
"Menurut Rafa...apakah mommy Mira akan menerima uncle Matsuya sebagai daddynya Xander?" tanya Matsuyama.
"Tentu...uncle pria yang sangat baik dan bertanggung jawab pada kami!!" kata Rafa.
"Rafa doakan saja semoga mommy Mira mau menerima uncle Matsuya menjadi daddynya Xander ya!!" kata Matsuya penuh harap.
******
"Kek, kenapa kakek baru menemui Xavana?? berkali-kali Xavana main ke teluk ini tak Xavana jumpai kakek di sana.
"Iya maafkan kakek Bilis ya Xavana, kakek terlalu sibuk akhir-akhir ini!!" kata kakek Bilis.
"Kamu bilang mau mengajak kakek kemakam mommymu?? kapan??" tanya kakek Bilis.
"Kalau kakek maunya sekarang, ayo kita berangkat..." ajak Xavana.
Mereka berdua naik mobil menuju ke sebuah pemakaman yang nampak sangat terawat.
Xavana membawa kakek Bilis ke sebuah makam yang ada foto di batu nisannya.
"Inilah makam mommynya Xavana, kek!!" kata Xavana.
Dada kakek Bilis terasa sesak dan penuh melihat wajah wanita yang sangat dirindukannya itu.
Dia sudah tak dapat menahan diri dan menahan kesedihan yang sudah puluhan tahun hanya dia pendam dalam hati saja.
Dia bersimpuh di depan makam sambil memeluk batu nisan mantan istrinya itu.
"Xiexie...maafkan kanda yang tak bisa memenuhi janji untuk menjagamu, tak bisa melindungimu hingga semua harus jadi seperti ini...sampai detik ini kanda masih sangat mencintaimu Xiexie!!" tangisannya menyayat hati.
Xavana terpaku berdiri di tempatmya.
"Kanda?? menjaga? melindungi? mencintai?? sebenarnya kakek Bilis ini apanya mommy??" Xavana bertanya-tanya dalam hati.
Setelah puas menangis akhirnya kakek Bilis duduk terdiam bersimpuh di depan makam.
Matanya menatap sayu dan nanar kearah foto Xiexie sambil sesekali mengusap dengan jari-jarinya yang tampak gemetar.
"Kakek??" panggil Xavana pada kakek Bilis.
"Maafkan Xavana jika Xavana bertanya pada kakek, apa hubungan kakek dengan mommy?" tanya Xavana.
Kakek Bilis beralih memandang Xavana.
"Sini Xavana dekat sama ayah!!" kata kakek Bilis.
"Ayah??' kata Xavana bingung.
Tiba-tiba kakek Bilis menghampiri Xavana dan langsung memeluk putranya itu.
Tentu saja Xavana bingung dengan perubahan sikap kakek Bilis.
"Xavana...kamu adalah putraku bersama Xiexie mommymu. "
Lalu kakek Bilis menceritakan semua rentetan kejadian masa lalu.
Lalu dia tampak merobek kulit wajahnya hingga membuat Xavana berteriak.
"Kamu lihatlah Xavana, tataplah wajah ayah...apa kita ada kemiripan?" tanyanya.
Seraut wajah tua tetapi masih menggariskan ketampanannya semasa muda dulu dan begitu mirip dengan Xavana.
"Ja...jadi selama ini, wajah yang sering kulihat itu bukan wajah kakek yang sebenarnya tanya Xavana.
"Inilah wajah ayah yang sebenarnya Xavana, tetapi ayah mohon untuk tetap bersama daddymu kasihan dia, hanya kamulah yang dia punya saat ini, kesetiaannya terhadap mommymu sungguh luar biasa bahkan daddymu rela mengasuhmu yang bukan darah dagingnya sendiri hingga kamu dewasa tanpa mempedulikan keadaan dirinya supaya kamu bisa tetap bisa makan dan bersekolah."
"Mungkin jika kamu hidup bersama ayah, tidak mungkin kamu bisa menjadi orang seperti sekarang ini."
"A...ayah...benarkah kamu ayahku yang sebenarnya??" tanya Xavana berlinangan air mata.
"Ya sudah...kita pulang ya!! hari sudah sore!!" kata Bilygong atau kakek Bilis.
