Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 142 Pebinor Atau Pelakor??


__ADS_3

"Kamu cari tau, siapa pengirim mantra jahat itu, bunda tidak bisa jika melihat dia selalu menderita dengan penyakitnya."


"Dan mengenai yundamu, akan ada banyak masalah yang datang dalam hidupnya, Redo...kasihan yundamu tetapi itulah takdir yang harus dia jalani sebagai manusia biasa." Kata ratu Nilakandi dengan perasaan sedih.


"Di usia manusianya yang belum genap berumur 20 tahun dia sudah pernah menjadi janda...dan sekarang rumah tangganya juga akan dilanda prahara besar."


"Akan banyak pihak yang menginginkan Matsuyama dan Almira berpisah, Redo...tetapi semoga keduanya yang masih sama-sama berusia muda mampu bertahan untuk mengarungi bahtera rumah tangga berdua." Kata ratu Nilakandi.


"Kamu pergilah Redo, temui Alia dan periksa mansion mereka, ditakutkan malam ini sesuatu akan terjadi di sana...karena tak ada lagi perlindungan yang akan melindungi mereka di sana!!" perintah ibundanya.


"Baiklah bunda, Redo mohon undur diri sekalian ananda akan pergi menemui Alia." Lalu Redo undur diri dari hadapan ibundanya dan setelah menyiapkan diri, tak lama dia telah melesat pergi meninggalkan dunianya menuju kehidupan baru di dunia manusia.


****


"Kenapa ayah kok gelisah??" tanya Aliandhara yang melihat ayahnya berjalan mondar mandir di ruang tamu mereka yang luas itu sendirian."


"Entahlah Ali, malam ini ayah merasa gelisah sekali...seperti akan terjadi sesuatu, Ali!! Kata tuan Kelvin.


"Kita berdoa saja sama Allah, yah...semoga kita semua akan diberi keselamatan karena sejujurnya perasaan Aliandharapun tidak enak sejak sore tadi." kata Aliandhara.


"Di mana adik dan putramu??" tanya Kelvin Antonio.


"Rafa sudah tidur di kamarnya, yah...sedangkan Alia sepertinya masih mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, yah!!"


"Di luar tampak berkabut, yah...sepertinya akan ada hujan badai lagi malam ini!!" kata Aliandhara sambil mengintip keluar.


Ting...tong


"Siapa yang datang malam-malam begini, Ali?? mengapa penjaga di gerbang depan tidak memberi tau??" kata tuan Kelvin.


Aliandhara mengecek sisi tv dan dia melihat seorang pemuda tanggung sedang berdiri di depan pintu mansion.


"Ayah lihat...sepertinya Ali pernah melihat pemuda tanggung ini sebelumnya!! tapi Ali lupa pernah lihat di mana, ya??" kata Ali sambil berpikir.


Kelvin Antoniopun ikut melihat pada layar yang ditunjukan Aliandhara.


"Wajah pemuda itu mirip dengan Almira, apakah dia putra Nilakandi yang waktu itu ikut bertarung??" pikir tuan Kelvin.


Ting...tong


Kembali bel berbunyi.


Pelayan datang kepada tuan Kelvin dan Aliandhara.


"Ada tamu tuan, apakah saya harus membukakan pintu atau tidak?" tanya pelayan itu minta persetujuan.


Di luar dugaan Aliandhara dan sang pelayan justru tuan Kelvin nenyuruh untuk membukakan pintu.


"Buka pintunya!!" perintah tuan Kelvin.


"Ayah...apakah tidak berbahaya?" kata Aliandhara.


"Semoga tidak Ali!!" jawab Aliandhara.


Saat pintu dibuka, hujan sudah mulai turun. Tampak seorang pemuda berdiri dengan tubuh agak basah terkena hujan.


"Ayah..."


Ternyata pemuda itu adalah pangeran Redo.


"Kamu...bukankah kamu putranya Nilakandi??" tanya Kelvin Antonio.


"Benar ayah, ibunda ratu mengutus aku untuk datang kemari." katanya.


"Redo...tolong aku!!"


Sebuah teriakan keras dari lantai dua yang berasal dari kamar Alia .


Ketiga orang itu tersentak kaget. Dan tanpa dipersilakan masuk lagi Redo menerobos masuk mendengar suata lengkingan kekasihnya meminta pertolongan.


