Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 167 Kamu Mengenalnya


__ADS_3

"Sayang...abang kangen!!" kata Matsuyama memeluk istrinya, membuat Aliandhara dan Xavier berpaling dengan kesal.


"Halo anak-anak, daddy kangen sama kalian semua!!!" kata Matsuyama.


"Kami juga kangen sama daddy....!!" teriak Xander dan Revita.


"Kalau kangen sama daddy, mari kita pulang ke peternakan...kita liat kuda dan hewan ternak di sana dan mari kita petik buah-buahan segar dan sayuran segar, oke???" ajak Matsuyama.


"Oke daddy!!" sahut mereka kompak.


Xander dan Revita juga Almira melambaikan tangan untuk semuanya.


"Sampaikan salam kami untuk ayah dan ibumu ya, Mira???" teriak mereka semua.


Sepanjang perjalanan anak-anak bernyanyi gembira.


"Lama amat baru menjemput kami, bang??" kata Almira memandang suaminya


"Lho katanya waktu itu Xander sakit panas dan badannya demam tinggi, padahal saat itu abang sudah ingin menjemput kalian!!" kata Matsuyama.


"Berapa lama abang sudah kembali ke peternakan??" tanya Almira menoleh menatap suaminya.


"Sudah dua bulan, dek!!" kata Matsuyama.


:Sudah selama itu abang juga ngga ada menghubungi Mira??" tanya Almira sedikit kesal.


"Ya abang pikir kamu tidak mau diganggu apalagi kamu berkumpul bersama keluarga besarmu dan mantan!!" Matsuyama menurunkan volume suaranya.


"Bang Xavier itu memang mantan bang, tetapi dia juga ayah Xander dan Revita...tak pantas rasanya abang cemburu padanya." Kata Almira.


"Iya...bela terus....!!" celoteh Matsuyama.


Entah mengapa saat tadi Mira dipeluk oleh mantan suaminya membuat Matsuyama terbakar api cemburu.


"Sebenarnya yang patut dicurigai itu bang Matsuya, selama dua bulan abang pulang ke peternakan, baru sekali abang menelpon Mira...jangan-jangan dalam perjalanan abang selama beberapa bulan ini, abang sudah terpikat dengan wanita lain, atau bisa jadi abang sudah menikah dalam pengembaraan abang...awas aja jika sampai itu terjadi, Mira akan bawa pulang anak-anak kembali ke mansion atau Almira bawa ke goa pualam."


DEG...


Tiba-tiba perasaan Matsuyama jadi tersentil saat Almira mengatakan semua itu.


"Apaan sih dek...abang bukan tipe lelaki seperti itu!!" sergah Matsuyama.


"Ya kalau bukan tipe lelaki seperti itu ngga usah terlalu cemburu...biasanya orang yang terlalu cemburu itu bukanlah pertanda sayang, tetapi untuk menutupi kesalahan dirinya yang seolah takut pasangannya akan melakukan hal yang sama dengan dirinya." Sindiran Almira langsung mengena di hatinya membuatnya seketika jadi terdiam.


Lalu mereka semua terdiam. Anak-anakpun sudah tertidur dibangku belakang.


"Dek, kamu marah sama abang??" tanya Matsuyama.


Almira hanya diam saja. Dia tak menanggapi ucapan Matsuyama. Dia malah asyik menatap keluar jendela.


Matsuyama hanya menarik napas panjang.


Dia tau wanita cantik yang telah dia nikahi dan mempunyai seorang anak dari hasil pernikahan mereka berdua sedang dalam mode marah.


"Bagaimana aku bisa mengatakan jika aku sudah menikahi wanita lain, belum aku cerita aja, baru tersinggung sedikit saja, dia sudah marah begitu." Gumam Matsuyama.


CCIIIIIITTT...


"Ada apa bang??? kenapa abang ngerem dadakan??" tanya Almira kaget. Untung tidak sampai membangunkan anak-anak mereka.


"Ada yang lewat tadi di depan mobil kita, dek!!" kata Matsuyama.


"Mira tidak melihat apapun bang??" kata Almira.


"Dia lari tepat di depan mobil kita dan hilang diujung semak belukar sana!!" kata Matsuyama.


"Buktinya tuh ngga ada apa-apa??" kata Almira.


"Abang mungkin terlalu lelah menyetir, apa mau gantian Mira yang menyetirkah??" tawar Almira.


"Sebab tadi abang tidak ada istirahat sama sekali..." kata Almira pada suaminya.


Akhirnya Matsuyama setuju ketiga anak mereka tertidur di jok belakang dan kini Almira yang pegang kendali sementara Matsuyama bersender sambil memejamkan matanya.


