Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 190 Bertahanlah


__ADS_3

Tetapi rupanya karena merasa diacuhkan oleh Alia dan Thamrin, Meta dan Nety antara kesal, jengkel juga iri mendatangi tempat duduk Thamrin dan Alia.


"Kalian berdua itu sebenarnya dengar ngga sih kita ngomong??' teriak Meta.


Karena sudah kesal dan merasa sangat terganggu ketenangan mereka Thamrin berdiri dan menggebrak mejanya dengan kesal!!!


"Kamu berdua ini mau apa sih?? mau ngajak ribut?? ini kantin tempat makan bukan tempat ribut, kalau kalian kurang kerjaan, tuh lihat toilet dari lantai sampai lantai tiga bersihkan sana bantu pak Gito...dari tadi berisik aja kerjaannya!!" sentak Thamrin.


"Kamu!!!"


Meta menunjuk tajam pada Thamrin, bagaimanapun dia sangat malu diperlakukan seperti itu di depan orang banyak.


Selama ini dia yang selalu menyudutkan orang lain, tapi mengapa sekarang jadi dia yang tersudut??


"Apa??? kenapa menunjukku??" tanya Thamrin.


"Thamrin, sudah...ngga ada untungnya dan ngga ada gunanya kita ribut dengan mereka, jika ribut dengan mereka membuat popularitas kita naik dan dapat duit sih ngga ada masalah, lha ini malah buang waktu dan buang energi doang!!" kata Alia santai.


Wajah Meta dan Nety merah padam.


"Benarkan teman-teman?? memang saya salah bicara??" teriak Alia pada mereka yang ada di situ.


"Betuuullll!!!" kata mereka serempak lalu bubar kembali melanjutkan kegiatan masing-masing.


"Awas kau ya Alia...Thamrin....liat saja kalian berdua nanti!!" bentak Meta dan Nety lalu bergegas meninggalkan kantin.


"Sudahlah, ngga penting mereka itu!!" ucap Thamrin lalu mereka kenbali melanjutkam makannya.


"Kurang ajar Alia dan Thamrin...mereka ngga tau apa siapa kita??" kata Meta sangat marah juga malu.


"Terima kasih sudah mau membelaku ya, Thamrin!!" kata Alia pada Thamrin.


"It's ok...apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia!!" ucap Thamrin tersenyum.


***********


"Tuanku....bagaimana ini?? apakah kita akan terus melanjutkan perjalanan ke istana ratu Nilakandi??" tanya pengawal pendamping Kebebitak karena dilihatnya sang panglima terlihat ragu.


"Entahlah...tapi sejujurnya hatiku terasa tidak enak pikiranku tertuju pada kerajaan kita, entah mengapa aku merasa seperti sesuatu sudah terjadi saat kita semua tak ada di istana."


"Kesalahan kita adalah meninggalkan istana tanpa penjagaan yang berarti kita terlalu yakin tak ada yang bisa menembus pertahanan kerajaan kita."


"Yang Mulia benar, sebenarnya sudah sejak kemarin saya ingin mengingatkan paduka tentang hal ini, karena saya sudah mendapatkan laporan dari mata-mata kita diperbatasan yang mengatakan penyerangan ke istana Bara Seta pun gagal total....pasukan mereka sudah hampir berkurang setengahnya mati terkena ranjau dan jebakan saat dalam perjalanan menuju istana Bara Seta.


"Kita tarik mundur pasukan, kita kembali ke istana menyusun strategi penyerangan yang baru!!" ucap Kebebitak.

__ADS_1


Lain halnya pasukan Kebebitak yang mengalami tekanan mental akibat dua penyerangan yang gagal, di istana Kebebitak yang sekarang sudah di kuasai oleh Tristan dan Almira serta Bilygong yang kembali naik tahta.


"Paman, sudah tiba waktunya kami akan kembali ke istana naga...urusan kami di sini sudah selesai!!" ucap Tristan.


"Sabarlah, tunggu dulu barang dua atau tiga hari setelah acara penobatan pamanmu ini!!" ujar Bilygong.


"Bagaimana?? Kata Tristan meminta persetujuan pada yang lain.


Setelah semua yang lain setuju untuk menunggu, akhirnya Tristanpun setuju. Kecuali Xavana yang harus kembali bekerja lagi.


"Tuan...tuanku Kebebitak...!!"


Seorang ponggawa datang tergopoh-gopoh menghadap Kebebitak yang sudah berada diperbatasan gerbang istana.


"Gawat yang mulia...!!" kata ponggawa tersebut.