Tidak seperti tuan Kelvin dan Aliandhara serta pelayan lain yang lari melewati tangga utama dan tangga samping, Redo tampak menghentakan kedua kakinya ke lantai dan melesat naik keatas ke lantai dua seperti superman.


"Waduh terkunci dari dalam!!" kata Aliandhara sambil mencoba mendobrak pintunya.


"Minggirlah..." perintah Redo pada semua orang yang ada di sana.


Dia tidak mendobrak pintu, dia hanya mere*mas gagang pintu lalu mendorongnya perlahan.


Tampak pemandangan sangat mencengangkan di dalam kamar.


Tubuh Alia melayang sendiri sambil memegangi lehernya seperti ada tangan yang tidak tampak oleh mata sedang mencekik leher dan sekaligus mengangkatnya ke udara.


Semua orang di situ hanya melihat bahwa Alia hanya terbang melayang keatas, padahal sesungguhnya Alia memang sedang dicekek lehernya.


"Lepaskan kekasihku atau aku akan memusnahkanmu untuk selamanya." Teriak Redo lalu merapalkan sesuatu di bibirnya dan tangan mendorong kedepan dan...


BLAMMM...


Tubuh Alia melayang keras jatuh dari lantai dua kebawah.


Semua orang yang ada di situ berteriak panik...karena bisa di pastikan tulang leher atau anggota tubuh Alia bisa patah jatuh dari ketinggian hampir 8 meter atau bisa langsung lewat nyawanya!!


Sekejap lagi tubuh Alia akan menghantam lantai marmer di bawahnya, dengan sangat cepat Redo melesat dan menangkap tubuh kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa??" tanya Redo memeluk dan menciumi kepala Alia yang masih menangis karena syok berat.


"Tenanglah...aku sudah ada di sini untuk menjagamu dan keluargamu..."


"Sekarang kamu minggirlah bergabung sama yang lain, biar aku yang akan menghadapi mahluk keparat itu...berani-beraninya dia mau mencelakai kekasih Redo...sungguh mahluk itu minta kumusnahkan!!" jawab Redo marah bukan main.


Setelah Alia menyingkir dan bergabung dengan yang lain, Redo melesat kembali ke lantai dua.


"Kita selesaikan masalah ini di luar, kutantang kamu di halaman mansion...kamu bukan mahluk pengecutkan??" ejek pangeran Redo pada sosok mahluk yang belum tampak wujudnya itu.


Dia melesat terlebih dahulu di ikuti cahaya merah seperti bola api di belakangnya.


Keduanya bertarung di halaman mansion yang luas.


Tampak sosok seperti bola api itu menyerang ganas pada Redo seolah tak memberi celah pada pemuda itu untuk membalas serangannya.


"Hanya sebegitu saja kemampuanmu??" ejek Redo semakin membuat mahluk itu bertambah marah.


Sehingga pada akhirnya Redo merasa cukup baginya untuk bermain-main dan hanya menghindar saja semenjak tadi, Redo melancarkan serangan balasannya yang cepat dan mematikan.


Kini ganti mahluk tak kasat mata yang hanya berbentuk bola api itu yang terdesak oleh serangan Redo yang semakin lama semakin cepat.


Di jurus keseratus Redo berhasil menendang dada mahluk api ituhingga dia terpental sangat jauh.


Seolah tak memberikan kesempatan padanya Redo langsung mengejar dan terus memburu dengan pukulan dan tendangan yang semakin bertubi-tubi.


Dua puluh jurus kemudian tebasan tangan Redo yang bak seperti pedang yang sangat tajam berhasil membelah tubuh mahluk api itu.


Suara lengkingan seperti lolongan serigala memecah keheningan malam.


Lalu sepi...mereka yang ada di dalam rumah tidak bisa bergerak bahkan mengeluarkan suara.


"Musnahkah mahluk itu??" bisik Aliandhara pada yang lainnya.


Perlahan di depan mereka muncul sesosok tubuh yang semakin lama semakin nyata sosok seorang nenek yang wajahnya hancur dengan kuku-kuku yang panjang dan hitam.


Si nenek hantu terkapar di tanah dengan dada bolong terkena pukulan Redo.


"Saatnya aku memusnahkanmu iblis jahat!!" teriak Redo.


Dia menarik ikat pinggang yang membelit di pinggangnya.


