggoda Tristan.
Tristan tersenyum agak malu mendengar perkataan pangeran Redo.
"Keadaannya sedang tidak baik-baik saja saat ini, da berjuang setengah mati untuk menjadi seorang manusia seutuhnya tetapi apa yang dia terima??? sebuah pengkhianatan..." kata pangeran Redo
Tristan termenung mendengar perkataan pangeran Redo.
"Seandainya dulu aku ikut bersaing dengan yang lainnya dan menenangkan hati dan cintanya, tentu nasibnya tidak akan seperti sekarang ini!!" Tristan membatin.
"Keterlaluan kamu Xavier...lalu bagaimana dengan Almira sekarang, pangeran??" tanya Tristan.
"Sekarang dia sudah berpisah dengan Xavier tetapi dia sudah terlanjur menjadi seorang manusia sekarang."
"Lalu sekarang dia dengan siapa??" tanya Tristan.
"Dengan sahabat karibnya si Matsuyama tetapi nampaknya pernikahannya kali ini juga akan bernasib sama!!" geram pangeran Redo.
"Kasihan Almiraku!!" kata Tristan sedih.
"Almiramu??" goda Tristan membuat Tristan salah tingkah.
"Sekarang mari kita mulai membahas tentang matahari buatan untuk memerangi wabah di perkampungan naga ini!!" kata pangeran Redo.
"Kita harus lakukan secepatnya untuk mencegah banyaknya kematian di perkampungan kita ini!!" kata Redo.
"Siapapun yang bisa membantu harus kita rekrut...karena kita membutuhkan banyak tenaga untuk membuat matahari yang sinarnya mampu menyinari seluruh lembah!!" kata pangeran Redo.
"Aku setuju sebaiknya kita mulai pengumpulan sukarelawan nya!!" kata Redo.
Tristan dan pangeran Redo pulang bersama keistana.
"Syukurlah kamu bisa datang tepat pada waktunya, Redo...negeri kita sedang genting-gentingnya apalagi sudah tersiar kabar bahwa pasukan siluman kera yang dipimpin oleh panglima Kebebitak sudah mulai menaklukan siluman kecil juga saling mengadu domba agar mereka saling fitnah dan saling membunuh." Kata ratu Nilakandi.
"Sebarkan pengumuman keseluruh negeri ini agar banyak yang bisa membantu!!" kata ratu Nilakandi lagi.
****Flashback off****
Kita tinggalkan kerusuhan yang melanda di istana ratu Nilakandi. Kita kembali keawal bagaimana bulu beracun itu bisa sampai jauh keperkampungan bangsa naga.
Kebebitak dengan beberapa petinggi istana sedang berkumpul dan mengadakan rapat dewan istana.
"Panglima Kebebitak...kita sudah banyak menaklukan siluman-siluman besar di daerah sini...yang mau turut pada perintah kita ampuni tetapi yang tidak mau menuruti kita basmi."
"Tetapi jauh di luar sana ada satu kerajaan yang belum kita taklukan, yaitu istana kerajaan naga yang berada dibawah pimpinan ratu Nilakandi." Kata penasehat Kebebitak.
"Jika kita langsung menyerang, kemungkinan kita akan kalah telak...mungkin kita memang unggul dalam jumlah tetapi dalam soal kesaktian, kita semua kalah jauh!!" kata penasehat yang lain ikut angkat bicara.
Kebebitak tampak mengusap-usap jenggot tipis di dagunya sambil berpikir.
"Lalu langkah apa yang akan kita ambil, wahai penasehatku??" tanyanya.
"Setelah hamba pikir, sebaiknya kita serang rakyatnya terlebih dahulu, setelah rakyatnya habis mereka tentu akan putus asa!!" ucap penasehat istana kerajaan Kebebitak itu tersenyum licik.
"Kita selusupkan anak buah kita kesana...panglima masih ingat simoet yang memiliki racun disetiap helai bulunya kan?? utus dia pergi untuk menaruh setiap helai bulu beracunnya pada setiap sumber air di negeri mereka."
"Buat mereka kehabisan sumber air minum untuk hidup mereka jika semua sumber air minum di sana beracun mereka semua perlahan-lahan akan mati kehabisan sumber air."
"Ide yang bagus, penasehat...panggil simoet kemari!!" titah Kebebitak.
Tak lama masuklah seekor monyet imut yang lucu sesuai dengan namanya kedalam ruangan rapat.
