Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 23 Kejutan 2


__ADS_3

Xavier tersenyum lalu menghampiri kami. Almira dan Xavier saling menatap dan mengagumi diri satu dengan yang lain.


"Masyaallah...cantiknya Almiraku ini!!" Xavier membatin dalam hatinya.


"Aduh hatiku...jangan bikin malu dong...berhentilah berdetak seperti mau copot saja!!" Almira melengos untuk menutupi kegugupannya.


Gadis keras kepala itu mana mau mengakui kalau dia pun suka pada Xavier.


Dan semua gerak-gerik ke duanya tak ada yang lolos dari pandangan mata Aliandhara.


Wajahnya memerah, ingin sekali dia mengusir Xavier dari sana tapi tentu saja dia bakal terima amukan dari Alia dan Almira.


"Kenapa sih Cupakabras ini harus diundang? Buat hatiku panas saja terbakar cemburu."


"Tuan muda jangan berdiri terus, nanti kepalanya berasap lho..." Kakek senyum-senyum sambil menggodanya.


"Memangnya saya jin, begitu digosok keluar asapnya..." Sambil menggerutu tapi akhirnya Aliandhara duduk juga.


MC sudah membacakan daftar acaranya. Ulang tahun Rafa digelar sangat meriah...yang awalnya hanya sekedar kumpul keluarga malah jadi kumpul satu kampung


Rafa terlihat sangat senang sekali. Apalagi semuanya berkumpul di sana termasuk kakeknya yang telat datang.


Di tengah kebahagiaan itu, saat Rafa menyuapi kue tart ke mulut Almira, tiba-tiba...


"Selamat ulang tahun Aliarafa putra mommy tercinta..."


Sontak semua mata memandang ke arah pintu restauran. Di sana berdiri dengan anggun seorang wanita yang sangat cantik berusia kurang lebih 30 tahunan.


Gelas di tangan Aliandhara langsung terlepas begitu saja dari tangannya. Semua orang yang sudah kenal dengan keluarga Kelvin Antonio kenal betul siapa wanita cantik itu.


Dia adalah Valeria Calderon mantan istri dari Aliandhara Antonio. Yang dengan tega meninggalkan suami dan putranya yang masih merah untuk bersama laki-laki lain.


Wajah tuan Kelvin tampak biasa saja, karena dia menyerahkan semua keputusan di tangan putranya.


Sementara wajah Alia memerah menahan kemarahannya.


"Untuk apa wanita matrelialistis ini datang lagi? Apa dia berniat masuk lagi dalam kehidupan kakakku dan merusaknya seperti dulu?"


Betapa dia ingat hancurnya kehidupan kakaknya tercinta setelah di tinggalkan Valeria, bayi merahnya yang menangis karena haus dan membutuhkan ASI dari ibunya...


Sekarang setelah Aliandhara sedikit demi sedikit mampu bangkit dari keterpurukannya, setelah Rafa juga sudah bisa menerima sosok seorang ibu lain dalam hidupnya, tiba-tiba tanpa diundang dan dijemput, Valeria muncul seperti jaelangkung.

__ADS_1


Dengan angkuhnya Valeria melewati para pengawal dan berjalan anggun dengan mengangkat dagu runcingnya dan membusungkan dadanya.


"Sayang...." Dia mengembangkan tangan memeluk Aliandhara yang berdiri di samping Rafa putranya.


Aliandhara bergeming saat Valeria memeluknya. Ada rasa rindu terhadap sang mantan tapi ada rasa dendam juga yang menyeruak di hatinya.


"Halo anak mommy...happy birth day...honey..."


Dia hendak memeluk Rafa, tapi Rafa menangis dan langsung memeluk Almira.


"Mommy...Afa atut..."


Wanita itu berdiri dan memandang garang pada Almira.


"Hei kau pelayan...kau hanya pelayan...tapi dandananmu seperti nyonya rumah saja."


"Hah???"


Almira yang tak menyangka mendapat perkataan seperti itu langsung tergagap.


"Hei kak Valeria yang terhormat, dia bukan pelayan....dia sahabat sekaligus bodyquardku." Alia langsung melotot horor menatap Valeria.


"Kak tidak usah mencari perkara dengannya kalau tidak mau di bantingnya."


"Menjauh kau dari putraku, wanita rendah..." Valeria mendorong bahuku.


"Nyonya Balerina yang merasa lebih tinggi dariku padahal kenyataannya aku lebih tinggi darimu...putramu sendiri yang memanggilku mommy dan mantan suamimu sendiri yang memintaku untuk bertunangan dengannya."


