Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 65 Hampir Saja


__ADS_3

Aku mengambil tempat duduk di samping Rafa dan Aliandhara duduk persis di depanku.


Matanya tak pernah lepas menatapku. Sebenarnya aku sangat risih mendapat tatapan seperti itu tapi aku mencoba bersikap biasa saja.


Ehem...ehem...


"Kangen sih kangen...tapi ngga harus gitu juga kali liatnya?" kata Alia sambil tersenyum.


"Mommy...suapin Rafa ya!!" untung bocah kecil itu mengalihkan pandangan Aliandhara padaku.


"Sini mommy suapi ya!!"


Aku mengambilkan piring nasi berisi lauk pauknya untuk makan Rafa.


"Daddy ngga diambilkan juga sekalian, mom?" tanyanya sambil menyodorkan piringnya.


"Ishh dasar manja!!" kataku tapi tetap mengambilkan juga untuknya.


"Sudah lama Aliandhara tidak makan siang di sini Mira, dia selalu menghabiskan waktunya untuk makan siang di dalam ruangannya di kantor."


"Memang istri anda tidak memasak di rumah tuan?" tanyaku spontan.


"Valeria bukan istriku Mira, hanya mantan!!" jawabnya.


"Memang kamu cemburu pada Valeria?" tanyanya sambil tersenyum.


"Cemburu? Ya nggalah tuan, saya itu tipe manusia yang cukup tau diri!!" jawabku.


"Kok bicaranya begitu?" sekarang tuan Kelvin yang angkat bicara setelah sekian lamanya berdiam diri.


"Kita sama-sama manusia, derajat kita sama tak ada yang membedakannya." sahut tuan Kelvin sambil mengunyah makanannya.


"Kan nyonya Valeria sendiri yang mengatakan bahwa saya manusia rendah, tuan!!" jawabku sambil menunduk mengunyah makananku.


Aliandhara tampak sangat gusar mendengar perkataanku. Tapi dia memcoba berdiam diri terlebih dahulu.


Ddrrttt...ddrrttt


Aku mengambil ponsel dari saku celanaku dan melihat siapa yang menelpon.


"Hiro!!" bisikku perlahan.


"Permisi tuan-tuan saya akan mengangkat telepon dulu."


Lalu tanpa menunggu persetujuan aku berdiri dari dudukku dan menjauhi mereka.


📱"Assalamualaikum, ya ada apa Hiro?"


📱"Waalaikum Salam, ya kamu di mana Mira? tadi aku kekelasmu kata mereka kamu keluar dengan Alia."


📱"Aku sedang di rumah tuan Kelvin sekarang, Hiro!!"


📱"Ayo pulang, aku akan menjemputmu...sebab kakek Dahlan dan abangmu memberi amanat padaku untuk menjagamu!!"

__ADS_1


📱"Tapi Hiro??"


📱"Tak ada kata tetapi, Mira...ayo bersiap dalam waktu sepuluh menit aku akan menjemput."


Tut...tut...tut


"Kebiasaan si Hiro main putus sambungan telepon aja!!" kataku kesal.


Aku lalu kembali ke kursiku. Tentu saja diiringi tatap mata dari keluarga tuan Kelvin.


"Siapa mom?" tanya Aliandhara penasaran.


"Saya harus pulang tuan, kakek Dahlan sudah mencari-cari saya...Hiro yang akan menjemput kemari."


Raut wajah Aliandhara dan Alia nampak berubah. Jika Aliandhara terlihat kesal berbeda lagi dengan Alia, dia nampak gelisah mendengar Hiro mau datang menjemput Almira.


"Gawat nih...Hiro mempunyai mata batin yang luar biasa tajamnya, aku khawatir dia akan tau di mana tempat Alia asli kusembunyikan." Alia palsu alias Levia tampak semakin gelisah.


"Kamu kenapa Alia? tanyaku, "apakah kamu sedang sakit?"


Aku sesaat menangkap sinar aneh dari mata Alia.


"Astaghfirullah...sinar apa itu yang kulihat dari mata, Alia? dia seperti bukan Alia Safira temanku yang kukenal...ada aura jahat yang mengelilingi tubuhnya, dan itu baru saja kulihat tetapi kemudian menghilang lagi."


"Ayah, Mira, bang Ali, kepala Alia terasa pusing...Alia balik kekamar duluan ya!!" katanya lalu berdiri meninggalkan kami.


Mendengar aku mau pulang, tentu saja Rafa menangis tak rela. Sehingga harus ada drama seperti drama-drama Korea sehingga Rafa terbujuk, tapi dengan syarat setiap hari aku harus mengunjunginya.


