Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 43 Berusaha Ikhlas


__ADS_3

Dengan hati perih Aliandhara meminta tolong pengasuh putranya untuk membuatkan susu dan meminumkannya pada Rafa yang masih berusia dua bulan.


Setelah hausnya hilang, bayi yang tak tahu menahu akan dendam kedua orang tuanya itupun tertidur pulas.


Hari ini tak ada niatan Aliandhara untuk kembali kekantor ataupun pulang keapartemennya. Dia tak mungkin tega meninggalkan Aliarafa di mansion hanya dengan pengasuh dan pengawal lain. Dia takut terjadi sesuatu pada putranya.


*****


"Assalamualaikum..."


"Abang? Rafa?"


"Kapan datang? Mana kakak ipar bang?" Alia duduk di sebelah abangnya.


"Ganti bajumu sana dulu Alia, jangan pulang sekolah langsung menggendong Rafa!!" Tegur abangnya.


"Eh iya lupa, Rafa aunty tinggal ganti baju dulu ya??" Bergegas Alia lari kekamarnya dan bertukar pakaian agar bisa mengendong ponakannya tercinta.


Dalam hatinya sebenarnya dia bertanya-tanya, ngga biasa-biasanya abangnya main kemansion bersama bayinya.


Karena keluarga Alia tidak begitu menyetujui pernikahan Aliandhara dan Valeria.


Selain sombong, Valeria itu tidak bisa berbaur dengan keluarga tuan Kelvin. Dia terkesan menjauh dan menutup diri.


Semenjak menikahpun mereka jarang main kemansion. Kalaupun kemansion, paling Aliandhara sendiri...Valeria tidak ikut.


"Kakak ipar mana bang? Kenapa Alia tidak melihatnya sejak datang tadi?" Tanya Alia sambil mengambil alih menggendong Rafa."


Aliandhara hanya menghela napas.


"Pergi" Jawabnya singkat.


"Pergi kemana bang?" Tanya Alia bingung.


"Mungkin bersama selingkuhannya!! Aku juga tidak peduli, yang penting bagiku Aliarafa bersamaku sekarang."


Alia tidak melanjutkan pertanyaannya.Dia tidak mau membebani abangnya yang tampak lelah hati dan perasaannya.


"Sebaiknya abang mandi dan makanlah dulu biar Rafa sama Alia."


Aliandhara yang nampak kacau menyetujui usulan Alia, dia masuk kekamar yang dulu dia tempati sebelum menikah dengan Valeria.

__ADS_1


Alia melihat sepucuk surat di atas meja, di raihnya surat itu dan dibukanya.


"Surat cerai? Valeria menceraikan abangku? Tapi kenapa? Selama setahunan ini pernikahan mereka baik-baik saja, bahkan bang Ali rela keluar dari mansion dan membeli apartemen sendiri untuk tempat tinggal mereka berdua!!"


"Pantas saja ayah kurang menyetujui hubungan mereka, selain seperti ada yang ganjil pada diri abangku, Valeria juga nampak tidak bersahabat dengan keluargaku."


"Entah mengapa saat dia mengatakan bahwa dia anak yatim piatu saat menikah dulu aku sama sekali tidak percaya ya?"


Dilihatnya Aliandhara telah selesai mandi dan segaran, makanlah dulu bang...kalau kulihat dari keadaanmu yang kacau begini, pasti abang tidak menyentuh makanan sama sekali.


Alia benar-benar prihatin pada keadaan abangnya yang kacau balau.


"Keterlaluan kamu Valeria, keluargaku sudah baik mau menerimamu di sini tapi ini rupanya balasanmu!! Dasar wanita tak tau diuntung." Alia menggeram marah.


Sementara itu di tempat kediaman keluarga Anderson...


"Selamat datang kembali kemari kekasihku..." Xavana membentangkan tangannya dan memeluk Valeria.


"kupikir setelah kau hidup bersama dengan berondong tampan itu, kau akan melupakan kekasihmu ini!!" Xavana mencium pucuk kepala Valeria.


"Tentu saja tidak, bukankah kita akan segera menikah setelah aku resmi bercerai dari Aliandhara."


"Tentu saja sayangku!!" Xavana tesenyum licik.


"Selamat menikmati kesedihan dan kehilanganmu saudara tiriku!! Akhirnya kamu merasakan apa yang dulu aku dan daddy rasakan." Dia menepuk bahu Valeria.


"Ya sudah, kamu beristirahatlah dulu sejenak setelah itu kuantarkan kamu untuk melihat apartemen yang sudah kubelikan untukmu sebagai tanda cinta dan terima kasihku padamu."


