Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 39 Xavier dan Xavana


__ADS_3

"Memang nenek ingat siapa pemilik kalung seperti ini?" Tanya kakek lagi.


"Ingat..." Sahut nenek.


"Siapa?" Tanya kakek lagi.


"Lho ini si bocah yang pakai, gimana sih? Hal sepele gitu aja kok di pertanyakan!" Sahut istrinya.


"Isshhh, bicara sama nenek ini betul-betul menyebalkan..." Kata Kakek.


"Kasihan kamu nak, kamu pasti haus dan lapar ya!!!" Kata nenek sembari mengangkat Almira dan menggendongnya.


"Sepertinya bayi ini hanyut dari ujung sungai sebelah hutan sana, kek...tapi sepertinya dia bayi yang hebat, dia tak banyak menangis walaupun dia haus dan lapar." Nenek menimang Almira.


"Ayo kita bawa pulang kek, hari sudah semakin siang...tapi kita di rumah tak punya susu kek, diberi apa dulu supaya dia ngga haus ya?"


"Nanti kita singgah sebentar ke toko di dekat desa, nek!!" Kata kakek.


*


*


Giovanno yang sudah berganti nama menjadi Xavier, diajak oleh tuan Anderson pulang ke mansionnya.


Di sana dia disambut oleh Xavana putra tunggal tuan Anderson dengan senang hati.


"Asyik...akhirnya Xavana tidak akan kesepian lagi jika daddy ngga ada di mansion!!" Sorak Xavana senang.


"Siapa namamu dek?" Tanya Xavana sambil merangkul pundak Xavier.


"Xavier, kak!!" Jawab Xavier kecil dengan suara lirih.


"Xavana mulai hari ini Xavier akan menjadi adikmu, dia akan menjadi bagian dari keluarga kita."


"Kamu juga Xavier mulai hari ini panggillah saya dengan sebutan daddy...oke?" Tuan Anderson mengusap kepala Xavier.


"Iya daddy!!" Jawab Xavier.


"Bagus...! Kata tuan Anderson.


"Ajak adikmu ke kamarnya, Xavana...setelah itu kamu ajak adikmu berkeliling mansion ini!!"


"Siap daddy...akan Xavana kerjakan dengan senang hati."


Sejak saat itu Xavier alias Giovanno dirawat oleh keluarga Anderson dan Adiknya Almira dirawat oleh kakek Dahlan dan istrinya.


Hingga saat usia Xavier genap berusia 12 tahun, saat Kojiro sepupu dari kakek Dahlan alias Kyoto berkunjung kembali menemui sepupunya dan singgah ke mansion tuan Anderson yang merupakan bekas muridnya, dia melihat Xavier remaja dan berniat untuk menjadikannya murid sekaligus putra angkatnya.


"Anderson, siapa anak lelaki tampan itu? Bukankah putramu hanya satu orang yaitu Xavana?" Tanya Kojiro.

__ADS_1


"Dia Xavier, putra angkatku guru!!"Jelas Anderson.


"Anderson, aku melihat ada sesuatu yang istimewa dari anak lelaki itu...berapa usianya?" Tanya Kojiro lagi.


"Bulan depan baru genap 12 tahun, guru!! Kenapakah gerangan guru?" Tanya Anderson.


"Bukan main, baru berumur 12 tahun tapi struktur tulangnya kokoh seperti remaja berusia 17 tahun." Kembali Kojiro mengamati Xavier yang sedang bermain dengan Xavana.


""Xavier...kemarilah!!! Paman Kojiro ingin berkenalan denganmu." Panggil Anderson pada putra angkatnya.


Xavier bangkit berdiri berjalan menuju Kojiro dan ayahnya, disusul oleh Xavana yang seperti tak mau kehilangan adiknya.


"Siapa namamu nak?" Tanya Kojiro sambil mengusap kepala Xavier dengan lembut.


"Xavier, paman!!" Jawab Xavier pelan.


"Maukah Xavier ikut paman ke Jepang? Xavier bersekolah di sana sekalian belajar ilmu ninja dengan paman Kojiro!!"


"Ngga boleh!! Paman tidak boleh membawa adikku pergi!!" Sentak Xavana.


"Kalau Xavier ikut ke Jepang, Xavana juga harus ikut." Kata Xavana sengit.


"Memang Xavana bisa jauh-jauh dengan daddy?" Tanya Anderson sambil tersenyum menggoda putranya.


