Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 116 Mencari Cara 2


__ADS_3

"Kalian pasti ingin tau apakah ada yang bisa kita lakukan agar Almira terbebas dari kutukan itu, kan?" kata Kakegawa lagi.


Kakek Kojiro dan kakek Dahlan mengangguk bersamaan.


"Sebenarnya ada satu cara lagi yang bisa dilakukan untuk mematahkan kutukan ratu Hikaru itu selain membunuhnya...tapi syaratnya juga sama beratnya dengan membunuh ratu Hikaru itu sendiri."


"Apa itu Kakegawa??" kata kakek Dahlan dan kakek Kojiro bersamaan.


"Kompak bener kalian berdua kek, bicaranya mau nya barengan terus, apakah kalian buang air juga barengan??" kata Matsuyama tersenyum lucu.


"Coba diam dulu Matsuyama...mengganggu orang tua bicara saja!!" kata kakek Dahlan.


Matsuyama hanya tertawa mendengarnya.


"Ratu Hikaru sebenarnya sudah lama mati, tetapi dia menyimpan jantungnya di sebuah goa konon namanya goa itu adalah goa Simbra."


"Karena dia sebenarnya telah mati, berapa kali dibunuhpun tetap aja dia akan hidup kembali....kecuali jantungnya itu yang dimusnahkan."


"Tetapi pastinya letak goa Simbra itu di mana dan juga di mana disimpan jantung itu tak ada seorangpun yang tau."


"Hanya Axelo yang tau letak goa Simbra itu di mana karena dialah yang saat itu mengurung ratu hikaru dan Levia putri kembarnya yang hampir keseluruhan mewarisi sifat jahat ibundanya."


"Tetapi aku sendiripun tak tau di mana Axelo berada sekarang ini!!" kata Kakegawa mengakhiri penjelasannya.


"Lalu bagaimana caranya aku bisa menolong cucuku itu, Kakegawa??" wajah memelas kakek Dahlan membuat semua yang ada di situ merasa iba.


"Sehabis ini sebaiknya kita berempat menuju ruang semedi, kamu, Kojiro dan Matsuyama tolong bantu aku, salurkan kekuatan kalian padaku agar aku bisa menjelajah waktu dengan pikiranku karena aku pernah mencoba melakukannya sendiri untuk nencari Axelo tetapi hasilnya nihil."


"Ada satu kekuatan besar yang tak kasat mata membantu melindungi tempat Axelo bersembunyi entah itu kekuatan apa!!" kata Kakegawa.


Lalu mereka berempat menuju ruang bersemedi dan duduk membentuk lingkaran dengan tangan saling berpegangan.


Keempatnya saling memejamkan mata dan mentransfer tenaga kesatu titik yaitu tubuh Kakegawa.


Tubuh keempatnya bergetar hebat. Kakegawa mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menembus tabir gaib yang menghalanginya untuk menemui Axelo.


"Axelo ini aku Kakegawa sahabatmu...bukalah tabir pembatas ini...kami butuh bantuanmu, Axelo!!"


Serangkum angin sangat dingin berhembus. Lalu sesosok tubuh dengan baju berbentuk jubah berwarna putih dengan rambutnya yang panjang sebahu juga berwarna putih seperti kapas.


"Bukalah mata kalian wahai para sahabatku!!" katanya.


Mereka terkejut saat di depan mereka telah berdiri sosok seorang lelaki setengah baya dan di sampingnya juga sudah berdiri dengan gagahnya seekor serigala es berwarna putih seperti salju dengan bola mata berwarna biru.


Serigala itu memiliki tinggi hampir sebahu orang dewasa dan aura magicnya itu lah yang selalu menutupi kekuatan Kakegawa saat berusaha untuk menjelajah mencari Axelo di bawah alam sadarnya.


"Apa kabar sahabatku semuanya!!" ucap Axelo menyapa mereka semua.


"Siapa pemuda gagah ini Kakegawa? cucumu kah?" tanyanya.


"Bukan...sembarangan saja kau ini Axelo, ini putraku dari istriku yang sekarang."


"Siapa dia Axelo?" tanya Kakegawa menunjuk serigala besar berbulu putih bermata biru itu lalu dia menundukan sedikit kepalanya memberi hormat.


"Rayanna, tunjukanlah wujud aslimu!!" kata Axelo perlahan.


Asap putih menyelimuti tubuh serigala yang diberi nama Rayanna itu.