Sepintas seperti sabuk berwarna putih tulang, ternyata itu adalah pedang yang sangat lentur hingga bisa di bengkokan seperti ikat pinggang.


Redo menancapkan pedang itu tepat kedada iblis api tersebut dan terjadilah sesuatu yang di luar dugaan.


Tubuh iblis api itu langsung membeku dan tak lama kemudian meledak dan hancur membentuk serpihan-serpihan es yang berpijar kemana-mana.


Alia lari menyongsong Redo dan langsung memeluknya.


"Aku tidak apa-apa Alia...aku justru mengkhawatirkan keadaanmu." Kata pangeran Redo.


Tuan Kelvin dan Aliandhara mendekati dua sejoli yang sedang kasmaran itu.


"Redo...apa kabar ibumu??" kata tuan Kelvin pelan, sementara para pelayan membereskan mansion yang berantakam akibat sisa-sisa pertempuran tadi.


"Ibunda baik-baik saja ayah, dan ibunda titip salam untuk ayah.!!" kata Redo.


"Betapa ibunda sangat merindukan ayah selama ini...Redo melihat ibunda sering menangis sendirian saat raaa rindunya pada ayah datang.


Tuan Kelvin hanya diam. Masih terbayang dalam ingatannya kejadian belasan tahun lalu yang membuatnya patah hati akibat ulah perselingkuhan ratu Nilakandi.


"Sudahlah tidak usah lagi membahas soal itu, Redo...kamu beristirahatlah pasti kamu juga sangat lelah dengan pertarungan tadi!!" kata Kelvin Antonio.


"Alia, antar kekasihmu itu ke kamarnya...biarkan dia beristirahat dulu!!" perintah tuan Kelvin.


*****


Pagi itu Almira ikut Matsuyama ke kota. Entah mengapa kehamilannya yang ini berbeda dengan saat kehamilan Xander dahulu.


Kehamilannya kali ini dia teramat manja, posesif dan cengeng. Dia selalu cemburu jika suaminya pergi sendiri mengantarkan sayuran dan ikan kerestoran.


Matsuyama sebenarnya senang saja mengajak istrinya tapi yang dia takutkan bahwa kandungan istrinya tidak sekuat sewaktu hamil Xander dulu.


"Sayang...abangkan sudah bilang ngga usah ikut, kamu lho rentan pusing dan mabuk darat sekarang!!" kata Matsuyama sambil menggosokan minyak kayu putih keleher dan dahi Almira.


Tadi Istrinya itu pusing parah...makanya dia tidak turun dari truk pick up mereka untuk melihat Matsuyama memindahkan sayuran dan ikan dari truk ke dalam restoran.


Mstsuyama memijat tengkuk istrinya perlahan.


"Gimana?? sudah agak mendingan?" tanya Matsuyama.


Mira hanya mengangguk tak mampu untuk menjawabnya.


Tiba-tiba seseorang mengetuk jendela kaca truk pick up itu.


Seorang gadis belia kurang lebih seusia Almira dan Matsuyama memunculkan kepalanya di kaca jendela.


"Ada apa??" tanya Maysuyama.


"Saya hanya ingin memberikan ini!!" katanya sambil menyodorkan sepucuk surat.


"Ini untuk siapa?" tanya Matsuyama, bingung.

__ADS_1


"Surat itu katanya untuk tuan tampan!!" dia memberikan sepucuk surat itu sambil mengedipkan matanya.


Mata Almira langsung mendelik pada gadis itu. Dengan cepat dia membuka gulungan surat itu dan membacanya.


"Kekasihku...kutunggu kamu sepulang ini di tempat biasa.


Jangan sampai tidak datang, karena aku merindukanmu"


Ini dari siapa bang?" tanya Almira pada suaminya.


"Ya mana abang tau, sayang!!" kata Matsuyama.


Sementara si gadis pemberi surat tadi melapor pada orang yang memberikannya surat itu dan memberinya sejumlah uang atas jasanya.


"Bagus...kita buat mereka saling membenci satu dengan yang lain!! Ini upahmu!!" dia melempar sejumlah uang pada gadis itu.


"Aku tak akan pernah membiarkanmu bahagia, Matsuyama..." orang yang memakai jubah hitam itu menyeringai lalu menyelinap pergi dan menghilang di antara pepohonan.


Wajah Almira sudah membeku sangking kesalnya pada Matsuyama yang seolah-olah tidak merasa berdosa sama sekali.


