
"Sebaiknya kita tunggu mang dan lihat apa mau mereka!!" sahut Alia kembali dengan hati terlanjur kesal.
"Oke jika itu yang non Alia mau, akan kita lihat mereka mau apa!!" kata mang Darman sengaja menghentikan mobil di pinggir jalan dan menunggu!!
Tak lama keempat pengendara motor yang berisi delapan orang itu juga berhenti dan meminggirkan motor gede mereka.
Begitu mereka berdelapan membuka helm...
Huft...ha..ha...ha
Alia dan mang Darman langsung tertawa terbahak-bahak.
"Apa aku bilang...kita berdelapan itu cocok nya jadi pelawak bukan jadi penjahat karena tampang kita berdelapan itu kamera face banget!!" kata si juling.
"Kalian berdelapan...mau apa mengejar kami terus semenjak tadi??" sentak mang Darman.
"Siapa yang ngejar situ?? kita lho ngejar nona cantik itu untuk memberikan surat tuan kami, bukan ngejar situ...kege'eran banget ngapain juga batang ngejar batang?? kita lho semua masih normal!!" sungut si cungkring.
Alia hampir terjengkang kebelakang menahan tawanya.
"Nona cantik, ini ada surat dari tuan kami untuk nona Alia!!" kata sipit menyerahkan sepucuk surat untuk Alia.
Alia mengambil surat berwarna sampul merah muda berbentuk hati itu, dibuka dan dibacanya...
Dear Alia
Seiring dengan surat ini aku katakan
aku mencintaimu
maukah kamu menjadi
kekasihku??
Sekian dan terima kasih
Thamrin
__ADS_1
"What??" kata Alia.
"Sampul segede map lamaran pekerjaan, isinya cuma sepotong??" jangan-jangan lelaki yang bernama Thamrin itu ngga waras!!" gumam Alia sambil membolak balik kan amplop besar tersebut.
"Gimana nona?? anda menerima cinta tuan kami??" kata si pendek.
"Gimana apanya?? terima apanya??" kenal aja kagak!!" kata alia bingung.
"Bos kami itu, Jungkook lewat...Jimin nyalip..." kata si juling.
"Gimin??" kata mang Darman.
"Gimin...?? Jimin...!!" kata si pendek.
"Bos kalian itu orang mana??" tanya Alia.
"Ya orang planet bumi jugalah mas orang planet mars...ultraman dong kalo datangnya dari planet lain.
"Bos kami itu kuliah di tempat non Alia kuliah juga tapi beda jurusan." kata si cungkrik.
"Aku belum bisa terima, orangnya aja ngga jelas yang mana!!" kata Alia.
********
Thamrin sudah berdiri di depan teras rumahnya yang tak kalah besar dengan mansion tuan Kelvin.
Saat kedelapan anak buahnya datang dia segera menyambutnya.
"Bagaimana?? apa cantikku itu mau menerima cintaku??" tanya Thamrin.
"Belum tuan Thamrin karena nona Alia pengen tau wajah tuan Thamrin itu yang bagaimana!!" kata si Juling.
"Oh gitu ya...oke deh!!" kata Thamrin sambil mengangguk-angguk.
"Nanti aku mau berfoto dulu ya!! tolong kalian fotokan."
"Satu, dua, tiga...."
__ADS_1
"Tuan... bisa berfoto ngga sih?? Jangan berfoto untuk calon pacar seperti foto untuk bikin KTP..." kata si cungkrik agak kesal pada tuannya itu.
******
Hiro duduk termenung di taman belakang rumah ibu Saki.
Terkadang tampak dia tersenyum sendiri.
"Kamu apa kabar sekarang?? aku kangen sama kamu!!" bisiknya.
"Ro...!" Sima datang menghampirinya.
"Apakah kamu masih memikirkan dia??" tanya Sima pada saudara kembarnya itu.
"Aku akan tetap selalu memikirkan dia, di manapun dia berada!!" jawab Hiro.
"Jika kamu masih mencintainya...kenapa kamu tidak mengejarnya??" tanya Sima lalu duduk di samping Hiro.
"Dia akan membenciku jika dia tau sepak terjangku!! makanya aku hanya bisa mengamati dia dari kejauhan saja." jawab Hiro.
"Kamu benar, lebih baik dia tidak usah tau daripada nanti malah timbul kebencian di hatinya.
"Aku sekarang ini sedang menanamkan fitnah untuk adik emas kita yang tersayang agar hidupnya tidak tenang." Kata Sima sambil menyeringai.
"Apalagi yang ingin kamu lakukan untuk anak itu??" jangan terlalu kejam padanya!!" jawab Hiro pada Sima.
"Orang tuanya lebih kejam membuat ayah dan ibu kita meninggal dunia." Kata Sima.
Hiro hanya menarik napasnya berat. Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Kamu benar, Sima tetapi ingatlah dia itu ngga terlalu bersalah...yang salah itu kedua orang tuanya, tetapi bukan Matsuyama.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Maaf up date nya ngga banyak reader🙏🙏