"Ada apa ponggawa, ceritakan apanya yang gawat??" tanya senopati pendamping Kebebitak.


"Istana sudah dikuasai, tuan!! saya dengan tuanku raja yang lama Bilygong kembali naik tahta!!" kata ponggawa tersebut.


"Apaaaa!! tidak mungkin!!" teriak Kebebitak antara marah dan tak percaya pada berita itu.


"Awalnya saya tidak percaya tuanku, tetapi itulah kenyataannya dan seluruh rakyat tampaknya menyambut dengan suka cita penobatan kembali tuanku Bilygong menjadi raja!!" kata ponggawa itu lagi.


"Benar tuanku!!" jawab ponggawa tersebut.


"Ayo kita segera masuk ke istana aku mau melihat siapa orangnya yang telah berani mengambil mahkota dan batu merah delima dari ruang singgasanaku!!" geram Kebebitak.


Tetapi pada kenyataannya rakyat menolak mantan raja mereka masuk kembali ke istana, mereka tetap ingin Bilygonglah yang menjadi raja.


"Rakyat kurang ajar...!! masa aku harus terusir dari istanaku sendiri??" maki Kebebitak.


"Bagaimana yang Mulia?? haruskah kita masuk dengan cara kasar??" tanya sang senopati!!


"Tak ada jalan lagi selain dengan jalan kekerasan." Gumam Kebebitak lalu merangsak masuk bersama pasukannya.


Untungnya golongan Almira dan Tristan serta Xavier dan kakek Kojiro masih ada di sana, karena pada dasarnya yang masih tersisa di dalam istana adalah prajurit dari tingkat rendahan yang dilatih untuk menjaga dan bertahan bukan untuk menyerang dan bertempur.


Saat kedua belah pihak saling berhadapan....


"Apa-apaan kamu Kebebitak?? tak bisakah kamu masuk dengan cara baik-baik tanpa harus adanya kekerasan?? beginikah sifat dan sikap yang telah ayah tanamkan dan ajarkan kepadamu??" teriak Bilygong geram.


"Kalau begini caramu, maka seluruh rakyat yang tidak berdosa akan menjadi korbannya!!" bentak Bilygong.


"Aku tidak peduli yah...demi harta dan tahta walaupun aku harus melawan ayahku sendiri, aku akan lakukan!!" balas berteriak Kebebitak.

__ADS_1


"Dasar anak durhaka!!" kata Bilygong melesat maju untuk melindungi rakyatnya.


Tristan maju membantu Bilygong sementara Almira, Xavier, kakek Kojiro dibantu beberapa petinggi abdi dalem yang memiliki ilmu cukup tinggi bertempur melawan para senopati, tamtama dan prajurit Kebebitak yang masih tersisa.


Pertarungan berlangsung sengit, ayah dan anak itu masing-masing mengerahkan ilmu kesaktiannya.


Begitupun pertempuran Almira, Xavier, kakek Kojiro dengan para prajurit musuh juga berlangsung sengit.


Suatu ketika...


"Almira awas !!!" teriak Xavier saat seorang prajurit mengayunkan pedangnya ke bahu Almira.


Xavier memukul pedang itu dengan busur di tangannya. Almira selamat tetapi Xavier yang lengah harus merelakan bahunya tertancap Kunai beracun milik salah seorang prajurit.


"Bang..." Almira berteriak histeris melihat Xavier yang limbung ketanah kalau tidak cepat ditahan oleh Kojiro.


"Cari mati kalian semua!!" teriak Almira melihat Xavier tegeletak lunglai di tahan oleh ayah angkatnya.


Almira menggosokan kedua belah telapak tangannya semakin lama semakin keras dengan kaki terbuka dia memutar kedua tangannya lalu mendorong kedepan.


"Matilah kalian semua...." teriak Almira mengeluarkan jurus naga murka membelah bumi.


Sementara kondisi Xavier semakin melemah karena racun jahat yang mengendap di dalam tubuhnya.


Para prajurit Kebebitak kocar kacir...yang tak sempat menyelamatkan diri hangus tubuh mereka terkutung-kutung.


Mereka semua mundur menerima amukan pukulan Almira.


"Abang!!!"


Almira lari memeluk Xavier.


"Bertahan bang, demi anak-anak kita!!" isak Almira pada Xavier.


"Bertahan bang...aku akan mencari penawar racun ini untukmu walau keujung dunia sekalipun!!" ucap Almira.


*


*


***Bersambung....


Apakah Xavier sanggup untuk bertahan??


Ikuti terus lanjutan kisah mereka di next episode🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2