Setelah asap putih hilang tampaklah wujud seorang wanita cantik jelita berkulit seputih salju bermata biru seperti Almira dan rambutnya berwarna silver.


"Ini Rayanna istriku, dia yang menolongku memberikan kehidupan kedua untukku setelah kediamanku diobrak abrik oleh mantan istriku sendiri."


"Hikaru menyerangmu?? kapan?? kami sama sekali tak tau, yang kami tau kau menghilang tiada kabar setelah kamu menitipkan Alia kembaran Levia kepada Kelvin Antonio??" kata Kakegawa.


"Sebaiknya kita duduk saja di ruang tamu, suasana di ruang semedi ini semakin lama semakin dingin seperti salju semenjak kehadiran kalian berdua!!" kata Kakegawa.


"Kamu lihat Kojiro dan Tosiro, kan?? Jika dibiarkan lebih lama mereka pasti bakal ngompol dan mengotori ruang semediku saja!!" jawab Kakegawa.


Mereka berenam pindah keruang tamu. Sementara istri Kakegawa ibu dari Matsuyama menyiapkan makanan untuk mereka semua.


"Salam kenal nyonya Rayanna, mari silakan duduk!!" kata Kakegawa selaku tuan rumah mempersilakan.


Rayanna si serigala putih hanya tersenyum mengangguk dan kembali diam.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa diserang oleh mantan istrimu itu, Axelo?? coba certiakan pada kami!!" kata Kakegawa.


***Flashback on***

__ADS_1


"Hikaru...aku sudah tak tahan lagi melihatmu yang sering membuat onar di mana-mana, kau tebar kematian, kutukan, penyakit, bala, semua yang buruk-buruk."


"Kurang apalagi aku padamu selama ini, Hikaru??"


Axelo sudah tak bisa lagi menahan dan menyembunyikan perasaannya sekarang.


Sebaiknya kita berpisah saja, kita akhiri rumah tangga kita sampai di sini Hikaru!!" dengan terpaksa Axelo mengucapkan kata itu walau berat rasa hatinya mengingat kedua anak kembar mereka yang baru berumur dua bulan.


"Kanda ingin berpisah denganku??tanya Hikaru memandang tajam pada suaminya.


"Iya..." kata Axelo membulatkan hatinya.


"Baik, dinda pun sudah tak tahan mempunyai suami berhati lemah seperti kanda." Kata Hikaru menyeringai.


"Levia akan kubawa bersamaku, kau bawalah Alia yang penyakitan itu bersamamu...aku tak butuh seorang putri yang lembek dan lemah lembut seperti Alia kesayanganmu itu"


"Teganya kamu berkata seperti itu pada putrimu sendiri, Hikaru." kata Axelo.


Maka sejak hari itu Hikaru dan Axelo menempuh hidup masing-masing dengan membawa masing-masing putri kembar mereka.


Axelo menitipkan putrinya Alia kepada sahabat baiknya Kelvin Antonio, karena di suatu pagi dia di datangi oleh para sahabatnya, Kojiro, Serafin dan Giandra, Kakegawa dan Abesira istri pertama Kakegawa ibu dari Hiro dan Sima.


Mereka prihatin pada nasib orang-orang yang tak berdosa karena perbuatan jahat ratu Hikaru dan pengikutnya yang semakin meraja lela setelah lepas dari Axelo.


Mereka memutuskan untuk menghadang ratu Hikaru di perbatasan kota dan mengeroyoknya. Banyak korban berjatuhan saat itu termasuk meninggalnya istri Kakegawa.


Axelo pun terluka parah tetapi mereka berhasil mengalahkan Hikaru. Mereka berhasil membunuhnya dan menyegelnya bersama Levia putrinya di goa Simbra.


Jantung Hikaru di sembunyikan di tempat yang aman oleh Axelo.


Keadaan mulai membaik dengan tewasnya Hikaru tetapi siapa menyangka Hikaru hidup kembali dan menyerang perguruan Serafin dan Giandra. Seperti yang pernah di ceritakan di pertengahan cerita tentang Serafin dan Giandra. Setelah mengita berhasil membunuh Serafin dan keluarganya, dia mengobrak abrik kediaman mantan suaminya Axelo.


Axelo dalam keadaan luka sangat parah dan nyaris tewas telah du tolong oleh ratu serigala Rayanna yang sekarang menjadi istrinya.


