
PRANGG..
Serafin menjatuhkan cangkir di tangannya karena kaget mendengar ucapan Almira.
"Apa maksudnya itu Matsuyama?? Kamu sudah menikah lagi??" suara Serafin terdengar bergetar.
Matsuyama terlihat semakin pucat pasi wajahnya.
Serafin menunjuk tepat kedada Matsuyama...
"Dan ayah tau bahwa Matsuyama telah menikah lagi tetapi mengapa ayah diam saja dan menyembunyikan semua dari ibu??" tanya Serafin tampak sangat gusar.
"Kalian berdua sungguh keterlaluan...ibu akan segera menelpon tuan Kelvin untuk menjemput kembali ibu dan Almira di sini kami akan pulang dan ayah jika mau memilih menikah lagi sama seperti si brengsek Matsuyama silakan saja!!"
"Ayo Almira kita tinggalkan para lelaki laknat ini untuk selamanya!!" lalu Serafin menarik tangan putrinya masuk ke dalam rumah.
"Aduhhh...gara-gara kamu nih Matsuya...kamu yang dapat enaknya ayah yang dapat getahnya...kamu yang menanam benih di perutnya Bonita jadi ayah juga yang ikut susah harus terusir oleh ibumu!!" kata Giandra bingung juga harus apa.
"Yah...sumpah demi apapun, Matsuyama tidak pernah mencintai wanita lain selain Almira, jika Matsuyama mencintai Bonita, untuk apa Matsuya pulang untuk mencari istri Matsuya lagi?? itu karena Matsuya mencintai mereka!!"
"Hanya apapun yang akan Matsuya katakan tak akan pernah di dengar lagi jadi lebih baik Matsuya diam yah, dari pada membuat Almira semakin bertambah marah!!" kata Matsuyama.
"Iya Matsuya, ayah percaya padamu tetapi masalahnya bagaimana kita harus menjelaskan pada dua wanita cantik di dalam sana itu??" Giandra juga bingung bagaimana harus menghadapi istrinya yang sama sifatnya seperti Almira sama-sama keras kepala.
********
Sepuluh orang berilmu tinggi mengelilingi kubah raksasa. Mereka akan menyatukan kekuatan untuk membuat matahari buatan dan menerangi serta memberikan hawa panas pada seluruh mata air dan sungai di sekitar perkampungan untuk mematikan kuman dan parasit yang sudah disebar dari bulu-bulu Simoet kera siluman yang sengaja disusupkan kedalam perkampungan naga untuk melemahkan pertahanan mereka.
Semenjak masih menjadi kekasih ratu Hikaru, Kebebitak sangat terobsesi untuk menaklukan semua kerajaan siluman terutama bangsa naga.
Dia ingin sekali bisa menikahi pimpinan kerajaan naga itu, karena dia mendengar bahwa wanita itu mempunyai kecantikan dan kesaktian yang luar biasa.
Dan meminangnya secara baik-baik tentu saja sangat tidak mungkin, karena kerajaan mereka semenjak zaman nenek moyang mereka dulu sudah bermusuhan.
Panglima Tristan dan pangeran Redo langsung memberikan aba-aba.
Maka memancarlah hawa sepanas api mengarah pada kubah besar di tengah istana itu, sinar dari kubah itu memantul keseluruh penjuru tempat memberikan hawa panas yang luar biasa.
Perkampungan mereka yang selama berabad-abad tak tersentuh oleh sinar matahari mendadak jadi terang benderang.
Hawa panas mengalir kedalam tanah dan masuk kedalam air membuat parasit dan kuman dari bulu Simoet jadi kelojotan.
Simoet yang tengah bermain-main riang di dalam hutan, tiba-tiba merasakan hawa panas yang luar biasa seperti membakar tubuhnya membuatbdia berteriak-teriak kesakitan.
__ADS_1
Secara perlahan warna air yang tadinya biru kehitaman mulai berubah warna menjadi bening kembali.
Karena tak tahan pada hawa panas itu akhirnya simoet melarikan diri lewat aliran sungai Xin Yuen dan pulang kembali ke asalnya.
Seluruh penduduk bersorak gembira. Mereka benar-benar mengagumi cara berpikir pangeran Redo yang sangat cepat dalam mengambil keputusan.
********
Alia waktu itu akan pulang kuliah. Biasanya dia dijemput oleh pangeran Redo tetapi karena sang kekasih kembali ke kerajaannya, jadilah Alia sendiri di sore itu.
Ayahnya telah lama tidak lagi berurusan dengan dunia hitam para mafia. Tuan Kelvin ingin melewati masa yang tenang bersama keluarganya, anak dan cucu-cucunya.
Alia meraba kalung yang diberikan Redo untuknya untuk berjaga-jaga selama dia tak ada.
