Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 179 Rindu Mommy


__ADS_3

"Matsuyama...ada apa dengan Miranda itu semenjak tadi menangis terus...jangan-jangan putrimu itu masuk angin!!" kata Serafin pada menantunya itu.


"Ngga tau bu...sepertinya Miranda kangen pada mommynya!!" kata Matsuyama.


"Coba bawa kemari kamu urusi saja dulu Xander dan Revita.


"Daddy....kapan mommy pulang??" kata Xander.


"Daddy belum tau nak, tapi semoga kerjaan mommy cepat selesai agar mommy cepat pulang, ya!!" kata Matsuyama pada anak-anaknya.


Tiba-tiba


DDRRRTTT...DDDRRRTTT


πŸ“±"Halo...ayah!!"


Revita tampak senang saat ayah mereka Xavier video call dengan mereka.


πŸ“±"Sayang...apa kabarmu dan Xander??"


πŸ“±"kami baik ayah!! ayah sendiri bagaimana??"


πŸ“±"Ayah dan kakek baik....bagaimana kabar kakek dan nenek juga mommy kalian??"


πŸ“±"Kakek dan nenek baik, tapi mommy dijemput sama bang Redo dan paman Tristan ke istana nenek ratu NilakΓ ndi


Xavier termangu mendengar perkataan kedua putra putrinya.


"Pasti ada masalah yang sangat mendesak hingga Almira harus dipanggil pulang oleh ibunya." Semakin was-was lah perasaan Xavier mendengar perkataan putrinya. Dibandingkan dengan Matsuyama yang baru saja bersama dengan Almira, Xavier yang sejak dulu tau bagaimana kehidupan Almira jadi khawatir mendengar itu semua.


πŸ“±"Ya sudah...Revita sama Xander jangan nakal ya....kasihan nenek, kakek juga daddy Matsuyama..."


πŸ“±"Iya ayah....nasehat ayah akan kami dengar."


Lalu sambungan telepon antara ayah dan anak itu terputus.


"Ada apa Xavier...mengapa kamu kelihatan cemas seperti itu??" kata ayahmya.


"Almira telah dijemput oleh Redo dan Tristan ke istana yah, sepengetahuan Xavier jika hanya masalah biasa aja tak mungkin Almira sampai dipanggil pulang ke istana oleh ratu Nilakandi.


"Maksudmu ada masalah genting di sana yang harus diselesaikan dengan melibatkan Almira, begitu??" kata kakek Kojiro.


Xavier nampak gelisah. Dia tidak tau ada permasalahan apa yang jelas Almira di sana bukan untuk waktu yang sebentar.


"Apakah ada hubungannya dengan Kebebitak??" gumam Xavier.


"Xavier harus menyusul Almira kek, Xavier tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada Almira." Kata Xavier.


"Ayah ikut; Xavier...tapi bagaimana dengan rumah in?" kata kakek Kojiro lagi.


"Kita minta tolong saja pada kak Xavana dan daddy Anderson untuk mencari orang yang bisa di sini sementara waktu." Kata Xavier.


********


"Aduuhhh bisa ngga sih kita jalannya pelanan dikit Rana...kakiku, eh maksudku ekorku sakit tau!!" teriak Rini.


"Lagian kamu ngejar apa sih?? bini orang kamu kejar, Rana!!" kata Rini.


"Justru dia bini orang maka aku makin tertantang untuk mengejarnya!!" ucap Rana.


"Masalahnya, itu perempuan mau ngga sama kamu yang ternyata punya ekor dan bukan punya kaki!!" kata Rini meledek saudaranya.


"Kan belum aku coba, belum nyoba kok sudah nyerah duluan!!" kata siluman ular lelaki itu.


Lalu kedua siluman ular bersaudara itu mempercepat langkahnya.


"Rana...apa kamu merasa??" tanya Rini.


"Ngga...merasa apa??" tanya balik Rana.


"Dasar kamu ngga peka!!!" omel saudaranya.


"Aku memang ngga peka kalau bersangkutan dengan hal lain, tapi jika bersangkutan dengan wanita pujaanku, maka akan cepat peka.


"Rana, aku seperti merasa ada yang ganjil dengan kita akhir-akhir ini!!" kata Rini sambil berjalan pelan.