Mereka yang belum mengenal simoet beranggapan untuk apa monyet lucu bermata hijau itu di panggil kepersidangan??
Monyet yang memiliki bulu yang sedikit aneh. Bulunya sedikit kasar seperti bulu babi hutan berwarna hitam keabuan dengan ujung-ujungnya berwarna kebiruan.
Ujung-ujung yang kebiruan itulah yang mengandung ratusan kuman dan parasit yang berbahaya.
"Simoet...sini kau!!" kata Kebebitak.
Hak...huk...hak...huk...
Ternyata simoet ini monyet yang bisu tetapi dianugerahi kehebatan berupa bulu-bulu beracunnya.
Selama ini simoet hanya bermain di taman istana di dekat hutan terpisah dari yang lainnya karena tak ada yang berani mendekatinya selain Kebebitak seorang.
"Apakah kamu bosan di dalam taman istana??" tanya Kebebitak.
Hak...huk...hak...huk...
"Oke...aku akan melepasmu untuk melaksanakan sebuah tugas sekalian kamu bisa bermain diluar lingkungan istana, setuju??" kata Kebebitak pada Simoet.
Hak...huk...hak...huk...
Jawaban senang dari Simoet menandakan dia sangat gembira mendapatkan tugas tersebut dari panglimanya sekalian dia ingin berjalan-jalan pula keluar istana.
"Tugasmu...kamu menyelinaplah keperkampungan naga...temukan sungai besar di sana kalau tidak salah namanya sungai Xin Yuen."
"Kamu ambil sehelai bulumu taruh di dalam air agar seluruh aliran air itu terkontaminasi dengan kuman dan parasit beracun di setiap helai bulu-bulumu."
"Keberadaanmu di sana tidak akan dicurigai karena mereka akan beranggapan bahwa kamu hanya seekor hewan yang lucu!!" kata Kebebitak mengakhiri penjelasannya.
"Pergilah Simoet...jalankan tugasmu dengan sebaik-baiknya!!" kata Kebebitak.
__ADS_1
Hak...huk...hak...huk
Mata Simoet berbinar gembira dia bisa keluar taman istana yang sangat membosankan itu.
Dengan kesaktiannya, Simoet melesat pergi.
"Ikuti dia..." titah Kebebitak pada tiga orang kepercayaannya."
Laporkan setiap perkembangan yang dibuat oleh Simoet padaku!!" perintah Kebebitak.
"Siap yang mulia...kami akan menjalankan perintah dengan sebaik-baiknya...kami akan segera pergi mengikuti Simoet, kami permisi!!" lalu ketiganya pun melesat pergi menyusul monyet imut tadi keperkampungan naga.
Kembali ke dalam istana kerajaan naga....
Tampak ratu Nilakandi dan beberapa petinggi istana sedang berunding. Tampak di antaranya ada pangeran Redo dan panglima Tristan.
"Bagaimana?? ada berapa orang yang bisa menyumbangkan tenaganya untuk membuat matahari buatan itu?? kita harus bergerak cepat sebelum kita benar-benar kehabisan sumber air bersih untuk minum!!" kata ratu Nilakandi.
"Ada sekitar sepuluh orang sakti yang berhasil kami kumpulkan untuk ikut membantu permasalahan negeri kita!!" jawab panglima Tristan.
"Bagus...kita akan mempergunakan kubah raksasa yang ada di istana untuk memantulkan cahaya dari pukulan kita kearah tempat-tempat yang kita perkirakan terkena bulu beracun itu!!" kata ratu Nilakandi.
Tengah asyiknya perundingan itu berjalan, seorang pengawal membawa seorang mungkin profesinya sebagai petani masuk kedalam ruang pertemuan.
"Ampun yang mulia ratu Nilakandi, orang ini mengatakan ada melihat sesuatu sebelum kejadian banyaknya rakyat kita yang tewas dan menderita...."
"Oh ya...coba ceritakan paman?? apa yang kamu lihat??" kata Tristan mewakili ratu junjungan mereka.
"Tuanku, dua hari lalu hamba bermaksud pergi kehutan untuk mencari kayu bakar tetapi di dalam hutan hamba melihat seekor kera berbulu abu-abu kehitaman yang bercampur warna biru diujung-ujung bulunya."
"Di hutan kita mana ada seekor kera ratu, selama hamba hidup di perkampungan naga ini baru sekali hamba melihat seekor kera berkeliaran bebas di dalam hutan."
"Aneh seekor kera itu sedang menuju kearah sungai Xin Yuen, air sungai itukan merupakan sumber penghidupan kita semua."