Sang supir yang setia sudah menantinya untuk pulang. Supir pribadi tuan Kelvin itupun dipegangkan kalung oleh Redo.
"Nona Alia...perasaan sejak tadi beberapa motor di belakang itu mengikuti kita terus mulai dari jalan besar tadi??" kata sang supir berusaha untuk tetap tenang.
"Ah apa iya pak??" tanya Alia lalu menoleh kebelakang.
Dan benar saja begitu keluar dari jalan besar keempat pengendara motor itu mulai mengejar mobil mereka.
"Mau bermain-main dengan Darman dia!!" ucap mang Darman.
"Pegangan non Alia, dia tidak tau kecepatan mobil tuan Kelvin keluaran terbaru ini...oke...ayo sini jika kalian ingin bermain-main!!" ucap mang Darman.
Uhuk..uhuk...uhuk
Delapan orang itu terbatuk-batuk karena helm yang mereka pakai kemasukan pasir dan debu.
"Sialan...hebat juga itu aki...aki!!" kata salah seorang dari mereka yang matanya juling.
"Wahhh...hebat...karena terkena pasir dan debu tadi, matamu tidak juling lagi sobat!!" kata temanya yang berbadan tinggi kurus seperti lidi.
"Iyakah??" kata si botak juling itu.
"Betul...tapi boong!!" kata si cungkring tertawa.
"Anjirrr...gue potong burung pipitmu itu baru tau rasa berani-beraninya membohongi aku!!" sentak si juling marah.
"iya...maaf bos...gitu aja marah!!" kata si cungkring.
"Sialan...gara-gara debu sialan ini kita jadi kehilangan jejak!! bakal dipotong lagi honor gue sama si bos nih!!" kata si gemuk.
__ADS_1
"Lagian bos kita juga sih...dia yang suka sama putri milyader itu, malah kita berdelapan yang disuruh membacakan puisi cintanya, baru di antara kita berdelapan tak ada satupun yang tampan kita berdelapan rata-rata berwajah oriental di bawah standar internasional semua!!" kata si
sipit.
Kita kenalan dulu dengan delapan orang yang nengejar Alia dan mang Darman itu ya...
Juling, cungkring, gemuk, pesek, sipit, pendek, buntal dan bundar...keren kan nama-nama mereka?? kalau anak buahnya begitu semua, apa kabar dengan bos mereka yang memerintahkan mereka mengikuti Alia??
Jangan salah...jangan mengira dan melihat semua anak buahnya berwajah standar tapi bos mereka berwajah standar juga...karena bos mereka inilah kelak yang akan menjadi pendamping Alia๐๐
"Waduhhh pasti den Thamrin akan marah dengan kita kalau surat cintanya ngga disampaikan hari ini juga!!" kata Sipit.
"Ayo sudah cepat kita susul mereka dari pada kita mbacot di sini ngga ada habisnya...nanti nona Alia keburu jauh!!" kata Juling.
Lalu mereka kembali naik keatas motor masing-masing dan melaju cepat kearah hilangnya mobil Alia dan mang Darman tadi.
"Sebenarnya mereka siapa ya, mang??" kata Alia pada mang Darman yang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan standar tidak secepat tadi.
"Non Alia mau mang Darman turun lalu menghampiri mereka satu persatu dan menanyakan nama mereka??" tanya mang Darman.
"Iihhh mang Darman...apaan coba!!" kata Alia tertawa.
"Dulu semasa masih ada Almira...Alia sering dibawa naik mobil dengan ngebut sama Almira." Kata alia mengenang kembali kebersamaannya dengan Almira bertahun-tahun yang lalu.
"Dulu Alia berharap bang Ali bisa menikah dengan Almira berhubung Rafa anak bang Ali sayang banget sama Almira tapi takdir malah berkata lain, kok malah menikahnya dengan Xavier...malah tersakiti lagi!!" geram Alia.
"Dan siapa menyangka juga ternyata Almira adalah putri kandung ayah Kelvin dan aku serta bang Ali hanya anak angkat!!" lirih Alia.
"Tetapi toh tuan besar tidak pernah membedakan kasih sayangnya kan non??" kata mang Darman.
"Tidak mang, ayah berlaku adil pada kita semua.
"Masya Allah....orang-orang itu masih mengejar kita, non!!" kata mang Darman melirik kearah kaca spion.
"Mereka ini mau apa sih?? Alia capek dikejar-kejar terus mulai tadi!!" sahut Alia.
"Sebaiknya kita tunggu mang dan lihat apa mau mereka!!" sahut Alia kembali dengan hati terlanjur kesal.
"Oke jika itu yang non Alia mau, akan kita lihat mereka mau apa!!" kata mang Darman sengaja menghentikan mobil di pinggir jalan dan menunggu!!
*
*
__ADS_1
****Bersambung....
Jangan lupa ikuti terus dan tinggalkan jejak cintanya ya reader๐๐