Tanpa mereka sadari sesosok wanita berbaju putih tampak tersenyum dari balik pepohonan yang rimbun.


"Tampannya, siapa pemuda berambut gondrong itu?? aku harus mengikuti kemana tujuan mereka dan di mana mereka tinggal!!" desisnya.


"Wanita cantik di sampingnya itu siapa?? istrinya kah?? ah...bodo amat....mau dia punya istri ataupun tidak aku tidak peduli, aku terlanjur suka pada saat pertama kali aku melihatnya."


Sosok itu bergerak cepat mengikuti mobil Matsuyama yang dikendarai oleh Almira.


Awalnya Almira tidak begitu menyadari tetapi lambat laun dia seperti melihat ada yang bergerak cepat di samping mobilnya.


Almira tiba-tiba menambah kecepatannya dan mobil itu melaju pesat meninggalkan sosok itu.


"Kurang ajar wanita itu, mau main-main dengan Ichika rupanya!!" lalu gadis misterius yang sejak tadi mengikuti mobil mereka menambah pula kecepatannya berlari tepat di belakang mobil rombongan Almira.


Tiba-tiba Almira mengerem laju mobilnya secara dadakan.


BRUAK...

__ADS_1


"Mampus...." desis Almira saat mendengar kerasnya bunyi yang menabrak di belakang mereka.


Setelah itu Almira melajukan kembali mobilnya.


"Brengsek....setan alas....!!" umpatan kasar keluar dari bibir Ichika.


Gadis aneh berbaju putih yang memiliki kecepatan gerak luar biasa itu tidak mampu mengendalikan laju larinya dan menghantam belakang mobil denga keras.


Serentak Matsuyama dan kedua putra dan putrinya itu terbangun.


"Apa itu yang menghantam belakang mobil kita barusan, dek??" tanya Matsuyama sambil mengerjabkan matanya.


"Yang tadi abang lihat menyebrang didekat hutan itu." Jawab Mira pendek.


"Paling juga salah satu penggemar setia bang Matsuya deh...!!" kata Mira lagi.


"Ngga usah mulai lagi deh, sayang....kamu pikir abangmu ini artis yang banyak penggemarnya??" omel Matsuyama sedikit kesal dengan perkataan istrinya ditambah lagi karena tidurnya terusik oleh sesuatu yang menabrak mobil denga keras tadi.


"Bang, Mira kasih tau ya...mungkin abang belum tau atau sudah tau tapi pura-pura tidak mau tau alias tidak peduli, di dalam diri abang itu ada aura yang menarik dan bila terlihat oleh mahluk lainpun akan membuat mereka tertarik."


"Tapi abang ngga pernah ngerasa begitu tuh....!!!" katanya tetap keukeh dan ngotot.


"Sudah dari pada abang ribut, lebih baik abang tidur aja lagi..." kata Almira yang jadi tak tega melihat Matsuyama bicara sambil terkantuk-kantuk.


Tanpa diminta dua kali Matsuyama memejamkan matanya kembali.


"Dasar perempuan sialan....sebaiknya aku tunda dulu pengejaran...aduhhh jidatku benjol, pinggangku sakit, kukuku patah akibat benturan tadi." Wanita itu masih terus menggeram sambil mengawasi mobil yang membawa keluarga Almira semakin jauh.


"Benar-benar makan hati...dulu bang Xavier juga dikejar para wanita, sekarang dengan Matsuyama pun tak jauh beda,yang mengejar juga ngga tanggung-tanggung...yang lain manusia pun tergila-gila pada suamiku ini, hadeuh!!" keluh Almira sambil melajukan mobilnya.


********


"Para istriku....lihatlah apa yang kanda Kebebitak bawa untuk kalian!!!" teriak Kebebitak begitu sampai di depan peraduannya.


Levia, Shiera, Valeria dan Sullivan yang asyik bercerita terkejut melihat kedatangan panglima kerajaan siluman kera yang tampan itu!!


"Kanda Kebebitak!!" pekik mereka bersamaan lalu menghambur kepelukan pria tampan itu.


"Lihat apa yang kanda bawa buat kalian!!!" katanya sambil mengangsurkan empat buah kotak yang dilapisi beludru berwarna hijau lumut.


"Isi kotak ini sama semua agar kalian tidak saling iri satu dengan yang lain!!" katanya.


"Kanda lelah, kanda mau beristirahat dulu... Bersiaplah kalian berempat nanti malam untuk melayani kanda ya...!!" lalu Kebebitak merebahkan tubuhnya ke atas pembaringan.


