Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 86 Menyelamatkan Alia


__ADS_3

"Awas kau bocah naga...suatu hari akan kubuat kamu menjadi ular daun biasa!!" rutuknya.


Rafa memandang Levia dari kejauhan begitu pula sebaliknya, yang satu dalam posisi menyerang dan yang satu dalam posisi bertahan dan membalikkan serangan lawannya.


Terlihat dari arah jendela Levia mundur dan jatuh terduduk di lantai sambil memegangi dada kirinya yang berdenyut sakit akibat serangan balik yang dilancarkan Rafa padanya.


"Mampus..." bisik Redo sambil menyeringai pada Levia lalu melanjutkan lagi bermainnya.


"Anda kenapa nona Levia?" tanya Sima sambil membantunya berdiri.


"Bocah naga sialan itu tinggi sekali ilmunya, Sima!!" Levia mengerenyit menahan sakit dan sesak di dadanya akibat bentrokan tenaga dalam barusan.


Sima melongokan kepalanya keluar jendela dan di lihatnya Rafa bermain sendiri dengan riangnya seolah tak pernah terjadi apapun.


Karena penasaran Sima mengambil shuriken miliknya dan dengan cepat melemparkan kearah Rafa yang sedang bermain.


Wussss...


Dengan sangat cepat shuriken itu meluncur tanpa suara menuju pada sasarannya.


"Sima...kamu gila ya!! jika dia sampai terluka bagaimana?" sentak Levia.


Sekejap lagi shuriken itu akan menancap di bahunya, Rafa tampak mengibaskan tangannya kebelakang seperti sedang mengibaskan seekor nyamuk dan serangkum angin tiba-tiba membalik membuat shuriken berbalik arah kembali pada si penyerang tadi.


Sima yang tak menyangka serangannya berbalik arah dengan cepat kearahnya menjadi gelagapan.


Dengan cepat dia berbalik berlindung dibalik tirai dan shuriken tersebut hanya lewat seujung kuku di depan hidung Levia yang belum begitu sempurna berdirinya.


Angin yang lewat terasa perih di kulit dan mata Levia membuatnya menyumpah panjang pendek.


"Sialan kamu Sima...kamu mau membuat kulit wajahku yang halus mulus ini cacat, hah...!!" sentaknya.


"Maaf nona, aku sungguh tidak tau tenaga dalam bocah itu sangat tinggi dan aku juga tidak menyangka dia bisa membalikan seranganku dengan mudah."


Sementara Rafa hanya menyeringai dari tempat dia bermain.


*


*


"Hiro tampak duduk bersila di gazebo perguruannya. Dia tengah menejamkan mata memusatkan seluruh indranya pada satu tujuan. Dia ingin menggunakan ilmu meraga sukmanya untuk keluar dari lembah.


Tiga purnama sudah dia tidak bisa melihat pujaan hatinya lagi. Dia tidak bisa bersambung rasa atau berhubungan apapun dengan dunia luar sana.


Ayahnya benar-benar telah memagari seluruh lembah dengan pagar gaibnya, karena Kakegawa tau bahwa Hiro sudah jatuh cinta pada seorang gadis di luar lembah sana.


Baru sebulan ini Hiro melangsungkan pernikahan terpaksanya dengan Daniah. Bahkan Matsuyama tidak sempat hadir dalam acara pernikahan kakaknya itu.


Hati Hiro hancur tetapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk menentang keluarganya.


Daniah sang istri juga tau kesedihan sang suami tetapi dia juga tidak bisa menghindarkan diri dari menikah karena perjodohan ini.


Hanya sang kakak Darren yang masih luntang lantung dengan santainya karena Sima belum juga bisa dibawa kembali pulang oleh Matsuyama keperguruan.


Aahhhh...teriak Hiro kesal dan putus asa.


"Ilmuku seakan tak ada gunanya sama sekali di rumahku sendiri..." dia sangat sedih dan gusar.


Sementara Kakegawa ayahnya hanya prihatin menatap putranya.


"Maafkan ayah Hiro, mau kamu paksakan bagaimanapun kamu tidak akan pernah berjodoh dengan Almira."

__ADS_1


"Putri dari ratu Nilakandi itu bukan untuk manusia biasa seperti kita, Hiro...dari pada kamu terlanjur jatuh semakin dalam, lebih baik ayah sendirilah yang akan memisahkanmu dengannya.


"Ayah..."


Kakegawa menoleh pada menantunya itu.


Tampak Daniah berdiri di samping ayah mertuanya itu.


"Kasihan Hiro ayah, dia nampak sangat tertekan dengan pernikahan ini!!" kata Daniah.


"Daniah merasa sangat bersalah, ayah...kami memang berteman semenjak kecil, tapi Hiro hanya menganggap Daniah sebatas sahabat saja tidak lebih!!" kata Daniah sedih tapi juga prihatin.


"Sudahlah Daniah, kamu tidak salah dalam hal ini...Hiro saja yang bagaikan pungguk merindukan bulan, dia menginginkan sesuatu yang tak dapat dia sentuh, apalagi dia gapai?" Kakegawa hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya itu.


"Sudah biarkan saja dulu, semoga suatu hari dia akan sadar dengan kekeliruannya." Kakegawa lalu melangkah masuk diikuti Daniah.


"Apa kabarmu sekarang di sana Almira? apakah kamu merindukanku seperti aku yang juga meindukanmu?" bisik hati Hiro dengan sedih. Dia benar-benar merindukan gadis belia itu.


"Entah kapan akan bisa bertemu dan bersama lagi seperti dulu? " bisiknya lagi.