Saat mereka berdua ada di dalam mobil Bilygong bertanya pada Xavana.
"Kamu tau dan kenal seseorang yang bernama Matsuyama??" tanya Bilygong sebelum Xavana membawa mobilnya.
"Kenal banget ngga juga, yah...tapi hanya sekedar tau!!" jawab Xavana.
"Sebaiknya kamu peringatkan dia, karena banyak orang yang mau mengincar nyawanya." Jawab kakek Bilis.
"Kenapa bisa begitu, yah?? Apa kesalahannya?" tanya Xavana lagi.
"Dia tidak mempunyai kesalahan apapun, Xavana...justru bagi kaum golongan putih dia adalah pahlawan, tetapi berbanding terbalik dengan mereka yang dari golongan hitam.
"Matsuyama itu berhasil memusnahkan jantung kehidupan ratu Hikaru...itulah yang membuat dia sangat dibenci."
"Bahkan adik angkatmu pun juga kakaknya sendiri pun membencinya, bagi mereka karena Matsuyama maka wanita yang mereka cintai jadi berpaling."
"Adikku?? adikku Xavierkah maksud ayah??" Bilygong menganggukan kepalanya.
"Karena menurut Xavier, Matsuyamalah yang telah mengambil istrinya."
Deg...
"Almira??"
"Mereka dalam bahaya Xavana...putri dari ratu Hikaru juga keponakannya menaruh dendam kesumat pada Matsuyama karena kematian ibunda mereka."
"Lalu apakah ayah tau di mana keberadaan mereka sekarang?" tannya Xavana.
"Keberadaan mereka tak terlacak...jangan lupa masing-masing anak dari Kakegawa itu memiliki keistimewaan ilmu yang berbeda-beda..."
"Walaupun jika dilihat dari usianya, dia masih muda tetapi dari segi ilmu tak ada yang mengetahuinya."
"Dan Matsuyama termasuk anak Kakegawa yang paling istimewa dibandingkan dua kakak kembarnya yang lain."
"Dia mampu memasang tabir pelindung untuk melindungi dirinya dan orang-orang yang dia cintai."
"Dan ayah juga tau bagaimana perasaanmu pada Almira, kamu hingga detik ini masih mencintainya...bukan?" tanya Bilygong.
Xavana tak bisa berkata apapun selain menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Lalu mengapa ayah ceritakan ini kepada Xavana? dan bagaimana ayah bisa tau?" tanya Xavana.
"Karena ratu Hikaru meninggal di dalam wilayah kerajaan siluman kera yang dipimpin oleh kakakmu, Kebebitak."
"Dan putri serta keponakan ratu Hikaru adalah wanita simpanan dari kakakmu itu, tentu Kebebitak juga akan membela mereka berdua mati-matian."
"Ayahmu ini walaupun ayah bukan manusia, tetapi istri ayah yaitu ibumu adalah manusia asli tentu sisi kemanusiaan ayah juga timbul."
"Ayah juga mendukung Matsuyama memusnahkan ratu Hikaru karena kejahatan yang telah dia perbuat sudah kelewat batasan."
"Karena jika tidak dimusnahkan, maka seluruh keturunan Almira terutama yang wanita akan menjadi penunggu goa batu pualam setelah mereka menikah dengan manusia seperti dulu saat Almira menikah dengan adik angkatmu Xavier."
"Dan hal itu pasti akan terjadi walau mau dihindari bagaimanapun!!" kata Bilygong.
"Jadi Almira itu bukan murni seorang manusia?" gumam Xavana.
"Yah...begitulah..." kata Bilygong lagi.
"Makanya dia mempunyai kekuatan di luar batas manusia biasa pada umumnya." Bilygong mengakhiri penjelasannya.
"Oleh sebab itu tolonglah dia jika kamu bertemu dengan mereka suatu hari nanti!!"
"Xavier adalah manusia palibg bodoh yang pernah hidup di muka bumi ini..."
"Almira itu sangat cantik, baik dan sakti bahkan mereka berdua telah dipercayakan mempunyai bayi dari yang Maha Kuasa tetapi dia malah terpikat pada wanita lain yang ngga ada artinya sama sekali!!" sesal Bilygong.