Keempatnya pun tak berniat mengganggu suami mereka dan akhirnya mereka berempat keluar menuju kamar Sullivan yang terdekat dari kamar Kebebitak.


"Ayo kita buka apa sih isinya kotak dari kanda Kebebitak!!" ajak Levia penasaran.


Mereka berempat serentak membuka secara bersamaan dan terkejut melihat isinya.


Sementara tiga yang lain tak bisa mengatakan apapun selain menganga melihat isi kotak mereka.


"Apa isinya sama semua??" kata Shiera.


"Sepertinya sama semua termasuk juga bentuk perhiasannya!!" lata Valeria.


"Walaupun dia punya istri banyak tetapi sayangnya ke kita semua sama ya!!" kata Sullivan.


"Itulah yang aku suka dari kanda Kebebitak...walaupun dia bukan dari golongan manusia seperti kita, tetapi dia memperlakukan kita dengan baik!!" kata Valeria.


Sullivan jadi terdiam. Melihat pemberian dari Kebebitak itu dia melirik ke jari manisnya...di mana cincin berlian cincin pernikahannya dengan Xavier masih melingkar di jari manisnya.


"Bang....tega nian abang padaku!!" ucapnya dengan perasaan miris.


"Sudahlah Sullivan, cinta Xavier mungkin memang hanya untuk Almira, apalagi pernikahan mereka telah dikarunia sepasang anak kembar!!" kata Levia berusaha menghibur Sullivan.


"Kamu bawa have fun aja, Sulli...ngga usah kamu pikirkan lagi masalah itu!!" jawab Levia juga.


"Terima kasih ya...." lalu Sullivan memeluk ketiganya.


"Kita fokus nanti malam saja, biasanya jika sehabis bepergian begitu, naf*su kanda Kebebitak bisa berkali-kali lipat besarnya!! makanya kanda Kebebitak meminta kita berempat sekaligus untuk melayani dia di atas ranjang.


"Sulli...bagaimana pengalamanmu saat pertama bersama dengsn kanda Kebebitak??" tanya Levia sambil senyum-senyum.


"Kanda Kebebitak memperlakukanku dengan baik sih sampai aku terbiasa saat dia memasuki tubuhku!!" jujur Sullivan.


"Sudahlah...kita beristirahat saja, agar nanti malam tubuh kita fit dan segar!!" lalu mereka bubar menuju kamar masing-masing.


********


"Ayah...mengapa ayah tampak gelisah??? ayah tidak suka tinggal di sini bersama Xavana dan daddy??" tanya Xavana saat melihat ayahnya Bilygong tampak gelisah beberapa hari ini.


"Bukan seperti itu, Xavana...bahkan ayah lebih suka tinggal di dunia manusia bersamamu dan daddymu ketimbang di dunia ayah sendiri!!"


"Ada hal yang sangat mengganjal pikiran ayah akhir-akhir ini, Xavana...."


"Apa itu yah??" tanya Xavana.


"Abangmu, Kebebitak!!"


"Sepertinya abangmu itu sudah melangkah terlalu jauh, dia sudah terobsesi pada ambisinya untuk menguasai dunia para siluman, bahkan ayah sempat mencuri dengar pembicaraannya dengan orang yang disebut ketua dan wakil ketua bahwa mereka berencana untuk menyerang bangsa naga!!" jelas Bilygong pada Xavana.

__ADS_1


"Bukannya bangsa naga itu tempat asal Almira, ayah??" tanya Xavana kaget!!"


"Bukan hanya itu yang sempat ayah dengar, Xavana tetapi ada satu informasi yang sangat penting!!" kata Bilygong lagi!!'


"Apa itu, yah??" tanya Xavana.


"Anak buah Kebebitak yang memiliki ilmu-ilmu tinggi yang membunuh orang tua Matsuyama atas permintaan sang ketua dan wakil ketua."


"Mereka juga yang telah memenggal kepala siluman ular sanca raksasa Sinoe, padahal pada saat keluar dari perut ular itu dengan cara merobek perut ular itu, seharusnya Sinoe tidak mati."


"Tetapi pada saat terluka karena tebasan samurai di tangan Matsuyama dan Sinoe dalam keadaan lemas tak berdaya, menyeranglah anggota kebebitak ini dan lansung menebas kepala ular sanca raksasa itu hingga terpotong di bagian lehernya."


"Lalu mereka berencana untuk mengadu domba Matsuyama dengan putra dan putri dari Sinoe...seolah Matsuyama lah yang telah membunuh ibu mereka dan mereka juga membunuh kedua orang tua Matsuyama lalu melimpahkan kesalahan pada anak-anak Sinoe seolah mereka lah yang membunuh karena dendam pada Matsuyama!!"