Saat itu Rayanna baru akan kembali ke tempat kediamannya di lembah bersalju saat melihat Axelo tergeletak bersimbah darah. Disangkanya telah mati, Rayanna hampir mengabaikan jasad Axelo tetapi melihat pergerakan Axelo walaupun terlihat sangat lemah, Rayanna kembali lalu memeriksanya kemudian menaruh di punggungnya dan kembali ke tempat kediamannya.


Akibat lukanya yang terlalu parah baru sebulan kemudian Axelo bisa pulih walaupun belumlah pulih sepenuhnya.


Awal pertemuan Axelo dan Rayanna yang masih dalam wujud serigala membuat Axelo takut jika Rayanna khilaf lalu memakannya apalagi Axelo melihat ukuran Rayanna yang tak sewajarnya, yaitu setinggi dada orang dewasa.


Tetapi setelah sering dirawat oleh Rayanna saat berwujud manusia membuat mereka mulai menyukai satu dengan yang lain apalagi dengan kecantikan Rayanna yang unik membuat Axelo semakin jatuh cinta.


***Flashback off***


Axelo menyudahi kisah hidupnya. Tampak juga kesedihannya saat para sahabatnya bercerita tentang putri kembarnya.


"Lalu gimana kabar Alia sekarang?" tanyanya.


"Dia baik, dan dia sayang banget sama ayah dan saudara angkatnya." Kata Kojiro.


"Syukurlah...dia anak yang tak diinginkan oleh Hikaru karena Alia mewarisi semua sifatku bukan sifat jahat seperti ibunya." Kata Axelo.


"Axelo, aku ingin menolong cucuku terlepas dari kutukan istrimu, kudengar kamu menyembunyikan jantung Hikaru di dalam goa Simbra karena jika ratu Hikaru tidak benar-benar musnah, maka kutukan itu akan ada terus selamanya!!" kata kakek Dahlan.


"Dulu aku memang menaruh jantung Hikaru di kotak yang berlapis baja putih, saat itu aku tak ingin benar-benar membunuhnya karena aku masih punya rasa kasihan pada Levia yang saat itu ada bersamanya."


"Aku tidak tau apakah kotak putih itu masih ada di tempatnya ataukah tidak atau Hikaru juga telah memiñdahkannya karena itu sudah 20 tahun yang lalu."


"Tolonglah Axelo, cucuku itu sekarang sedang hamil, setelah dia melahirkan nanti dia harus menggantikan ibundanya sebagai naga penjaga goa pualam!!" kata kakek Dahlan dengan nada memohon.


"Ratu Nilakandi??" tanya Axelo.


"Iya putrinya ratu Nilakandi itu menantuku..." kata kakek Kojiro.


"Aku akan membantu kalian, tetapi aku hanya bisa memberi ancang-ancang saja, setelah itu kalian harus berusaha mencari dengan kemampuan kalian sendiri." Kata Axelo kemudian.


"Sayang, bantu aku untuk menembus kekuatan di goa Simbra untuk mengetahui di mana letak kotak jantung Hikaru itu!!" kata Axelo pada si cantik seperti putri salju itu.


Rayanna tak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya lalu mata birunya mengeluarkan cahaya biru terang menyelimuti sekujur tubuh suaminya yang sedang duduk terpejam itu.


Tubuh Axelo bergetar hebat saat tambahan transfer energi yang besar masuk ke dalam tubuhnya.


"Aku melihat goa....aku melihat jalan penuh lorong berliku seperti labirin...ada 12 cabang jalan, 6 ke kanan dan 6 ke kiri...ambil cabang ketiga dari kanan, berjalanlah lurus sejauh satu kilo meter ke dalamnya setelah mentok dinding tengoklah kesebelah kananmu ada tengkorak berdiri masukan tanganmu ke dalam mulut tengkorak kemudian putar tombol kecil yang ada di dalam mulutnya maka pintu sebelah kanan akan bergeser.


Sampai di situ tampak napas Axelo tersengal-sengal seperti ada kekuatan yang besar yang mendorong kekuatannya dari dalam.


Makin keras dia mencoba, semakin besar daya tolak dari dalam ruangan itu mendorongnya sehingga Axelo terjengkang ke belakang untuk tubuhnya di tahan oleh Rayanna.

__ADS_1


Ngos....ngos...


"Maafkan aku teman-teman, aku hanya bisa membantu sampai di sini saja, aku tidak tau kekuatan macam apa itu, dadaku seperti di dorong oleh satu kekuatan besar."


Uhuk...uhuk


Axelo batuk dan tampak dari sela-sela bibirnya ada lelehan darah segar yang merembes keluar.