"Tapi daddy, Xavana ingin ikut Xavier dan paman ke Jepang..."Rengek Xavana.


"Sebaiknya kamu tamatkan dulu sekolah menengah atasmu di sini, kan sekarang kamu sudah duduk di kelas sebelas."


Entah kenapa dia begitu keukeh mau menjadikan Xavier sebagai muridnya.


Hingga akhirnya Xavier berangkat ke Jepang, bersekolah di sana sekaligus menyelesaikan S1 dan S2 nya di sana.


Selama itu juga Kojiro menggembleng Xavier sebagai murid juga sebagai putranya.


Xavier bekerja sambil kuliah, dia tidak mau merepotkan ayah angkatnya itu, walau tuan Anderson selalu mengirimkannya uang berlebih, tapi Xavier tetap hidup dengan mandiri di sana.


Dan karena gemblengan guru sekaligus ayah angkatnya yang keras itulah, Xavier tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yang tangguh tapi juga memiliki budi pekerti yang luhur.


Sungguh berbeda jauh dengan Xavana yang manja dan suka berfoya-foya...parahnya lagi sepeninggal Xavier dan karena daddynya jarang ada di mansion, Xavana jadi gemar bergonta-ganti pacar...entah berapa banyak sudah wanita yang sudah ditiduri olehnya.


*


*


"Xavana....daddy pusing mendengar sepak terjangmu...suka berantem, main perempuan...Besok daddy akan memperkenalkanmu dengan putri sahabat daddy, Valeria namanya."


"Kami memang berencana untuk menjodohkan kalian berdua."


"Ngga mau ah...Xavana tidak mau dijodohkan daddy...seperti zaman datuk Maringgih saja pakai acara dijodohkan segala."

__ADS_1


"Valeria itu gadis yang teramat cantik, Xavana...nanti jika kamu melihatnya sendiri, pasti kamu akan jatuh hati padanya."


"Xavana itu tidak mau menikah daddy, Xavana sudah nyaman hidup seperti ini."


"Pokoknya daddy ngga mau tau, kamu harus terima perjodohan itu."


Xavana nampak sangat kesal, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan daddynya.


"Sekarang kamu harus berpakaian yang rapi, jangan seperti fuckboy begitu."


*


*


Jauh di negeri Sakura sana di sebuah lembah yang indah, Kojiro tengah melatih Xavier...anak angkat sekaligus murid tunggalnya setelah Anderson.


Tapi kepada Anderson, dia tidak menurunkan semua ilmunya karena sifat Anderson yang panas-panas t*i ayam saat berguru padanya.


Berbeda dengan Xavier yang selalu bersungguh-sungguh dalam hal apapun.


"Xavier, sudahi dulu latihanmu...kemarilah ayah ingin bicara denganmu." Kojiro memanggil murid tunggalnya itu untuk mendekat padanya.


"Lusa kakakmu Xavana akan bertunangan!! Apa kamu mau ikut ayah untuk menghadiri acara pertunangan kakakmu?"


"Mau yah, Xavier juga sudah kangen sama daddy dan kak Xavana...terakhir Xavier pulang ke mansion sekitar 3 tahun yang lalu.


"Kalau begitu bersiaplah, besok pagi-pagi kita berangkat!! Ayah juga akan mampir ke rumah sepupu ayah di sana."


"Semoga kakak segera berubah setelah bertunangan nanti, ngga jadi seorang fuckboy lagi." Kata Xavier. Dia sangat menyayangi kakaknya itu.


*


*


"Mira capek nak?" Kata kakek Dahlan pada Mira kecil.


Sudah 6 tahun ini kakek dan nenek membawa Almira pindah ke pinggiran kota. Karena seperti di awal cerita, sejak bayi Almira ditemukan oleh kakek Dahlan dan istrinya, orang suruhan Hikaru masih saja mencari keberadaan Almira.


Karena cemas akan keselamatan sang cucu, akhirnya sepasang suami istri itu memutuskan untuk pindah.


Kakek bekerja menjaga gudang beras pada malam hari dan di siang hari mereka berkebun menanam tomat dan lombok.


Seperti siang ini kakek dan Mira menjual hasil kebun mereka ke pasar. Mira dengan semangat ikut berjualan tanpa sedikitpun merasa malu.


*


*****Bersambung....


*

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak, like, komen, vote, favorit dan rate nya. Terima kasih kepada pembaca yang masih mau membaca karyaku🙏🙏


__ADS_2