Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 24 Pergi


__ADS_3

"Mommy harus pergi ya sayang...kembalilah pada mommymu yang asli."


Cup...cup...


Aku mengecup ke dua pipi anak kesayanganku sebelum kemudian melangkah bersama kakekku meninggalkan mereka semua.


"Mommy...mommy..."


"Rafa menangis menjerit-jerit mau mengejar Almira, tetapi dipeluk erat-erat oleh Valeria.


"Ini mommy kamu Rafa...bukan dia..."


Ihh...ihh...


Rafa mengayunkan kesepuluh jari tangannya...kuku-kukunya mencakar wajah cantik Valeria hingga menimbulkan gurat luka yang lumayan panjang


"Are you crazy?" Valeria mendaratkan cubitannya berkali-kali di tubuh Aliarafa.


"Stop Valeria...kemarikan cucu saya..." Tuan Kelvin yang sedari tadi diam, membentak Valeria yang jadi tergugu dan kaget.


"Bawa mantan istri kamu itu Aliandhara...urus dia...ayah tidak mau melihat dia berkeliaran di rumah ayah."


Tuan Kelvin menggendong Rafa yang masih menangis kesakitan di cubit oleh ibu kandungnya sendiri. Diikuti oleh Alia dan para bodyquard mereka.


Xavier menyusul tetapi dia sempat berhenti tepat di depan Aliandhara dan Valeria.


"Kamu telah membangunkan sosok naga yang tengah tertidur...tapi terima kasih saya jadi punya lebih banyak kesempatan untuk mendekatinya."


Lalu Xavier meninggalkan Aliandhara yang berdiri terpaku di tempatnya.


"Honey...ayo kita pulang...." Rengek Valeria manja.


"Pulang kemana? Bukankah kita sudah bercerai Valeria?" Jawab Aliandhara dingin.


"Pulang ke apartemenmu lah...ngga mungkinkan pulang ke mansion ayahmu."


Aliandhara menarik napas panjang.


"Aku jarang ada di apartemen Valeria...terlebih semenjak kita bercerai...aku tak mau terus hidup di dalam kenangan wanita yang tak pernah mencintai anak dan suaminya."


"Honey maafkan aku....waktu itu aku khilaf." Valeria bergelanyut manja di bahu Aliandhara.


Aliandhara hanya bisa terdiam. Entah kenapa dia selalu saja tak bisa berkata kasar kepada mantan istrinya itu.


Dia membawa Valeria ke apartemennya tapi sepanjang perjalanan dia hanya diam karena pikirannya terpecah pada Almira, terlebih tadi dia ingat ucapan Xavier padanya.


"Honey kenapa kamu diam saja? Kamu ngga senang dengan kepulanganku?"


"Terus kalau kamu pulang, apakah aku harus berkata waaawww gitu?" Tanya Aliandhara.


"Kok jawabnya gitu banget honey, kamu ngga kangen sama aku kah?"


"Entahlah Valeria, aku tak tahu!!!"

__ADS_1


"Atau kamu sudah kepincut gadis bar-bar yang norak tadi kah? Jangan-jangan benar yang dikatakannya tadi bahwa kamu mau mengajaknya bertunangan!!" Valeria mulai tersulut rasa cemburu.


"Memangnya salah kalau aku suka lalu mengajaknya bertunangan dan menikahinya?"


"Secara aku seorang duda...aku sudah resmi bercerai darimu, Rafa juga sayang padanya!!"


"Tega kamu honey...aku jauh-jauh datang untuk mengajakmu rujuk kembali, ternyata kamu mencintai orang lain!!"


Dengan pandainya Valeria mengeluarkan jurus airmata kadalnya untuk mengelabui Aliandhara.


Dia tau persis bahwa mantannya itu lemah terhadap wanita, apalagi wanita yang sedang menangis.


"Sudahlah Valeria...aku sedang pusing...berhentilah menangis, kita sudah sampai...turunlah!!"


Mereka berdua masuk ke dalam apartemen. Dada Aliandhara terasa sesak mengingat mereka pernah hidup bersama di apartemen ini. Lalu kebahagiaan mereka terenggut saat Valeria memutuskan untuk meninggalkan dia dan Aliarafa.


Hidupnya menjadi kacau. Pernikahannya yang memang sedari awal tak di setujui oleh ayah dan adiknya menjadi bertambah ruwet.


Masih untung ayahnya masih berbaik hati untuk mengasuh putranya yang juga menjadi cucunya.


Kini setelah 2 tahun Valeria mau kembali untuk rujuk lagi dengannya?