"Mengapa kita langsung pulang?? kamu tidak mau menemui kekasihmu dulu? atau kamu malu karena ada aku??" kata Almira dengan sorot mata yang tajam.


"Kekasih apa sih, yang...di dalam hatiku itu hanya ada kamu tidak ada yang lain." kata Matsuyama.


"Tau ah, terserah kamu saja!!" kata Almira sambil membuang pandangannya keluar jendela.


Matsuyama melihat kecemburuan istrinya yang membabi buta hanya bisa menghela napas dan geleng-geleng kepala.


Matsuyama hanya memilih diam karena dia tau mood ibu hamil itu berubah-ubah.


BRAKK...


Almira menutup pintu mobil truk dengan keras lalu masuk kedalam rumah tanpa menyapa ayah, ibu dan Xander.


"Istrimu itu kenapa?" tanya Serafin.


"Cemburu!!" kata Matsuyama sambil menyerahkan sepucuk surat pada ibu mertuanya.


Serafin membaca isi surat itu perlahan.


"Siapa yang memberi surat ini kepadamu??" tanya Serafin.


"Seorang gadis bu...tapi kami tidak tau dia siapa, belum sempat aku menolak, Almira telah merebut dan membacanya...sekarang gini deh jadinya!!" kata Matsuyama.


Dia masuk ke kamar. Dilihatnya sang istri tidur menghadap dinding sambil sesekali terisak.


"Sayang...maafkan abang jika tadi bicara sedikit keras padamu, karena abang tidak merasa mempunyai kekasih dan tidak merasa punya janji dengan perempuan manapun." Kata Matsuyama.


Tiba-tiba Almira berbalik lalu duduk di ranjang dengan air mata sudah membanjiri pipinya.


"Mira tau bang...saat menikah dengan abang, Mira sudah punya anak, Mira seorang janda...mungkin itu sebabnya abang mau menduakan Almira!!"


"Kalau begitu Almira mau pulang saja pada ayah, Xander akan Mira bawa bersama Mira!!"


Lalu wanita hamil yang keras kepala itu bangkit berdiri sambil menyusut air matanya.


Tentu saja Matsuyama tak tinggal diam. Dengan cepat ditarik dan dipeluk tubuh wanita yang kini tengah mengandung anaknya itu.


"Sayang...jangan berkata begitu...kamu tau jika abang jahat dan tidak sungguh-sungguh mencintaimu, dari dulu kamu sudah abang tinggalkan."


"Tetapi nyatanya abang memilih untuk bertahan karena abang begitu mencimnaimu!!"


Perkataan lembut Matsuyama berhasil meluluhkan hati Almira.


"Abang juga tidak tau mengapa akhir-akhir ini masalah terus datang silih berganti pada kehidupan rumah tangga kita." kata Matsuyama semakin mengetatkan pelukannya di tubuh istrinya itu.


"Abang mohon Mira, kamu jangan cepat terpengaruh oleh masalah seperti tadi.


"Yakinlah bahwa abang tetap mencintaimu walau sampai kapanpun."


"Abang curiga ada yang sengaja mau menghancurkan pernikahan kita ini!!"


"Abang akan cari tau orangnya dan akan abang beri pelajaran yang berharga buat orang tersebut."


"Benar, abang masih mencintai Mira?" tanya istrinya itu dengan manja.


"Demi apapun Mira!!" kata Matsuyama sambil mendekap istrinya erat.


"Ada apa lagi dengan anak dan menantu kita itu bu??" tanya Giandra sambil menggendong Xander.


"Namanya juga orang berumah tangga, yah...apalagi di usia muda seperti mereka...untungnya Matsuyama itu berpikiran jauh lebih dewasa dari usianya!!" jawab Serafin.


"Itulah yang ayah salutkan pada Matsuyama bu...dia tetap sabar menghadapi sikap Almira yamg terkadang masih seperti anak kecil!!" kata Giandra.


"Tapi siapa kira-kira orang yang ingin memisahkan mereka ya??" tanya Serafin.


"Itu tugas keduanya bu, intinya sebesar apapun cobaan itu, pasti akan ada jalan penyelesaiannya.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Siapa hayo biang kerok dibalik ini semua maka bersiap saja diberi pelajaran berhitung oleh Matsuyama...


Jangan lupa like, komen, vote, favorit dan rate nya ya...🙏🙏


__ADS_2