"Apakah kamu yakin pemuda yang bernama Matsuyama itu yang membunub ibu kita?? makin kesini kok aku semakin menjadi ragu ya??" ucap Rini.


"Kalau aku dari awal bertemu sudah merasa ragu, karena aku sama sekali tidak melihat apapun yang terekam di mataku tentang Matsuyama."


Saat ibu kita meninggal, aku tak melihat rekaman kejadian di mata ibu, bahkan yang kulihat adalah sekelonpok orang berjubah hitam yang datang setelah Matsuyama pergi lalu dengan tanpa perasaan menebas kepala ibu kita yang saat itu sudah tak berdaya akibat luka robek di perutnya.


"Jika dia memang bukan pembunuh yang sesungguhnya, berarti kita saat itu salah menurunkan tangan jahat dong!!!" kata Rani lagi.


Itulah sebabnya aku menyelidiki masalah ini sampai tuntas...kata Rana.


"Tetapi aku sama sekali tak bisa mengetahui siapa mereka!!" jawab Rana lagi.


"Orang berjubah hitam??" seperti orang yang mengeroyok kita saat di hutan itukah??" kata Rini.

__ADS_1


"Kamu benar Rini, seperti mereka yang waktu itu ingin membunuh kita!!" kara Rana lagi mencoba mengingat mereka semua.


"Aku ingat sekarang, bukankah mahluk seperti itu adalah anak buah dari panglima Kebebitak??" tanya Rana.


"Sialan...entah mengapa perasaanku mengatakan bahwa kera jelek itu adalah dalang di balik semua kekacauan ini!!" kata Rana.


********


Alia duduk cantik kantin sedang menyantap baksonya.


BRAKKK...


Alia melirik pada tiga orang cewek yang membanting buku di mejanya.


"Kalian lihat siapa ini?? rupanya dia tidak tau kalau meja ini adalah meja favorit kita." kata salah seorang dari mereka.


"Jangan bicara begitu, hormatilah dia karena dia adalah senior kita!!" jawab cewek satunya yang berambut ikal dan berombak tetapi dengan nada yang mengejek.


"Menghormati dia?? ogah ah...!!" kata satunya lagi.


Mereka adalah 3 S. Santi, Siska, Selvie mahasiswi fakultas teknik semester 3 tetapi sifat suka merusuh mereka mengalahkan para mahasiswi tingkat akhir seperti Alia.


Alia sekarang beda dengan Alia dulu yang culun dan ngga bisa apa-apa, Alia sekarang karena sudah banyak digembleng oleh pangeran Redo sejak dua tahun lalu membuatnya menjadi gadis yang cukup tangguh.


Dari segi ilmu silat sampai ilmu bersilat lidah yang banyak dipelajarinya selama dia bergaul dengan Almira yang tak pernah mau kalah berdebat dengan siapa pun.


"Kakak...kami lihat kamu cantik...dan kami jarang melihatmu, mungkin itulah sebabnya kamu tidak mengenali kami bertiga??" kata Siska si rambut ombak sambil berkata dan memainkan anak rambut Alia.


"Kenyanggg..."


Lalu Alia beranjak berdiri dan mau membayar makanannya. Tetapi tiba-tiba cewek berambut pendek yang bernama Santi menarik tubuh Alia agar duduk kembali.


"Kakak cantik...siapa yang menyuruhmu berdiri?? duduklah kembali mari kita bicara dari hati ke hati!!"


Tetapi Santi kaget, tubuh Alia tak bergeming saat dia menarik gadis itu untuk duduk.


"Bagaimana?? katanya mau mengajakku duduk untuk berbicara dari hati ke hati??" tanya Alia sambil tersenyum mengejek.


"Sudahlah bocil-bocil...lebih kalian bertiga mandi, pake popok lalu tidur sambil minum susu tak usah mencari masalah dengan orang yang lebih tua." Lalu Ali melangkah pergi meninggalkan mereka.


Tak di sangka Selvie si tomboy mengambil sisa gorengan yang di makan Alia tadi dan melempar kearah kepala Alia.


Telinga Alia yang sekarang sudah terbiasa mendengar benda sehalus mungkin segera tau ada benda yang dilempar kearahnya.


Dia menunduk sambil pura-pura membenarkan sepatunya. Dan...


Sepotong tahu isi langsung mampir cantik di jidat ibu Helen, ibu dekan mereka yang killer.


