
"Sebaiknya untuk berjaga-jaga cincin ini tetap aku kenakan saja!!"gumam Matsuyama.
Snow berbaring di bawah pohon di tanah rata. Lalu Matsuyama berbaring sambil bersender pada kuda putihnya.
"Sebaiknya besok saja aku melanjutkan perjalanan mencari kak Hiro dan kak Sima!!" gumamnya lalu perlahan memejamkan mata.
*******
Aaaghhhhh...sakit...
Kakegawa segera lari menuju kamar mendengar jeritan Miku istrinya.
"Ada apa bu?" tanya Kakegawa dengan raut wajah khawatir.
Dia kaget saat melihat pipi kanan Miku yang bolong membusuk.
"Sakit banget yah...rasanya ibu ingin mati saja!!" kata Miku lirih.
"Sabar ya bu...semoga Matsuyama berhasil menemukan keberadaan Hiro dan Sima!!" jawab Kakegawa prihatin.
"Ayah yakin Hiro akan memberikan penawar racun itu??" tanya Miku.
Kakegawa terdiam karena dendam kedua anak-anaknya itu terlalu besar padanya dan Miku.
"Inikah hukuman yang telah diberikan oleh Yang Kuasa untukku dan Miku karena telah menyebabkan kematian Abesira istri pertamanya.
"Yah...semoga saja bu!!" jawab Kakegawa lemas.
"Abesira...tolong maafkan aku dan Miku!!" lirih Kakegawa.
"Begitu besar dosa dan kesalahan kami padamu, Abe!!" isak Kakegawa.
Kakegawa hanya bisa membantu mengurangi rasa sakit di pipi Miku tapi tidak menyembuhkannya.
Setelah Miku tertidur, dia keluar kamar dan menutup pintunya perlahan.
Semakin hari dia semakin prihatin dengan luka borok di pipi Miku karena tengkorak pipi istrinya itu sudah kelihatan, dan wajah Miku tampak begitu mengerikan.
*****
"Bang...besok Mira mau bawa Xander dan Revita menemui kakeknya di mansion!!" kata Almira pada Xavier.
"Abang antar ya!!" kata Xavier.
"Tidak usah bang, abang sibuk mengurus tambak ikan abang..." kata Almira.
"Mira, berangkat bertiga saja dengan anak-anak!!" kata Mira.
"Tidak...tidak...nanti ada apa-apa dengan kalian di jalan!!" kata Xavier.
"Ayo abang antar sekalian mau singgah ke kota mau beli bahan makanan kita!!" kata Xavier.
Hidup Xavier beberapa hari ini lebih berwarna. Dia lebih memilih merelakan sekarang ini. Baginya bisa dekat dengan Almira dan kedua anak kembarnya merupakan kebahagiaan tersendiri baginya.
Apalagi kini sikap Almira kini jauh lebih baik padanya.
"Kalian berempat mau pergi kemana??" tanya kakek Kojiro.
"Kami mau menjenguk ayah Kelvin di mansion, ayah!!" jawab Xavier.
"Ya sudah...hati-hati di jalan jangan pulang terlalu malam ya Xavier...Almira itu sedang hamil!!" kata kakek Kojiro mewanti-wanti.
Kedua anak kembar mereka duduk di belakang sementara Mira dan Xavier duduk di depan.
Sesekali Xavier menoleh kebelakang dan tersenyum melihat Xander dan Revita berceloteh ria.
Dia juga melihat raut wajah Almira yang selalu ceria kini.
__ADS_1
"Kita ke supermarket dulu ya...baru pulangnya singgah ke mansion!!" kata Xavier.
Ssstttt....
Kalian lihat deh, itu kan Xavier dan Almira, juga anak mereka...lho, setauku anak mereka cuma satu lalu siapa balita cantik yang digandeng Xavier itu??" tanya Levia.
Grup kuartet istri simpanan Kebebitak rupanya berbelanja di supermarket yang sama dengan Xavier dan keluarganya.
Wajah Sullivan sudah seperti pelangi, tanpa bisa dicegah lagi dia mendatangi keluarga kecil yang sedang memilih daging segar itu.
Jika saat di restoran ketiga kawannya masih mampu menahan Sullivan, sekarang mereka tak bisa menahan kemarahan wanita yang masih sangat mencintai Xavier itu.
Aduhhh....
Almira terseret kebelakang saat rambut indahnya dijambak seseorang dari belakang dan menyebabkannya jatuh terduduk.
"Mira..." teriak Xavier kaget apalagi dia melihat ada darah merembes dari kedua paha Mira.
Pandangan matanya berkilat penuh amarah menatap siapa yang telah berani menyakiti mantan istrinya itu.
Saat dia melihat Sullivan menarik rambut Almira, amarahnya memuncak keubun-ubun.
"Lepaskan dia Sullivan!!" teriak Xavier.
Plak...plak
Sullivan ternganga tak percaya antara sadar dan sakit yang merambat di kedua pipinya, air matanya meleleh karena laki-laki yang begitu dicintainya yang selama ini tak pernah kasar padanya kini menamparnya hanya karena wanita hamil yang terduduk di lantai dan mengeluarkan darah itu!! begitu pikir Sullivan.
"Mira...kamu tidak apa-apa??" tanya Xavier lalu mengangkat tubuh Almira yang sudah kesakitan menuju ke parkiran mobil.
Pandangan balita cantik yang ada di samping Xander menusuk sampai masuk ke dalam hati Sullivan.
Tiba-tiba dia menggerakan tangan kanannya.
Buk...buk...bragghh
Tubuh Sullivan terangkat dan terbanting menabrak rak buah-buahan saat tangan mungil Revita terangkat lalu seperti tangan yang tak kelihatan memukul dan mendorong tubuh Sullivan.