Semua kelakuan dan gerak gerik Hiro itu tak luput dari pandangan istrinya yang menatapnya juga dengan sedih.


"Taukah kamu sejak kita kecil aku selalu berharap dan berangan untuk jadi pengantinmu jika kita dewasa nanti, menjadi istri sungguhanmu dan bukan hanya sekedar menjadi istri bohongan seperti waktu kita kecil dulu."


****


Flashback on...


****


"Saya nikahkan Hiro dan Daniah tentunya dengan mas kawin hutan satu hektar dibayar tunai..."


"Sah, kak Darren?" tanya Sima kecil.


"Itu hutan pinus yang ada di belakang lembah!!" kata Sima lagi.


"Tapi untuk apa satu hektar hutan? banyak betul!!" ucap Darren.


"Kok bahas soal hutan sih?? ini pernikahan aku dan Hiro sah tidak?" tanya Daniah.


"Kita kan pengen cepat bulan madu, supaya cepat punya dedek seperti Matsuyama, iya kan, Hiro??" tanya Daniah.


"Ngga mau ah...inikan cuma nikah bohongan, Daniah jorok ihhh...pikirannya mau punya dedek aja!!" sahut Hiro memandang kesal pada Daniah.


"Ayo kak Sima, kak Darren...bilang sah dong!!" rengek Daniah.


"Udahan ah...Hiro ngga mau main beginian lagi..." lalu Hiro berdiri sambil mencabut mahkota daun nangka dari kepalanya.


"Kak, Hiro jahat...masa mahkota kerajaannya dirusak?" tangis Daniah pecah.


"Kerajaan apaan? mahkota kerajaan kok dari daun nangka!!" terdengar suara Hiro menggerutu karena kesal.


Akhirnya tangis Daniah benar-benar pecah.


"Siapa yang sudah membuat Daniah menangis?" tanya Kakegawa.


Serentak Sima dan Darren menunjuk kearah Hiro. Dengan malas Hiro memutar bola matanya.


"Dasar Daniah cengeng!!" katanya.


"Hiro itu ngga mau punya istri cengeng, Hiro maunya punya istri yang kuat, tidak cengeng seperti Daniah, cantik, pinter, apalagi ya..." Hiro menghitung dengan jarinya.

__ADS_1


"Dasar anak badung...awas kamu nanti ayah jewer ya!!" belum sempat tangan ayahnya mampir ketelinganya, Hiro sudah melesat lari ke dalam rumah.


****


Flashback off


****


Daniah tersentak saat mengingat semua kenangan masa lalunya semasa kecil bersama Hiro.


"Tak adakah sedikit...saja rasa di hatimu untukku?" gumam Daniah sedih.


"Kamu selalu menganggapku teman saja, sementara aku mengharapkanmu lebih."


"Aku memang tak menginginkan perjodohan ini karena aku tau bahwa kamu tak pernah menginginkanku."


"Seperti apa sih rupa putri dari ratu Nilakandi itu? secantik apa dia sampai kamu begitu memuja dan ingin selalu melindunginya?" gumam Daniah pelan.


***


Lalu bagaimana dengan kabar Alia yang.telah sekian lama disekap oleh Levia di dalam kaca dan kemudian dipindahkan ke awan hitam yang berada di atas atap mansion?


Alia sudah putus asa dengan nasibnya. Berulang kali dia meminta pertolongan kepada Almira setiap kali Almira menginap di mansion. Tetapi setiap Almira berusaha untuk mencari suara siapa yang membutuhkan pertolongan itu, setiap kali itu pula Levia mengalihkan perhatiannya.


Pernah sewaktu-waktu Xavier dan Almira mencurigai ada sesuatu di mansion tersebut, tetapi kecurigaan itu dipatahkan oleh sikap Levia.


Terakhir Hiro yang mencurigai ada sesuatu di balik awan hitam yang berarak di atas kamar Levia karena posisi awan hitam itu tak bergerak dari tempatnya.


Lalu terakhir Rafa alias Redo yang secara tak sengaja melihat awan hitam berarak itu hanya berputar-putar di atas mansion.


Bocah cerdas yang sakti itu cepat melompat naik keatas menara di dekat kamar Levia.


Ternyata kecurigaannya selama ini benar, bahwa ada sesuatu di balik awan hitam tersebut.


Rafa memperhatikan dengan teliti awan hitam yang berarak itu setelah menemukan celah, dia mendorong telapak tangannya dan keluarlah serangkum angin keras yang menyibakkan tirai di balik awan hitam itu.


Rafa melompat dan masuk ke dalamnya. Ada sebuah ruangan batu yang hanya diterangi cahaya lilin di tembok-temboknya.


Rafa mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan itu dan dia menemukan sesosok manusia duduk memeluk lutut dan menenggelamkan wajahnya sambil menangis.


Rafa seperti mengenal sosok bertubuh mungil itu.


"Aunty Alia??" sapanya!!"


Sosok yang duduk memeluk lututnya itu mengangkat wajah. Dia terkejut melihat siapa yang telah menyapanya.


"Rafa??? Rafa sayangnya aunty kah itu??" Alia berusaha menajamkan penglihatannya.


Dia berusaha berdiri tetapi lututnya terasa goyah. Sudah dua hari sejak dipindahkan dari ruang kaca itu, Alia hanya diberi makan semangkok kecil nasi putih dan segelas air putih.


Rafa sangat sedih melihat keadaan aunty kesayangannya itu. Dia melangkah menghampiri Alia dan langsung memeluknya.


*


*


***Bersambung...


Akhirnya Alia asli selamat juga dari sekapan saudara kembarnya.


Ikuti terus kelanjutan kisah mereka ya!!

__ADS_1


.


__ADS_2