Siapa yang berani melempar jidat ibu pakai tahu isi??" teriaknya dari pintu.


Sisja, Santi, dan Selvie kompak menunjuk kearah Alia.


"Alia???" teriak ibu Helen.


"Berani-beraninya kamu melempar kepala ibu pakai tahu isi??" teriaknya.


"Apa tadi ibu melihat saya melempar ibu?? bukankah tadi saya habis membenarkan tali sepatu saya?? dan saya juga berdiri jauh dari meja, kapan saya mencomot tahu isi terus melempar keibu??? memangnya saya flash gordon yang bisa bergerak secepat angin??" kata Alia nyerocos.


"Iya bu...bukan Alia yang melempar tapi Selvie!!" kata suara itu.


Serentak mereka menoleh kearah suara itu.


"Thamrin!!" kata ketiganya.


"Thamrin??" gumam Alia.


"Apakah dia yang di maksud oleh orang-orang aneh yang mengendarai motor gede waktu itu??" gumam Alia lagi.


"Kamu yakin??" tanya bu Hellen pada Thamrin.


"Yakinlah bu, kan saya punya mata!!" kata Thamrin.


"Santi, Selvie, Siska, menghadap keruangan ibu sekarang!!" teriak ibu Hellen kesal.


"Terima kasih ya, Thamrin!!" kata Alia.


"No problem..." kata Thamrin sambil terus menatap Alia.


"Aku mau pulang, kamu mau mengantarku??" goda Alia tetapi siapa sangka Thamrin mengiyakannya.


********


"Bunda, sebenarnya ada masalah apa dengan kerajaan ini sampai Almira dipanggil pulang kemari??" tanya Almira.


"Biasanya hanya Redo dan Tristan bisa menyelesaikan semua masalah??" kata Almira.


"Ada sesuatu di dalam dirimu yang tak mereka punya Almira, apa itu?? karena kamu terlahir dari campuran manusia dan naga...sedangkan Redo dan Tristan adalah mahluk naga asli!!" kata ratu Nilakandi.


"Dan sewaktu kamu masih bayi, bunda telah memasukan sebutir mutiara naga di dalam tubuhmu, hanya tubuh manusia campuran sepertimu lah yang bisa menetralisir kekuatan mutiara itu, tetapi jika Redo atau Tristan yang menelannya maka lambat laun mereka berdua akan mati!!" kata ibundanya lagi.

__ADS_1


"Terus intinya apa, bunda??" tanya Almira masih bingung.


"Dengan kekuatan mutiara di dalam tubuhmu, kamu bisa melawan semua musuh-musuh yang tidak bisa kami hadapi." kata ratu Nilakandi.


"Beberapa hari lalu kami menerima laporan dari mata-mata kerajaan ini yang hidup di luar sana, Almira."


"Panglima kerajaan kera yang bernama Kebebitak sedang berencana menghancurkan tempat ini beserta seluruh penghuninya jika kami semua tidak menyerah.


"Apa bangsa kita mempunyai permusuhan dengan siluman kera itu di masa lalu??" tanya Almira lagi.


"Bangsa kita memang tak pernah akur dengan siluman kera itu karena mereka dikenal sebagai bangsa yang gemar mencari masalah dan keributan."


:Saat itu kerajaan masih dipimpin oleh kakekmu, waktu itu ibu masih remaja...saat itu mereka mau melamar ibu untuk dijadikan istri oleh panglima mereka...tentu saja ibu tidak mau karena ibu sudah jatuh hati pada seorang pemuda yaitu ayahmu."


"Dan ternyata akibat penolakan ibu saat itu mereka mendendam pads bangsa kita."


Mereka tidak berani menyerang saat itu karena kakekmu juga dikenal sebagai pemimpin yang kejam."


"Baru setelah kakek dan nenekmu wafat, mereka berani berulah lagi."


"Saat itu ibu sudah menikah dengan ayah Redo saat penyerangan ke istana kita terjadi."


"Walaupun mereka kalah, tetapi ayah Redo harus gugur dalam peperangan itu."


"Saat itu panglima mereka juga sempat sekarat, tetapi entah bagaimana dia akhirnya bisa selamat sementara ibunda harus kehilangan suami dan banyak prajurit."