Aliandhara bingung di satu sisi dia masih mencintai Valeria, tapi di sisi lain dia juga membenci perbuatan mantan istrinya.


Dan di dalam hatinya itu sebenarnya sudah terisi satu nama yang mampu menggeser kedudukan Valeria.


"Kamu tidur di kamar dan aku akan tidur di sofa saja."


"Astaghfirullah...apa-apaan Valeria...lepas..."


"What's wrong with you, honey?? Dulu kamu sangat suka jika kupeluk seperti ini."


"Itu dulu Valeria...saat kamu masih menjadi istriku, sekarang semua berbeda...kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi."


"Aku membawamu kemari karena aku masih menghargaimu dan untuk menghindari amukan dari keluarga besarku."


Aliandhara melangkah meninggalkan Valeria sendiri di toilet dan menuju ke sofa tanpa mengganti pakaiannya karena dia takut Valeria berbuat yang aneh-aneh lagi.


Sementara itu....


"Almira...tunggu...kalian mau pergi ke mana?" Alia mencegat Almira dan kakek Dahlan yang hendak pergi dengan membawa koper mereka.


"Kami mau pergi Alia, aku muak dengan sikap abangmu itu...." Kata Almira.


"Kumohon jangan pergi Mira...aku dan Rafa sangat menyayangimu...kami perlu kamu di sini..."


"Maafkan kami Alia, aku tak mau kehadiranku menjadi penghalang untuk bersatunya kembali sebuah keluarga"


"Aku tau abangmu masih mencintai mantan istrinya...terlihat bagaimana cara dia membela Valeria tadi."


"Toh kita masih bisa bertemu di kampuskan?"


"Lalu bagaimana dengan Rafa? Dia menangis terus sejak pulang tadi!!"

__ADS_1


"Suruhlah Valeria itu menenangkan putranya, dia kan mommynya Rafa yang asli...jangan taunya hanya bikin anak aja lalu setelah brojol ditinggal pergi begitu aja."


"Terima kasih banyak atas kebaikan kalian selama kami tinggal di sini."


Akhirnya Alia tak bisa mencegah kepergian Almira...begitupun tuan Kelvin, dia menghargai semua keputusan yang di buat Almira.


"Kita malam ini mau tidur di mana Almira?" Kata kakek Dahlan.."


"Gampang kek, di bawah kolong jembatankah, atau DPR kah."


"DPR?? Dapur maksudmu?" Kata kakek Dahlan mengerenyitkan keningnya.


"Bukan!!"


"DPR itu singkatan dari di bawah atau di atas pohon rindang." Jawab Almira sekenanya.


"Gila kamu...memang kita Kadir yang bisa tidur melungker di dahan."


"Belum lagi banyak nyamuk, belum lagi kalau kita di sapa tante Kun..." Kakek memelankan suaranya.


"Ya disapa balik dong kek, gitu aja kok repot...bukankah kita harus menghargai dan menghormati semua mahluk ciptaannya."


Tit..tit..tit...


Kami berdua menoleh kebelakang. Mobil itu berhenti tepat di samping kami.


"Kalian berdua mau kemana?" Xavier memunculkan kepalanya.


"Kami mau mencari rumah kontrakan!!" Kata kakek.


"Kalau kalian mau, saya punya rumah dekat pantai tak jauh dari sini...dari pada hanya kosong lebih baik ada yang menempati."


"Sudah lamakah kosongnya?" Kakek bertanya lagi.


"Sudah hampir setahun kek, tapi selalu rajin di bersihkan kok... ngga usah khawatir."


"Ayolah kek...apa salahnya kita menerima tawaran pak Xavier...Almira sama Kadir sudah ngantuk pengen bobo." Rengek Almira.


"Ayo naiklah aku akan mengantar kalian ke sana..."Xavier membukakan pintu mobilnya."


Akhirnya kami sepakat untuk pindah ke sana.


"Tempatnya mungkin tak seluas paviliun, tapi dijamin suasananya pasti lebih nyaman.


Suara deburan ombak yang bergulung di pantai, hawa garam terasa menyengat, hamparan pasir putih dan angin yang berhembus dingin...sungguh menjadikan suasana malam bertambah indah dengan taburan bintang di langit.


"Itu rumahnya..." Tunjuk Xavier.


Mereka bertiga turun dari mobil dan menuju rumah tersebut.


****Bersambung....


Apa yang akan terjadi selanjutnya?" Jangan lupa ya like, komen, vote, favorit dan rate nya...terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2