Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 36 Pelarian


__ADS_3

Axelo sendiri kemudian menitipkan putrinya Lunelia kepada sahabatnya Kelvin Antonio untuk di rawat dan dia mengucilkan Levia ke goa Simbra karena seseorang telah meramalkan bahwa kelak kejahatan sang ibu akan turun ke salah satu putri kembarnya yaitu Levia.


"Kak...apakah aku boleh meminta sesuatu darimu?" Tanya Serafin pada kakak seperguruannya.


"Apa itu Serafin?" Kata Kakegawa.


"Seandainya hal yang kutakutkan itu benar-benar terjadi, dan kami berdua tak akan selamat...maukah kakak berjanji padaku untuk melindungi putra dan bayiku?"


"Aku seperti punya firasat jelek kak, ada satu musibah besar yang kelak akan menimpa keluargaku."


"Semoga tak akan ada apapun yang terjadi dengan kalian adikku...berdoa saja pada ysng Kuasa ya, semoga semua akan baik-baik saja.


*******


"Yah, kenapa kok sejak kita keluar dari lembah Soshen tadi perasaan itu seperti ada yang membuntuti perjalanan kita ya?" Serafin selalu menoleh ke belakang sambil menyibakan tirai kereta kuda mereka.


Giandra sang suami yang bertindak sebagai sais kereta. Di sebelahnya duduk putra mereka Giovanno. Dan di dalam kereta Serafin sedang menidurkan bayinya yang baru berumur dua bulan.


Tanpa sepengetahuan sang suami, dia memakaikan kalung berkepala naga bermata biru yang merupakan simbol dari perguruannya secara turun temurun kepada putri kecilnya. Tak lupa juga di taruhnya sekantung uang emas dan sejumput perhiasan miliknya kedalam kotak kecil dan di masukannya ke dalam bungkusan dan di tuliskannya di secarik kain putih yang bertuliskan " Jagalah putri kami Shahnaz Almira, tolong selamatkan dia...


Dilukainya ujung jarinya sendiri dan dia gunakan darahnya itu untuk menulis.


Tiba-tiba dari kejauhan di persimpangan jalan menuju ke arah perguruan, Giandra melihat asap hitam mengepul membumbung tinggi keangkasa. Pertanda ada kebakaran hebat yang melanda di sana.


Dia menghentikan kereta secara mendadak dan membuat kaget semuanya.


"Ada apa yah? Kenapa berhenti mendadak?" Serafin menyibak tirai kereta di depannya dan dia juga menyaksikan asap hitam yang mengepul itu.


"Kebakaran? Ada yang tak beres terjadi..." Pikirnya.


"Cepat putar haluan yah, cepat...kita harus meninggalkan tempat ini!!" Serafin dengan cepat memberi perintah pada suaminya.


Dengan Sigap Giandra memutar arah dan melaju meninggalkan tempat itu.


"Cepat yah...kita segera menuju dermaga...kita tinggalkan kota ini...Serafin sudah menaruh kapal motor kecil untuk kita tumpangi.


Tepat seperti firasat Serafin, setelah membantai dan membakar habis perguruan milik ayah Serafin, seorang wanita berpakaian hitam dan berwajah seperti bidadari dengan kulit halus seperti batu pualam dan putih seperti susu keluar dari sana dengan teriakan marah dan kecewa karena dia tak menemui musuh bebuyutannya di sana.


Dialah ratu Hikaru yang ternyata masih hidup dan berhasil selamat dari sumur tak berdasar.

__ADS_1


Dia bersama dengan kaki tangannya keluar lembah.


"Aku seperti mencium aroma wanita jana nam itu baru saja ada di tempat ini."


"Ayo kita kejar mereka sebelum jauh...tanganku sudah gatal ingin mendaratkan pukulan telapak merapi ke dadanya seperti yang pernah aku lakukan kepada Abesira istri dari si bodoh Kakegawa tiga tahun yang lalu."


Sementara itu rombongan keluarga kecil Giandra sudah tiba di dermaga. Dengan cepat dia membantu istri dan anaknya untuk naik ke kapal kecil milik mereka itu.


Dengan cepat mereka berlalu dan meninggalkan jepang. Tanpa mereka tau bahwa ratu Hikaru terus berusaha mengejar mereka.