Lalu mobil mereka berdua melaju kembali kearah teluk.
****
"Mira..." kata Matsuyama.
Almira yang tengah sibuk menyusui Xanderpun menoleh.
"Bolehkah aku mengatakan suatu rahasia padamu?" tanya Matsuyama.
"Iya...apa yang ingin kamu katakan Matsuya!!" kata Almira.
"Tempo hari saat kamu telah melahirkan Xander, kamu lalu terkapar pingsan setelah itu menurut dokter yang membantu persalinanmu ada lagi seorang bayi perempuan mungil yang menyusul keluar dari rahimmu...tetapi belum sempat mereka menolongmya tiba-tiba ada secercah cahaya biru pekat menyelimuti tubuh putrimu dan kemudian membawanya pergi!!" kata Matsuyama.
"Makanya aku mau bilang padamu, coba kamu hubungi ratu Nilakandi ibumu...beliaukah yang mengambil putrimu itu atau bukan?"
"Karena jika eyang putrinya sendiri yang membawanya, maka kita bisa bernapas lega, tetapi jika bukan ratu Nilakandi yang membawanya maka itulah yang kita takutkan."
"Almira jadi teringat perkataan Xavier tempo hari jika mereka akan mempunyai sepasang anak kembar."
Dia menyerahkan Xander pada Matsuyama.
"Ikut aku ke kamar..." katanya.
Matsuyama meletakan Xander kedalam boks bayi lalu dia duduk di samping Almira.
"Aku akan mencoba melakukan sambung rasa dengan ibundaku, kamu jagalah kami berdua!!" katanya.
Tak lama Almira duduk bersila memejamkan matanya. Sementara Matsuyama duduk menjaga mereka berdua.
"Ibunda ratu...ini Refanya....bisakah kita bicara!!" bisik Almira.
Lalu tak lama ruangan itu diselimuti kabut tipis berwarna biru dengan aroma bau melati yang sangat kuat tiba-tiba tercium santar.
Lalu munculah sesosok wanita cantik dengan menggendong seorang bayi seumur dengan Xander di dalam gendongannya.
"Kamu mencari Revita kembaran Xander?? kamu jangan khawatir, putri kecilmu ini aman bersama ibu di goa batu pualam ini."
"Biarlah dia di sini menemani ibu yang kesepian karena kamu sekarang sudah menjadi manusia seutuhnya seperti ayahmu, dan sulit bagimu untuk kembali ketempat ini lagi, nak!!"
Jika dia sudah besar pasti dia akan mencarimu dan Xander saudara kembarnya, jadi kamu tak usah khawatir lagi, ya!!" kata ratu Nilakandi.
"Terima kasih ibunda ratu, sekarang ananda tidak khawatir lagi!!" kata Almira.
"Juga sampaikan ucapan terima kasih bunda pada laki-laki di sampingmu itu yang telah banyak menolongmu!!"
"Dia laki-laki yang baik...bukalah hatimu untuknya, Almira!!"
"Jaga diri kalian baik-baik...ini semua belum berakhir, keturunan Hikaru masih hidup dan akan terus menuntut untuk membalaskan dendam ibunya."
"Oh iya, apakah kamu mendapatkan sebuah cincin dan sebuah kitab daun lontar tua yang berhasil ikut keluar dari perut Sinoe tempo hari?" tanya ratu Nilakandi.
"Pakailah cincin putih itu, dan simpanlah kitab itu baik-baik dan jika kamu mempunyai waktu luang maka pelajarilah...karena kelak kedua benda tersebut akan sangat berguna bagi kalian."
"Terima kasih ibunda, titip Revita ya bunda...jagakan dia untuk ku."
Almira mengambil alih untuk menggendong bayi perempuan yang mungil itu, menciuminya dengan penuh rasa haru.
"Jangan bersedih Mira, suatu saat nanti kalian akan bertemu lagi...untuk sekarang biarkan Revita tumbuh dan besar di alam ibu!!" kata ratu Nilakandi memeluk Almira.
Setelah puas memeluk putri kecilnya, Almira lalu menyerahkan pada ratu Nilakandi yang perlahan mulai hilang dari pandangan bersamaan dengan hilangnya kabut kebiruan itu.
