Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 177 Penggemar Rahasia Alia


__ADS_3

Hiro hanya menarik napasnya berat. Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Kamu benar, Sima tetapi ingatlah dia itu ngga terlalu bersalah...yang salah itu kedua orang tuanya, tetapi bukan Matsuyama.


"Entahlah Hiro karena mungkin semenjak kecil aku sering dikucilkan, dianggap pemberontak, aku juga tak pernah mendapatkan kasih sayang yang layak dari mereka... Yah, bagaimana mau dapat kasih sayang yang layak, Kakegawa bukan ayah kita, Miku bukan ibu kita, kita seperti dua orang anak pungut yang diasuh di sebuah panti asuhan setelah orang tua kita tiada!!" kata Sima.


Sima memang termasuk gadis yang mempunyai watak yang sangat keras berbeda dengan Hiro saudara kembarnya, watak Hiro sangat lemah lembut dan penyayang...tak heran saat semasa kecil Matsuyama selalu mengintilinya kemanapun Hiro pergi tak terkecuali ke toilet pun.


Tak heran Sima selalu diasingkan oleh Miku dan Kakegawa karena dianggap membawa pengaruh buruk bagi saudara-saudaranya.


Hanya Hiro yang tetap menyayangi Sima, ikatan batin antara keduanya tak mungkin bisa di pisahkan.


"Sima...kedua anak Sinoe itu sudah berhasil kamu adu domba dengan si anak emas, sekarang siapa lagi yang mau kamu adu domba??" tanya Hiro.


"Bonita dan Almira....!!" jawab Sima singkat.


"Apa??? kenapa harus wanitaku yang kamu adu domba??" tanya Hiro tak terima.


"Kamu ingin si anak emas pisah dengan Almira dan kamu bisa bersama dengan Almira kan??" hanya inilah jalan satu-satunya agar Almira semakin membenci Matsuyama.


"Apakah itu ngga akan membahayakan nyawa wanitaku??" tanya Hiro khawatir.


"Tidak Hiro...kamu pikir setelah dia berubah menjadi seorang manusia dia itu berubah menjadi lemah?? sama sekali tidak Hiro...Almira tetap sama karena tidak semua kekuatannya hilang." kata Sima.


"Lalu bagaimana dengan Daniah istrimu??" tanya Sima.


"Kan kamu tau bahwa aku dan Daniah sudah berpisah...kami menempuh jalan hidup masing-masing...kamu kan tau Daniah hamil anak sahabatnya sendiri sewaktu dia ada di rumah orang tuanya, lalu apa yang harus aku pertahankan??" kata Hiro.


********


Kebebitak sedang duduk santai di singgasananya saat salah seorang pengawal istana datang menghadapnya.


"Yang mulia...mohon ampun jika hamba menganggu waktu istirahat yang mulia dan para istri sekalian." kata pengawal itu terengah-engah.


Sullivan dan Levia yang sedang duduk dipangkuan Kebebitak lalu turun begitu pula dengan Valeria dan Shiera yang duduk di samping kiri dan kanan Kebebitak.


"Para permaisuriku...kalian masuklah dulu kedalam kamar, nanti kanda akan menyusul..." katanya sambil mencium satu persatu kening istrinya.


Setelah para istrinya masuk, barulah dia mulai bertanya pada pengawalnya.


"Ada apa pengawal?? Sepertinya ada berita yang sangat penting sekali??" tanya Kebebitak menatap pengawalnya.


"Awas jika kamu tidak membawa berita penting ya??? mengganggu waktuku bersama para istriku saja!!" pandangan matanya menyorot dengan garang.


"Ampun yang mulia panglima...begini panglima, ada tersiar kabar dari mata-mata kita bahwa Simoet mati terpanggang di kawasan hutan sekitar sungai Xin Yuen."


"Apa??? kok bisa??" tanya Kebebitak sangat terkejut.


"Panglima Tristan dan pangeran Redo mengumpulkan orang yang berilmu tinggi lalu mereka membuat matahari buatan yang dipantulkan dari kubah raksasa dan diarahkan keseluruh penjuru desa."


Simoet adalah siluman berdarah dingin begitu dia terkena panas pada suhu tertentu maka dia tak bisa bertahan dan kemudian mati." Jelas sang pengawal.


Kebebitak tampak gusar mendengar kematian Simoet. Dia tahu Simoet adalah hewan kesayangan ayahnya, bagaimana cara dia menjelaskan tentang kematian simoet pada ayahnya??


Kebebitak tampak gusar di ruangannya. Kera itu adalah hadiah pernikahan ayah dan ibunya dulu dan sudah menjadi kesayangan seluruh kerajaan.


"Kurang ajar kamu Tristan...Redo...awas kalian ya...padahal sedikit lagi aku sudah hampir bisa membuat kerajaan ratu Nilakandi bertekuk lutut padaku."

__ADS_1


"Siiiaaaallll!!" teriaknya marah sekali.


********


Almira sedang sendirian di peternakan. Ketiga buah hatinya sedang bersama Matsuyama di kamar.


"Almira....."


Sebuah suara sangat kecil seperti dengungan nyamuk menggema di telinganya.


"Hiro!!!"


Almira tersentak dan segera bangkit mencari.


"Hiro??? aku tau kamu memanggilku...kamu bilang akan sering-sering mengunjungiku, tapi mana buktinya?? kamu malah menghilang entah kemana??" tanya Almira sedih.


"Mira!!"


Almira cepat menoleh kebelakang kearah sumber suara yang memanggilnya.


"Hiroooo!!"