Hampir seminggu mereka terombang-ambing di kapal itu hingga akhirnya mereka menemukan daratan untuk berlabuh.


Dengan keadaan tubuh letih, mereka berusaha berjalan menyusuri jalanan untuk menjauhi pantai.


Setelah cukup jauh berjalan, rombongan keluarga kecil itu tiba di pinggiran hutan yang ada sungainya.


"Kita berhenti dulu Sera, kasihan Giovanno sangat kelelahan..." Kata Giandra suaminya.


"Kita bermalam di pinggir hutan malam ini, yah!! Kata Serafin.


Giandra membuat api unggun sekedar untuk menghangatkan tubuh dan memakan sisa bekal mereka.


Tiba-tiba....


"Ayah..." Bisik Serafin dengan cepat terbangun dari tidur ayamnya.


"Matikan cepat api unggun itu...Sera mendengar ada banyak langkah di kejauhan menuju kemari."


"Giovanno...bangun nak..." Serafin membangunkan putranya.


"Gio, bisakah kamu bertindak sebagai laki-laki sejati?" Tanya Serafina pada putranya.


"Jika malam ini terjadi sesuatu yang buruk menimpa ayah dan ibu, maukah kamu pergi sejauh mungkin dari tempat ini...bawa keranjang berisi adikmu."


"Tapi Gio tidak tau harus kemana ibu!! Gio tidak tau tau kita ini ada di mana..."


"Gio tatap mata ibu ya nak, larilah ke tempat yang menurut kata hatimu aman, selamatkan dirimu juga adikmu...Giovanno anak ibu Serafin dan ayah Giandra hebat, dan ibu tau itu!!" Serafin terus menyemangati putranya.


Giandra telah mematikan api unggun itu dan mereka bersembunyi ketempat yang agak gelap.

__ADS_1


Lalu...


"Stop..." Sebuah suara perempuan menggelegar di tempat itu.


"Keluar kau Serafin dan Giandra...aku tahu kamu bersembunyi tak jauh dari tempat ini."


"Malam ini juga aku beserta anak buahku akan membantaimu dan keluarga kecilmu seperti aku membantai murid-murid perguruanmu dan membumi hanguskan kediamanmu sekaligus."


Lalu terdengar tawa melengking dari mulut perempuan itu.


"Ayah...Sera harus keluar untuk mengalihkan perhatian mereka...bawa pergi anak kita dari sini...cepat!!"


"Ayah bukan tandingan Hikaru, apalagi dia sudah bersama anak buahnya."


"Di antara kita harus ada yang hidup untuk menjaga anak-anak kita...cepat yah, jangan berpikir terlalu lama...bawa Giovanno dan Almira dari sini!!" Serafin mendorong tubuh suaminya yang tak bergeming karena dia tak mungkin tega meninggalkan istrinya tercinta.


Tapi dia juga sadar, diantara mereka harus ada yang hidup untuk menjaga anak-anak mereka di tempat asing ini.


Dia tak mungkin melawan Hikaru dan kelompoknya karena dia memang bukanlah lawan dari ratu berhati iblis itu.


Tapi dia juga tidak tega meninggalkan istrinya untuk bertarung seorang diri.


"Pergilah yah...Sera sangat mencintai ayah dan anak-anak kita, semoga kita masih bisa di pertemukan kembali."


Serafin memeluk suami dan anak-anaknya. Lalu mendorong tubuh mereka untuk segera menjauhi tempat itu.


"Aha....akhirnya kamu keluar juga wanita lak nat!! Di mana suami pengecutmu juga ke dua anak-anakmu itu? Darah ke dua anakmu pasti lezat rasanya, untuk penyempurnaan ilmu hitamku...Hahaha..."


Kembali tawa melengking berkumandang di pinggiran hutan itu.


"Berpencar...sepertinya suami dan anak-anak wanita lak nat ini masih bersembunyi di sekitar sini...aku akan bermain-main sebentar dengan wanita ini!!"


"Ya Allah...selamatkan suami dan ke dua anak hamba, jika memang harus mati biarlah hamba yang mati di sini..."Jerit hati Serafin


****Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, komen, vote, favorit dan rate nya ya...Happy weekend🙏🙏


.

__ADS_1


__ADS_2