"Malam ini kita habiskan di apartemenmu saja, aku tidak mau daddy memberikan banyak pertanyaan untuk kita."


Tapi bagaimanapun juga, Valeria tetaplah seorang ibu. Dia sejak tadi terus kepikiran tentang Aliarafa putranya.


"Apakah dia baik-baik saja sejak kutinggalkan tadi pagi ya? Pasti Aliandhara sangat membenciku sekarang!!" Batin Valeria.


"Maafkan aku ya sayang...sekarang kita menempuh hidup masing-masing, ikhlaskan aku mencari jalan hidupku sendiri!! Jaga putra kita, semoga dia bisa tumbuh walaupun tanpa kehadiran seorang ibu si sampingnya." Tak terasa ada cairan bening meluncur kepipi mulus Valeria tanpa bisa dia cegah, tapi dengan cepat dihapusnya sebelum Xavana melihat itu semua.


*


*


"Inilah sebenarnya yang ayah takutkan dulu, Al!! Ayah memang hanya pamanmu dan bukan ayah kandungmu, tapi ayah mencintai dan menyayangimu dan Alia seperti anak kandung ayah sendiri."

__ADS_1


"Ayah melihat Valeria itu bukan perempuan baik-baik...tapi yah sudahlah, semoga ini menjadi pelajaran dan pengalaman hidupmu untuk kedepannya kelak."


"Sekarang tanda tangani surat cerai itu persis seperti yang diminta oleh Valeria, tunjukan kamu kuat...tunjukan kamu bisa walaupun hidup tanpa dia."


"Wanita bukan hanya Valeria seorang saja, suatu hari nanti pasti Valeria akan menyesal sudah meninggalkanmu."


"Menurut orang-orang kepercayaan Ali, Valeria pergi kemansion milik keluarga Xavana...ada kemungkinan dia bekerja sama dengan Xavana untuk menghancurkanku , yal!!"


"Sudahlah nak, ayah doakan kamu mendapatkan istri yang baik yang sayang padamu juga anakmu." Tuan Kelvin memeluk ponakannya itu.


"Kamu bawa pindah kemari saja putramu, siapa yang akan menjaganya di apartemen jika kamu bekerja? Yang ada kamu ngga fokus sama kerjaanmu."


"Iya yah, nanti malam Aliandhara akan berberes di sana biar yang dibawa seperlunya saja."


Hati kecil Alia ikut merasa perih melihat penderitaan abangnya, walaupun mereka bukan bersaudara kandung tapi tuan Kelvin menyayangi mereka melebihi anak sendiri.


Hati kecilnya mengutuk kebodohan Valeria, sebagai sesama wanita dia merasa Valeria itu begitu bodohnya melepaskan abangnya itu.


Secara abangnya itu adalah laki-laki yang tampan, mapan dan juga sangat penyabar dan penyayang.


Tapi keuntungan juga buat Aliandhara, dia yang semula saat masih bersama dengan Valeria seperti kerbau dicucuk hidungnya, apapun yang diinginkan oleh istrinya itu selalu diturutinya bahkan sampai keluar dari mansion ayahnya, kini otaknya seolah terbuka seakan-akan tabir hitam yang menutup jalan pikirannya terbuka secara perlahan.


Dia yang selama ini selalu dikendalikan oleh Valeria, kini bisa berpikir dengan jernih kembali.


Terkadang dia bingung, mengapa dia bisa menikahi Valeria padahal sebelumnya dia tak pernah tertarik pada wanita itu.


Terkadang dia kesal, marah pada Valeria. Tapi di saat yang bersamaan jika Valeria kembali merayunya, hatinya luluh lagi.


Hanya sebentar Aliandhara merasa sedih saat Valeria pergi, beberapa hari kemudian kondisinya sudah baik-baik saja seolah tak terjadi apapun dalam hidupnya.


Surat cerai sudah ditanda tangani dan sudah diambil oleh pengacara Valeria. Kini Aliandhara sudah ceria lagi berkumpul kembali bersama keluarganya.


Makin menguatlah dugaan tuan Kelvin bahwa Aliandhara menikahi Valeria karena terkena sesuatu. Kini dia bersyukur wanita itu sendiri yang telah meninggalkan putranya.


Biarlah apa yang telah terjadi kemarin menjadi pengalaman berharga untuk mereka.


*


*


****Bersambung...

__ADS_1


Happy weekend, jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, komen, vote, favorit dan rate nya ya😊😊🙏🙏


__ADS_2