Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin
Bab 87 Pertemuan pertama


__ADS_3

Dia berusaha berdiri tetapi lututnya terasa goyah. Sudah dua hari sejak dipindahkan dari ruang kaca itu, Alia hanya diberi makan semangkok kecil nasi putih dan segelas air putih.


Rafa sangat sedih melihat keadaan aunty kesayangannya itu. Dia melangkah menghampiri Alia dan langsung memeluknya.


"Rafa, tolong aunty...aunty takut sendirian di sini." Lirih suara Alia.


Tubuh Alia kurus dan pucat karena terlalu lama terkurung di ruangan tertutup seperti itu.


Rafa memapah Alia. Dengan tubuh kecilnya dia berusaha membantu auntynya itu keluar dari sana dan membawanya ketempat yang aman.


"Sebenarnya mereka itu siapa Rafa?" tanya Alia setelah mereka keluar dari sana.


"Yang wajahnya mirip dengan aunty itu namanya Levia saudari kembar aunty Alia!!" jawab Rafa.


"Saudara kembar? mengapa ayah tidak mengatakan aku mempunyai saudara kembar?" kata Alia.


"Panjang ceritanya aunty tapi suatu hari nanti pasti aunty juga akan tau." Jawab Aliarafa.


"Sekarang kita kemana Rafa? aunty takut akan ditemukan oleh orang-orang jahat itu..." Alia masih membayangkan betapa jahatnya mereka.


"Kita bersembunyi di kamar Rafa aja, aunty...ada sebuah pintu rahasua di balik dinding kamar Rafa yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk Levia dan para kaki tangannya."


"Lagi pula mereka tidak bisa masuk ke dalam kamar Rafa, aunty...Rafa sudah memagarinya dengan pagar gaib." jawab Rafa.


Sebenarnya Alia ingin bertanya lebih banyak mengapa ponakan kecilnya itu sekarang sangat hebat? sungguh berbeda dengan Rafa setahun yang lalu saat dia tinggalkan. Tetapi sepertinya dia mengurungkan dulu untuk bertanya mengingat keadaannya sangat tidak tepat.


Rafa membawa Alia ke dalam ruangan rahasia di belakang kamarnya.


"Untuk sementara aunty aman di sini, tidak ada yang berani masuk kemari."


Alia menuju tempat tidur dan langsung membaringkan tubuhnya yang teramat lelah. Sudah setahun lebih dia hanya berbaring beralaskan lantai batu yang keras dan dingin. Terkadang menahan lapar karena dia hanya di beri makan sehari hanya sekali saja.


"Aunty lapar?" tanya Rafa...


Alia duduk kembali lalu menganggukan kepalanya.


Rafa keluar sebentar dari kamarnya dan mengambil stok camilan di dalam kulkas di kamarnya yang sudah seperti toko kue dan toko camilan. Daddy dan kakeknya selalu memanjakannya dengan banyak makanan.


Tak lama dia muncul kembali dengan makanan di tangannya.


"Untuk sementara makan ini dulu ya aunty, nanti pas jam makan malam Rafa akan meminta bibi untuk membawakan makanan ke kamar Rafa."

__ADS_1


Alia hanya mengangguk sambil mulutnya tak henti mengunyah.


"Pelan-pelan saja aunty, masih banyak kok kalau hanya camilan saja di kamar ini!!" kata Rafa sambil tersenyum melihat kelakuan auntynya saat makan.


"Aunty, bolehkah Rafa bertanya sesuatu?" tanya Rafa pada Alia yang masih asyik mengunyah makanan.


"Tanya apa Rafa?" kata Alia.


"Bagaimana ceritanya aunty kok bisa diculik dan disekap oleh saudara kembar aunty yang jahat itu?" tanya Rafa.


***Flashback on***


"Aduh, gimana ini??? bang Ali lama sekali menjemputnya? apa Alia naik kendaraan umum aja ya seperti mereka-mereka yang lain? sepertinya asyik juga tuh jika bisa pulang naik angkot." gumam Alia.


"Hei Alia...kamu pulang dengan siapa?" sapa Almira yang tengah berboncengan dengan kakeknya.


"Dijemput sama bang Ali!!" jawab Alia.