"Lalu, apakah Matsuyama tau jika pembunuh kedua orang tuanya itu sebenarnya bukan anak dari Sinoe??" tanya Xavana...


"Sepertinya dia belum tau tentang hal itu!!" kata Bilygong.


********


"Bagaimana tiga siluman bodoh?? masih mau melanjutkan pertarungan ini?? atau mau kalian sudahi??" tanya Rini.


"Lihatlah teman kalian yang gosong dan garing itu??? apakah kalian ingin seperti dia??" tanya Rini lagi dengan seringai maut masih bermain di bibirnya.


"Hai perempuan ular....kami tidak takut dengan gertakanmu..."


"Anggaplah saja teman kami itu apes nasibnya!!" kata salah satu dari orang berjubah hitam tersebut.


"Terserah kau lah...kami berdua sudah memberi kalian peringatan!!" ucap Rana membuka suaranya.


"Bersiaplah kalian bertiga...Rana, yang tiga ekor ini mau kita masak apa??? atau kita telan bulat-bulat saja???" kata Rini.


"Kalau aku terserah kamu, sebab aku sekarang lapar lagi, aku ingin sesuatu yang lebih besar dan mengenyangkan!!" jawab Rana tersenyum smirk.


Mendengar itu nyali ketiganya sedikit menciut.


"Apa kita nekad untuk menghadapi dua siluman ular yang dalam masa pertumbuhan dan sedang lapar itu, ya?? atau kita mundur saja!! aku tidak mau mati konyol seperti teman kita itu!!" sambil tangannya menunjuk kearah temannya yang telah mati dalam keadaan gosong itu.


Mereka tampak berpikir lalu pada hitungan ketiga mereka bertiga langsung lari kocar kacir mencari selamat untuk diri sendiri.


Rana dan Rini tidak berniat untuk mengejar ketiga mahluk itu. Mereka berdua hanya tertawa mengekeh melihat ketiganya lari tunggang langgang.


"Dasar mahluk bodoh!!! aku pun juga tidak mau memakan daging kera mentah dan menjijikan itu." Kata Rini.


"Tapi aktingmu sangat meyakinkan sekali!!" kata Rana.


"Habis aku jengkel sama mereka, mengapa tidak berkaca dan mengambil pelajaran dari temannya yang telah mati itu."


"Sebenarnya aku juga tidak berniat membunuh mereka, tetapi mereka yang telah memancing keributan dengan kita."


"Sudahlah Rini ayo kita melanjutkan perjalanan kita yang tadi sempat tertunda." ajak Rana pada saudarinya itu."


********


"Dek, kita sudah sampai di mana??' kata Matsuyama kepada istrinya.


Tangannya sibuk mengucek kedua matanya.


"Anak-anak sudah bangun??" kata Xavier, kalian lapar??" tanya Xavier pada dua anak kembarnya.


"Revita sama Xander lapar, yah...kita mau makan, mommy!!" kata mereka.


"Ya sudah kita makan bekal yang dibawakan sama tante Alia tadi, ya??" kata Mira.


"Bang, kita berhenti dulu ya...mau meluruskan kaki dahulu sambil kita bawa anak-anak makan siang, Mira juga mau menyusui Miranda dulu!!" kata Almira.


Lalu mereka berlima berhenti dipinggir jalan.


"Kalian duduk dulu ya di bawah pohin itu...mommy sama daddy mau membawa makanannya!!" kata Almira.


"Abang aja dek, kamu gendong Miranda aja dulu!!" kata Matsuyama.


Mereka asyik makan sambil bercengkerama lalu tiba-tiba Matsuyama bertanya pada Almira.


"Sayang, sebenarnya tadi pagi itu apa yang menabrak belakang mobil kita??" tanya Matsuyama sambil mengunyah makanannya.


Almira menatap sesaat pada suaminya.


"Ichika...namanya Ichika, bang!!" kata Almira.


"Ichi...apa??" tanya Matsuyama mengulang perkataan istrinya.


"Apakah abang kenal seorang wanita yang bernama Ichika??" tanya Almira dengan pandangan mata menyelidik pada suaminya.


"Ya abang ngga kenal lah dek!! liat orangnya aja ngga, bagaimana abang bisa mengenalnya??" kata Matsuyama.


*


*


****Bersambung...

__ADS_1


Benarkah Matsuyama tidak mengenal siapa itu Ichika??"


Hai reader tercinta...jangan lupa dukungannya ya reader...terima kasih🙏🙏


__ADS_2