Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 50 Titik Terang


__ADS_3

"Sebaiknya besok aku ceritakan saja pada kakek, mungkin kakek bisa membantu memecahkan masalah bersinarnya kalung ini...asal orang tua itu jangan bilang saja kalau mau memecahkan masalah ya dibanting saja." Berpikir sampai kesitu Almira jadi meradang lagi ingat sama kakek Dahlan.


*


*


Xavier tiba di jalan depan rumah pantai. Dia heran mengapa lampu teras masih menyala padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.30.


"Masa my baby sama calon kakek mertua belum bangun jam segini? Ngga biasa-biasanya? Kutelepon ajalah dulu." Xavier membuka ponselnya.


"Astaghfirullah...ponselku dari semalam mati rupanya pantas aku sama sekali tak mendengar celotehan si burung beo itu sejak semalam!!"


Xavier menyalakan benda pipih itu ternyata puluhan panggilan tak terjawab dari Almira sudah memenuhi dan terakhir sebuah pesan whatsapp yang berbunyi, "Woi...sudah bosan pacarankah? Kalau sudah bosan mending bubar aja!!"


Xavier auto panik setelah membaca pesan itu, dia merutuki keteledorannya semalam yang tertidur tanpa menyalakan lagi ponselnya yang mati saat di cas.


Dengan cepat dia menelpon kembali...


📱"Assalamualaikum..."


📱"Mira maaf semalam ponsel saya mati.


📱"Saya dan kakek ada di mansion tuan Kelvin pak, anaknya tuan Aliandhara sakit.


📱"Kenapa kalau sakit tidak panggil dokter? Memangnya kamu dokter? Baru juga calon dokter."


📱"Anaknya itu sakit kangen pak, ingin ketemu saya!!"


📱"Daddynya atau anaknya yang kangen?"


📱"Kamu diam di sana nanti saya jemput kita berangkat seperti biasa ke kampus sama-sama!!"


Tut...tut...


"Dasar om...om main putus sambungan telepon aja, sudah semalam telepon tidak di aktifkan!!" Kata Mira cemberut.


"Mira, kamu berangkat kuliah bareng aku dan bang Ali kan?" Sapa Alia di meja makan.


"Ngga jadi, aku bareng sama pak Xavier...beliau mau menjemput kemari." Aliandhara yang sedang menyantap rotinya bersama tuan Kelvin di meja makan langsung melototkan matanya.


"Dasar Xavier...mengganggu saja...padahal aku mencoba membangun kembali hubungan baik dengan Almira eh...si pengacau datang!!" Batin Aliandhara dengan perasaan dongkol.


Uhuk...uhuk


"Air...air"


Tuan Kelvin menyodorkan segelas air putih pada Aliandhara.


"Makanya kalau makan jangan sambil melotot, keselek kan? Untung tidak sepiring-piringnya kamu telan." Tuan Kelvin mendelik pada Aliandhara.

__ADS_1


"Tuan muda lapar? Makan rotinya sampai terbatuk-batuk gitu?" Celetuk Almira.


"Mira, kamu itu sebagai perempuan peka sedikit kenapa? Tuan Aliandhara itu cemburu mendengar kamu mau dijemput oleh Xavier kemari." Ucap kakek Dahlan santai.


Almira berhenti mengunyah rotinya dan beralih memandang Aliandhara.


"Tuan muda cemburu? Kok bisa? Cemburu itu tandanya suka lho tuan, tuan muda suka sama saya?" Dengan tanpa dosa Almira memberondong Aliandhara dengan perkataannya.


Uhuk...uhuk


Kontan saja Aliandhara keselek lagi di depan banyak mata Almira memberinya skak match tentang perasaannya.


"Kok batuk-batuk lagi sih, tuan muda tidak kena penyakit tbc kan? Hati-hati lho, nanti kita semua di sini ketularan!!" Celetuk Almira santai.


Tak...


"Kalau ngomong kok mulutnya seperti ngga ada filternya, loossss aja seperti kentutnya itu." Kakek Dahlan menepuk jidat Mira dengan sendok di tangannya.


"Apa sih kek? Salahnya Mira di mana coba, kan bener kalau tuan muda kena tbc kita semua bakal ketularan."


"Tuan, kalau menurut saran saya, stop anda untuk mencintai cucu saya sebelum anda terkena serangan jantung dan gangguan kejiwaan, karena bicara dengannya hanya akan memperburuk kesehatan saja...yang ada sembuh kagak, mati iya!!"