Mereka berdua saling berpelukan erat karena telah lama sekali mereka tidak pernah bertemu lagi!!


"Kamu masih cantik walaupun dengan tiga orang anak!!" canda Hiro sambil melonggarkan pelukannya.


"Kan aku memang cantik sejak dulu makanya kamu pun naksir berat padaku!!" celoteh Almira tak berubah membuat Hiro gemas padanya.


"Aku memang suka sama kamu tapi ada saja yang ngga suka sama hubungan kita dan membuatku akhirnya meninggalkanmu." Jawab Hiro.


"Bagaimana kabarnya para keponakan cantik dan tampanku?? apakah mereka baik-baik saja??" tanya Hiro.


"Apa sih bisik-bisik gitu, geli tau!" kata Almira memukul lengan Hiro...!!


"Aku cuma bisa sebentar aja di sini Mira, aku harus kembali lagi!!" kata Hiro mengacak rambut Almira.


"Terus kapan kamu bisa kemari lagi??" tanya Almira.


"Memangnya kalau aku kesitu, kamu mau aku lamar untuk jadi istriku??" tanya Hiro serius.


"Memang kamu mau dengan wanita yang sudah beranak tiga?" tanya Almira.


"Aku cinta sama kamu biar anakmu setengah lusin aku ngga peduli!!" sahut Hiro.


"Gombal...sudah ah, aku mau balik kepeternakan dulu!!" kata Almira.


Tanpa mereka sadari sesosok tubuh bersembunyi dibalik sebuah pohon besar sedang mendengarkan percakapan keduanya.


"Hatinya sakit sekali melihat dan mendengar kemesraan Almira dan Hiro."


"Dengan laki-laki lain, dia bisa bersifat manja dan mesra begitu tapi denganku?? dia seperti bertemu seorang musuh!! " batin orang tersebut yang ternyata adalah Matsuyama.


"Jangan kamu coba-coba mau mendekati atau berniat mengambil istriku kak Hiro, walaupun kamu adalah kakakku, tetapi aku akan berjibaku melawanmu." Gumam Matsuyama lalu menyelinap pergi dan kembali ke kamar anak-anak seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.


Dengan riang Almira kembali ke rumah peternakan. Moodnya yang beberapa hari ini jelek jadi sedikit terhibur.


KRIEEKKK

__ADS_1


"Dari mana kamu dek??" tanya Matsuyama berdiri di samping pintu.


"Dari luar..." kata Almira cuek.


"Dari luar nemui mantankah??" kata Matsuyama tak dapat menyembunyikan kecemburuannya.


"Hanya mantan pacar bang, bukan istri selingkuhan seperti abang dan istri kedua abang, Bonita!!" sahut Almira dengan matanya memerah.


Dengan cepat Matsuyama menangkap tubuh istrinya dan memeluknya erat.


"Lepas bang...jangan sentuh aku lagi...!!" Mira terus berontak sampai akhirnya dia tenggelam dalam pelukan Matsuyama.


"Lepaskan saja aku bang, ceraikan saja aku!!" kata Almira dengan suara yang parau menahan gejolak hatinya.


"Tidak akan pernah dek, abang sangat sayang sama kamu dan anak-anak...tolonglah, abang tidak mau lagi mendengar kata cerai karena abang tak ingin bercerai darimu." Kata Matsuyama sambil mengecupi pipi istrinya.


Almira hanya diam membisu sambil terisak. Sedih rasa hatinya mengetahui suaminya sekarang sudah menikah lagi dengan wanita lain!!


"Sakit bang...seandainya abang ada di posisi Mira apakah abang masih bisa menerima sebuah pengkhianatan??" kata Almira.


"Butuh waktu lama bagi Mira untuk mengobati luka di hati ini!!" sahut Almira.


"Haruskah abang bersujud di kakimu memohon segala maafmu??" Kata Matsuyama dengan suaranya juga terasa parau menahan sesak perasaannya.


"Mira...." kata Giandra muncul di muka pintu.


"Allah saja maha pemaaf, apakah manusia tidak bisa saling memaafkan??" kata Giandra lagi


Sejujurnya dia juga kasihan pada Matsuyama...dia percaya menantunya itu bukan seperti Xavier.


"Tolonglah beri suamimu kesempatan, nak!!" kata Giandra sungguh-sungguh.


"Baiklah yah, Mira akan kasih kesempatan sekali lagi tetapi jika bang Matsuya tidak memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang Almira berikan, jangan harap bisa bertemu dengan Almira dan anak-anak lagi!!" dan jawaban Almira adalah sebuah keputusan yang mutlak dan tak bisa lagi ditawar-tawar.


"Terima kasih dek, terima kasih juga ayah yang telah mempercayai Matsuyama selama ini.


********


Alia baru saja sampai ke dalam kelas dan sedang menuju ke bangkunya saat seseorang memberikan bingkisan bunga mawar dan coklat untuknya.


"ini dari siapa??" tanya Alia bingung.


"Dari penggemar rahasiamu!!" jawab orang tersebut lalu berlalu keluar.


"sejak kapan aku punya penggemar rahasia, ya??" pikir Alia.


Dia membuka coklat dan mencicipinya sedikit sementara dari kejauhan seorang pemuda berwajah oriental asyik bersorak kegirangan karena pemberiannya diterima dan dimakan oleh Alia.


"Yes...yes...yes..." teriaknya bahagia.


"Penggemar rahasiamu itu aku Alia...aku Thamrin!!


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Apakah Alia akhirnya akan beralih hati pada orang lain??


Selalu ikuti perjalanan kisah mereka ya reader dan berikan selalu dukungannya


__ADS_2