"Terus dia mencabut sehelai bulu dari badannya dan mencelupkan beberapa saat lalu membiarkan bulu itu larut."
"Rupanya bulu itu beracun dan akhirnya menyebar sampai kedaerah perkampungan."
"Lalu di mana monyet itu sekarang??" tanya pangeran Redo.
"Entahlah...apakah dia masih di dalam hutan atau sudah pergi dari sini!!" kata petani itu.
******
"Kita harus tetap mengawasi tugas yang harus dijalankan Simoet."
"Terkadang aku tidak percaya begitu saja pada monyet nakal itu!!" kata teman di sampingnya.
"Lihat Simoet mencabut sehelai bulu di tubuhnya...dan mencelupkannya ke sungai Xin Yuen." kata temannya.
*******
"Ayah...sedang apa di sini??" tanya Xavana pada Bilygong ayahnya.
"Ayah hanya sedang menyendiri saja, Xavana!!" kata Bilygong.
"Apakah ayah punya masalah yang ayah sembunyikan??" tanya Xavana. lagi.
"Abangmu Kebebitak!!" kata Bilygong pelan hampir tak terdengar oleh Xavana.
"Ada apa lagi dengan Kebebitak yah??" tanya Xavana lagi.
"Sepak terjang dan kejahatannya sudah kelewat batas, Xavana...ayah sudah pusing mengurusnya."
"Sekarang dia berencana untuk menguasai seluruh siluman menaklukan mereka agar tunduk padanya dan memperluas kekuasaannya."
"Kami yang dulu hidup berdampingan secara damai, sekarang jadi berseteru antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya." Kata Bilygong.
Dalam hati Xavana bergumam, "pantas ayah lebih betah hidup di dunia manusia bersamaku ketimbang dengan Kebebitak di istana."
Xavana memandangi wajah tua itu masih menyisakan sisa-sisa ketampanannya di masa muda dulu.
"Kasihan ayah, untung di sisa umurnya dia masih bisa berkumpul dengan anak kandungnya walaupun tanpa istri yang sangat dia cintai lagi!!" gumam Xavana.
Dia sungguh iba menatap wajah sendu ayahnya yang seperti menyimpan banyak penderitaan.
"Kamu keterlaluan bang...kamu bisa tinggal dengan ayah kandung sedari kamu bayi tapi kamu sia-siakan dia."
"Xavana...ajaklah ayahmu pergi berjalan-jalan agar tidak merasa bosan di mansion!!" kata tuan Anderson mendekati mereka berdua.
"Xavana ingin pergi tapi kita pergi bertiga, daddy!!" kata Xavana.
Dia tidak ingin kelihat daddynya merasa tersisihkan setelah dia menemukan ayah kandungnya.
"Oke...lets go...!!" jawab tuan Anderson sambil tersenyum bahagia.
"Kita mau pergi kemana??" tanyanya.
"Ayah dan daddy mau makan di luar??" tanya Xavana.
Mereka berdua serentak mengangguk bersamaan.
"Daddy...lihatlah...bukankah itu Xavier dan paman Kojiro??" tunjuk Xavana saat melihat kedua orang itu tengah membeli kebutuhan mereka.
Mereka bertiga segera menghampiri keduanya.
__ADS_1
"Bagus...Xavier...kamu lupakan daddymu yang sudah tua ini dan sama sekali tak lagi mau menjenguk daddy??" Tuan Anderson memasang wajah sangarnya.
Setelah perseteruan antara Xavier dan Xavana tempo dulu saat memperebutkan cinta Almira sehingga membuat dua orang yang sudah seperti saudara itu jadi terpecah belah. Dan pada akhirnya tak ada satupun di antara keduanya bisa memiliki wanita cantik itu seutuhnya, tidak Xavier dan tidak juga Xavana.
"Daddy...." suara Xavier tercekat di tenggorokan.
Betapa dia sangat merindukan daddy sambungnya yang telah mengangkatnya dari jalanan dan membuatnya jadi seperti sekarang yang tulus menyayanginya walaupun dia bukan putra kandungnya.
Tangan tuan Anderson mengembang. Daddy dan anak itu saling berpelukan.
"Kamu mau jadi anak durhaka yang lupa dengan daddynya??" sentak tuan Anderson tetapi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Maafkan Xavier, daddy...bukan Xavier tak mau mengunjungi daddy tapi Xavier tidak mau ribut dengan kak Xavana !!" terang Xavier.