"Semoga kamu tenang di sana bersama eyang putrimu, Revita...kunjungi ibu suatu hari nanti ya!!" kata Almira masih terisak.
"Sayang...jangan menangis...intinya kita tau putrimu dalam keadaan baik-baik saja!!" kata Matsuyama sambil memeluk Almira.
"Matsuya...apa rencanamu selanjutnya?? bersamaku hidupmu selalu dalam bahaya!!" kata Almira.
Matsuyama menggelengkan kepalanya.
"Hidup bersamamu adalah impian terbesarku, aku bukan laki-laki seperti Xavier yang tidak punya komitmen memegang janji yang telah dia ucapkan sendiri."
"Dia berjanji akan menjagamu, tetapi mendapat godaan kecil saja dia sudah melupakan janjinya dan mencampakanmu, aku bukan seperti Xavier...Mira!!" kata Matsuyama sambil memeluk Almira.
"Kita menikah ya...agar aku bisa terus menjagamu, Rafa dan Xander!!" katanya lagi.
"Mungkin aku tidak sekaya, sepintar dan sekeren Xavier....aku tidak punya semua itu, tetapi yakinlah aku akan selalu menjagamu dan anak-anak walau dengan taruhan nyawaku sekalipun."
Almira memandang Matsuyama dengan mata yang penuh dengan genangan airmata.
Semenjak berpisah dari Xavier dia memang kerap kali menangis. Jika Rafa sudah tidur maka Almira akan menangis seorang diri meratapi kemalangan hidupnya dan kini apa yang dikatakan ibundanya tadi sepertinya harus dia pertimbangkan untuk membuka hatinya buat Matsuyama.
Dia dan Matsuyama sudah cukup lama bersahabat, dia sudah mengenal keseluruhan sifat Matsuyama begitu pula sebaliknya, tak ada salahnya dia menerima laki-laki itu untuk mendampinginya menjadi pengganti Xavier yang telah mengkhianati cintanya.
Almira mengangguk.
__ADS_1
"Iya, aku mau menikah denganmu Matsuya!!" lirihnya.
Bukan main girangnya Matsuyama mendengar perkataan Almira itu.
"Terima kasih sayang....aku tidak mau berjanji karena aku takut akan seperti Xavier yang sudah berjanji tapi kemudian mengingkarinya, tetapi aku akan berusaha untuk memegang janji itu sendiri agar tidak aku ingkari."
"Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk memilikimu dan menjagamu!!"
Cup...
Cup...
Kening dan pipi Almira dikecupnya. Saat hendak mengecup bibir ranum itu tiba-tiba Rafa masuk dan mengacaukan suasana.
"Mommy....daddy!" katanya tertawa bahagia.
"Akhirnya uncle Matsuya akan menikahi mommy Rafa...berarti Rafa akan mengubah panggilan uncle menjadi daddy!!" katanya tertawa riang.
Rafa memeluk Mira dan Matsuyama dengan bahagia.
"Besok kita akan menikah..." kata Matsuyama menciumi kepala Almira dan Rafa lalu menggendong Xander dan menciuminya.
Bayi berumur satu bulan itu menggeliat lalu kemudian tertidur kembali.
*****
π±"Kakek...Mira ada kabar buat kakek."
π±"Kabar apa Mira??? Xander sudah bisa jalan??"
π±"Kakek ngawur ah...Xander baru juga berumur satu bulan kok sudah mau jalan??"
π±"Almira mau menikah dengan Matsuyama, kek!!"
Bruak...prangggg....
Xavier yang sedang berkunjung ke rumah pantai dan kebetulan mendengar kakek Dahlan menelpon dia lalu mendekat.
Betapa kagetnya dia saat mendengar suara Almira yang di loudspeaker oleh sang kakek.
Saat mendengar Almira mau menikah lagi, nampan kayu dan gelas di atasnya jatuh terhambur di lantai.
Xavier berdiri mematung di tengah ruangan.
π±"Bunyi apa itu kek??"
Kakek Dahlan tak menjawab, dia menyerahkan ponsel yang dipegangnya pada Xavier.