Dengan cepat Rayanna menyalurkan hawa murni yang berbeda dari kedua belah telapak tangan kanan dan kirinya. Hawa dingin masuk melalui bahu sementara hawa hangat masuk melalui dada Axelo.


Setelah wajahnya memerah kembali barulah Rayanna berhenti menyalurkan tenaganya.


"Sebenarnya apa tadi yang kanda lihat??" akhirnya Rayanna membuka suaranya.


"Kanda juga tidak tau tapi tadi saat kanda mau mencoba mengintip ke dalam, ada sepasang mata sipit seperti mata hewan buas berwarna merah dan bola matanya ada dua berarti kiri dan kanan ada empat bola mata."


"Dia tengah mengawasi gerak gerik kanda yang hendak membuka pintu itu." Jawab Axelo.


"Sinoe...kemungkinan itu Sinoe...ular hitam penguasa goa Simbra yang juga menjadi guru yang telah menghidupkan kembali Hikaru."


"Berarti dialah pelindung kotak baja putih berisi jantung Hikaru itu!!" kata Kakegawa.


"Menurutku, jika kalian mau kesana...ajaklah Serafin dan Giandra bersama kalian."


"Dengan mustika naga biru yang ada di dalam kalung serafin, setidaknya akan menangkal ilmu hitam apapun yang menguasai goa Simbra tersebut.


"Sekarang kalian berdua pergilah, aku dan istriku juga akan kembali ke tempat asal kami."


"Oh iya, aku hampir lupa!!" kata Axelo.


"Di dalam penglihatanku tadi di jari tengah Almira ada sebentuk cincin yang terbuat dari mas putih, sepertinya itu bukan cincin biasa!!" kata Axelo.


"Cincin mas putih yang ada permata berwarna putih juga di tengahnya?" tanya kakek Dahlan.


"Sepertinya iya!" jawab Axelo.


"Kok aku seperti kenal ya cincin yang kalian maksud tadi??" Kakegawa berucap.


"Kok seperti cincin peninggalan almarhumah istriku, Abesira?"


"Itu memang cincin peninggalan ibu, ayah!!" tiba-tiba sebuah suara menyeletuk dari arah belakang mereka.


"Hiro..." kata mereka semua kaget dengan kedatangan Hiro yang tiba-tiba itu.


"Matsuyama bilang cincinmu itu hilang saat kamu sedang berak, pas kamu mau cebok itu cincin kamu taruh di atas batu kemudian menggelinding lalu jatuh ke sungai terbawa arus air." Kata Kakegawa melotot pada kedua putranya lain ibu itu.


"Kamu bilang begitu pada ayah dan ibu, Matsuya?" tanya Hiro.


"Iya kak, Matsuya tidak ingin kak Hiro diomeli apalagi dimarahi oleh ayah apalagi itu adalah cincin warisan turun temurun." Kata Matsuyama sambil nyengir.


"Pergunakanlah cincin itu seperti saat hendak membebaskan Dahlan tempo hari." Kata Kakegawa lagi.


"Ayah tidak marah??" kata Hiro.


"Tidak...karena ayah tau Almira gadis yang baik toh sampai sekarang cincin itu masih setia menemani di jari manisnya, kan?


"Cincin putih itu bukan sembarang cincin Hiro, sedikit saja kita punya pikiran jahat, maka dia tak akan pernah mau lagi bersamamu, dia juga bisa memilih majikannya sendiri."


"Itulah sebabnya ayah tau bahwa Almira adalah gadis yang baik hatinya."


"Semoga cincin itu kelak bisa membantunya untuk mengambil jantung itu tanpa terlihat oleh penunggu goa keramat itu."


Setelahnya Axelo dan Rayanna pamit untuk kembali ke lembah salju.


Kakek Kojiro dan kakek Dahlan pun pamit untuk kembali keseberang lautan.


"Salam buat Xavier dan Almira ya kek...salam juga buat bibi Serafin dan paman Giandra...Hiro hanya bisa membantu doa dari sini!"


Kedua kakek sakti itupun duduk bersila saling berpegangan tangan dengan pikiran fokus untuk menuju rumah.


Dan Wussss...


Seketika tubuh mereka lenyap dari pandangan mata Matsuyama, Hiro dan ayah mereka Kakegawa.


*


*

__ADS_1


***Bersambung....


Apa kah yang akan terjadi selanjutnya? Ikuti terus kisah mereka ya reader... dan terima kasih sudah mau mampir dan membava novel receh ini...terima kasih🙏🙏


__ADS_2