"Oh iya...kalau begitu langsung kutinggal ya!!! kakek dan aku mau pulang ke rumah dulu sebab kakek mau kedatangan tamu!!" kata Almira yang dibalas anggukan oleh Alia.


"Tapi apa ngga apa-apa jika kamu kami tinggal sendiri?" tanya Almira lagi.


"Sudah...ngga apa-apa kok, lagi pula hari siang bolong terang benderang begini ngga mungkinlah aku diculik!!" gurau Alia.


"Memang sialan kok bang Ali ini, katanya sepuluh menit lagi sampai, katanya sudah otw...tapi mana? sudah setengah jam lebih aku menunggu di sini ngga ada nongol batang hidungnya!!" omel Alia.


Kampus sudah mulai agak sepi. Sebagian dari mereka pulang dengan kendaraan pribadi, sebagian naik angkutan umum tetapi ada juga kelas yang masih belajar di dalam.


Kok sepi banget ya?? ngga ada kendaraan umum yang lewat sama sekali." gerutu Alia.


"Apa aku pesan taxi online lewat aplikasi aja kali ya!!"


"Akhirnya dia memang memilih alternatif terakhir yaitu memesan taxi online.


Belum ada 5 menit memesan, taxi yang dipesan sudah datang.


"Kok cepat ya?" pikir Alia," padahal baru lima menit yang lalu dipesannya


"Ahh bodo amat lah yang penting aku bisa pulang ke rumah!!" pikir Alia.


Supirnya memakai hodie hitam dan berkaca mata hitam serta menggunakan masker.

__ADS_1


Awalnya Alia tak peduli dan tak merasa curiga sedikit, tetapi dia merasa heran mengapa jalan yang ditempuh taxi ini berbeda rute dari mansion kediaman tuan Kelvin.


Yang membuat Alia semakin takut adalah orang yang mengendarai mobil itu ternyata seorang wanita.


Saat dia membuka hodie nya tampak sesosok wajah yang sangat mirip dengannya.


"Halo...selamat berjumpa saudari kembarku Alia..." Dia terkekeh melihat semburat ketakutan terpancar dari bola


mata Alia yang tergugu memandangnya.


"Siapa kau?? mengapa kamu menyamar jadi aku?" tanya Alia.


"Siapa yang sudi menyamar menjadi cewek culun dan norak seperti kamu?" kata gadis yang wajahnya mirip dengan Alia itu.


Tak lama dia berhenti dan datanglah beberapa orang berseragam hitam menghampiri.


Mereka mendekati Alia yang berjalan mundur terus hingga mentok ke tembok. Salah satu dari mereka membekap mulut Alia tanpa dia sempat lagi untuk meminta pertolongan.


"Mau dibawa kemana nona Alia ini nona Levia?" tanya salah satu dari mereka.


"Kita bawa ketempat yang sama sekali tidak diduga oleh mereka yaitu kamarnya sendiri." Levia tersenyum menyeringai jahat.


"Lalu jika nanti keluarganya mencarinya, bagaimana nona?" kata mereka.


"keluarganya tak akan mencari dan tak akan menyadari bahwa akulah nanti yang akan menggantikan kedudukannya menjadi tuan putri di rumah itu."


"Kami kan kembar dan tak ada perbedaan sedikitpun di antara kami kecuali sifat tentunya...hehehe!"


"Dia tuan putri Alia yang berhati lembut dan baik walaupun dia culun, sedangkan aku? Hahaha...darah ibunda Hikaru lebih mendominan di tubuhku dari pada darah ayahku."


***Flashback of***


"Itulah awal mula aunty diculik bahkan ayah dan bang Ali sampai sekarang tidak tau bahwa yang ada di rumah itu bukan aunty yang sebenarnya."


"Sepertinya aunty harus minta tolong Almira dan menceritakan hal yang sebenrnya agar dia bisa membantu aunty sekaligus membongkar si Alia palsu itu." Alia begitu kesal pada Levia yang telah semena-mena menawannya.


"Tenang aunty, menghadapi orang-orang licik dan berbahaya seperti Levia dan antek-anteknya itu kita harus pakai strategi agar tidak mendatangkan bahaya yang lebih besar pada kita."


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Jangan lupa ikuti terus kelanjutan kisahnya ya🙏🙏


__ADS_2