"Dasar wanita saraf...namaku Valeria, bukan balerina...kamu memang lebih tinggi dariku tapi soal derajat aku secara adalah seorang wanita terhormat sementara kamu? Kamu hanya wanita rendah yang tak jelas asal usulnya."


Bukannya tersinggung, Almira malah senyum-senyum...


"Aku tidak tuli, aku tau namamu Valeria...tetapi karena aku saraf seperti katamu jadi suka-suka aku dong memanggilmu apa!!"


"Masih untung hanya kupanggil Balerina, kalau kupanggil matrelia...kamu mau apa? Mau marah?"


"Mengenai derajat...kamu yakin lebih tinggi dan merasa lebih mulia dariku? Dan mengenai asal usul yang tak jelas...sepertinya kamu harus membuka kaca mata hitammu itu Valeria, kurasa matamu itu sudah buta ya...aku jelas berdiri di sini dan ke dua kakiku menjejak ke tanah tapi kamu bilang masih ngga jelas...dasar katarak."


Wajah Valeria merah padam...seumur hidup dia tak pernah dihina di depan orang banyak begini.


Wanita yang berdiri di depannya yang awalnya dia anggap wanita bodoh yang akan menangis jika dihinanya ternyata dia salah besar.

__ADS_1


Wanita di depannya adalah wanita yang pandai membalikkan semua perkataannya. Apalagi wanita tadi bilang suaminya mengajak bertunangan? Tak mungkin....


"Gadis miskin dan bodoh...jangan mimpi Aliandhara suamiku mau bertunangan denganmu, berkacalah sebelum kamu bicara...kamu itu siapa? Hahaha...


"Eits...pertama yang harus kau ingat adalah kau hanya mantan istri...ingat...hanya mantan istri Aliandhara begitu cerita yang kudengar dari keluarga besar tuan Kelvin."


"Yang ke dua...siapa yang bilang aku mau bertunangan dengannya? Aku tidak menjawab apapun saat dia mengatakan itu..."


"Ke tiga, aku memang miskin tapi aku tidak bodoh sepertimu yang rela meninggalkan suami yang mencintaimu dan bayimu yang baru lahir hanya untuk cinta yang tak pasti?"


"Dan sekarang kamu malah kembali kemari dan mengaku-ngaku sebagai istrinya padahal tuan mudaku ini nyata-nyata sudah menceraikanmu.


"Selain bodoh kau ternyata juga wanita tolol wahai Valeria yang tidak terhormat...apa perlu kuambilkan kaca benggala sekalian supaya kamu bisa berkaca dan melihat betapa bodohnya dirimu?"


Semua orang di situ tertawa mendengar ucapanku yang santai tapi sangat menusuk.


"Almira edan mau kamu lawani adu mulut? Kalah duluan kamu..." Kata kakek Dahlan dibarengi dengan senyuman Alia, tuan Kelvin dan Xavier.


"Dia bukan hanya jago bersilat kaki dan tangannya, tapi aku juga mengajarinya untuk pandai bersilat lidah..." Kakek Dahlan berkata dengan bangganya.


Semua orang tertawa, hanya Aliandhara saja yang memerah wajahnya. Valeria? Jangan di tanya lagi...rasanya dia ingin sekali membunuh gadis belia yang berdiri di depan dan sedang memeluk putranya.


"Cukup Almira...hentikan...tidakkah kamu melihat Valeria hampir menangis?" Sentak Aliandhara.


"Bang...." Kata Alia.


Tuan Kelvin menahan Alia untuk tidak bicara dulu.


"Hohoho...." Siapa sedari tadi yang memulainya tuan Aliandhara? Bukankah aku sejak tadi juga diam? Aku tak suka jika ada orang yang dengan sengaja mencari perkara denganku dan kau tau betul tentang itu."


"Aku Shahnaz Almira...aku bisa melakukan semua yang kalian para lelaki belum tentu bisa lakukan...jadi kuperingatkan sekali lagi untuk tidak mencari masalah denganku...cam kan itu...Ayo kek kita pergi, tempat ini hanya untuk orang-orang kaya dan terhormat seperti mereka dan bukan untuk orang miskin seperti kita.


Aku melepaskan gendongan Rafa yang semakin erat memelukku.


"Mommy harus pergi ya sayang...kembalilah pada mommymu yang asli."


Cup...cup...


Aku mengecup ke dua pipi anak kesayanganku sebelum kemudian melangkah bersama kakekku meninggalkan mereka semua.


***Bersambung...

__ADS_1


Tambah serukan ceritanya...bagaimanakah sebenarnya perasaan Aliandhara? Nantikan kisah selanjutnya ya...jangan lupa tekan like, komen, vote, favorit dan rate nya ya...🙏🙏


__ADS_2