"Kamu bicaralah sendiri nak, selesaikanlah masalah kalian baik-baik ya..." kakek Dahlan menepuk bahu Xavier yang kaku semenjak tadi.
π±"Mira...."
Suara Xavier tersendat saat mereka melakukan video call. Kedua mantan suami istri itu saling menatap.
π±"Abang..."
Suara Almirapun terasa tersendat-sendat.
π±"Mengapa begini sayang??? tak bisakah kita bicarakan ini baik-baik?? kita ulang lagi dari awal cerita kita??"
Xavier bicara dengan mata berkaca-kaca tak mampu lagi menahan tangisannya.
π±"Bang, jangan menangisππ Almira tak akan pernah melarang abang bertemu dengan Xander, sekali-kali Almira akan membawa Xander pulang menjenguk kalian!!"
π±"Abang masih sangat mencintaimu, Mira....sekali lagi maafkan kekhilafan abang!!"
π±"Mira juga masih mencintai abang...Mira sudah memaafkan semua perselingkuhan abang...tetapi untuk kembali Almira tak bisa lagi...Matsuyama sudah terlalu banyak berkorban untuk Mira dan Xander!!"
π±"Abang sangat menyesal, Mira...tetapi abang hargai keputusanmu...abang tidak akan mengganggumu dan Matsuyama lagi, jika kalian berdua saling mencintai, maka abang hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua.
π±"Terima kasih bang atas pengertiannya, abangku...suamikuππkini status kita kembali seperti dulu hanya sebagai kakak beradik!!
Xavier memberikan ponsel itu kembali pada kakek Dahlan. Lalu dia berbalik mengambil nampan kayu dan berusaha mengumpulkan pecahan beling di lantai.
Ahhh...
Karena matanya berembun dan basah oleh air mata yang tak henti membanjiri wajahnya, pandangan Xavier menjadi buram sehingga saat dia mengambil pecahan beling itu telapak tangan kanannya terluka sangat dalam. Darah mengucur deras dari luka di tangannya membuat kakek Dahlanpun kaget.
π±"Mira, kakek putuskan dulu sambungan teleponnya ya!! kakek mau mengobati luka di telapak tangan Xavier dulu....karena di rumah lagi ngga ada siapa-siapa.
Tut...tut...tut...
π±"Halo...halo...kek...bang Xavier kenapa?? kek??"
Almira menatap sambungan ponsel yang sudah terputus.
"Maafkan Mira bang, Almira adalah masa lalu abang...dan Sullivan adalah masa depan abang...semoga kalian berbahagia bang!!"
Almira mencium kalung berliontin kepala naga yang juga dimiliki oleh Xavier itu.
Hatinya pun sebenarnya masih terasa sakit dengan persellngkuhan Xavier, tetapi dia berusaha untuk mengikhlaskan walaupun tidak bisa melupakan.
"Kamu tidak apa-apa nak??" tanya kakek Dahlan sambil mengambil kotak p3k di kotak obat."
"Tidak apa-apa kek...sakit ini tidak seberapa dibandingkan sakit yang diderita oleh Almira akibat perselingkuhan yang Xavier buat sendiri.
"Xavier tak pernah memikirkan bagaimana perasaan Almira saat itu, Xavier hanya mempertimbangkan perasaan Sullivan sebagai mantan Xavier."
"Tetapi Xavier lupa, bahwa Xavier telah menikah dengan Almira, Xavier terlalu banyak mengabaikan perasaannya hanya demi menjaga perasaan Sullivan yang bukan siapa-siapanya Xavier lagi."
Kakek Dahlan membantu membersihkan luka di telapak tangannya. Lalu mengobatinya dan memperban agar lukanya tidak berdarah kembali.
"Yang tabah ya...anggaplah ini pelajaran untukmu di masa mendatang, jangan sampai kesenangan sesaat membuat penyesalan seumur hidup!!"
Ditepuknya bahu Xavier yang masih terduduk bersimpuh dilantai.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Bener tuh apa kata kakek Dahlan...jangan sampai kesenangan, kenikmatan sesaat akan membuat penyesalan selamanya!!ππ
Dan jangan lupa tak hentinya author berpesan untuk selalu memberikan dukungan dan komentar positifnya, like, favorit dan rate nya....terima kasihππ