Alia dan tuan Kelvin yang sedari tadi ingin tertawa tapi selalu ditahan, malah tidak bisa menahannya lagi.


Sementara Almira yang di tertawakan malah bingung.


"Ya sudah, saya sudah dijemput saya duluan ya every body..." Mira berdiri menyambar tas nya dan berlari ke halaman di mana Xavier sudah menantinya.


"Every body...every body gundulmu itu!!" Kakek dahlan mengoceh lagi.


"Kenapa wajah pak Xavier ditekuk begitu? Seperti wanita lagi datang bulan saja!!" Almira memperhatikan wajah kekasihnya itu.


"Oohh Mira tau, bapak cemburu ya?" Makanya kalau punya handphone itu aktifkan, jangan cuma dijadikan pajangan!!" Xavier melotot memandang Almira.


"Lagian kan tadi sudah saya jelaskan kenapa saya dan kakek dijemput dadakan tadi malam, dan saya juga ribuan kali telepon tapi selalu dijawab nomor yang anda tuju sedang selingkuh tunggulah beberapa jam lagi."


"Mana ada saya selingkuh Mira, saya bukan tipe laki-laki seperti itu!!" Jawab Xavier.


"Baguslah..." Jawab Almira enteng.


Gemasnya Xavier melihat pacarnya yang super jutek dan cuek itu.


"Mira!!"


"Apa!!"


"Ayah Kojiro ayah angkatku mau datang berkunjung kemari, katanya beliau kangen sama sepupunya kakek Dahlan."


"Mira..."

__ADS_1


"Apaaaaa..."


"Kok sepupu tapi wajah kakek Dahlan dan ayah Kojiro beda ya?" Kata Xavier.


"Sepupu dua kali injak mungkin!!!" Jawab Almira ngasal.


"Ngawur aja!!" Jawab Xavier.


"Lha salah bapak sendiri, sudah tau saya suka ngawur masih didengarin." Jawab Almira.


"Isshhh...lama-lama tensi saya bisa naik kalau begini caranya." Kata Xavier.


"Ya gampang saja pak, kalau naik ya diturunkan lagi...begitu saja kok repot!!" Dengan tenang Almira menjawabnya.


"Tapi memang benar, secara fisik saja beda ya Mira...ayah Kojiro berkulit putih sedangkan kakek...." Xavier menggantungkan kalimatnya.


"Sedangkan kakek pekat yang kelihatan cuma gigi sama matanya, begitu maksud bapak?" Tanya Almira.


"Ya mungkin kakek sering kecebur got kali, atau kakek jarang mandi jadi dia pedi..." Jawab Mira.


"Kok jarang mandi di bilang pedi sih? Aneh kamu ini!!" Kata Xavier.


"Pedi itu singkatan pak, penuh daki....jadi kulit bersihnya tertutup daki begitu maksud saya." Kata Almira.


"Isshhh saya laporkan nanti kamu ke kakekmu, Mira? Ancam Xavier.


"Lha bukannya bapak yang tadi memancing-mancing di air keruh, ya saya terpancinglah untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya.


"Rencananya ayah juga ingin mengenalmu Mira, beliau penasaran ingin bertemu denganmu." Xavier menoleh pada kekasihnya itu.


"Saya inikan yatim piatu, saya hanya bisa mengenalkan dua ayah angkat saya aja Mira." Wajah Xavier mendadak sedih.


"Saya juga anak yatim piatu pak, kakek Dahlan itu juga bukan kakek saya yang sebenarnya." Jawab Almira.


"Kata kakek, dulu nenek dan kakek menemukan saya di pinggir sungai dekat tepi hutan sampai saya dipikir bayi jin oleh kakek."


"Oh ya? Nasib kita kok sama ya? Daddy juga bilang kalau saya adalah anak yang tersesat di hutan atau mungkin dibuang dengan sengaja oleh kedua orang tua saya."


"Lalu daddy membawa saya pulang dan merawat saya dan menjadikan saya anak angkat beliau." Mira tampak manggut-manggut saja mendengar penjelasan Xavier.


*


*


***Bersambung...


Maaf baru bisa update lagi!! Baru ada waktunya lagi!!"


Jangan lupa tunggalkan jejak ya reader...like, komen, vote, favorit dan rate nya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2