Xavana menatapnya tajam.
"Lalu bagaimana dengan Almira sekarang??' tanya Xavana pada adik angkatnya itu.
"Dia...dia sudah menikah lagi Δan sekarang sudah mempunyai seorang putri!!" jawab Xavier dengan dada yang terasa sesak.
"Itu karena kamu laki-laki bodoh Xavier...bodoh....teriak Xavana masih kesal pada adiknya itu.
"Untuk apa kamu mengejar wanita seperti Sullivan itu, kamu mengejar Sullivan dan kamu abaikan istrimu sendiri yang cantik dan baik hati!!"
"Aku memang player, Xavier...tapi demi bisa mendapatkan wanita seperti Almira...aku akan meninggalkan kelamnya masa laluku."
"Bukan seperti kamu yang mengejar wanita tak berguna seperti Sullivan itu, kamu tau mengapa aku bisa bilang begitu karena Sullivan adalah wanita simpanan abangku Kebebitak!!" teriak Xavana kesal.
"Apa maksudmu kak Xavana?? Kebebitak adalah abangmu??" tanya Xavier seakan tak percaya dan kakek Kojiro yang jadi pendengar pun jadi terkejut.
"Kamu lihat pria tua yang berdiri di samping daddy??" tanya Xavana menunjuk pada Bilygong.
Xavier menoleh pada pria tua yang berdiri di samping daddynya.
"Pak tua itu ayahmu??? maksudmu kak Xavana juga bukan anak kandung daddy Anderson??" tanya Xavier kaget.
"Iya...aku adalah anak kandung ayah Bilygong dan adik kandung Kebebitak tapi berbeda ibu!!" kata Xavana.
"Lalu bagaimana kamu bisa tau bahwa Sullivan adalah simpanan Kebebitak??" kata Xavier masih tak percaya.
"Bukan hanya Sullivan yang jadi simpanan Kebebitak, tetapi termasuk Levia, Shiera juga mantan pacarku Valeria yang menjadi istei dari Aliandhara." jawab Xavana.
Xavier berusaha menggeleng keras menyadari kebodohannya selama ini yang mau saja dibodohi oleh Sullivan dan meninggalkan cinta sejatinya demi mengejar cinta yang semu.
"Maafkan abang, dek!!" kata Xavier sambil terduduk...bodohnya abang yang tidak bisa membedakan mana permata mana batu bata!!" kata Xavier.
"Sudahlah yang lalu tak usah diungkit lagi..." kata tuan Anderson.
"Bang!!!" katanya pada kakek Kojiro dan menundukan sedikit kepalanya.
"Ayo kita makan saja, jarang-jarang lho kita bisa temu keluarga begini!!" kata tuan Anderson kengajak semuanya masuk kedalam restoran yang ada di dekat situ.
Di dalam hati-hati para ayah juga ikut lega melihat Xavana dan Xavier akhirnya bisa akur lagi seperti dulu.
Karena mereka pikir sejak kejadian itu kedua saudara itu akan bermusuhan selamanya!!
******
"Yula kemana bu?? Tanya Almira.
"Yula sudah pulang, karena lukanya sudah berangsur membaik, dia mau menjenguk orang tuanya dulu.
"Kok Yula tidak pamit sama Almira??" tanya Almira lagi.
"Mungkin dia tidak mau terlalu mengganggumu, Mira!!" kata Giandra muncul dari arah dapur.
Sementara Matsuyama yang tengah menggendong Miranda termangu di depan pintu kamar.
"Kamu malah mencarinya dari pada suamimu sendiri, dek..." lirih Matsuyama.
"Mira..." tegur Giandra yang melihat Almira lebih memperhatikan pulangnya Yula dari pada suaminya sendiri.
"Urusi dulu suamimu Almira!!" kata Giandra.
Almira menatap tajam pada Matsuyama.
"Bang, istrimu bukan cuma aku...tapi juga ada Bonita yang di dalam perutnya juga bunting anakmu!!" ketus Almira.
PRANGG..
Serafin menjatuhkan cangkir di tangannya karena kaget mendengar ucapan Almira.
"Apa maksudnya itu Matsuyama?? Kamu sudah menikah lagi??" suara Serafin terdengar bergetar.
Matsuyama terlihat semakin pucat pasi wajahnya.
Serafin menunjuk tepat kedada Matsuyama...
*
*
****Bersambung....
Apa yang akan dikatakan oleh Serafin pada Matsuyama??
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya selalu ya reader...love u...πππ