Mata biru balita cantik itu tampak berkilat marah memandang Sullivan.
"Aku tak akan pernah memaafkanmu jika terjadi sesuatu pada mommy dan adik bayi yang ada di perut mommy."
Lalu Revita menggandeng tangan Xander kembarannya mengikuti langkah ayah mereka yang menggendong tubuh mommy mereka yang telah banyak mengeluarkan darah akibat jatuh terduduk tadi.
Levia, Valeria dan Shiera menolong Sullivan yang meringis menahan sakit.
Sakit akibat pukulan Revita tadi masih bisa ditahannya walaupun dadanya seperti mau jebol rasanya, tetapi sakit karena tamparan mantan suaminya tadi yang membela madunya itu membuatnya teramat sakit.
Air matanya sudah bercucuran sejak tadi, sebenarnya dia tak bermaksud membuat Almira celaka hanya sekedar ingin memberi wanita itu pelajaran tetapi siapa menyangka tarikannya pada rambut Almira terlalu kuat hingga membuat tubuh Almira terseret dan jatuh terduduk dan terjengkang di lantai.
"Sayang...sabar ya...kita akan kerumah sakit terdekat, bertahan ya!!" kata Xavier sambil setengah berlari membuka pintu mobil dan mendudukan Almira yang sudah nampak kesakitan.
Dia menaikan kedua anak kembarnya ke dalam mobil dan melesat pergi.
Xavier semakin cemas melihat darah terus merembes dan dilihatnya kesadaran Almira semakin hilang.
Begitu sampai di depan UGD Xavier sudah berteriak pada petugasnya untuk segera menolongnya.
"Awas kau Sullivan...jika kamu membenciku, jangan sakiti Almira!!" geram Xavier.
Dia menunggu Almira di tangani dokter sementara kedua anak kembarnta duduk tak jauh darinya.
Xavier lalu menelpon tuan Kelvin mantan ayah mertuanya juga memberitahukan pada kakek Dahlan dan kakek Kojiro tentang keadaan Almira dan sekarang sedang ada di rumah sakit.
"Anda suaminya??" tanya seorang dokter pada Xavier.
"Iya dokter!!" kata Xavier terpaksa berbohong.
__ADS_1
"Istri anda mengalami pendarahan, sebenarnya dia belum dalam keadaan mau melahirkan tetapi melihat kondisinya sekarang ini jika terus dibiarkan akan membahayakan keadaan ibu dan janinnya." Kata dokter tadi.
"Lakukan yang terbaik dokter, tolong selamatkan dia!!" ratap Xavier.
"Bertahanlah dek, aku tidak bisa hidup tanpamu!!" kata Xavier pilu.
Sementara kedua anak kembarnya terus memegang tangannya untuk memberikan semangat padanya.
"Sabarlah ayah...Revita akan berusaha untuk menolong mommy!!" kata si cantik Revita menyemangati ayahnya.
Tak lama rombongan tuan Kelvin datang dan tak lama berselang kakek Kojiro dan kakek Dahlan datang dengan mengendarai sepeda listrik milik Almira dulu.
"Apa yang telah terjadi pada putriku, Xavier??" tanya tuan Kelvin murka.
Xavier menceritakan awal mula kejadian hingga akhir tanpa ada yang ditutupi.
Tangan tuan Kelvin mengepal keras mendengar akhir penuturan Xavier.
"Apa maunya wanita itu, dia sudah merebut kebahagiaan putriku lalu dua juga yang telah mencelakainya...aku sebagai ayahnya tidak akan tinggal diam, awas kamu Sullivan, kamu harus membayar semua yang sudah kamu lakukan pada putriku.
Tuan Kelvin dengan segala kekuasaannya melaporkan tindak kekerasan yang telah dilakukan oleh Sullivan pada Almira.
Pihak berwajib segera mencari keberadaan Sullivan.
"Mira, bertahanlah!!" air mata Xavier tak berhenti semenjak di supermarket tadi.
Tak lama Aliandhara juga muncul bersama Alia, Rafa, dan pangeran Redo kekasih Alia.
"Apa yang terjadi pada Almira, daddy??" tanya Aliandhara begitu tiba di sana.
Lalu dia mendekati Xavier dan langsung meninju wajah tampan Xavier.
"Mengapa adikku hidupnya selalu menderita sejak hidup bersamamu, Xavier!!"
Bug...bug...
Xavier hanya diam tak berusaha membalas pukulan Aliandhara yang sedang marah besar.
"Perasaan semenjak menikah denganmu, adikku ngga ada bahagianya, mulai kamu selingkuhi dia bersama wanita yang bernama Sullivan itu, sekarang wanita itu lagi yang mencelakainya...dasar brengsek kamu Xavier!!" maki Aliandhara.
Tuan Kelvin menahan tangan Aliandhara!!
"Cukup, Ali...jangan membuat masalah bertambah runyam." Kata tuan Kelvin.
Xavier mengusap darah dari sudut bibirnya yang pecah.
Mata Redo menyipit menatap seorang balita cantik yang sedang menggandeng Xander.
"Revita??" teriaknya.
Revita menoleh kepada Redo sepupunya itu.
"Apakah kamu sudah diijinkan nenenda untuk ikut mommymu kedunia manusia??" tanda Redo.
Revita hanya mengangguk tanpa menjawabnya.
Tuan Kelvin dan Aliandhara tidak begitu memperhatikan bocah cantik itu karena fokus mereka hanya Almira saja.
"Siapa bocah cantik itu pangeran??" tanya Alia pada kekasihnya.
*
*
***Bersambung....
Mohon dukungannya selalu untuk Almira ya reader...semoga Almira cepat pulih kembali...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, favorit, dan rate nya ya🙏🙏