Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Part 71 Titik Terang 2


__ADS_3

"Wajahnya mengingatkan ayah pada seseorang, tapi siapa ya? ayah benar-benar lupa sama sekali!!"


"Ya bagaimana ayah mau ingat?? yang ayah ingat cuma kakek cantik yang bernama Orochi itu doang!!" goda Xavier.


"kurang ajar, kamu pikir ayah cowok apaan?" kata Kojiro.


"Tapi benar Xavier...wajah tuan Giandra mengingatku pada seseorang, tapi mungkinkah?" jawab Kojiro.


"Sudahlah yah, Xavier pengen cepat pulang pengen bobo cantik karena semalaman Xavier tidak bisa tidur."


Percakapan keduanya terputus. Lalu mereka saling diam dalam pikiran masing-masing.


*


*


Almira berjalan di sepanjang toko pakaian di mall itu. Sedari tadi tak ada satu potong pakaianpun yang menarik hàtinya.


Saat dia lewat di depan kafe, tiba-tiba seseorang memanggil namanya!!


"Munah...Munah!!"


Mira memutar bola matanya malas.


"Tadi pagi aku dipanggil Aminah sekarang namaku berubah lagi jadi Munah, dasar orang ngga jelas!!" gumamnya.


Xavana menghampirinya. Dia memakai kemeja putih dan dasi dengan jas yang tersampir di bahunya. Di sebelahnya juga ada seorang lelaki mungkin asisten pribadinya.


"Kenapa kamu celingukan di sini? kamu tidak tersesat di sini kan Amunah?" tanya Xavana.


"Aminah, Amunah ngga pernah bener memanggil namaku!!" sungut Almira.


"Daripada kamu bengong saja di situ lebih baik ikut aku makan di kafe itu..."


"Lex, sehabis ini tidak ada meeting lagi untuk ku kan?" tanyanya.


"Tidak ada tuan..." jawab asisten pribadinya itu.


"Kamu duluan saja kembali ke perusahaan ya...nanti aku menyusul!!" kata Xavana.


Lalu dia menarik tangan Almira untuk mengikutinya masuk ke kafe itu.


"Kamu pulang kuliah jam berapa? kok kelayapan di mall?" tanya Xavana.


"Aku hanya ada dua mata kuliah setelah itu aku pulang aja ngapain lama-lama bengong di sana?"


"Aku ke mall ini mau liat baju untuk acara ulang tahun teman nanti malam!!"


"Om sendiri ngapain di sini?" balik bertanya Almira.


"Aku tadi ada meeting dengan klien di sekitar sini!!" kata Xavana.


"Kamu mau pesan apa Munah eh Minah?" tanya Xavana yang selalu salah menyebut nama gadis itu. Untung si gadis anteng aja saat berkali-kali namanya salah disebutkan.


"Aku sembarang om ajalah!!" jawab Mira.


Akhirnya mereka memesan dua gelas jus apokat dan dua piring gado-gado siram.


"Kamu pulang saya antar ya??" ucap Xavana disela-sela suapannya.


Brakkk...

__ADS_1


Tiba-tiba meja mereka digebrak oleh seseorang sehingga jus apokat di gelas Mira tumpah membasahi bajunya.


Melihat pakaian gadis cantiknya itu kotor membuat Xavana jadi naik darah dan menengadahkan kepalanya kearah orang yang berani-berani merusak moodnya.


Dia berdiri sambil berkacak pinggang.


"Apa-apaan kamu Valeria?" teriaknya kesal.


"Kamu yang apa-apaan Xavana...kamu tau siapa gadis itu? dia pacaran dengan suamiku Aliandhara...sekarang dia pacaran lagi dengan mantan tunanganku!!" jawab Valeria beringas sambil tangannya mau mencakar Mira.


"Pelayan...tolong panggilkan sekuriti, ada wanita gila yang mengamuk mau mengancam kekasihku!!" jawab Xavana.


"Teganya kamu berbuat begitu padaku Xavana?" teriak Valeria


Tak lama keamananpun datang membawa paksa Valeria keluar dari kafe itu disertai iringan sumpah serapah dari Valeria.


"Maaf ya, kemejamu jadi kotor...sehabis ini kita singgah ke butik membeli baju untukmu."


"Ngga usah repot-repot om, nanti kubawa pulang saja!!" jawab Almira.


"Apa benar yang dikatakan wanita tadi, Mira?" tanya Xavana.


"Tentang apa?" jawabku.


"Tentang kamu yang berpacaran denga0 suaminya, si Aliandhara itu."


"Sebetulnya bukan pacaran, dulu aku perna


menjadi bodyquard di mansion tuan Kelvin dan kebetulan putra tuan Aliandhara menyayangiku dan memanggilku mommy...hanya itu!!" jawabku.


"Syukurlah!!"


"Apa yang syukurlah, om?" tanya Almira.


"Nah terus apa maksud Valeria tadi yang mengatakan bahwa om adalah mantan tunangannya?"