"Kamu bunda ungsikan kedalam perut seorang wanita baik hati bernama Serafin juga karena Kebebitak itu."


"Ibu memasukan mutiara naga itu kedalam tubuhmu agar tidak sampai jatuh ke tangan mereka, berarti hanya orang pemegang mutiara itulah yang bisa memerangi kebatilan dan kejahatan itu."


"Mereka itu bangsa pembuat onar...suka mengadu domba bahkan ibunda dengar di luar sana para siluman sudah banyak di adu domba dan merekalah yang mengambil keuntungan dari pertikaian itu."


"Sudah banyak siluman yang mereka kuasai, terakhir yang ibunda dengar mereka lagi mengadu domba anak-anak Sinoe dengan...suamimu!!" kata ratu Nilakandi pelan.


"Apa bunda??? berarti saat ini keluarga Almira di peternakan dalam bahaya?" kata Almira terkejut.


"Kamu jangan khawatir, Matsuyama beserta ibu dan ayahmu bukan orang sembarangan ditambah di sana juga ada Revita...putrimu itu walaupun usianya baru dua tahun tetapi bunda sudah menyisipkan banyak ilmu kesaktian ke dalam tubuhnya."


"Tapi janji ya bunda, setelah masalah kerajaan selesai, Almira akan pulang kembali dan berkumpul bersama keluarga Almira lagi." kata Almira.


********


"Bu....kira-kira berapa lama ya, istri Matsuya akan pergi?? Matsuya jadi kasihan sama anak-anak bu!! terutama sama Miranda...kasihan usianya baru tiga bulan masih butuh Asi dan kasih sayang mommynya.


"Mau tidak mau kita beri susu formula saja sementara ini, Matsuya...!!" kata Serafin sambil menggendong cucunya yang rewel sejak Almira pergi.


"Ada apa dengan Miranda bu??" Tanya Giandra yang baru pulang dari memetik buah dan sayuran bersama Revita dan Xander di kebun belakang.


"Adik Mira kenapa daddy??" tanya Revita menaruh sayurannya dan menuju adiknya.


"Adik Mira kangen mommy, Revita!!" kata Matsuyama berusaha menahan kesedihannya.


"Candel juga kangen sama mommy, daddy!! kapan mommy pulang daddy!!" air mata Xander mulai menetes lagi.


"Xander?? jadi anak lelaki itu ngga boleh cengeng...mommy yang perempuan aja bisa menahan sakit kok seberapapun sakitnya itu!! masa Xander ngga bisa?? berdoa aja semoga mommy cepat pulang!!" bujuk Revita pada Xander yang mulai menangis.


"Revita sama Xander temani adik bayu dulu ya...daddy sama kakek mau memasukan ternak ke kandang, hari mau hujan sekaligus mau mengecek pagar!!" kata Matsuyama pada ketiga anaknya.


"Cepatan Matsuya...hari mulai gerimis nih!!" teriak Giandra dari ujung pagar di belakang gudang.


"Iya ayah...tinggal menutup pintu gudang aja!!" kata Matsuyama.


"Nek, sepertinya ada dua orang di luar halaman sedang kehujanan!! lapor Revita.


Serafin ikut menatap keluar pintu. Hujan di luar sangat deras dan berkabut. Di bawah hujan di depan pintu pagar berdiri dua sosok tubuh yang basah kuyup.


"Dia tidak bisa masuk ke dalam pekarangan berarti dua sosok itu bukan manusia!!" kata Serafin pada Revita dan Xander.


"Tetapi kasihan juga ya nek, mereka bisa mati kaku di luar sana apalagi di saat hujan badai di luar begini!!" sahut Revita.


Tak lama Giandra dan Matsuyama masuk lewat pintu dapur.


"Kalian sedang memperhatikan apa??" tanya Giandra ikut menatap keluar jendela.


"Siapa itu bu??" tanya Matsuyama yang baru selesai mandi dan ikut memandang keluar jendela.


"Sepertinya Revita kenal kedua orang itu!!" kata Revita.


"Iyakan Xander??" katanya pada saudara kembarnya itu!!"


Anak-anak Almira itu pada dasarnya adalah anak-anak yang sangat cerdas dan mempunyai daya ingat yang luar biasa.


*


*


Siapakah kedua orang yang dilihat mereka berdiri di luar pekarangan itu??


Jangan lupa mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nyaπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2