Hiro berdiri di depan gerbang mansion tuan Kelvin.


"Rumah ini di selimuti hawa jahat...untung penghuni di dalamnya tidak apa-apa..." kata Hiro.


"Tapi tunggu...apa itu? ada awan kelabu tak kasat mata menggantung di atas atap kamar itu!! itu kamar siapa ya?"


"Hai..." aku menepuk bahunya.


Hiro menoleh dilihatnya aku tengah diantar Aliandhara dan Rafa.


Wajah Aliandhara tampak kecut dan tak senang melihat kehadiran Hiro. Tapi Hiro nampaknya tak peduli.


"Mommy pulang dulu ya, Rafa!!" aku mencium Rafa.


"Besok kesini lagi ya mommy, daddy sama Rafa nunggu lho...apa perlu daddy jemput di kampus? bahaya jika mommy diantar jemput oleh orang yang tak di kenal."


Mata Hiro sudah seperti mau copot dari rongganya mendengar sindiran Aliadhara, tapi dengan cepat kutarik tangannya agar segera pergi dari situ.


"Daddy, yang sama mommy itu siapa?" tanya Rafa.


"Tukang ojek," jawab Aliandhara santai.


"Tukang ojeknya ganteng ya daddy!!" jawab Rafa polos.


"Ngga, biasa aja...gantengan juga daddy kemana-mana!!" lalu Aliandhara membawa Rafa masuk kedalam setelah motor yang membawa Hiro dan Almira hilang dari pandangan.

__ADS_1


Sementara dari jendela kamarnya Alia supal eh palsu, tersenyum smirk.


Saudara kembar Sima itu sungguh merepotkan saja, untung ganteng...kalau ngga sudah dari dulu kumusnahkan dari muka bumi ini...merusak habitat dan pemandangan saja.


Puffttt


"Hampir saja ketahuan, ilmu pandangan matanya sungguh luar biasa, Xavier dan Almira yang suka bolak-balik main kemari aja tidak menyadari ada yang ganjil di atas atap kamarku, tapi Hiro dengan sekali melihat sudah bisa tau ada yang janggal terjadi di sini.


"Aku memang harus hati-hati terhadap Hiro ini, orangnya sukar sekali di tebak...kedatangannya juga seperti jaelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar.


"Apa aku harus mengadu domba dua saudara kembar ini ya??"


"Ibunda ratu Hikaru, Levia sudah capek menyamar seperti ini, Levia ingin sekali menunjukan siapa kita yang sebenarnya."


"Hiro, kenapa kamu terlihat gelisah? Tanya Almira yang duduk diboncengan Hiro.


"Aku jujur mengatakan kalau aku mencurigai Alia sahabatmu itu, apalagi dia sekarang berteman baik dengan Sima...semakin kuat kecurigaanku pada mereka.


"Sebenarnya aku dan pak Xavier dulu juga curiga, kami berdua sempat berniat mengungkapkan semua tapi yang ada malah terungkap jika kami adalah bersaudara." desah Almira sedih.


"Aku lapar, kita makan dulu yuk!!" Hiro tak lagi mengindahkan ucapanku mungkin dia sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mau makan apa?" tanyanya.


"Sebenarnya aku sudah makan Hiro, tadi waktu di mansion tuan Kelvin."


"Aku ngga mau tau, pokoknya kamu harus temani aku makan." jawab Hiro.


Sementara nun jauh di sana Xavier tampak tersedak saat sedang makan bersama ayahnya.


Uhuk...uhukk


"Kamu kenapa? jangan tularkan penyakitmu pada ayahmu yang sudah tua dan renta ini??" kata Kojiro.


"Apa sih yah?? Xavier hanya keselek nasi!!" katanya kesal.


"Oh itu tandanya ada seseorang yang sedang merindukanmu." jawab ayahnya.


"Sedang merindukanku? siapa ya?" Xavier tampak berpikir.


"Malaikat maut!!" kata kakek Kojiro lagi.


"Kalau malaikat maut itu pasti merindukan ayah, bukan merindukanku!!" jawab Xavier sambil tersenyum.


Entah mengapa hatinya terasa sejuk saat mendengar ayahnya bilang bahwa ada seseorang yang sedang merindukan dirinya.


"Almira...." bisiknya sambil memejamkan matanya.


*


*


Sekali lagi author mohon maaf jika banyak komen yang belum bisa dibalas dan banyak novel yang author belum sempat mampir🙏🙏 karena author benar-benar sibuk nulis dan ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2