"Sebelum dengan Aliandhara aku dulu adalah tunangan Valeria..."


"Lalu mengapa kalian berpisah?" tanya Mira.


"Tidak ada kecocokan di antara kami!!" kata Xavana.


"Sudahlah habiskan makanmu ayo kuantar pulang!!" ajak Xavana.


Tetapi saat kami berdua mau masuk ke dalam mobil, Valeria datang lagi dengan sejuta kemarahannya.


"Dasar pelakor...usiamu baru 18 tahun tapi kamu punya kebiasaan yang jelek suka merebut suami orang dan tunangan orang lain!!" kata Valeria berkacak pinggang.


Dengan geram ditariknya rambut panjang Almira sekuat-kuatnya.


"Apa-apaan kamu Valeria? apakah kamu mengidap gangguan jiwa? sehingga senang sekali menyerang orang lain?" tanya Xavana sambil mencoba melepaskan jambakan Valeria di rambut Almira tetapi cengkeraman tangan Valeria sangat kuat.


Almira hanya menyeringai, rupanya Valeria lupa kalau dulu tangannya pernah melepuh saat menjambak rambut Almira. Rupanya dia ingin hal dulu terulang kembali.


Almira meregangkan badannya tiba-tiba Valeria merasakan tangannya seperti kesemutan hebat dia ingin melepaskan cengkeramannya dari rambut Almira tetapi tangannya terasa lengket sehingga membuat Valeria berteriak kesakitan.


"Aduhhhh tanganku...lepaskan tanganku!!" seru Valeria dengan wajah tegang.


"Tolong om...siram badannya Valeria dari kepalanya supaya tangannya terlepas dari rambutku."


Xavana percaya aja dengan kebohonganku. Air satu botol disiramkannya keatas kepala Valeria sehingga kepala, rambut dan badannya basah kuyup dan akhirnya pegangannya terlepas.

__ADS_1


"Sialan kalian berdua, sialan!!!" teriak Valeria marah dan kesal.


Almira hanya tertawa mengekeh sementara Xavana terlihat marah.


"Sudah ditolong bukannya terima kasih malah marah..." kata Xavana.


Valeria pergi dengan marah yang tak terkira meninggalkan Xavana dan Almira.


*


*


"Sera, waktu itu kita janji mau singgah ke tempat paman yang tempo hari itu?" kata Giandra pada istrinya.


"Aku penasaran dengan lelaki tampan yang memanggilnya ayah itu, Sera...wajahnya mengingatku pada mendiang Ichiko dan Kikio.


"Kalau wajahnya mirip mendiang Kikio dan Ichiko berarti dia putra angkat kita, Giovanno yah!!" kata Serafin.


"Bisa jadi Sera, itulah nanti yang mau kutanyakan pada paman itu jika nanti kita bertemu lagi dengan mereka."


"Ayo yah, aku juga jadi penasaran...semoga ada titik terang agar kita bisa bertemu dengan putra putri kita kembali." Serafin tampak sangat bersemangat.


Sementara itu...


"Ayo ayah, cepat sedikit kenapa?" teriak Xavier.


"Aduuhhhh...dasar anak kampret!! encokku kumat tau!!" Kojiro berdiri meringis memegangi pinggangnya.


"Ayah...ada-ada aja, ayolah kita istirahat sebentar!!" Xavier kembali menghampiri ayahnya.


"Kenapa sih kok encoknya bisa kambuh, yah?" tanya Xavier.


"Itu semua gara-gara Orochi sialan itu...dia tendang pinggang dan bokongku semalam." Kojiro tampak mengurut-urut pinggangnya.


Setelah istirahat beberapa lama...


"Ayo pinggang ayah sudah agak mendingan, ayi kita lanjutkan lagi perjalanan.


Sambil berjalan Kojiro tampak berpikir keras!!"


"Iya aku ingat, wajah tuan tampan tadi seperti wajahnya Almira...tapi apa iya mereka orang tua kandung Almira ya? " batin Kojiro.


"Tapi kalau mereka orang tua Almira berarti kan orang tua Xavier juga tapi kok ngga ada mirip-miripnya ya? tau ah pusing aku..." Bisik Kojiro.


Mereka berdua terus berjalan hingga sampai di perbatasan.


"Sera, ini rumah yang di maksud kakek dan pemuda tadi ya!!" Giandra memandang sekelilingnya


Serafin pun ikut memandang sekelilingnya untuk memastikan ucapan suaminya tadi.


"Sepertinya benar yah...rumah paling ujung yang di depan halamannya ada patung gorila...buruk sekali seleranya kakek itu ya? masa patung gorila?" kata Serafin.


"Sudahlah, selera orangkan beda satu dengan yang lain...sebaiknya kita tunggu saja mereka di sini.


*


*


****Bersambung....


Apa akhirnya mereka akan bertemu juga ya??

__ADS_1


Ikuti terus lanjutannya ya guys🙏😭😭


__ADS_2